Anda di halaman 1dari 25

A.

Data Core
1. Jumlah Keluarga
Jumlah keluarga di Dusun Bapang Kelurahan Harjosari RW IX RT I adalah 43
kepala keluarga, RT II adalah 48 kepala keluarga,RT III adalah 62 kepala keluarga
dan RT IV 40 kepala keluarga, sehingga jumlah keluarga di dusun Bapang ini adalah
153 kepala keluarga

2. Jumlah Rumah
Jumlah rumah yang berada di Dusun Bapang Kelurahan Harjosari RW IX RT I,
II, III, IV adalah 128 rumah dengan 93 rumah permanen, 26 rumah semi permanen,
dan 6 rumah non permanen

23%
25%
31%
21%
Jumlah Warga RW IX /
BAPANG
RT 1 RT 2 RT 3 RT 4
64%
25%
11%
Bentuk Rumah Warga
Permanen Semi Permanen Non permanen
3. Jumlah Penduduk
Jumlah keseluruhan penduduk yang berada di Dusun Bapang RW IX adalah 816
warga, dengan distribusi warga di RT I 173 warga, RT II 184 warga, RT III 294
warga dan RT IV 154 warga

4. Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur
Berdasarkan pengakajian yang dilakukan mayoritas warga RW IX/RT I, II, III, IV
Dusun Bapang Kelurahan Harjosari jumlah penduduk berdasarkan usia, bayi & balita
berjumlah 131 jiwa, usia sekolah 158 jiwa, remaja 154 jiwa, dewasa 362 jiwa dan
lansia 35 jiwa.


22%
24%
35%
19%
Distribusi jumlah warga
RT 1
RT 2
RT 3
RT 4
15%
20%
16%
47%
2%
Distribusi Warga Berdasarkan
Usia
Bayi dan Balita Usia Sekolah Remaja
Dewasa Lansia
5. Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Dari jiwa warga di dusun Bapang Kelurahan Harjosari, warga perempuan
berjumlah 469 jiwa dan warga laki laki berjumlah 347 jiwa

6. Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Kebanyakan warga RW IX/RT I, II, III, IV Dusun Bapang, Kelurahan Harjosari
berpendidikan terakhir adalah sekolah dasar dengan jumlah 173 jiwa, dan yang kedua
adalah SMP dengan jumlah 189 jiwa, yang ketiga SMA 307 jiwa, PT dengan jumlah
11 jiwa serta warga yang tidak sekolah berjumlah 5 orang, belum sekolah 131 orang.


43%
57%
Distribusi Penduduk
Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki - laki Perempuan
SD
21%
SMP
23%
SMA
38%
PT
1%
Belum
Sekolah
16%
Tidak
Sekolah
1%
Distribusi Penduduk
Berdasarkan tingkat
Pendidikan
7. Suku Dominan
Suku yang dominan di dusun Bapang adalah Jawa.

8. Budaya Keseharian yang di Tetapkan
Dari hasil pengkajian yang dilakukan mayoritas warga RW IX, RT I, II, III, IV
Dusun Bapang, Kelurahan Harjosari didaptkan bahwa budaya yang sering dilakukan
masyarakt yaitu pengajian yasinan yang dilakukan pada setiap malam jumat dan hari
sabtu jam 16.00
9. Budaya Terkait Bidang Kesehatan
Dari hasil pengkajian pada 50 warga dusun Bapang,21 diantaranya mengatakan
saat sakit langsung memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan, 17 diantaranya
mengatakan membeli obat di apotek terdekat, 12 diantaranya mengatakan hanya
untuk istirahat saja.

Suku Dominan
Jawa
64%
25%
11%
Upaya Kesehatan
Memeriksakan diri Membeli obat di apotek
Tidak melakukan upaya kesehatan
10. Perilaku Masyarakat di Bidang Kesehatan
Kesadarandan pengetahuan masyarakat mengenai sampah masih kurang.
Masyarakat belum mampu untuk mengolah sampah dengan baik. Sampah masih di
buang di sungai, halaman rumah dan lahan kosong.

B. 8 Sub Elemen Komunitas
1. Lingkungan Fisik
a. Bentuk Rumah
Seluruh perumahan yang ada diwilayah RW IX/ RT I, II, III, IV Dusun Bapang
Kelurahan Harjosari sebagian besar adalah permanen dengan huni keluarga sendiri
dan disewakan untuk kos. Namun masih ada warga yang mempunyai rumah semi
permanen dan non permanen.
No Bentuk Rumah Ferekuensi Presentase
1 Permanen 93 64%
2 Semi permanen 26 25%
3 Non permanen 6 11%
Jumlah 128 100%


64%
25%
11%
Bentuk Rumah Warga
Permanen Semi Permanen Non permanen
b. Kondisi Rumah Warga
Wilayah RW IX/RT I, II, III, IV termasuk pemukiman yang cukup padat
dengan jarak perumahan yang satu dengan yang lain rata rata berdekatan
meskipun ada beberapa yang berjauhan. Semua bangunan rata rata baik namun
masih ada beberapa bangunan yang membutuhkan renovasi. Rata rata rumah
warga tidak memiliki sistem pencahayaan yang baik, sinar matahari sedikit yang
bisa masuk ke dalam rumah sehingga rumah tampak singkup. Kondisi dapur,
kamar mandi dan tempat mencuci piring juga di rasa kurang bersih.
No Bentuk Rumah Ferekuensi Presentase
1 Padat/Kumuh 109 72%
2 Tidak padat 18 28%
Jumlah 128 100%



c. Pembuangan Sampah
Sarana untuk pembuangan sampah berdasarkan hasil pengkajian yang kami
lakukan disetiap rumah rata rata tidak mempunyai sarana untuk pembuangan
limbah, serta kebiasaan warga RW IX/RT I, II, III,IV dalam mengelola sampah masih
ada beberapa warga yang membuang sampah sembarangan seperti dibuang didepan
rumahnya padahal akibat yang ditimbulkan akan mencemari perairan, selain itu
beberapa warga mengelola sampah dengan cara dibakar dan ditimbun. Selain
Padat
72%
Tidak
padat
28%
Kepadatan Rumah
Penduduk
mengobservasi sistem pembuangan sampah dirumah, kami juga mengobservasi
keadaan sampah di lingkungan dan di dapatkan masih terdapat banyak sampah yang
di buang di sungai dan di pinggir jalan.

No Tempat pembuangan
sampah
Frekuensi Presentase
1 Memiliki 57 rumah 45%
2 Tidak memiliki 71 rumah 55%
Jumlah 128 rumah 100%



d. MCK
Dalam setiap rumah, rata rata warga sudah memiliki kamar mandi. Dari
153 keluarga yang ada di desa Bapang, terdapat 19 keluarga yang mengaku tidak
memiliki sarana kamar mandi di dalam rumahnya, sehingga mereka melakukan
aktivitas MCK di kamar mandi umum.

45%
55%
Tempat pembuangan sampah
sementara
Ada Tidak ada

Berdasarkan hasil wawancara dari 153 keluarga, 129 mengatakan
mengunakan jamban dan 24 mengatakan tidak menggunakan jamban.


e. Sumber Air
Penyediaan air bersih di RW IX/ RT I, II, III, IV dalam kondisi baik,
sebagian besar warga menggunakan sumber mata air sebagai sumber airnya, dan
sebagian warga menggunakan air sumur sebagai sumbernya.
Untuk menampung air, warga masih ada yang menggunakan gentong,
ember, dan sudah ada pula yang menggunakan bak mandi.


Memiliki
33%
Tidak
Memiliki
67%
Fasilitas Kamar Mandi
Mengunakan
84%
Tidak
Menggunakan
16%
Pengunaan Jamban








Berdasarkan hasil wawancara pada 153 keluarga didapatkan hasil 133
keluarga mengatakan pemenuhan air minum tercukupi dan 21 keluarga
mengatakan kurang tercukupi. Warga biasanya mendapatkan air untuk minum
dengan menggunakan air isi ulang.




59%
41%
Sumber Air
Sumur Mata Air
87%
13%
Penyediaan Air Minum
Terpenuhi Tidak terpenuhi
No Sumber Air Frekuensi Presentase
1 Mata Air 76 59%
2 Air Sumur 52 41%
Jumlah 128 rumah 100%
f. Map Denah Wilayah

g. Struktur Geografis
Bapang merupakan kawasan industri dan terdapat lahan yang digunakan
untuk persawahan.
h. Kepadatan Penduduk
Luas daerah RW IX dusun Bapang adalah () dengan jumlah penduduk ()
i. Kualitas Udara
Polusi udara di daerah Bapang banyak terjadi di RT I karena letak
rumahnya di depan jalan raya sehingga terkena polusi kendaraan. Sedangkan
untuk polusi udara debu juga banyak terjadi karena cuaca yang panas dan kering,
serta terdapat jalan berlubang. Terdapat polusi udara karena limbah pada area RT
4.
Berdasarkan hasil wawancara dengan warga Bapang di dapatkan hasil
bahwa 118 warga mengeluhkan polusi udara dan 35 warga tidak
mengeluhkan masalah polusi udara


2. Pelayanan Kesehatan
Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan di RW IX/RT I, II, III, IV
dusun Bapang kelurahan Harjosari didapatkan jenis jenis pelayanan kesehatan yang
ada, posyandu, bidan desa, dan puskesmas. Warga sudah mulai aktif memanfaatkan
pelayanan kesehatan walaupun belum semua warga yang langsung memeriksakan diri
77%
23%
Polusi
Ya Tidak
saat sakit. Beberapa warga juga sudah ada yang mengikuti kegiatan posyandu rutin
sebulan sekali di RW IX. Lokasi pelayanan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
masih mampu untuk dijangkau. Diwilayah RW IX karakteristik pemakai pelayanan
kesehatan seperti bayi balita, usia sekolah, remaja, dewasa, pus, lansia, bumil dan ibu
menyusui. Sistem rujukan yang digunakan didesa leyangan yaitu rumah sakit.
Dari hasil pengkajian pada 50 warga dusun Bapang,21 diantaranya mengatakan saat
sakit langsung memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan, 17 diantaranya
mengatakan membeli obat di apotek terdekat, 12 diantaranya mengatakan hanya
untuk istirahat saja.












64%
25%
11%
Upaya Kesehatan
Memeriksakan diri Membeli obat di apotek
Tidak melakukan upaya kesehatan
No Penggunaan Pelayanan
Kesehatan
Frekuensi Presentase
1 Memeriksakan diri 21 64%
2 Membeli obat diapotek 17 25%
3 Tidak melakukan upaya
kesehatan
12 11%
Jumlah 50 100%
3. Ekonomi
Berdasarkan hasil pengkajian tingkat ekonomi Dusun Bapang kelurahan Harjosari
secara keseluruhan terbilang cukup.
Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai pekerja buruh pabrik, beberapa ada
sebagai PNS, petani dan wirausaha yaitu pemilik rumah kos dan berdagang.

No. Pekerjaan Frekuensi Persentase
1 PNS 15 3%
2 WIRAUSAHA 27 3%
3 PENSIUNAN 7 1%
4 PETANI 28 3%
5 BURUH 19 2%
6 PEKERJA PABRIK 382 47%
7 TIDAK BEKERJA 21 2%
8 BELUM BEKERJA 317 39%

JUMLAH 816 100%


2%
3%
1%
3%
2%
47%
3%
39%
Pekerjaan
PNS Wirausaha Pensiunan Petani
Buruh Pekerja Pabrik Tidak Bekerja Belum Bekerja
Namun, masih juga ada yang belum menjangkau pelayanan kesehatan bagi yang
berpenghasilan kurang hanya mampu berobat di posyandu dan puskesmas, untuk
konsumsi makanan masyarakat dusun Bapang sudah dapat memenuhi makanan pokok
yaitu nasi. Jenis lapangan pekerjaan yang tersedia di dusun Bapang adalah buruh pabrik
dan petani karena kawasan Bapang termasuk kawasan industri dan masih terdapat lahan
sawah yang luas.
Dari hasil pengkajian,, rata rata penghasilan warga RW IX/RT I, II, III, IV
Dusun Bapang, Kelurahan Harjosari terdapat 3 jenis klasifikasi penghasilan pada
masyarakat yaitu berkisar dibawah 500.000/bulan, 1.000.000/bulan dan diatas
1000.000/bulan.









<
500.00
0
22%
500.000 -
1.000.000
41%
> 1.000.000
37%
Jumlah Penghasilan
No Jumlah Penghasilan Rata
rata
Frekuensi Presentase
1 < 500.000 34 22%
2 500.000 1.000.000 62 41%
3 >1.000.000 57 37%
Jumlah 153 100%
4. Keamanan dan Transportasi
Berdasarkan hasil pengkajian di RW IX/RT I, II, III, IV untuk keamanan dinilai
kurang amana karena di wilayah Bapang terdapat banyak warga pendatang yang
hidupnya tidak menetap. Warga mengatakan bahwa daerah rawan pencurian adalah
RT I dan IV. Sistem keamanan kurang karena tidak terdapat sistem poskapling di
dusun Bapang.
Kondisi jalan kurang baik karena banyak terdapat jalanan berlubang, jenis
tranportasi yang digunakan kebanyakan sepeda motor dan warga sering menggunakan
kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan kendaraan umum.










5. Politik dan Pemerintahan
Berdasarkan hasil pengkajian di RW IX/RT I, II, III, IV untuk sistem
pengorganisasian dalam masyarakat sudah terstruktur dengan baik. Terdapat ketua
75%
13%
12%
Sarana Transportasi
Sepeda Motor Mobil Angkutan Umum
No Sarana Transportasi Frekuensi Presentase
1 Sepeda Motor 115 75%
2 Mobil 20 13%
3 Angkutan Umum 18 12%
Jumlah 153 100%
RW IX yang membawahi ketua RT I, II, III, IV dimana masing masing RT
diberikan otonomi oleh ketua RW untuk membina warganya. Terdapat pertemuan
rutin bapak bapak dalam setiap bulannya pada masing masing RW yang
dilakukan pada minggu 1 setiap bulan. Untuk ibu ibu, kegiatan PKK sudah tidak
berjalan dengan lancar karena pekerjaan dan kesibukan rumah tangganya. Dalam
setiap RT juga terdapat organisasi perkumpulan remaja. Masalah kesehatan di
masyarakat diketuai oleh seorang kader. Sumber kekuatan di masyarakat adalah
tokoh agama dan tokoh masyarakat seperti camat. Tempat warga bermusyawarah
biasanya dilakukan di rumah warga secara bergiliran.
6. Komunikasi
Dari hasil pengkajian di RW IX/RT I, II, III, IV Dusun Bapang kelurahan
Harjosari didapatkan data bahwa bahasa yang biasa digunakan oleh warga adalah
bahasa jawa. Sarana komunikasi untuk warga Dusun Bapang memanfaatkan pengeras
suara masjid dan mushola, jenis jenis alat komunikasi yang digunakan warga seperti
televisi, radio, handpone, Koran, dan surat sebagai undangan untuk pertemuan.
Untuk tempat perkumpulan seperti posyandu dilakukan di salah satu rumah bina anak
(tempat penitipan anak). Pada kegiatan posyandu, masyarakat mendapatkan informasi
masalah kesehatan dari bidan desa melalui penyuluhan.
No Bahasa Frekuensi Presentasi
1 Jawa 816 jiwa 51%
2 Jawa dan Indonesia 797jiwa 49%
3 Dan lain-lain -



7. Pendidikan
Kebanyakan warga RW IX/RT I, II, III, IV Dusun Bapang, Kelurahan Harjosari
berpendidikan terakhir adalah sekolah dasar dengan jumlah 173 jiwa, dan yang kedua
adalah SMP dengan jumlah 189 jiwa, yang ketiga SMA 307 jiwa, PT dengan jumlah
11 jiwa serta warga yang tidak sekolah berjumlah 5 orang, belum sekolah 131 orang..
Di wilayah RW IX terdapat tempat pendidikan anak usia dini yang sekaligus
sebagai tepat penitipan anak yang dimulai dari pukul 07.00 17.00. Selain itu,
terdapat TPQ untuk anak anak mengaji di masjid Dusun Bapang yang dilakukan
pada sore hari.
8. Rekreasi
Dari hasil wawancara dengan beberapa warga, didapatkan bahwa warga
menganggap rekreasi adalah hal yang penting untuk menghibur diri dan sejenak
melepaskan kelelahan. Beberapa warga mengatakan memanfaatkan waktu libur
untuk berjalan jalan dengan keluarga, selain itu beberapa warga juga mengatakan
menghabiskan waktu luang di rumah saja untuk beristirahat. Tempat rekreasi terdekat
dari dusun Bapang yaitu kolam renang dan taman. Sarana bermain untuk anak anak
terdapat di tempat penitipan anak.

C. Winshield Survey
1. Batas Wilayah
Utara : Pabrik
Jawa
51%
Jawa dan
Indonesia
49%
Bahasa yang bisa digunakan
Selatan : Pabrik
Barat : Sungai
Timur : Jalan raya
Denah

2. Kondisi Perumahan
Kondisi perumahan di daerah Bapang layak huni dengan tipe rumah permanen,
semi permanen dan non permanen. Jarak rumah antarwarga padat. Dari hasil
observasi didapatkan dari 128 rumah yang ada di dusun Bapang, 109 rumah berjarak
berdekatan atau padat dan 18 rumah berjarak berjauhan karena berbatasan dengan
sawah dan ladang.
No Bentuk Rumah Ferekuensi Presentase
1 Permanen 93 64%
2 Semi permanen 26 25%
3 Non permanen 6 11%
Jumlah 128 100%

Jarak antara rumah warga saling berdekatan, hanya beberapa rumah yang tidak
padat karena berbatasan dengan kebun dan sawah. Kondisi perumahan cukup baik,
namun ventilasi udara dan pencahayaan kurang baik.
No Bentuk Rumah Ferekuensi Presentase
1 Padat/Kumuh 109 72%
2 Tidak padat 18 28%
Jumlah 128 100%


3. Kondisi Jalan
Kondisi jalan di dusun Bapang kurang baik, karena masih terdapat beberapa
lubang pada jalan yang membahayakan pengguna jalan. Namun, terdapat juga jalan
64%
25%
11%
Bentuk Rumah Warga
Permanen Semi Permanen Non permanen
Padat
72%
Tidak
padat
28%
Kepadatan Rumah
Penduduk
yang sudah dibeton. Kerusakan jalan yang paling parah adalah terletak pada jalan di
wilayah RT I dan RT IV.
4. Suasana Lingkungan
Suasana lingkungan di dusun Bapang asri dan sejuk. Penghijauan masih tampak
pada wilayah Bapang, terdapat sumber mata air yang digunakan sebagai sumber air
warga. Namun, terdapat banyak debu karena cuaca yang panas sehingga pasir pasir
kering dan berterbangan.
5. Kegiatan Penduduk
Kegiatan rutin penduduk RW IX di pusatkan pada masing masing RT. Untuk
kegiatan perkumpulan bapak bapak masih rutin dilakukan pada setiap RT, namun
untuk kegiatan rutin ibu ibu sudah tidak berjalan dengan lancar. Kegiatan penduduk
yang rutin dilakukan adalah acara pengajian yang dilakukan hampir setiap minggu
sekali. Di bidang kesehatan juga terdapat kegiatan posyandu. Banyak warga yang
antusias mengikuti kegiatan posyandu balita. Namun ada pula warga yang tidak mau
mengiuti posyandu balita dengan alasan jauh dari rumahnya.
6. Sarana Umum
Sarana umum pendidikan yang terdapat di dusun Bapang adalah sekolah dan
tempat anak balita. Di dusun Bapang, terdapat sebuah masjid dan sebuah langgar
sebagai sarana tempat ibadah orang muslim.
7. Tempat Berkumpul
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan di dusun Bapang, didapatkan bahwa rata
rata waga berkumpul di rumah salah satu warga untuk sekedar ngobrol dan
bercengkerama, selain itu terdapat warung warung makan yang biasanya dijadikan
sebagai tempat berkumpul. Untuk kegiatan rutin, biasanya warga melakukan
perkumpulang di salah satu rumah warga secara bergiliran

D. Kelompok Kerja Kesehatan
1. Struktur organisasi Pokjakes
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa kelompok
kerja kesehatan diketuai oleh seorang kader, dengan struktur organisasi ketua,
bendahara, sekretaris dan pelaksana.

2. Uraian Tugas
Tugas pokjakes antara lain :
a. Mengidentifikasi dan memfasilitasi kesehatan ibu dan anak di wilayah desa
Bapang
Ketua kader mengatakan bahwa untuk kesehatan ibu dan balita, telah
diadakan posyandu rutin setiap sebulan sekali pada hari Rabu minggu pertama
atau minggu kedua.
b. Mengidentifikasi dan memfasilitasi kesehatan remaja dan pemuda
Kader mengatakan, untuk kesehatan remaja dan pemuda, pokjakes
berencana untuk bekerja sama dengan lembaga tertentu untuk memberikan
penyuluhan mengenai PMS (Penyakit Menular Seksual) dan HIV/AIDS karena
kader mengkhawatirkan banyaknya warga pendatang yang dapat mempengaruhi
perkembangan remaja di daerah Bapang.
c. Mengidentifikasi dan memfasilitasi kesehatan usia lanjut
Kader mengatakan bahwa untuk posyandu lansia jarang dilakukan karena
lansia di RW IX hanya berjumlah sedikit, sehingga lansia yang megalami
gangguan kesehatan saja yang biasanya datang ke posyandu untuk memeriksakan
diri
d. Penggerak atau promotor kesehatan lingkungan
Kader mengatakan masalah sampah sangat mengganggu kesehatan warga.
Akhir akhir ini banyak kejadian demam berdarah di wilayah Bapang, kader
telah mengingatkan dan melakukan musyawarah untuk pengelolaan sampah.








Cara pokjakes mengidentifikasi masalah

Berdasarkan diagram diatas 57 % mengidentifikasi masalah dari PKK, 30 % dari kader,
16 % dari PKKD, 7 % pengajian ,jadi cara mengidentifikasi masalah pokjakes dengan
pendekatan PKK, kader yang paling besar
Cara pokjakes memfasilitasi dalam pemberian pelayanan kesehatan

Berdasarkan diagram diatas pokjakes memfasilitasi pelayanan kesehatan dengan
penyuluhan 37 %, dengan posyandu 46 %, dan dengan dialog warga 17 %

3. Kegiatan
Kegiatan yang sudah berjalan adalah kegiatan posyandu balita rutin setiap 1 kali
dalam sebulan saat hari Rabu minggu pertama atau kedua. Selain itu, pokjakes juga
memfasilitasi warga kurang mampu yang mengalami masalah kesehatan untuk
mendapatkan bantuan jaminan kesehatan dari dinas kesehatan dan dinas sosial.


47%
30%
16%
7%
PKK
Kader
PKKD
Pengajian
37%
46%
17%
penyuluhan
posyandu
dialog warga
4. Sasaran
Sasaran pokjakes adalah ibu hamil, bayi dan balita, ibu menyusui, anak usia
sekolah, remaja, dewasa dan lansia. Serta warga yang memiliki gangguan kesehatan.

1. Partisipasi bayi dan balita mengikuti posyandu

Dari 131 balita yang ada di RW IX, jumlah balita yang mengikuti posyandu hanya 75
anak.
2. Partisipasi lansia mengikuti posyandu
87%
3%
0%
0%
0%
6%
4%
Peserta Aktif Posyandu
Bayi dan Balita Usia Sekolah Remaja
Dewasa Ibu Hamil Ibu Menyusui
Lansia
57%
43%
Balita Yang Hadir
Ya Tidak

Dari 35 lansia yang ada di RW IX, jumlah lansia yang mengikuti posyandu hanya 11
orang
5. Target
Target yang ingin dicapai oleh pokjakes adalah mewujudkan lingkungan dan
masyarakat yang sehat
6. Kendala yang dihadapi
Kader mengatakan, warga masih belum percaya sepenuhnya oleh kader, sehingga
warga terkesan cuek dan tidak mau melakukan anjuran yang diberikan kader
7. Kerjasama yang dilakukan
Kader mengatakan untuk kegiatan penyuluhan biasanya bekerjasama dengan
lembaga lebaga yang menangani masalah kesehatan masyarakat seperti puskesmas,
rumah sakit, laboratorium, lembanga pencegahan HIV / AIDS dan dari beberapa
produk seperti susu formula.
8. Jumlah Kader Kesehatan
Jumlah kader kesehatan di dusun Bapang berjumlah 4 orang
9. Kemampuan Kader Kesehatan
Kader kesehatan rata rata bukan merupakan seorang yang memiliki keahlian
medis. Mereka secara sukarela membantu menungkatkan kesehatan masyarakat.
10. Pelatihan yang Pernah diberikan
Kader mengatakan belum pernah mengikuti pelatihan kesehatan
11. Aktifitas Kader Kesehatan
31%
69%
Lansia yang Hadir
Ya Tidak
Aktifitas kader kesehatan yaitu memantau kesehatan di masyarakat Bapang dan
membantu masyarakat yang mengalami kesulitan untuk melakukan pemeriksaan
kesehatan
Peran kader dalam masyarakat

Berdasarkan diagram diatas peran kader dalam masyarakat 38 % sebagai pembinaan,35
% penyuluhan dan 27 % memberikan sosialisasi berarti peran kader dalam masyarakat
baik

12. Pelaksanaan Posyandu
Posyandu biasanya dilakukan di tempat penitipan anak setiap hari rabu minggu
pertama atau minggu kedua.


35%
38%
27%
Penyuluhan
pembinaan
sosialisasi
E. Masalah Kesehatan
1. Persepsi Masyarakat tentang Kesehatan
Masyarakat mengangga bahwa kesehatan adalah hal yang terpenting
2. Masalah Kesehatan yang dirasakan Masyarakat
a. Bayi dan Balita
b. Anak pra sekolah
c. Anak usia sekola
d. Remaja
e. Dewasa dengan masalah kesehatan khusus
f. Ibu hamil
g. Pasangan Usia Subur
h. Lansia
i. Kelompok pekerja
3. Masalah Kesehatan Berdasarkan Catatan Pelayanan Kesehatan
a. Bayi dan Balita
b. Anak pra sekolah
c. Anak usia sekola
d. Remaja
e. Dewasa dengan masalah kesehatan khusus
f. Ibu hamil
g. Pasangan Usia Subur
h. Lansia
i. Kelompok pekerja

4. Cakupan Pelayanan