Anda di halaman 1dari 1

Saya tertegun beberapa saat mendapat sms dari seorang teman di Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Pertanyaannya membuat saya berpikir keras untuk bisa menjawabnya dengan komprehensif.
Sebab pertanyaannya sangat super sekali. Saya pun menjadi teringat dengan sebuah buku yang
berjudul, Cara Mendapatkan Ide-ide kreatif dan Cemerlang yang diterbitkan oleh Indeks.
Sewaktu saya menjadi konsultan komputer di salah satu sekolah dasar negeri di Jakarta Timur,
saya diminta merancang sebuah pembelajaran komputer untuk murid kelas 1 sampai 6 SD.
Bersama guru komputer pada saat itu, kami sama-sama merancang sendiri kurikulumnya. Sebab
tak ada kurikulum komputer yang berlaku pada saat itu. Lalu ketika keterampilan komputer
dirubah menjadi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mulai sedikit
terbantu apa saja yang harus kami berikan. Guru TIK dan saya mencoba mencari materinya
lewat internet. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada dalam KTSP
kami coba kembangkan.
Untuk bisa mengajari anak belajar komputer sebenarnya mudah saja. Anak sekarang sudah jauh
melek TIK daripada gurunya. Hanya saja dengan fasilitas komputer yang terbatas, tentu guru
dituntut menjadi kreatif dan inovatif dalam pembelajarannya. Komputer itu cuma alat, gurulah
yang akan mampu mengoptimalkan alat itu dengan baik. Guru harus mampu memanfaatkan
media pembelajaran yang terbatas.
Dengan satu komputer, guru dapat mengenalkan terlebih dahulu perangkat keras atau hardware
dari personal komputer yang dimiliki sekolah. Bila kondisi siswa rata-rata memiliki komputer di
rumah, itu akan jauh lebih mudah menjelaskannya, tetapi bila mereka tak punya? Ini yang harus
dilakukan guru dengan penuh kesabaran. Guru harus menjelaskan satu demi satu perangkat keras
itu sehingga murid menjadi tahu fungsi dari peralatan itu.
Bila di sekolah ada peralatan komputer laptop dan slide proyektor, akan lebih bagus lagi bila
guru menampilkannya melalui slide presentasi di kelas atau aula. Tetapi bila tak punya? Guru
harus pintar beretorika dan menjelaskan dengan pembuatan gambar atau flowchart. Bisa juga
gambar komputer di foto copy dan dibagikan kepada peserta didik dan dijelaskan fungsi dari
bagian-bagian itu. Kalau tak ada biaya untuk fotocopy? Tanyakan kepada para peserta didik
siapa saja yang sudah mengenal komputer dan pernah memakainya.
Tentu mengajar kelas 1 sampai kelas 6 SD ada perbedaan, biasanya saya memberikan masukan
kalau kelas satu sampai dua diperkenalkan huruf dan angka saja dulu melalui permainan atau
software yang membuat mereka senang. Tetapi kalau komputernya cuma satu? Dengan jumlah
murid yang banyak juga? Wow! Butuh kerja keras luar biasa dalam menyampaikannya. Metode
demonstrasi dan pembuatan media lainnya harus disiapkan guru dengan baik. Pembelajaran akan
menjadi menyenangkan ketika guru mampu memanfaatkan fasilitas apa adanya itu dengan
kreativitas yang luar biasa. Bagaimana menurut anda?