Anda di halaman 1dari 15

Andang, Elektronika Komputer Digital 1

Rangkaian ALU
Mikrokomputer adalah interkoneksi antara mikroprosesor (CPU)
dengan memori utama (main memory) dan antarmuka input/output
(I/O interface) yang dilakukan dengan menggunakan sistem
interkoneksi bus. Definisi ini mengacu pada konsep arsitektur mesin
Von Neumann yang merupakan dasar bagi pengembangan mesin-
mesin komputer modern.
Mikroprosesor diartikan sebagai suatu chip yang didalamnya
terkandung rangkaian Aritmethic Logic Unit (ALU), rangkaian Control
Unit (CU) dan beberapa register. Mikroprosesor disebut juga dengan
CPU (Central Processing Unit). Rangkaian ALU memegang peranan
yang amat penting dalam keseluruhan kerja sistem mikrokomputer,
karena bagian ini mengemban tugas yang paling utama yakni
melakukan proses komputasi.
Aritmethic Logic Unit (ALU) : menyediakan fungsi pengolahan.
Control Unit (CU) : mengontrol fungsi prosesor.
Register : penyimpan sementara dalam mikroprosesor.
Andang, Elektronika Komputer Digital 2
Rangkaian ALU
C
P


Interconec
tion system
Main
Memori
I/O
Interface
peripheral
peripheral
Sistem Mikrokomputer:
Andang, Elektronika Komputer Digital 3
Rangkaian ALU
Sistem Mikrokomputer:
Monitor
(Periferal Output)
Keyboard
(Periferal Input)
Board
Sistem Interkoneksi
Disk Drive
(Periferal Input/Output)
CD-ROM Drive
(Periferal Input)
Harddisk
(Periferal Input/Output)
Andang, Elektronika Komputer Digital 4
Rangkaian ALU
Sistem Interkoneksi Bus pada Mikrokomputer:
MP ROM RAM I/O Interface
Bus Alamat
Bus Data
Bus Kontrol
Andang, Elektronika Komputer Digital 5
Rangkaian ALU
Sistem Interkoneksi Bus pada Mikrokomputer:
Bus adalah kumpulan konduktor, yang membawa sinyal-sinyal
seperti alamat, data, dan kontrol.
Bus alamat adalah kumpulan konduktor, yang membawa kode-kode
alamat dari mikroprosesor ke unit-unitnya, dan memiliki sifat aliran
satu arah.
Bus data adalah kumpulan konduktor, yang membawa kode-kode
instruksi atau data dari mikroprosesor ke unit-unitnya atau
sebaliknya, dan memiliki sifat aliran dua arah.
Bus kontrol adalah kumpulan konduktor, yang membawa sinyal-
sinyal kontrol.
Andang, Elektronika Komputer Digital 6
Rangkaian ALU
Sistem Mikroprosesor:
Andang, Elektronika Komputer Digital 7
Rangkaian ALU
1. Rangkaian Aritmetika
Secara umum ALU terdiri dari rangkaian aritmetika dan rangkaian
logika. Rangkaian aritmetika dibangun dari rangkaian full adder yang
dilengkapi dengan beberapa rangkaian pemilih fungsi. Kemampuan
ALU dalam melaksanakan fungsi komputasi sangat tergantung dari
kerumitan rangkaian pemilih fungsi ini. Pada contoh berikut akan
ditunjukkan rangkaian aritmetika yang mampu melaksanakan 7
operasi aritmetika. Untuk membangun rangkaian aritmetika n-bit,
dimulai dari rangkaian aritmetika 1-bit.
RANGKAIAN
FULL ADDER
1-BIT
B
A
S
B
i
A
i
S
1
S
0
C
i
C
i+1
F
i
Rangkaian
RANGKAIAN
ARITMETIKA
1-BIT
C
i
C
i+1
F
i
A
i
B
i
S
1
S
0
Simbol
Andang, Elektronika Komputer Digital 8
Rangkaian ALU
Tabel fungsi rangkaian aritmetika dari rangkaian sebelumnya :
PEMILIH FUNGSI OUTPUT NAMA OPERASI
S
1
S
0
C
i
F
0 0 0 F=A Transfer A
0 0 1 F=A+1 Increment A
0 1 0 F=A+not B Penjumlahan A dengan not B
0 1 1 F=A-B Pengurangan
1 0 0 F=A+B Penjumlahan
1 0 1 F=A+B+1 Penjumlahan dengan carry
1 1 0 F=A-1 Decrement A
1 1 1 F=A Transfer A
Andang, Elektronika Komputer Digital 9
Rangkaian ALU
2. Rangkaian Logika
Selain rangkaian aritmetika, dalam ALU terdapat pula rangkaian
logika. Rangkaian logika ini merupakan gabungan dari beberapa
gerbang logika dasar dan rangkaian pemilih fungsi.
Contoh rangkaian logika 1-bit ditunjukkan di bawah ini:
RANGKAIAN
LOGIKA
1-BIT
G
i
A
i
B
i
S
1
S
0
Simbol
Rangkaian
MUX
4 KE 1
0
1
2
3
1 0
A
i
B
i
S
1
S
0
G
i
Andang, Elektronika Komputer Digital 10
Rangkaian ALU
Tabel fungsi rangkaian logika dari rangkaian sebelumnya :
PEMILIH
FUNGSI
OUTPUT
NAMA OPERASI
S
1
S
0
G
0 0 G=A.B AND
0 1 G=A+B OR
1 0 G=AB XOR
1 1 G=not A NOT
Andang, Elektronika Komputer Digital 11
Rangkaian ALU
3. Rangkaian ALU 1-bit
Rangkaian ALU 1-bit dibangun dengan menggabungkan rangkaian
aritmetika 1-bit dan rangkaian logika, seperti yang ditunjukkan
gambar berikut ini:
RANGKAIAN
ALU 1-BIT
C
i
C
i+1
Y
i
A
i
B
i
S
1
S
0
S
2
Simbol
RANGKAIAN
LOGIKA
1-BIT
G
i
A
i
B
i
S
1
S
0
RANGKAIAN
ARITMETIKA
1-BIT C
i
C
i+1
F
i
A
i
B
i
S
1
S
0
MUX
2 KE 1
0
1
S
1
S
0
S
2
C
i
A
i
B
i
Y
i
C
i+1
Rangkaian
Andang, Elektronika Komputer Digital 12
Rangkaian ALU
Tabel fungsi rangkaian ALU 1-bit dari rangkaian sebelumnya :
PEMILIH FUNGSI OUTPUT NAMA OPERASI
S
2
S
1
S
0
C
i
Y
0 0 0 0 Y=A Transfer A
0 0 0 1 Y=A+1 Increment A
0 0 1 0 Y=A+not B Penjumlahan A dengan not B
0 0 1 1 Y=A-B Pengurangan
0 1 0 0 Y=A+B Penjumlahan
0 1 0 1 Y=A+B+1 Penjumlahan dengan carry
0 1 1 0 Y=A-1 Decrement A
0 1 1 1 Y=A Transfer A
1 0 0 X Y=A.B AND
1 0 1 X Y=A+B OR
1 1 0 X Y=AB XOR
1 1 1 X Y=not A NOT
Andang, Elektronika Komputer Digital 13
Rangkaian ALU
4. Rangkaian ALU n-bit
Rangkaian ALU paralel dengan input dan output n-bit dibangun
dengan menggunakan rangkaian ALU 1-bit yang disusun seperti
rangkaian full adder paralel. Misal akan dibangun rangkaian ALU
paralel 4-bit maka rangkaiannya adalah:
RANGKAIAN
ALU 1-BIT C
i
C
i+1
Y
i
A
i
B
i
S
1
S
0
S
2
RANGKAIAN
ALU 1-BIT C
i
C
i+1
Y
i
A
i
B
i
S
1
S
0
S
2
RANGKAIAN
ALU 1-BIT C
i
C
i+1
Y
i
A
i
B
i
S
1
S
0
S
2
RANGKAIAN
ALU 1-BIT C
i
C
i+1
Y
i
A
i
B
i
S
1
S
0
S
2
Y
3
Y
2
Y
1
Y
0
A
3
B
3
A
2
B
2
A
1
B
1
A
0
B
0
S
1
S
0
S
2
C
i
C
0
C
4
C
3
C
2
C
1
Rangkaian
Andang, Elektronika Komputer Digital 14
Rangkaian ALU
Simbol rangkaian ALU 4-bit dengan register bendera:
ALU
4 BIT
C
i
S
0
S
1
S
2
A
0
A
1
A
2
A
3
B
0
B
1
B
2
B
3
Y
0
Y
1
Y
2
Y
3
C
3
C
4
V C Z S
Y
0
Y
1
Y
2
Y
3
FLAGS REGISTER
C
i
S
0
S
1
S
2
A
0
A
1
A
2
A
3
B
0
B
1
B
2
B
3
Andang, Elektronika Komputer Digital 15
Rangkaian ALU
Rangkaian ALU 4-bit dengan register bendera:
Fungsi register bendera adalah untuk menunjukkan hasil komputasi
oleh ALU. Pada rangkaian di atas terdapat register bendera 4 bit
terdiri atas bit sign (S), bit zero (Z), bit carry (C), dan bit overflow
(V). Bit S akan set (S=1) jika hasil perhitungan ALU negatif dan
sebaliknya akan reset (S=0) jika hasil perhitungan ALU positif. Bit Z
akan set (Z=1) jika hasil pemrosesan ALU nol, dan Z akan reset
(Z=0) jika hasilnya tidak nol. Bit C set (C=1) jika perhitungan ALU
menghasilkan carry dan reset (C=0) jika tak menghasilkan carry. Bit
V akan set (V=1) jika hasil perhitungan ALU overflow, dan reset
(V=0) jika tak overflow.