Anda di halaman 1dari 7

GEOSTUDIO 2007

GEO-SLOPE Office adalah sebuah paket aplikasi untuk pemodelan geoteknik dan geo-
lingkungan. Software ini melingkupi SLOPE/ W, SEEP / W, SIGMA / W, QUAKE/ W, TEMP /
W, dan CTRAN / W. Yang sifatnya terintegrasi sehingga memungkinkan untuk menggunakan
hasil dari satu produk ke dalam produk yang lain. Ini unik dan fitur yang kuat sangat memperluas
jenis masalah yang dapat dianalisis dan memberikan fleksibilitas untuk memperoleh modul
seperti yang dibutuhkan untuk proyek yang berbeda.
SLOPE / W merupakan produk perangkat lunak untuk menghitung faktor keamanan tanah dan
kemiringan batuan. Dengan SLOPE / W, kita dapat menganalisis masalah baik secara sederhana
maupun kompleks dengan menggunakan salah satu dari delapan metode kesetimbangan batas
untuk berbagai permukaan yang miring, kondisi tekanan pori-air, sifat tanah dan beban
terkonsentrasi. Kita dapat menggunakan elemen tekanan pori air yang terbatas, tegangan statis,
atau tekanan dinamik pada analisis kestabilan lereng. Anda juga dapat melakukan analisis
probabilistik.





SEEP / W adalah salah satu software yang digunakan untuk menganalisis rembesan air tanah,
masalah kelebihan disipasi tekanan pori-air. Dengan SEEP / W, kita dapat mempertimbangkan
analisis mulai dari masalah tingkat kejenuhan yang tetap sampai yang tidak jenuh, tergantung
dari masalah itu terjadi.
SIGMA / W adalah salah satu software yang digunakan untuk menganalisis tekanan geoteknik
dan masalah-masalah deformasi. Dengan SIGMA / W, kita dapat mempertimbangkan analisis
mulai dari masalah deformasi sederhana hingga masalah tekanan-efektif lanjutan secara bertahap
dengan menggunakan model konstitutif tanah seperti linier-elastis, anisotropik linier-elastis,
nonlinier-elastis (hiperbolik), elastis-plastik atau Cam-clay.
QUAKE / W adalah salah stu software yang digunakan untuk menganalisis gerakan dinamis dari
struktur bumi hingga menyebabkan gempa bumi. QUAKE / W sangat cocok sekali untuk
menganalisis perilaku dinamis dari bendungan timbunan tanah, tanah dan kemiringan batuan,
daerah di sekitar tanah horizontal dengan potensi tekanan pori-air yang berlebih akibat gempa
bumi.
TEMP / W adalah salah satu software yang digunakan untuk menganalisis masalah panas bumi.
Software ini dapat menganalisis masalah konduksi tingkat panas yang tetap . Kita dapat
mengontrol tingkat di mana panas diserap atau dibebaskan selama fase perubahan . Kondisi batas
termal dapat ditentukan dari memasukkan data iklim, dan kondisi batas disediakan untuk
thermosyphons dan pipa pembekuan.
CTRAN / W adalah salah satu software yang dalam penggunaannya berhubungan dengan SEEP /
W untuk pemodelan transportasi kontaminasi. CTRAN / W dapat menganalisa masalah yang
sederhana seperti pergerakan partikel dalam gerakan air atau serumit menganalisis proses yang
melibatkan difusi, dispersi, adsorpsi, peluruhan radioaktif dan perbedaan massa jenis.
VADOSE / W adalah salah satu software yang berhubungan dengan lingkungan, permukaan
tanah, zona vadose dan daerah air tanah lokal. Software ini dapat menganalisa masalah batas
fluks seperti:
1. Rancangan dan memonitor performa satu atau lebih lapisan yang menutupi tambang dan
fasilitas limbah rumah.
2. Menentukan iklim yang mengontrol distribusi tekanan pori-air pada lereng untuk digunakan
dalam analisis stabilitas.
3. Menentukan infiltrasi, evaporasi dan transpirasi dari proyek-proyek pertanian atau irigasi
Seep3D digunakan untuk pemodelan 3D dari air tanah yang jenuh atau tidak jenuh. Dengan
menggunakan Seep3D, kita dapat memperluas analisis aliran air tanah regional dengan
menyertakan geometri struktur tertentu seperti waduk dan bendungan, hambatan arus cutoff,
rembesan saluran air atau sumur, gabungan aliran dari samping dan bawah lereng, dan infiltrasi
dan aliran dalam sistem penghalang limbah.
Related Posts by Categories
Slope
Sofware SLOPE/W Analisa Stabilitas Lereng
Examples and Causes of Slope Failure
Software
Software Geooteknik - Teknik Sipil
Forum Civilea.com
Sofware SLOPE/W Analisa Stabilitas Lereng
Sofware PLAXIS Untuk Geoteknik
GEO 5 Geotechnical Engineering Software
GEOTEKNIK HIDROLOGI
Pengumpulan data geoteknik dan hidrogeologi dilakukan dalam persiapan penambangan,
umumnya mulai pada tahap pre-feasibility study. Data-data geoteknik dan hidrogeologi
digunakan sebagai laporan di dalam tahap studi kelayakan, sekaligus sebagai dasar
perancangan tambang.

A. SIFAT-SIFAT DATA TEKNIS BATUAN
Geoteknik atau dikenal sebagai engineering geology merupakan bagian dari rekayasa
sipil yang didasarkan pada pengetahuan yang terkumpul selama sejarah penambangan.
Seorang ahli sipil yang merancang terowongan, jalan raya, bendungan atau yang lainnya
memerlukan suatu estimasi bagaimana tanah dan batuan akan merespon tegangan, sehingga
dalam hal ini penyelidikan geoteknik merupakan bagian dari uji lokasi dan merupakan dasar
untuk pemilihan lokasi. Bagian dari ilmu geoteknik yang berhubungan dengan respon
material alami terhadap gejala deformasi disebut dengan geomekanika.

Dalam urutan kegiatan pertambangan, eksplorasi merupakan proses evaluasi teknis untuk
mendapatkan model badan bijih. Model cadangan suatu badan bijih yang diinterpretasikan
dari hasil eksplorasi langsung maupun tak langsung, sebelum ditentukan cara
penambangannya apakah dengan open pit atau underground mining harus dianalisis secara
geoteknik. Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut adalah
ketidakselarasan struktur geologi. Pola-pola dari patahan, rekahan, dan bidang perlapisan
mendominasi perilaku batuan dalam tambang terbuka karena terdapat gaya penahan yang
kecil untuk mencegah terjadinya luncuran dan karena terdapat semacam gaya tekan ke atas
dari permukaan air yang terdapat dalam rekahan.
Dalam tambang bawah tanah pengaruh ketidakselarasan kurang dominan namun tetap
harus diperhatikan. Permukaan patahan pada kedalaman tertentu merupakan tempat yang
memiliki kohesi yang rendah dan berakumulasinya tegangan. Permukaan rekahan dan
belahan merupakan bidang lemah dengan resistansi yang rendah untuk menahan tegangan,
dan memiliki kecenderungan terbuka saat terganggu oleh aktivitas peledakan (blasting).

Instrumentasi yang modern dalam mekanika batuan memberikan cara pengukuran yang
lebih baik terhadap pengaruh kombinasi kekuatan batuan dan cacat struktur. Keuntungan
khusus dari studi mekanika batuan modern adalah lokasi dan material dapat diuji lebih
lanjut. Daerah kerja tambang dapat dirancang secara detail. Detail-line mapping dilakukan
untuk menggambarkan proyeksi rekahan dan kontak yang orientasinya menyebar sepanjang
singkapan atau suatu muka tambang. Gambar adalah lembar data tipikal yang digunakan
dalam metoda ini, menunjukkan jenis informasi yang dikumpulkan. Posisi rekahan yang
dihasilkan dalam detail-line mapping diplot pada stereonet untuk dievaluasi. Pendekatan
lainnya untuk studi struktur detail dalam pertambangan adalah fracture-set mapping yang
dalam hal ini semua rekahan diukur dan dideskripsikan dalam beberapa area tambang
kemudian dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu. Kelompok tersebut
dideskripsikan dan posisi individualnya diplot pada Schmidt net (equal-area net).

Persentase terbesar tentang informasi struktur yang digunakan dalam perencanaan tambang
berasal dari inti bor. Spasi rekahan, posisi relatif terhadap lubang bor, dan jenis pengisian
rekahan harus dideskripsikan secermat mungkin. Dalam pengamatan inti bor untuk
informasi struktur dikenal istilah RQD (rock-quality designation) yaitu persen inti bor yang
diperoleh dan hanya dihitung untuk inti bor yang memiliki panjang 10 cm atau lebih.
Klasifikasi kualitas berdasarkan RQD.
Tabel Klasifikasi kualitas batuan berdasarkan RQD (Peters, 1978)
RQD (%) Kualitas
0 - 25 Sangat buruk
25 - 50 Buruk
50 - 75 Sedang
75 - 90 Baik
90 - 100 Baik Sekali

Sebagai contoh :
Jika total kemajuan pemboran 130 cm, total inti bor yang diperoleh 104 cm, maka perolehan
inti bor (core recovery) adalah 104/130 = 80%. Jumlah panjang inti bor dengan panjang 10
cm atau lebih adalah 71,5 cm, sehingga besarnya RQD = 71,5/130 = 55% artinya kualitas
batuan yang bersangkutan adalah sedang.

Penyelidikan dengan seismik kadang-kadang digunakan untuk pengukuran secara tidak
langsung terhadap rock soundness. Salah satu aplikasi khusus metoda seismik adalah
untuk menentukan rippability yaitu suatu ukuran dimana batuan dan tanah dapat
dipindahkan oleh bulldozer-ripper dan scraper tanpa peledakan.

Tabel Informasi geologi yang diperlukan untuk merekam cacat struktur dalam batuan
(Peters, 1978)
INFORMASI GEOTEKNIK
1. Peta lokasi atau rencana tambang.
2. Kedalaman di bawah datum referensi.
3. Kemiringan (dip).
4. Frekuensi atau spasi antar bidang ketidakselarasan yang berdekatan.
5. Kemenerusan atau perluasan bidang ketidakselarasan.
6. Lebar atau bukaan bidang ketidakselarasan.
7. Gouge atau pengisian antar muka bidang ketidakselarasan.
8. Kekasaran permukaan dari muka bidang ketidakselarasan.
9. Waviness atau lekukan permukaan bidang ketidakselarasan.
10. Deskripsi dan sifat-sifat batuan utuh diantara bidang ketidakselarasan.
Berikut ini merupakan beberapa istilah dan pengertiannya berkaitan dengan pengujian
geomekanika :
1. Tegangan (stress) adalah gaya yang bekerja tiap satuan luas permukaan. Simbolnya adalah
s (baca: sigma) untuk tegangan normal dan t (baca: tau) untuk tegangan geser.
2. Regangan (strain) adalah respon yang diberikan oleh suatu material akibat dikenai
tegangan. Simbolnya adalah e (baca: epsilon) yang menunjukkan deformasi (pemendekan
atau pemanjangan) per satuan panjang mula-mula.
3. Kuat geser (shear strength) adalah besarnya tegangan atau beban pada saat material
hancur dalam geserannya.
4. Modulus Young (E) adalah ukuran kekakuan yang merupakan suatu konstanta untuk
setiap padatan yang klastik. Sering disebut modulus elastisitas yang merupakan
perbandingan antara tegangan terhadap regangan (E=s/e).
5. Rasio Poisson (, baca: nu) berkaitan dengan besarnya regangan normal transversal
terhadap regangan normal longitudinal di bawah tegangan uniaksial. Nilainya berkisar
sekitar 0,2 dan persamaannya adalah :

Ey

Ez
= ----- atau = ----

x

x

Terdapat beberapa jenis kekuatan batuan, yaitu :
1. Kuat kompresif tak tertekan (uniaksial) yang diuji dengan suatu silinder atau prisma
terhadap titik pecahnya. Gambar menunjukkan jenis uji dan rekahan tipikal yang
berkembang di atas bidang pecahnya.
2. Kuat tarik (tensile strength) ditentukan dengan uji Brazilian dimana suatu piringan
ditekan sepanjang diameter atau dengan uji langsung yang meliputi tarikan sebenarnya atau
bengkokan dari prisma batuan.
3. Kuat geser (shear strength) yang diuji secara langsung dalam suatu shear box atau
diukur sebagai komponen pecahan kompresi.


B. SIFAT-SIFAT DATA TEKNIS TANAH DAN AIR
Tanah merupakan hasil pelapukan dari batuan. Jika suatu batuan berasal dari material yang
tak terkonsolidasi, seharusnya mengikuti aturan mekanika tanah, dimana klasifikasi material
ditunjukkan pada Gambar.
Gambar Klasifikasi tanah berdasarkan ukuran butir (Peters, 1978)



Pola perilaku tanah dan batuan dipengaruhi oleh kehadiran air dan udara; terutama air.
Klasifikasi teknis yang umum untuk tanah berbutir halus melibatkan grafik plastisitas dimana
batas likuid diplot berlawanan terhadap indeks plastisitas. Garis A pada grafik merupakan suatu
batas empiris dengan lempung inorganik di atas dan dengan lanau dan lempung organik di
bawah.

Sebagai tambahan peralatan pengujian kompresi triaksial, laboratorium pengujian tanah
melibatkan konsolidometer untuk mengukur konsolidasi di bawah pembebanan, dan direct
shear box. Uji kompresi tak tertekan dilakukan pada tanah kohesif. Untuk uji insitu di lapangan,
vane shear test digunakan; dalam hal ini pipa dengan empat-sayap disisipkan ke dalam tanah
dan diputar dengan suatu gaya ukur untuk menentukan kuat pergeseran.
Gambar Grafik plastisitas tanah menunjukkan
karakteristik beberapa jenis tanah (Peters, 1978)


Data hidrologi sangat diperlukan untuk pengontrolan aktivitas penambangan di suatu
daerah. Aliran air permukaan dapat diperkirakan dan lokasi sumber mata air dapat diplot
selama pemetaan geologi. Pengukuran dapat dibuat selama program pemboran eksplorasi.
Contoh kualitas air dapat diambil dan uji pemompaan sederhana dapat dilakukan sementara
data geologi dikumpulkan. Masalah air memiliki dampak sosial maupun politik. Penyaliran
suatu tambang dapat menyebabkan sumur seseorang atau suatu sumber aliran menjadi
kering. Gambar menunjukkan beberapa hal yang berkaitan dengan air tanah. Pada semua
jenis batuan terdapat variasi lokal mengenai level air, misalnya disebabkan oleh isolasi dari
blok-blok tanah oleh barrier patahan yang terisi dengan suatu material dan dike
impermeabel

Dua parameter pengukuran yang terpenting dalam hidrologi airtanah adalah koefisien
permeabilitas dan koefisien penyimpanan, atau porositas efektif. Koefisien permeabilitas
(k) merupakan suatu elemen dari Hukum Darcy : V = k.i, dimana V adalah kecepatan aliran
laminer (kondisi nonturbulen) dan I adalah gradien hidraulik yang merupakan rasio
kehilangan dalam tinggi hidraulik (tekanan) oleh resistansi friksional terhadap satuan jarak
dalam arah aliran. Koefisien permeabilitas ditentukan secara eksperimen untuk daerah yang
spesifik dengan uji pompa dan di laboratorium dengan uji permeameter.
Koefisien penyimpanan dalam suatu akifer ditunjukkan sebagai fraksi desimal, yang
menunjukkan volume air yang dapat diharapkan untuk dikuras dari suatu satuan volume
tanah. Parameter tersebut berkaitan dengan pori, rekahan, dan lubang bukaan larutan untuk
pengisian oleh airtanah. Koefisien penyimpanan umumnya dihitung dari uji pompa dalam
sumur observasi yang digunakan untuk memonitor perbedaan kurva penurunan atau
permukaan piezometrik di sekitar sumur atau shaft, seperti yang diperlihatkan pada
Gambar.
Gambar Uji drawdown dengan pemompaan dalam suatu tambang atau sumur
(Peters)



sumber :http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/11/geotechnic-hydrology.html
READ MORE - GEOTEKNIK HIDROLOG