Anda di halaman 1dari 7

PROSEDUR AUDIT UNTUK AKUN PIUTANG USAHA

Audit atas akun piutang usaha pada PT Semen Indonesia (Persero), tbk dilakukan selama kurang lebih 3 bulan dimulai pada bulan Februari
2014 untuk menentukan kewajaran atas saldo akun piutang usaha per 31 Desember 2013.
Jenis
Pengujian
Pengujian Substantif Timing Sampel

Asersi

Prosedur awal












Prosedur
Analitis






1. Perolehan pemahaman tentang produk dan jasa PT
Semen Indonesia, faktor-faktor pasar, persaingan,
pelanggan, industri, dan peraturan. Peroleh pemahaman
bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi
pertumbuhan penjualan klien.
2. Lakukan penelusuran saldo awal piutang usaha dan
cadangan piutang usaha pada kerta kerja tahun yang lalu.
3. Dapatkan kertas kerja neraca saldo piutang usaha untuk
melakukan footing (menghitung penjumlahan ke bawah
pada suatu kolom) untuk menentukan kesesuaian antara
penjumlahan buku pembantu piutang usaha dan buku
besar piutang

4. Lakukan analisis hasil penjualan kredit terhadap target
penjualan kredit yang direncanakan perusahaan.
5. Lakukan analisis terhadap jumlah persediaan yang dijual
secara kredit.
6. Hitung rasio-rasio:
a. Perputaran piutang usaha dalam hari
b. Piutang usaha terhadap total aktiva lancar

Setelah
penerimaan
perikatan audit,
yaitu pada
minggu
pertama bulan
Februari






Minggu kedua
sampai minggu
keempat pada
bulan Februari.




Kontrak
penjualan
dengan klien

Kesepakatan
syarat penjualan

Catatan akuntan
dan informasi
lain



Perhitungkan
sampel untuk
klien dengan
jumlah piutang
yang signifikan.



-asersi hak dan
kewajiban
- asersi penilaian dan
alokasi









- asersi penilaian dan
alokasi










Pengujian
Transaksi





















c. Beban piutang tak tertagih terhadap penjualan kredit
bersih
d. Beban piutang tak tertagih terhadap penghapusan
piutang usaha

7. Periksa bukti pendukung salah satu sampel transaksi
piutang tercatat untuk mendukung dokumentasi
a. Periksa bukti pendukung yang berasal dari faktur
penjualan, dokumen pengiriman, dan pesanan
penjualan.
b. Periksa bukti pendukung yang berasal dari perintah
pengiriman uang atau otorisasi penyesuaian
penjualan untuk retur penjualan dan penyisihan atau
penghapusan piutang tak tertagih.


8. Lakukan pengujian pisah batas (cutoff) untuk penjualan
dan retur penjualan dengan :
a. Pilihlah salah satu sampel transaksi penjualan yang
tercatat selama beberapa hari sebelum dan setelah
akhir tahun buku serta periksalah faktur penjualan
yang mendukung dan dokumen pengirimannya
untuk menentukan bahwa penjualan yang telah
dicatat pada periode yang tepat.
b. Pilihlah salah satu sampel nota kredit yang
diterbitkan setelah akhir tahun buku serta periksalah
dokumentasi pendukungnya, seperti tanggal laporan
penerimaan dan tentukan bahwa retur telah dicatat





Minggu kedua
sampai minggu
keempat pada
bulan Februari







Minggu
pertama dan
kedua pada
bulan Maret













Sampel berupa
transaksi
dengan jumlah
yang signifikan
atau jumlah
sampel minimal
memenuhi 70%
dari jumlah
piutang


Sampel berupa
jumlah transaksi
dengan jumlah
yang signifikan
yang terjadi
sebelum dan
tanggal neraca.










- asersi kelengkapan
- asersi
keterjadian/keberada
an







- asersi
keterjadian/keberada
an
-asersi kelengkapan


























Pengujian
Saldo








dalam periode yang tepat. Pertimbangkan juga,
apakah retur penjualan setelah akhir tahun buku
menunjukkan adanya kemungkinan pengiriman
yang tidak sah sebelum tahun berakhir.

9. Laksanakan pengujian pisah batas (cutoff) penerimaan
kas
a. Lakukan pengamatan bahwa semua penerimaan kas
sampai dengan penutupan bisnis pada akhir tahun
buku telah meliputi semua uang kas yang ada atau
kas yang sedang dalam perjalanan dan bahwa tidak
terdapat pencatatan untuk periode setelah periode
tahun buku.
b. Lakukan review atas dokumentasi ikhtisar kas
harian, serta data rekening koran bank yang meliputi
beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun
untuk memastikan cutoff yang tepat.

10. Lakukan konfirmasi piutang usaha.
a. Tentukan bentuk, saat dan luasnya permintaan
konfirmasi
b. Pilih dan laksanakan sampel
c. Buatlah ikhtisar hasil konfirmasi dan prosedur
alternatif tindak lanjut.









Minggu
pertama dan
kedua pada
bulan Maret









Minggu
pertama dan
kedua pada
bulan Mei.
Balasan
konfirmasi
dtunggu paling
lambat dua
minggu sejak
tanggal





Sampel berupa
jumlah transaksi
dengan jumlah
yang signifikan
yang terjadi
sebelum dan
tanggal neraca.






Sampel berupa
transaksi
dengan jumlah
yang signifikan
atau jumlah
sampel minimal
memenuhi 70%
dari jumlah
piutang





- asersi
keterjadian/keberada
an
-asersi kelengkapan









- asersi
keterjadian/keberada
an
- asersi kelengkapan
- asersi hak dan
kewajiban






Pengujian
Estimasi
Akuntansi















Pengujian
Penyajian dan
Pengungkapan


11. Lakukan evaluasi kecukupan atas penyisihan piutang tak
tertagih
a. Lakukan footing (menghitung penjumlahan ke bawah
pada suatu kolom) menurut umur piutang dalam
neraca saldo dan sesuaikan dengan jumlah dalam
buku besar.
b. Lakukan pengujian atas umur piutang dengan cara
vouching jumlah dalam setiap kategori umur menurut
sampel saldo piutang sebagai dokumen pendukung.
c. Untuk piutang yang telah melewati batas waktu
dengan melakukan pemeriksaan atas bukti penagihan
seperti surat menyurat dengan pelanggan dan agen-
agen penagih luar, laporan kredit, serta laporan
keuangan pelanggan.
d. Lakukan evaluasi atas kecukupan komponen
penyisihan untuk setiap kategori umur piutang serta
keseluruhannnya.

12. Bandingkan penyajian laporan dengan GAAP
a. Pastikan bahwa piutang usaha telah diidentifikasi dan
diklasifikasikan dengan benar sesuai jenis dan
periode realisasi yang diharapkan
b. Tentukan ketepatan pengungkapan dan akuntansi
untuk pihak yang memiliki hubungan istimewa, untuk
piutang yang dijaminkan, disetujui, atau sebagai
anjak piutang (factoring).
pengiriman.

Minggu ketiga
dan keempat
pada bulan Mei















Minggu ketiga
dan keempat
pada bulan Mei



- asersi penilaian /
alokasi
- asersi hak dan
kewajiban














- asersi penyajian dan
pengungkapan




PROSEDUR AUDIT UNTUK AKUN PERSEDIAAN
Audit atas akun piutang usaha pada PT Semen Indonesia (Persero), tbk dilakukan selama kurang lebih 3 bulan dimulai pada bulan Februari
2014 untuk menentukan kewajaran atas saldo akun piutang usaha per 31 Desember 2013.
Jenis
Pengujian
Pengujian Substantif Timing Sampel Asersi

Prosedur Awal










Prosedur
Analitis








1. Lakukan penelusuran saldo awal piutang usaha dan
cadangan piutang usaha pada kerta kerja tahun yang lalu.
2. Me-review kartu persediaan, catatan produksi, catatan
pembelian sebagai petunjuk kegiatan yang bersangkutan
dengan persediaan
3. Dapatkan kertas kerja neraca saldo piutang usaha untuk
melakukan footing (menghitung penjumlahan ke bawah
pada suatu kolom) untuk menentukan kesesuaian antara
penjumlahan buku pembantu piutang usaha dan buku
besar piutang

4. Lakukan analisis pada jumlah persediaan bahan mentah,
persediaan barang dalam proses, dan barang jadi.
5. Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan
dengan kegiatan pembelian, produksi, dan penjualan
sekarang
6. Memeriksa analisis selisih harga pembelian dan selisih
biaya produksi
7. Memeriksa analisis perputaran sediaan
8. Menelusuri hitung uji yang dicatat dalam kartu

Setelah
penerimaan
perikatan audit,
yaitu pada
minggu pertama
bulan Februari





Minggu kedua
sampai minggu
keempat pada
bulan Februari.






Catatan
akuntansi dan
informasi lain

- asersi hak dan
kewajiban
- asersi penilaian dan
alokasi







- asersi penilaian dan
alokasi










Pengujian
Saldo











Pengujian
Transaksi





Pengujian
Penyajian dan
Pengungkapan

penghitungan fisik sediaan ke dalam daftar hasil
penghitungan fisik sediaan

9. Menghitung persediaan fisik sediaan
10. Mendapatkan konfirmasi atas persediaan yang
ditempatkan di lokasi luar perusahaan
11. Mengajukan pertanyaan kepada karyawan produksi dan
penjualan tentang kemungkinan kelebihan atau
keuasangan persediaan
12. Mendapatkan nilai pasar sediaan sekarang
13. Me-review kos produksi sekarang
14. Mendapatkan konfirmasi tentang sediaan yang
digadaikan di bawah kontrak penarikan pinjaman.
15. Merekonsiliasi hasil penghitungan fisik dengan kartu
sediaan dan saldo akun sediaan dalam buku besar.

16. Menguji transaksi persediaan diantara tanggal awal
penghitungan fisik persediaan dengan tanggal Laporan
Posisi Keuangan (Neraca)
17. memeriksa faktur dari pemasok yang telah dibayar,
perjanjian konsinyasi, dan kontrak.


18. Membandingkan pengungkapan yang dicantumkan dalam
laporan keuangan dengan yang ditetapkan dalam Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.
19. Me-review draft laporan keuangan




Minggu kedua
sampai minggu
keempat pada
bulan Februari.









Minggu kedua
sampai minggu
keempat pada
bulan Februari.



Minggu kedua
sampai minggu
keempat pada
bulan Februari.




- asersi
keterjadian/keberadaa
n
- asersi kelengkapan
- asersi hak dan
kewajiban







- asersi kelengkapan
- asersi
keterjadian/keberadaan




- asersi penyajian dan
pengungkapan