Anda di halaman 1dari 26

MANUSIA DAN PERADABAN

A. PENGERTIAN DAN SEJARAH PERADABAN


1. Pengertian Peradaban
Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan
masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada
suatu masyarakat yang "kompleks": dicirikan oleh praktik dalam pertanian,
hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-
anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja
yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas
dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan akademis. Dimana setiap
manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan
sebagai "seni, adat istiadat, kebiasaan ... kepercayaan, nilai, bahan perilaku
dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup
masyarakat". Namun, dalam deinisi yang paling banyak digunakan,
peradaban adalah istilah deskripti yang relati dan kompleks untuk pertanian
dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh
kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan
budaya.
Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adlah
istilah "peradaban" dapat digunakan dalam cara sebagai normati baik dalam
konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain
"ganas" atau "biadab" budaya, konsep dari "peradaban" digunakan sebagai
sinonim untuk "budaya !dan sering moral" #eunggulan dari kelompok
tertentu." Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti "perbaikan
pemikiran, tata krama, atau rasa". $asyarakat yang mempraktikkan pertanian
secara intensi% memiliki pembagian kerja% dan kepadatan penduduk yang
mencukupi untuk membentuk kota-kota. "Peradaban" dapat juga digunakan
dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian
manusia dan penyebarannya !peradaban manusia atau peradaban global".
Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya
manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. $aka, dalam
sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga aktor yang menjadi
Ilmu Sosial Budaya Dasar 1
tonggak berdirinya sebuah peradaban. #etiga aktor tersebut adalah sistem
pemerintahan, sistem ekonomi, dan IP&'#.
2. Sejarah Peradaban
P'N(')IDI#*N mengenai sejarah peradaban manusia dan dari mana
pula asal-usulnya, sebenarnya masih ada hubungannya dengan +aman kita
sekarang ini. Penyelidikan demikian sudah lama menetapkan, bah,a sumber
peradaban itu sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu adalah $esir.
-aman sebelum itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. .leh
karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah.
Sarjana-sarjana ahli purbakala !arkelogi" kini kembali mengadakan
penggalian-penggalian di Irak dan Suria dengan maksud mempelajari soal-
soal peradaban *siria dan /unisia serta menentukan +aman permulaan
daripada kedua macam peradaban itu: adakah ia mendahului peradaban
$esir masa /iraun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul
masa itu dan terpengaruh karenanya0
*papun juga yang telah diperoleh sarjana-sarjana arkelogi dalam bidang
sejarah itu, samasekali tidak akan mengubah sesuatu dari kenyataan yang
sebenarnya, yang dalam penggalian benda-benda kuno &iongkok dan &imur
1auh belum memperlihatkan hasil yang berla,anan. #enyataan ini ialah
bah,a sumber peradaban pertama 2 baik di $esir, /unisia atau *siria 2 ada
hubungannya dengan )aut &engah% dan bah,a $esir adalah pusat yang
paling menonjol memba,a peradaban pertama itu ke (unani atau 3uma,i,
dan bah,a peradaban dunia sekarang, masa hidup kita sekarang ini, masih
erat sekali hubungannya dengan peradaban pertama itu.
*pa yang pernah diperlihatkan oleh &imur 1auh dalam penyelidikam
tentang sejarah peradaban, tidak pernah memberi pengaruh yang jelas
terhadap pengembangan peradaban-peradaban /ira4un, *siria atau (unani,
juga tidak pernah mengubah tujuan dan perkembangan peradaban-
peradaban tersebut. 5al ini baru terjadi sesudah ada akulturasi dan saling-
hubungan dengan peradaban Islam. Di sinilah proses saling pengaruh-
mempengaruhi itu terjadi, proses asimilasi yang sudah sedemikian rupa,
sehingga pengaruhnya terdapat pada peradaban dunia yang menjadi
pegangan umat manusia de,asa ini.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 2
Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang dan tersebar ke
pantai-pantai )aut &engah atau di sekitarnya, di $esir, di *siria dan (unani
sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap
dikagumi dunia: perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,
dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan dan dalam segala bidang
kegiatan manusia. &etapi, semua peradaban itu, sumber dan
pertumbuhannya, selalu berasal dari agama. $emang benar bah,a sumber
itu berbeda-beda antara kepercayaan trinitas $esir Purba yang tergambar
dalam .siris, Isis dan 5orus, yang memperlihatkan kesatuan dan penjelmaan
hidup kembali di negerinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada
anak, dan antara paganisma (unani dalam melukiskan kebenaran, kebaikan
dan keindahan yang bersumber dan tumbuh dari gejala-gejala alam
berdasarkan pancaindera% demikian sesudah itu timbul perbedaan-perbedaan
yang dengan penggambaran semacam itu dalam pelbagai +aman
kemunduran itu telah mengantarkannya ke dalam kehidupan dunia,i. *kan
tetapi sumber semua peradaban itu tetap membentuk perjalanan sejarah
dunia, yang begitu kuat pengaruhnya sampai saat kita sekarang ini, sekalipun
peradaban demikian hendak mencoba melepaskan diri dan mela,an
sumbernya sendiri itu dari +aman ke +aman. Siapa tahu, hal yang serupa
kelak akan hidup kembali.
Dalam lingkungan masyarakat ini, yang menyandarkan peradabannya
sejak ribuan tahun kepada sumber agama, dalam lingkungan itulah dilahirkan
para rasul yang memba,a agama-agama yang kita kenal sampai saat ini. Di
$esir dilahirkan $usa, dan dalam pangkuan /iraun ia dibesarkan dan diasuh,
dan di tangan para pendeta dan pemuka-pemuka agama kerajaan itu ia
mengetahui keesaan &uhan dan rahasia-rahasia alam.
Setelah datang ijin &uhan kepadanya supaya ia membimbing umat di
tengah-tengah /iraun yang berkata kepada rakyatnya: 6*kulah tuhanmu yang
tertinggi7 iapun berhadapan dengan /iraun sendiri dan tukang-tukang
sihirnya, sehingga akhirnya terpaksa ia bersama-sama orang-orang Israil
yang lain pindah ke Palestina. Dan di Palestina ini pula dilahirkan Isa, 3uh
dan /irman *llah yang ditiupkan ke dalam diri $ariam. Setelah &uhan
menarik kembali Isa putera $ariam, murid-muridnya kemudian menyebarkan
agama Nasrani yang dianjurkan Isa itu. $ereka dan pengikut-pengikut
Ilmu Sosial Budaya Dasar 3
mereka mengalami bermacam-macam penganiayaan. #emudian setelah
dengan kehendak &uhan agama ini tersebar, datanglah $aharaja 3uma,i
yang menguasai dunia ketika itu, memba,a panji agama Nasrani. Seluruh
#erajaan 3uma,i kini telah menganut agama Isa. &ersebarlah agama ini di
$esir, di Syam !Suria-)ibanon dan Palestina" dan (unani, dan dari $esir
menyebar pula ke 'thiopia. Sesudah itu selama beberapa abad kekuasaan
agama ini semakin kuat juga. Semua yang berada di ba,ah panji #erajaan
3uma,i dan yang ingin mengadakan persahabatan dan hubungan baik
dengan #erajaan ini, berada di ba,ah panji agama $asehi itu.
8erhadapan dengan agama $asehi yang tersebar di ba,ah panji dan
pengaruh 3uma,i itu berdiri pula kekuasaan agama $ajusi di Persia yang
mendapat dukungan moril di &imur 1auh dan di India. Selama beberapa abad
itu *siria dan $esir yang membentang sepanjang /unisia, telah merintangi
terjadinya suatu pertarungan langsung antara kepercayaan dan peradaban
8arat dengan &imur. &etapi dengan masuknya $esir dan /unisia ke dalam
lingkungan $asehi telah pula menghilangkan rintangan itu. Paham $asehi di
8arat dan $ajusi di &imur sekarang sudah berhadap-hadapan muka. Selama
beberapa abad berturut-turut, baik 8arat maupun &imur, dengan hendak
menghormati agamanya masing-masing, yang sedianya berhadapan dengan
rintangan alam, kini telah berhadapan dengan rintangan moril, masing-
masing merasa perlu dengan sekuat tenaga berusaha mempertahankan
kepercayaannya, dan satu sama lain tidak saling mempengaruhi
kepercayaan atau peradabannya, sekalipun peperangan antara mereka itu
berlangsung terus-menerus sampai sekian lama.
*kan tetapi, sekalipun Persia telah dapat mengalahkan 3uma,i dan
dapat menguasai Syam dan $esir dan sudah sampai pula di ambang pintu
8i+antium, namun tak terpikir oleh raja-raja Persia akan menyebarkan agama
$ajusi atau menggantikan tempat agama Nasrani. 8ahkan pihak yang kini
berkuasa itu malahan menghormati kepercayaan orang yang dikuasainya.
3umah-rumah ibadat mereka yang sudah hancur akibat perang dibantu pula
membangun kembali dan dibiarkan mereka bebas menjalankan upacara-
upacara keagamaannya. Satu-satunya yang diperbuat pihak Persia dalam
hal ini hanyalah mengambil Salib 8esar dan diba,anya ke negerinya.
8ilamana kelak kemenangan itu berganti berada di pihak 3uma,i Salib
Ilmu Sosial Budaya Dasar 4
itupun diambilnya kembali dari tangan Persia. Dengan demikian peperangan
rohani di 8arat itu tetap di 8arat dan di &imur tetap di &imur. Dengan
demikian rintangan moril tadi sama pula dengan rintangan alam dan kedua
kekuatan itu dari segi rohani tidak saling berbenturan.
#eadaan serupa itu berlangsung terus sampai abad keenam. Dalam pada
itu pertentangan antara 3uma,i dengan 8i+antium makin meruncing. Pihak
3uma,i, yang benderanya berkibar di benua 'ropa sampai ke 9aul dan #elt
di Inggris selama beberapa generasi dan selama +aman 1ulius :aesar yang
dibanggakan dunia dan tetap dibanggakan, kemegahannya itu berangsur-
angsur telah mulai surut, sampai akhirnya 8i+antium memisahkan diri dengan
kekuasaan sendiri pula, sebagai ahli,aris #erajaan 3uma,i yang menguasai
dunia itu. Puncak keruntuhan #erajaan 3uma,i ialah tatkala pasukan ;andal
yang buas itu datang menyerbunya dan mengambil kekuasaan pemerintahan
di tangannya. Peristi,a ini telah menimbulkan bekas yang dalam pada
agama $asehi yang tumbuh dalam pangkuan #erajaan 3uma,i. $ereka
yang sudah beriman kepada Isa itu telah mengalami pengorbanan-
pengorbanan besar, berada dalam ketakutan di ba,ah kekuasaan ;andal itu.
$a+hab-ma+hab agama $asehi ini mulai pecah-belah.Dari +aman ke
+aman ma+hab-ma+hab itu telah terbagi-bagi ke dalam sekta-sekta dan
golongan-golongan. Setiap golongan mempunyai pandangan dan dasar-
dasar agama sendiri yang bertentangan dengan golongan lainnya.
Pertentangan-pertentangan antara golongan-golongan satu sama lain karena
perbedaan pandangan itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi
yang terba,a oleh karena moral dan ji,a yang sudah lemah, sehingga cepat
sekali ia berada dalam ketakutan, mudah terlibat dalam anatisma yang buta
dan dalam kebekuan. Pada masa-masa itu, di antara golongan-golongan
$asehi itu ada yang mengingkari bah,a Isa mempunyai jasad disamping
bayangan yang tampak pada manusia% ada pula yang mempertautkan secara
rohaniah antara jasad dan ruhnya sedemikian rupa sehingga memerlukan
khayal dan pikiran yang begitu rumit untuk dapat menggambarkannya% dan
disamping itu ada pula yang mau menyembah $ariam, sementara yang lain
menolak pendapat bah,a ia tetap pera,an sesudah melahirkan *lmasih.
&erjadinya pertentangan antara sesama pengikut-pengikut Isa itu adalah
peristi,a yang biasa terjadi pada setiap umat dan +aman, apabila ia sedang
Ilmu Sosial Budaya Dasar 5
mengalami kemunduran: soalnya hanya terbatas pada teori kata-kata dan
bilangan saja, dan pada tiap kata dan tiap bilangan itu ditasirkan pula
dengan bermacam-macam arti, ditambah dengan rahasia-rahasia, ditambah
dengan ,arna-,arni khayal yang sukar diterima akal dan hanya dapat
dikunyah oleh perdebatan-perdebatan sophisma yang kaku saja.
Salah seorang pendeta gereja berkata: 6Seluruh penjuru kota itu diliputi
oleh perdebatan. .rang dapat melihatnya dalam pasar-pasar, di tempat-
tempat penjual pakaian, penukaran uang, pedagang makanan. 1ika ada
orang bermaksud hendak menukar sekeping emas, ia akan terlibat ke dalam
suatu perdebatan tentang apa yang diciptakan dan apa yang bukan
diciptakan. #alau ada orang hendak mena,ar harga roti maka akan
dija,abnya: 8apa lebih besar dari putera dan putera tunduk kepada 8apa.
8ila ada orang yang bertanya tentang kolam mandi adakah airnya hangat,
maka pelayannya akan segera menja,ab: 6Putera telah diciptakan dari yang
tak ada.7
&etapi kemunduran yang telah menimpa agama $asehi sehingga ia
terpecah-belah kedalam golongan-golongan dan sekta-sekta itu dari segi
politik tidak begitu besar pengaruhnya terhadap #erajaan 3uma,i. #erajaan
itu tetap kuat dan kukuh. 9olongan-golongan itupun tetap hidup diba,ah
naungannya dengan tetap adanya semacam pertentangan tapi tidak sampai
orang melibatkan diri kedalam polemik teologi atau sampai memasuki
pertemuan-pertemuan semacam itu yang pernah diadakan guna
memecahkan sesuatu masalah. Suatu keputusan yang pernah diambil oleh
suatu golongan tidak sampai mengikat golongan yang lain. Dan #erajaanpun
telah pula melindungi semua golongan itu dan memberi kebebasan kepada
mereka mengadakan polemik, yang sebenarnya telah menambah kuatnya
kekuasaan #erajaan dalam bidang administrasi tanpa mengurangi
penghormatannya kepada agama. Setiap golongan jadinya bergantung
kepada belas kasihan penguasa, bahkan ada dugaan bah,a golongan itu
menggantungkan diri kepada adanya pengakuan pihak yang berkuasa itu.
Sikap saling menyesuaikan diri di ba,ah naungan Imperium itu itulah pula
yang menyebabkan penyebaran agama $asehi tetap berjalan dan dapat
diteruskan dari $esir diba,ah 3uma,i sampai ke 'thiopia yang merdeka tapi
masih dalam lingkungan persahabatan dengan 3uma,i. Dengan demikian ia
Ilmu Sosial Budaya Dasar 6
mempunyai kedudukan yang sama kuat di sepanjang )aut $erah seperti di
sekitar )aut &engah itu. Dari ,ilayah Syam ia menyeberang ke Palestina.
Penduduk Palestina dan penduduk *rab 9hassan yang pindah ke sana telah
pula menganut agama itu, sampai ke pantai /urat, penduduk 5ira, )akhmid
dan $undhir yang berpindah dari pedalaman sahara yang tandus ke daerah-
daerah subur juga demikian, yang selanjutnya mereka tinggal di daerah itu
beberapa lama untuk kemudian hidup di ba,ah kekuasaan Persia $ajusi.
Dalam pada itu kehidupan $ajusi di Persia telah pula mengalami
kemunduran seperti agama $asehi dalam Imperium 3uma,i. #alau dalam
agama $ajusi menyembah api itu merupakan gejala yang paling menonjol,
maka yang berkenaan dengan de,a kebaikan dan kejahatan pengikut-
pengikutnya telah berpecah-belah juga menjadi golongan-golongan dan
sekta-sekta pula. &api disini bukan tempatnya menguraikan semua itu.
Sungguhpun begitu kekuasaan politik Persia tetap kuat juga. Polemik
keagamaan tentang lukisan de,a serta adanya pemikiran bebas yang
tergambar dibalik lukisan itu, tidaklah mempengaruhinya. 9olongan-golongan
agama yang berbeda-beda itu semua berlindung di ba,ah raja Persia. Dan
yang lebih memperkuat pertentangan itu ialah karena memang sengaja
digunakan sebagai suatu cara supaya satu dengan yang lain saling
berpukulan, atas dasar kekuatiran, bila salah satunya menjadi kuat, maka
3aja atau salah satu golongan itu akan memikul akibatnya.
Mencari Peradaban Indne!ia
Antara Barat dan Ti"#r. *ntara tahun <=>?-<=>@, dan kemudian <=>=, di
Indonesia !5india 8elanda ketika itu" terjadilah apa yang kemudian disebut
sebagai polemik kebudayaan. Polemik ini bermaksud untuk mencari bentuk
atau ,ajah bagi konsep tentang Indonesia. 8ermula dari tulisan Sutan &akdir
*lisjahbana mengenai menuju masyarakat dan budaya baru yang membagi
periodisasi kebudayaan Indonesia menjadi dua kategori besar, masa pra-
indonesia dan masa indonesia. $asa pra-indonesia adalah masa jahiliyah
indonesia. Sedang masa Indonesia, yang bermula di a,al abad ke-AB, bagi
Sutan &akdir haruslah bentuk atau konsep baru yang memiliki dinamika, yang
berbeda total dari masa sebelumnya. $asyarakat baru Indonesia itu adalah
masyarakat dinamis, yang mengadopsi model dinamika yang berkembang
Ilmu Sosial Budaya Dasar 7
pada masyarakat barat. Intelektualisme, materialisme !dalam arti hasrat
besar untuk membangun dunia ini", dan egoisme !dalam arti tumbuhnya spirit
indiCidual, kebebasan indiCidu"% yang merupakan karakter dinamika
masyarakat barat, haruslah menjadi bagian dari masyarakat baru Indonesia.
8agi &akdir, penilaian negati atas semangat barat dengan mengemukakan
sisi-sisi semisal barat tidak spiritual, adalah tidak tepat karena pada barat
nilai-nilai spiritual itu dimilikinya. Sedangkan alasan yang menolak kiblat ke
barat karena krisis yang dialami oleh barat !krisis intelektual", bagi &akdir itu
adalah problem barat bukan problem kita, problem kita adalah bagaimana
menggapai intelektualisme itu.
Di sisi lain, bertentangan dengan pendapat Sutan &akdir, sebagian
kalangan menginginkan ,ujud yang menghargai ,arisan &imur menjadi
corak yang membangun Indonesia. Sanusi Pane, Dr. Sutomo, #i 5ajar
De,antara bisa disebut me,akili pandangan ini. Dalam konsep ini bukan
berarti tidak ada nilai-nilai barat yang tidak kita adopsi, nilai intelektualisme
misalnya. &etapi yang diinginkan oleh pandangan yang berorientasi ke &imur
ini adalah ,arisan budaya kita menjadi basis utama dalam membina
kepribadian manusia Indonesia dan menghindari eek negati dari
kebudayaan barat. $odel pendidikan, sebagai medium transmisi
kebudayaan, yang berakar dalam ,arisan budaya kita seperti model
pesantren, bisa diberdayakan untuk membina kepribadian ini. Dalam konteks
ini perlu dicatat adanya pembedaan antara pendidikan dengan pengajaran.
8agi Dr. Sutomo, pendidikan terkait dengan membentuk kepribadiaan
sedangkan pengajaran terkait dengan pencapaian intelektual. Dari sudut
pandangan ini mustahillah membangun konsep keindonesiaan baru yang
tercerabut total dari akar kesejarahannya, sebagaimana diinginkan oleh
Sutan &akdir. Sedangkan bagi Sutan &akdir sendiri pendapat sintesis ini
masih memiliki tendensi anti-intelektualisme, anti-materialisme dan anti-
indiCidualisme !untuk dua terminologi terakhir hendaknya dipahami dalam
konteks praktisnya bukan dalam pengertian metaisis".
Antara Peradaban dan $eb#da%aan
Ilmu Sosial Budaya Dasar 8
8agian yang juga menarik untuk memecahkan problem ini dalam polemik
itu adalah usaha membedakan antara peradaban (civilization) dan
kebudayaan (culture). 8agi *dinegoro, peradaban adalah aspek teknis
sebuah masyarakat yang dapat dipinjam !misal pengetahuan dan teknologi"%
sedangkan kebudayaan adalah ji,a sebuah bangsa yang ber,ujud dalam
karakter dan tabiat yang tidak dapat ditukar. Dia mencontohkan 1epang
sebagai bangsa yang mempertahankan kulturnya tetapi mencapai peradaban
dalam standar barat.
'laborasi yang cukup luas diberikan oleh Dr. $. *mir untuk membahas
hal ini. 1auh sebelum kata civilization dipakai atau ditemukan, kata kerja
civilize telah dipakai. &etapi kata civilization sendiri baru pada abad ke-<D
digunakan untuk membedakan derajat tinggi suatu bangsa dengan derajat
lain yaitu savages!buas, liar" dan barbares!biadab". &ingkat atau derajat
tinggi masyarakat itu berakar pada civilis !kota". Sedangkan istilah kultur
pada a,alnya berarti jumlah segala kemajuan% kemajuan benda,i ataupun
kemajuan pikiran yang dicapai oleh manusia. Dari elaborasi pengertian ini
pembedaan antara peradaban dan kebudayaan berasal dari pembedaan
yang dilakukan dalam tradisi pemikiran 1erman. Sedangkan pada tradisi
eropa lainnya !Perancis dan Inggris" dipakai terma civilization saja.
Selanjutnya Dr. $. *mir menegaskan bah,a setiap masyarakat
mempunyai peradabannya sendiri !entah mencapai tingkat yang tinggi atau
rendah". Peradaban itu juga ada yang berpindah atau dipinjam karena aktor
percampuran, hubungan atau kemajuan.
Pembedaan tingkatan masyarakat seperti ini !dari yang primiti hingga
yang berperadaban tinggi" tidak sekedar perbedaan kemajuan masyarakat
saja !yang tampak dalam kemajuan materialnya" tetapi juga terkait dengan
pembedaan konstitusi ji,a manusianya. Di sini terdapat dua pendapat, yang
menasirkan kemajuan peradaban karena perbedaan genetik dan yang
menasirkan kemajuan peradaban karena aktor lingkuangan. Nature vs
Nurture.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 9
8agi Dr. *mir persoalan peradaban ini tidak semata-mata soal sosiologi
tetapi juga psikologi. 8erapa lama ,aktu yang dibutuhkan barat untuk
membentuk konstitusi keji,aan manusia barat seperti sekarang ini, ribuan
tahun. Secara historis tidaklah mungkin kita memutus mata rantai
kesejarahan manusia,i kita untuk membangun peradaban baru.
Sia&a Pe"enangn%a '
Secara sekilas pemenang polemik itu adalah Sutan &akdir. &etapi, bagi
*jip 3osidi, masalahnya tidak sesederhana itu. 8anyak masalah, seperti
dualisme pendidikan dan dualisme antara kebudayaan nasional dan daerah,
belum terselesaikan secara memuaskan.
Dapat pula kita nyatakan bah,a pasca kemerdekaan model
pembangunan yang digesa oleh pemerintah kita sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan model yang diinginkan oleh Sutan &akdir. 8olehlah kita
bertanya sudahkah dinamika berperadaban sebagaimana yang diinginkan
oleh Sutan &akdir telah kita capai 0
H#"ani!"e
#ita juga bisa menambahkan posisi lain yang diambil oleh kalangan
intelektual dalam polemik ini yaitu posisi Sjahrir. &etap dalam orbit intelektual
8arat modern, Sjahrir menegaskan tidak perlu pilih antara 8arat dan &imur,
karena keduanya harus silam dan memang sedang tenggelam ke masa silam
!8arat kapitalis dan &imur eodalis". Pilihan pandangan ini kemudian
menjelma menjadi pilihan humanisme.
I!(a"
Satu hal lagi yang juga menjadi catatan adalah tidak dimasukkannya
pandangan kalangan Islam dalam polemik ini. $enurut *jip 3osidi, hal ini
bisa karena memang tidak ada tokoh Islam yang terlibat atau penyunting
buku Polemik #ebudayaan tidak menganggap perlu meniliti majalah atau
surat kabar yang memba,a suara Islam. *jip 3osidi menyebutkan adanya
Ilmu Sosial Budaya Dasar 10
pendapat yang disampaikan oleh $. Natsir pada tahun <=>E, sebelum
Polemik #ebudayaan itu dimulai.
Dalam tulisannya $.Natsir mengingatkan tidak perlunya membesar-
besarkan antagonisme 8arat dan &imur. 8agi pendidik Islam, lanjut Natsir,
Islam hanya mengenal antagonisme antara yang haF dan batil. Semua yang
haF diterima, semua yang batil ditolak dari mana pun sumbernya &imur atau
8arat.
B. PERADABAN DAN PERUBAHAN S)SIA*
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur
sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya
merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap
masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan siat dasar
manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. 5irschman mengatakan
bah,a kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari
perubahan.
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa aktor. Di antaranya
komunikasi% cara dan pola pikir masyarakat% aktor internal lain seperti
perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konlik atau
reColusi% dan aktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim,
peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
*da pula beberapa aktor yang menghambat terjadinya perubahan,
misalnya kurang intensinya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain%
perkembangan IP&'# yang lambat% siat masyarakat yang sangat tradisional%
ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat%
prasangka negati terhadap hal-hal yang baru% rasa takut jika terjadi
kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan% hambatan ideologis% dan
pengaruh adat atau kebiasaan.
PERSPE$TI+ PERUBAHAN S)SIA*
Ilmu Sosial Budaya Dasar 11
Pengelompokkan teori perubahan sosial telah dilakukan oleh Strasser
dan 3andall. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori, yaitu teori
kemunculan diktator dan demokrasi, teori perilaku kolekti, teori inkonsistensi
status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial.
Per!&e,ti- Penje(a!an Tentang Per#bahan
8arrington $oore, teori
kemunculan diktator dan
demokrasi
&eori ini didasarkan pada pengamatan panjang
tentang sejarah pada beberapa negara yang telah
mengalami transormasi dari basis ekonomi agraria
menuju basis ekonomi industri.
&eori perilaku kolekti &eori dilandasi pemikiran $oore namun lebih
menekankan pada proses perubahan daripada
sumber perubahan sosial.
&eori inkonsistensi
status
&eori ini merupakan representasi dari teori psikologi
sosial. Pada teori ini, indiCidu dipandang sebagai
suatu bentuk ketidakkonsistenan antara status
indiCidu dan grop dengan aktiCitas atau sikap yang
didasarkan pada perubahan.
*nalisis organisasi
sebagai subsistem social
*lasan kemunculan teori ini adalah anggapan
bah,a organisasi terutama birokrasi dan organisasi
tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai
hasil transormasi sosial yang muncul pada
masyarakat modern. Pada sisi lain, organisasi
meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan
sistem interaksi.
Teri Barringtn Mre
&eori yang disampaikan oleh 8arrington $oore berusaha menjelaskan
pentingnya aktor struktural dibalik sejarah perubahan yang terjadi pada
negara-negara maju. Negara-negara maju yang dianalisis oleh $oore adalah
negara yang telah berhasil melakukan transormasi dari negara berbasis
pertanian menuju negara industri modern. Secara garis besar proses
transormasi pada negara-negara maju ini melalui tiga pola, yaitu demokrasi,
asisme dan komunisme.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 12
Demokrasi merupakan suatu bentuk tatanan politik yang dihasilkan oleh
reColusi oleh kaum borjuis. Pembangunan ekonomi pada negara dengan
tatanan politik demokrasi hanya dilakukan oleh kaum borjuis yang terdiri dari
kelas atas dan kaum tuan tanah. $asyarakat petani atau kelas ba,ah hanya
dipandang sebagai kelompok pendukung saja, bahkan seringkali kelompok
ba,ah ini menjadi korban dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh
negara tersebut. &erdapat pula gejala penhancuran kelompok masyarakat
ba,ah melalui reColusi atau perang sipil. Negara yang mengambil jalan
demokrasi dalam proses transormasinya adalah Inggris, Perancis dan
*merika Serikat.
8erbeda halnya demokrasi, asisme dapat berjalan melalui reColusi
konserati yang dilakukan oleh elit konserCati dan kelas menengah. #oalisi
antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas ba,ah baik di
perkotaan maupun perdesaan. Negara yang memilih jalan asisme
menganggap demokrasi atau reColusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan
yang rapuh dan mudah dikalahkan. 1epang dan 1erman merupakan contoh
dari negara yang mengambil jalan asisme.
#omunisme lahir melalui reColusi kaun proletar sebagai akibat
ketidakpuasan atas usaha eksploitati yang dilakukan oleh kaum eodal dan
borjuis. Perjuangan kelas yang digambarkan oleh $arG merupakan suatu
bentuk perkembangan yang akan berakhir pada kemenangan kelas proletar
yang selanjutnya akan m,ujudkan masyarakat tanpa kelas. Perkembangan
masyarakat oleh $arG digambarkan sebagai bentuk linear yang mengacu
kepada hubungan moda produksi. 8era,al dari bentuk masyarakat primiti
!primitive communism" kemudian berakhir pada masyarakat modern tanpa
kelas !scientific communism". &ahap yang harus dile,ati antara lain, tahap
masyarakat eodal dan tahap masyarakat borjuis. $arG menggambarkan
bah,a dunia masih pada tahap masyarakat borjuis sehingga untuk mencapai
tahap 6kesempurnaan7 perkembangan perlu dilakukan reColusi oleh kaum
proletar. 3eColusi ini akan mampu merebut semua aktor produksi dan pada
akhirnya mampu menumbangkan kaum borjuis sehingga akan ter,ujud
Ilmu Sosial Budaya Dasar 13
masyarakat tanpa kelas. Negara yang menggunakan komunisme dalam
proses transormasinya adalah :ina dan 3usia.
Teri Peri(a,# $(e,ti-
&eori perilaku kolekti mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi
sosial. *ksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan
untuk merubah norma dan nilai dalam jangka ,aktu yang panjang. Pada
sistem sosial seringkali dijumpai ketegangan baik dari dalam sistem atau luar
sistem. #etegangan ini dapat ber,ujud konlik status sebagai hasil dari
dierensiasi struktur sosial yang ada. &eori ini melihat ketegangan sebagai
Cariabel antara yang menghubungkan antara hubungan antar indiCidu seperti
peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial.
Perubahan pola hubungan antar indiCidu menyebabkan adanya
ketegangan sosial yang dapat berupa kompetisi atau konlik bahkan konlik
terbuka atau kekerasan. #ompetisi atau konlik inilah yang mengakibatkan
adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan
nilai.
Teri In,n!i!ten!i Stat#!
Stratiikasi sosial pada masyarakat pra-industrial belum terlalu terlihat
dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. 5al ini disebabkan oleh
masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh adanya pembagian
kerja dan kompleksitas organisasi. Status sosial masih terbatas pada bentuk
ascribed status, yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir.
$obilitas sosial sangat terbatas dan cenderung tidak ada. #risis status mulai
muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi
kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan kemunculan organisasi
kompleks.
Perubahan moda produksi menimbulkan maslaah yang pelik berupa
kemunculan status-status sosial yang baru dengan segala keterbukaan
dalam stratiikasinya. Pembangunan ekonomi seiring perkembangan kapitalis
Ilmu Sosial Budaya Dasar 14
membuat adanya pembagian status berdasarkan pendidikan, pendapatan,
pekerjaan dan lain sebagainya. 5al inilah yang menimbulkan inkonsistensi
status pada indiCidu.
Pen#(i! Bahan
$ajian
Pr!e! Per#bahan $n!e& Pen%ebab
Per#bahan
Sosrodihardjo $asyarakat
1a,a
#emunculan kelas
pemasaran yang
menimbulkan
perubahan pada
struktur sosial
masyarakat.
Stratiikasi
sosial
!status
sosial", pola
konsumsi.
$oda produksi
!kapitalisme"
melalui
kolonialisme
yang ditandai
adanya
komersialisasi
pertanian.
Sarman #omunitas
petani
plasma PI3
#aret Danau
Salak #alsel
Perubahan pola
konsumsi pada
masyarakat serta
enomena
6pembangkangan7
oleh petani. Selain
itu muncul kelas
sosial baru yaitu
pedagang
tengkulak.
Stratiikasi
sosial
!status
sosial",
hubungan
kerja, gaya
hidup, pola
konsumsi.
$oda produksi
!materialis",
peningkatan
pendapatan,
permasalahan
ekonomi
perusahaan inti.
Hertheim #a,asan
asia selatan
dan tenggara
$asuknya
kapitalisme di asia
menyebabkan
polarisasi pada
struktur sosial
masyarakat.
#emunculan kelas
borjuis memba,a
dampak pada
semakin sengitnya
Stratiikasi
sosial
!status
sosial",
gerakan
sosial
$oda produksi
!kapitalisme"
melalui
kolonialisme
yang ditandai
adanya
komersialisasi
pertanian.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 15
kompetisi dan
konlik dengan
borjuis asing.
#unto,ijoyo $asyarakat
agraris
$adura
&erjadinya
segmentasi pada
masyarakat $adura
yang dapat
dipandang sebagai
perubahan pola
stratiikasi sosial
yang ada di
masyarakat.
#emunculan
kelompok strategis
sebagai bentuk
usaha untuk
mempertahankan
status sosial yang
ada.
Stratiikasi
sosial
!status
sosial",
gerakan
sosial.
$oda produksi
!kapitalisme"
melalui
kolonialisme
PERUBAHAN S)SIA* DAN STRU$TUR S)SIA(
$enurut Douglas !<=I>", mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan
makrososiologi mempelajari struktur. 9eorge :. 5omans yang mempelajari
mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam
hubungan sosial sehari-hari, sedangkan 9erhard )enski lebih menekankan
pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka
panjang yang menandai sejarah. &alcott Parsons yang bekerja pada ranah
makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antar manusia
dalam suatu sistem sosial. :oleman melihat struktur sebagai pola hubungan
antar manusia dan antar kelompok manusia atau masyarakat. #ornblum
!<=DD" menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang
menciptakan hubungan antar indiCidu dan antar kelompok dalam masyarakat.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 16
$engacu pada pengertian struktur sosial menurut #ornblum yang
menekankan pada pola perilaku yang berulang, maka konsep dasar dalam
pembahasan struktur adalah adanya perilaku indiCidu atau kelompok.
Perilaku sendiri merupakan hasil interaksi indiCidu dengan lingkungannya
yang didalamnya terdapat proses komunikasi ide dan negosiasi.
Pembahasan mengenai struktur sosial oleh 3alph )inton dikenal adanya
dua konsep yaitu status dan peran. Status merupakan suatu kumpulan hak
dan ke,ajiban, sedangkan peran adalah aspek dinamis dari sebuah status.
$enurut )inton !<=@I", seseorang menjalankan peran ketika ia menjalankan
hak dan ke,ajiban yang merupakan statusnya. &ipologi lain yang dikenalkan
oleh )inton adalah pembagian status menjadi status yang diperoleh !ascribed
status" dan status yang diraih !achieved status".
Status yang diperoleh adalah status yang diberikan kepada indiCidu tanpa
memandang kemampuan atau perbedaan antar indiCidu yang diba,a sejak
lahir. Sedangkan status yang diraih dideinisikan sebagai status yang
memerlukan kualitas tertentu. Status seperti ini tidak diberikan pada indiCidu
sejak ia lahir, melainkan harus diraih melalui persaingan atau usaha pribadi
Social inequality merupakan konsep dasar yang menyusun pembagian
suatu struktur sosial menjadi beberapa bagian atau lapisan yang saling
berkait. #onsep ini memberikan gambaran bah,a dalam suatu struktur sosial
ada ketidaksamaan posisi sosial antar indiCidu di dalamnya. &erdapat tiga
dimensi dimana suatu masyarakat terbagi dalam suatu susunan atau
stratiikasi, yaitu kelas, status dan kekuasaan. #onsep kelas, status dan
kekuasaan merupakan pandangan yang disampaikan oleh $aG Heber
!8eteille, <=IB".
#elas dalam pandangan Heber merupakan sekelompok orang yang
menempati kedudukan yang sama dalam proses produksi, distribusi maupun
perdagangan. Pandangan Heber melengkapi pandangan $arG yang
menyatakan kelas hanya didasarkan pada penguasaan modal, namun juga
meliputi kesempatan dalam meraih keuntungan dalam pasar komoditas dan
tenaga kerja. #eduanya menyatakan kelas sebagai kedudukan seseorang
Ilmu Sosial Budaya Dasar 17
dalam hierarkhi ekonomi. Sedangkan status oleh Heber lebih ditekankan
pada gaya hidup atau pola konsumsi. Namun demikian status juga
dipengaruhi oleh banyak aktor, seperti ras, usia dan agama !8eteille, <=IB".
8erbagai kasus yang disajikan oleh beberapa penulis di depan dapat kita
pahami sebagai bentuk adanya peluang mobilitas sosial dalam masyarakat.
#emunculan kelas-kelas sosial baru dapat terjadi dengan adanya dukungan
perubahan moda produksi sehingga menimbulkan pembagian dan
spesialisasi kerja serta hadirnya organisasi modern yang bersiat kompleks.
Perubahan tatanan masyarakat dari yang semula tradisional agraris
bercirikan eodal menuju masyarakat industri modern memungkinkan
timbulnya kelas-kelas baru. #elas merupakan per,ujudan sekelompok
indiCidu dengan persamaan status. Status sosial pada masyarakat tradisional
seringkali hanya berupa ascribed status seperti gelar kebangsa,anan atau
penguasaan tanah secara turun temurun. Seiring dengan lahirnya industri
modern, pembagian kerja dan organisasi modern turut menyumbangkan
adanya achieved status, seperti pekerjaan, pendapatan hingga pendidikan.
&eori inkonsistensi status telah mencoba menelaah tentang adanya
inkonsistensi dalam indiCidu sebagai akibat berbagai status yang
diperolehnya. #onsep ini memberikan gambaran bagaimana tentang proses
kemunculan kelas-kelas baru dalam masyarakat sehingga menimbulkan
perubahan stratiikasi sosial yang tentu saja mempengaruhi struktur sosial
yang telah ada
*pabila dilihat lebih jauh, kemunculan kelas baru ini akan menyebabkan
semakin ketatnya kompetisi antar indiCidu dalam masyarakat baik dalam
perebutan kekuasaan atau upaya melanggengkan status yang telah diraih.
/enomena kompetisi dan konlik yang muncul dapat dipahami sebagai
sebuah mekanisme interaksional yang memunculkan perubahan sosial dalam
masyarakat.
.. M)DERNISASI
Ilmu Sosial Budaya Dasar 18
$odernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang
bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern
menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian modernisasi
berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
a" /idjj Niti!a!tr, modernisasi adalah suatu transormasi total dari
kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi
serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
b) Serjn Se,ant, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan
sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang
biasanya dinamakan social planning. !dalam buku Sosiologi: suatu
pengantar"
Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern
mencakup pengertian sebagai berikut.
a" $odern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan
meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan
merata.
b" $odern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam
pergaulan hidup dalam masyarakat.
Serjn Se,ant mengemukakan bah,a sebuah modernisasi
memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut.
a) :ara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa
ataupun masyarakat.
b" Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar me,ujudkan
birokrasi.
c) *danya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat
pada suatu lembaga atau badan tertentu.
d) Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap
modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 19
e" &ingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin,
sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
M)DERNISASI DAN PEMBANGUNAN
Pembangunan merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan
terncana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk
meningkatkan tara kehidupan masyarakat. 8angsa Indonesia seperti
termaktub dalam pembukaan Jndang-Jndang Dasar <=E? telah
mencantumkan tujuan pembangunan nasionalnya. #esejahteraan
masyarakat adalah suatu keadaan yang selalu menjadi cita-cita seluruh
bangsa di dunia ini. 8erbagai teori tentang pembangunan telah banyak
dikeluarkan oleh ahli-ahli sosial barat, salah satunya yang juga dianut oleh
8angsa Indonesia dalam program pembangunannya adalah teori
modernisasi. $odernisasi merupakan tanggapan ilmuan sosial barat
terhadap tantangan yang dihadapi oleh negara dunia kedua setelah
berakhirnya Perang Dunia II.
$odernisasi menjadi sebuah model pembangunan yang berkembang
dengan pesat seiring keberhasilan negara dunia kedua. Negara dunia ketiga
juga tidak luput oleh sentuhan modernisasi ala barat tersebut. berbagai
program bantuan dari negara maju untuk negara dunia berkembang dengan
mengatasnamakan sosial dan kemanusiaan semakin meningkat jumlahnya.
Namun demikian kegagalan pembangunan ala modernisasi di negara dunia
ketiga menjadi sebuah pertanyaan serius untuk dija,ab. 8eberapa ilmuan
sosial dengan gencar menyerang modernisasi atas kegagalannya ini.
$odernisasi dianggap tidak ubahnya sebagai bentuk kolonialisme gaya baru,
bahkan Dube !<=DD" menyebutnya seolah musang berbulu domba.
Mderni!a!i0 $n!e& A1a( S&encer2 )&ti"i!"e Schr( dan Pe!i"i!"e
D#be
Pemikiran 5erbert Spencer !<DAB-<=B>", sangat dipengaruhi oleh ahli
biologi pencetus ide eColusi sebagai proses seleksi alam, :harles Dar,in,
dengan menunjukkan bah,a perubahan sosial juga adalah proses seleksi.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 20
$asyarakat berkembang dengan paradigma Dar,inian: ada proses seleksi di
dalam masyarakat kita atas indiCidu-indiCidunya. Spencer menganalogikan
masyarakat sebagai layaknya perkembangan mahkluk hidup. $anusia dan
masyarakat termasuk didalamnya kebudayaan mengalami perkembangan
secara bertahap. $ula-mula berasal dari bentuk yang sederhana kemudian
berkembang dalam bentuk yang lebih kompleks menuju tahap akhir yang
sempurna.
$enurut Spencer, suatu organisme akan bertambah sempurna apabila
bertambah kompleks dan terjadi dierensiasi antar organ-organnya.
#esempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas, dierensiasi dan
integrasi. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan
dierensiasi dan integrasi, pembagian kerja dan perubahan dari keadaan
homogen menjadi heterogen. Spencer berusaha meyakinkan bah,a
masyarakat tanpa dierensiasi pada tahap pra industri secara intern justru
tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri.
Pada masyarakat industri yang telah terdierensiasi dengan mantap akan
terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. $asyarakat industri
ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak indiCidu, berkurangnya
kekuasaan pemerintah, berakhirnya peperangan antar negara, terhapusnya
batas-batas negara dan ter,ujudnya masyarakat global.
Pemikiran Spencer dapat dikatakan sebagai dasar dalam teori
modernisasi, ,alaupun Hebster !<=DE" tidak memasukkan nama Spencer
sebagai dasar pemikiran teori modernisasi. &eorinya tentang eColusi
masyarakat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat industri yang
harus dilalui melalui perubahan struktur dan ungsi serta kompleksitas
organisasi senada dengan asumsi dasar konsep modernisasi yang
disampaikan oleh Schoorl !<=DB" dan Dube !<=DD". *sumsi modernisasi yang
disampaikan oleh Schoorl melihat modernisasi sebagai suatu proses
transormasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.
Dibidang ekonomi, modernisasi berarti tumbuhnya kompleks industri dengan
pertumbuhan ekonomi sebagai akses utama. 8erhubung dengan
perkembangan ekonomi, sebagian penduduk tempat tinggalnya tergeser ke
Ilmu Sosial Budaya Dasar 21
lingkungan kota-kota. $asyarakat modern telah tumbuh tipe kepribadian
tertentu yang dominan. &ipe kepribadian seperti itu menyebabkan orang
dapat hidup di dalam dan memelihara masyarakat modern.
Sedangkan Dube berpendapat bah,a terdapat tiga asumsi dasar konsep
modernisasi yaitu ketiadaan semangat pembangunan harus dilakukan
melalui pemecahan masalah kemanusiaan dan pemenuhan standart
kehidupan yang layak, modernisasi membutuhkan usaha keras dari indiCidu
dan kerjasama dalam kelompok, kemampuan kerjasama dalam kelompok
sangat dibutuhkan untuk menjalankan organisasi modern yang sangat
kompleks dan organisasi kompleks membutuhkan perubahan kepribadian
!sikap mental" serta perubahan pada struktur sosial dan tata nilai. #edua
asumsi tersebut apabila disandingkan dengan pemikiran Spencer tentang
proses eColusi sosial pada kelompok masyarakat, terdapat kesamaan.
&ujuan akhir dari modernisasi menurut Schoorl dan Dube adalah ter,ujudnya
masyarakat modern yang dicirikan oleh kompleksitas organisasi serta
perubahan ungsi dan struktur masyarakat. Secara lebih jelas Schoorl
menyajikan proses petumbuhan struktur sosial yang dimulai dari proses
perbesaran skala melalui integrasi. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan
dierensiasi hingga pembentukan stratiikasi dan hirarki.
:iri manusia modern menurut Dube ditentukan oleh struktur, institusi,
sikap dan perubahan nilai pada pribadi, sosial dan budaya. $asyarakat
modern mampu menerima dan menghasilkan inoCasi baru, membangun
kekuatan bersama serta meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan
masalah. .leh karenanya modernisasi sangat memerlukan hubungan yang
selaras antara kepribadian dan sistem sosial budaya. Siat terpenting dari
modernisasi adalah rasionalitas. #emampuan berpikir secara rasional sangat
dituntut dalam proses modernisasi. #emampuan berpikir secara rasional
menjadi sangat penting dalam menjelaskan berbagai gejala sosial yang ada.
$asyarakat modern tidak mengenal lagi penjelasan yang irasional seperti
yang dikenal oleh masyarakat tradisional. 3asionalitas menjadi dasar dan
karakter pada hubungan antar indiCidu dan pandangan masyarakat terhadap
masa depan yang mereka idam-idamkan. 5al yang sama disampaikan oleh
Ilmu Sosial Budaya Dasar 22
Schoorl, ,alaupun tidak sebegitu mendetail seperti Dube. Namun demikian
terdapat ciri penting yang diungkapkan Schoorl yaitu konsep masyarakat
plural yang diidentikkan dengan masyarakat modern. $asyarakat plural
merupakan masyarakat yang telah mengalami perubahan struktur dan
stratiikasi sosial.
)erner dalam Dube !<=DD" menyatakan bah,a kepribadian modern
dicirikan oleh :
<. 'mpati : kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang
lain.
A. $obilitas : kemampuan untuk melakukan 6gerak sosial7 atau dengan kata
lain kemampuan 6beradaptasi7. Pada masyarakat modern sangat
memungkinkan terdapat perubahan status dan peran atau peran ganda.
Sistem stratiikasi yang terbuka sangat memungkinkan indiCidu untuk
berpindah status.
>. Partisipasi : $asyarakat modern sangat berbeda dengan masyarakat
tradisional yang kurang memperhatikan partisipasi indiCidunya. Pada
masyarakat tradisional indiCidu cenderung pasi pada keseluruhan proses
sosial, sebaliknya pada masyarakat modern keaktian indiCidu sangat
diperlukan sehingga dapat memunculkan gagasan baru dalam
pengambilan keputusan.
#onsep yang disampaikan oleh )erner tersebut semakin memperkokoh
ciri masyarakat modern Schoorl, yaitu pluralitas dan demokrasi.
Perkembangan masyarakat tradisional menuju masyarakat modern baik yang
diajukan oleh Schoorl maupun Dube tak ubahnya analogi pertumbuhan
biologis mahkluk hidup, suatu analogi yang disampaikan oleh Spencer.
Schoorl dan Dube yang keduanya sama-sama mengulas masalah
modernisasi menunjukkan ada perbedaan pandangan. Schoorl cenderung
optimis melihat modernisasi sebagai bentuk teori pembangunan bagi negara
dunia ketiga, sebaliknya Dube mengkritik modernisasi dengan
mengungkapkan kelemahan-kelemahannya. Schoorl bahkan mena,arkan
Ilmu Sosial Budaya Dasar 23
modernisasi di segala bidang sebagai sebuah ke,ajiban negara berkembang
apabila ingin menjadi negara maju, tidak terkecuali modernisasi pedesaan.
$odernisasi yang lahir di 8arat akan cenderung ke arah Hesternisasi,
memiliki tekanan yang kuat meskipun unsur-unsur tertentu dalam
kebudayaan asli negara ketiga dapat selalu eksis, namun setidaknya akan
muncul ciri kebudayaan barat dalam kebudayaannya !Schoorl, <=DD".
Schoorl membela modernisasi karena dengan gamblang menyatakan
modernisasi lebih baik dari sekedar ,esternisasi. Dube memberikan
pernyataan yang tegas bahkan cenderung memojokkan modernisasi dengan
mengungkapkan berbagai kelemahan modernisasi, antara lain keterlibatan
negara berkembang diabaikan, konsep persamaan hak dan keadilan sosial
tidak menjadi sesuatu yang penting untuk dibicarakan. )ebih lanjut Dube
menjelaskan kelemahan modernisasi antara lain :
<. $odernisasi yang mendasarkan pada penggunaan ilumu pengetahuan
dan teknologi pada organisasi modern tidak dapat diikuti oleh semua
negara.
A. &idak adanya indikator sosial pada modernisasi.
>. #eterlibatan negara berkembang diabaikan, konsep persamaan hak dan
keadilan sosial antara negara maju dan berkembang tidak menjadi
sesuatu yang penting untuk dibicarakan.
E. $odernisasi yang mendasarkan pada penggunaan iptek pada organisasi
modern tidak dapat diikuti oleh semua negara.
?. &idak adanya indikator sosial pada modernisasi.
@. #eberhasilan negara barat dalam melakukan modernisasi disebabkan
oleh kekuasaan kolonial yang mereka miliki sehingga mampu mengeruk
SD* dengan mudah dari negara berkembang dengan murah dan mudah.
#eberhasilan negara barat dalam melakukan modernisasi disebabkan
oleh kekuasaan kolonial yang mereka miliki sehingga mampu mengeruk
sumberdaya alam dari negara berkembang dengan murah dan mudah.
$odernisasi tidak ubahnya seperti kolonialisme gaya baru dan engara maju
diibaratkan sebagai musang berbulu domba oleh Dube. Dube selain
mengkritik modernisasi juga memberikan berbagai masukan untuk
Ilmu Sosial Budaya Dasar 24
memperbaiki modernisasi. Pendekatan-pendekatan yang digunakan lebih
6memanusiakan manusia7.
$egaga(an Mderni!a!i0 $ajian E"&iri, D3e dan Sajg%
Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia selama ini
juga tidak lepas dari pendekatan modernisasi. *sumsi modernisasi sebagai
jalan satu-satunya dalam pembangunan menyebabkan beberapa
permasalahan baru yang hingga kini menjadi masalah krusial 8angsa
Indonesia. Penelitian tentang modernisasi di Indonesia yang dilakukan oleh
Sajogyo !<=DA" dan DoCe !<=DD". #edua hasil penelitian mengupas dampak
modernisasi di beberapa ,ilayah Indonesia. 5asil penelitian keduanya
menunjukkan dampak negati modernisasi di daerah pedesaan. DoCe
mengulas lebih jauh kegagalan modernisasi sebagai akibat benturan dua
budaya yang berbeda dan adanya kecenderungan penghilangan kebudayaan
lokal dengan nilai budaya baru. 8udaya baru yang masuk bersama dengan
modernisasi.
DoCe dalam penelitiannya di membagi dampak modernisasi menjadi
empat aspek yaitu ideologi, ekonomi, ekologi dan hubungan sosial. *spek
ideologi sebagai kegagalan modernisasi mengambil contoh di daerah
Sula,esi Selatan dan 1a,a &engah. Penelitian DoCe menunjukkan bah,a
modernisasi yang terjadi pada Suku Hana telah mengakibatkan tergusurnya
agama lokal yang telah mereka anut sejak lama dan digantikan oleh agama
baru. $odernisasi seolah menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang mampu
membelenggu kebebasan asasi manusia termasuk di dalamnya kebebasan
beragama. Pengetahuan lokal masyarakat juga menjadi sebuah komoditas
jajahan bagi modernisasi. Pengetahuan lokal yang sebelumnya dapat
menyelesaikan permasalahan masyarakat harus serta merta digantikan oleh
pengetahuan baru yang dianggap lebih superior.
Sajogyo membahas proses modernisasi di 1a,a yang menyebabkan
perubahan budaya masyarakat. $asyarakat 1a,a dengan tipe ekologi sa,ah
selama ini dikenal dengan 6budaya padi7 menjadi 6budaya tebu7. Perubahan
budaya ini menyebabkan perubahan pola pembagian kerja pria dan ,anita.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 25
$unsulnya konsep se,a lahan serta batas kepemilikan lahan minimal yang
identik dengan kemiskinan menjadi berubah. Pola perkebunan tebu yang
membutuhkan modal lebih besar dibandingkan padi menyebabkan petani
menjadi tidak merdeka dalam mengusahakan lahannya. Pola hubungan
antara petani dan pabrik gula cenderung lebih menggambarkan eksploitasi
petani sehingga semakin memarjinalkan petani.
Mderni!a!i2 Ma!ih Bi!a,ah Di&ertahan,an '
8erbagai ulasan tentang modernisasi yang telah disajikan di depan
memba,a kita pada pertanyaan akhir yang layak untuk didiskusikan.
$odernisasi masih bisakah dipertahankan sebagai perspekti pembangunan
bangsa kita. $odernisasi tentu harus kita oleh lebih jauh lagi dan tidak
menerimanya sebagai teori &uhan yang berharga mati. Perbaikan-perbaikan
konsep modernisasi yang diselaraskan dengan budaya serta pengetahuan
lokal masyarakat akan menjadi sebuah konsep pembangunan yang
ber,a,asan lingkungan dan kemanusiaan.
Ilmu Sosial Budaya Dasar 26