Anda di halaman 1dari 15

1.

Ade Bagus Infantri


2. Dimas Septi Ananda
3. Diah Ayu Lestari
4. Gian Didi Prasetya
5. Kiki Isnadi
6. Masliyani
7. Nur Afif Assyolihin

Kerapatan fluks magnet adalah fluks magnet per
satuan luas pada bidang yang tegak lurus dengan
fluks magnet tersebut.
Kerapatan fluks magnet sering disebut juga dengan
induksi magnet.
Kerapatan fluks magnet dirumuskan :




B = kerapatan fluks magnet dalam Weber/m
2
(Wb/ m
2
)
atau Tesla (T)
= fluks magnet dalam Weber (Wb)
A = luas penampang dalam meter persegi (m
2
)

Kurva magnetisasi menggambarkan hubungan antara
kerapatan fluks B dan kuat medan H. Maksudnya
adalah seberapa jauh pengaruh kerapatan fluks B
terhadap kenaikan kuat medan H.
Permeabilitas adalah kemampuan suatu benda
untuk dilewati garis gaya magnet. Permeabilitas
dinyatakan dengan simbul (myu).
Ketidaklinieran permeabilitas pada suatu bahan bisa
digambarkan dalam bentuk kurva agar lebih
mudah dipahami.
Permeabilitas dari benda-benda magnetik
adalah perbandingan antara B dengan H,
dinyatakan dengan rumus:



= permeabilitas bahan (Tm/At)
B = kerapatan fluks per medter persegi (Tesla)
H = kuat medan magnet dalam satuan ampere-turns
per meter (At/m)



Perhatikan kurva di bawah ini :

Dari kurva ini, kita akan tahu bahwa nilai tidak
konstan sehingga hubungan antara B dan H tidak
akan linier (tidak berupa garis lurus seperti
hubungan I dan V pada hukum Ohm).
Perhatikan bagaimana kerapatan fluks untuk
bahan-bahan di atas seperti besi cetak, baja
cetak, dan baja lembaran kenaikannya
terhenti pada suatu titik seiring
bertambahnya nilai intensitas medan. Efek ini
dikenal dengan nama saturasi.


Saturasi adalah fenomena keterbatasan pada
elektromagnet inti-besi. Elektromagnet inti-udara
tidak mengalami saturasi, tetapi mereka tidak
menghasilkan fluks magnet sebesar yang
dihasilkan oleh elektromagnet inti-besi yang
memiliki jumlah putaran dan nilai arus yang sama.
Histeresis berarti tertinggal, yaitu fluks magnet
tertinggal oleh kenaikan atau penurunan gaya
magnetisasi.
Bila arus di dalam suatu kawat kumparan berbolak -
balik ratusan kali tiap detik, histeresis yang dapat
menyebabkan kehilangan energi.

Kurva histerisis :

Kurva hysteresis pada gambar tersebut
menunjukkan karakteristik bahan magnetik.
Arah arus yang berbalik menyebabkan berbaliknya
arah medan magnet dari +H menjadi H.
Demikian juga kerapatan fluks juga mengalami
polaritas terbalik menjadi +B atau B.
Arus berawal dari pusat 0 (nol) ketika bahan tidak
mendapat pengaruh kemagnetan.
Garis putus-putus pada gambar menunjukkan kurva
magnetisasi. Nilai positip dari H menaikkan B
menuju saturasi pada +B
max
.
Kemudian H turun menjadi 0, tetapi B tidak menjadi
0, turun pada hanya sampai nilai B
r.

Nilai +B
r
atau -B
r
yang tersisa bila gaya kemagnetan
nol (H=0), disebut retentivitas dari bahan
magnetik.

Nilai -H
c
yang membuat kerapatan fluks menjadi nol
(B=0), disebut gaya koersif dari bahan magnetik.

Anda mungkin juga menyukai