Anda di halaman 1dari 4

SUNGAI KAPUAS INDAH DILUAR RUSAK DI DALAM

MEI 5, 2012 BY TERATAIMANDIRI


Sungai Kapuas merupakan sungai yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai
terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km. Sungai ini merupakan rumah dari lebih 300
jenis ikan. Belakangan ini sungai ini tercemar berat, akibat aktivitas penambangan emas di sungai ini.
Walaupun telah mengalami pencemaran Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan
masyarakat di sepanjang aliran sungai ini. Sungai ini merupakan sumber mata pencaharian untuk
menambah penghasilan keluarga dengan menjadi penangkap ikan.

Pencemaran merkuri di Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) sudah sangat tinggi. Kandungan
merkuri (Hg) mencapai 0,2 ppb (parts per billion) dua kali lipat di atas ambang batas normal.
Berkaitan dengan itu, semua unsur pemerintah daerah (Pemda) di Kalimantan Barat (Kalbar) didesak
agar lebih serius menanggulangi pencemaran Sungai Kapuas. Jika aktivitas yang memungkinkan
terjadinya pencemaran terus dibiarkan, maka akan mengancam kelangsungan hidup manusia dan
sumber daya sungai itu sendiri. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memprediksi setidaknya 2,279
kilogram zat merkuri dibuang ke Sungai Kapuas dalam rangkaian praktik penambangan emas tanpa
izin yang dilakukan 1.480 kelompok masyarakat.

Mercuri umumnya berasal dari penambangan emas, baik secara legal maupun ilegal. Ini
digunakan penambang guna membersihkan endapan aluvial untuk mendapatkan emas. Akan tetapi,
tanpa disadari bahwa merkuri tersebut mengalir ke sungai terdekat, lalu dialirkan menuju Sungai
Kapuas. PDAM yang memanfaatkan air di sungai ini sudah mengandung merkuri. Jika tetap
dipaksakan untuk dikomsumsi masyarakat, maka sangat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit
yang berakibat pada kematian. Mudahnya merkuri dijual di pasaran Kalbar, baik dalam kemasan
kantung maupun botol plastik, turut berdampak mencemari Sungai Kapuas. Harga senyawa yang
dipakai untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin ini pun amat terjangkau bila dibandingkan
dengan harga emas yang melangit. Merkuri dijual seharga Rp 25 ribu per gram.

Tidak hanya itu, pencemaran di Sungai ini juga disebabkan karena aktivitas manusia.
Perumahan penduduk yang sangat berdekatan dengan sungai mengakibatkan sungai menjadi
sasaran pembuangan limbah. Hal ini dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat. Masalah
pencemaran air selama ini amat terkait dengan masalah produksi air minum PDAM untuk di
konsumsi oleh masyarakat kota dan sekitarnya. Pencemaran Sungai Kapuas berarti ancaman
terhadap kualitas air minum penduduk yang selanjutnya merupakan ancaman bagi keberhasilan
pembangunan jangka panjang. Sampai hari ini belum terlihat upaya serius dari seluruh jajaran
pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Akibat dari pencemaran tersebut akan
berdampak pada lingkungan serta manusia, misalnya:

Keanekaragaman hayati kehidupan di sungai menurun akibat pencemaran merkuri.
Terjadi akumulasi (penumpukan) merkuri dalam makhluk hidup di sekitar sungai. yang tidak
tercemar limbah tambang.
Fitoplankton merupakan basis rantai makanan sehingga apapun yang mencemari mereka akan
masuk dan berdampak ke seluruh rantai makanan.
Kadar merkuri sangat beresiko bagi penduduk setempat maupun penduduk luar yang memanfaatkan
air dari sungai Kapuas. Kesehatan penduduk akan terganggu dan menimbulkan efek kronis.
Air menjadi berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga menggangu kenyamanan penduduk
yang tinggal di sekitarnya.
Air tidak layak dikonsumsi karena dapat menimbulkan efek racun dalam tubuh serta dapat
menimbulkan berbagai jenis penyakit.
Ikan menjadi sakit dan mati karena tidak dapat hidup di sungai yang tercemar.
Menurunnya produktivitas di perairan tersebut.
Untuk itu diperlukan upaya pengelolaan yang terdiri dari:

Perlu penegakan hukum yang seberat-beratnya terhadap mereka yang menjual merkuri secara ilegal
serta yang memanfaatkan merkuri untuk mencari emas di sekitar sungai sehingga pada akhirnya
dapat memberikan pembelajaran dan menghasilkan efek jerah agar tidak terulang kembali.
Perlu dilakukan pemantauan kualitas air di sepanjang badan sungai oleh pemerintah dan instansi
lingkungan hidup untuk terus memantau kandungan merkuri.
Menyarankan agar masyarakat tidak mengkonsumsi air maupun ikan pada lokasi badan air yang
telah tercemar berat oleh merkuri melalui sosialisasi serta menyediakan air bersih bagi masyarakat
yang membutuhkan.
Pembuatan kolam atau bak pengolahan limbah cair dengan teknologi yang ramah lingkungan bagi
industri.
Dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai.
Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan
memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara
konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.
Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak
lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK).
Perubahan perilaku masyarakat melalui sosialisasi serta kegiatan serta program yang positif untuk
memberikan kesan ke masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam kali.
Pemerintah perlu bertindak cepat dan tidak lamban dalam menangani kasus pencemaran yang
terjadi di sungai.
Menghimbau agar PDAM tidak memanfaatkan air yang ada di kali tersebut karena akan berdampak
pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.
Dampak Yang Ditimbulkan Dari Pencemaran Air Sungai Kapuas
1. Adanya bahan pencemar merkuri di sungai Kapuas dapat menyebabkan tumor, kerusakan
syaraf, paralysis, kebutaan, gangguan jiwa, kerusakan kromosom dan gangguan janin. Gejala-gejala
ringan akibar keracunan merkuri adalah depresi dan suka marah-marah yang merupakan sifat dari
penyakit kejiwaan. Merkuri anorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organic seperti
metil merkuri dapat menyebabkan gangguan pada system saraf. Pemanasan logam merkuri
membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit ,selaput mukosa,mulut dan saluran
pernafasan. Merkuri dengan konsentrasi tinggi kadang kala di dapatkan di perairan dan jaringan ikan
yang berasal dari pembentukan ion monoetil merkuri yang larut CH3Hg+ dan (CH3)2Hg, oleh bakteri
anaerobic didalam sedimen, merkuri dari senyawa-senyawa ini menjadi pekat di dalam lemak
jaringan ikan (penguatan biologis) dapat mencapai 103
2. Bahan pencemar cadmium sangat mirip dengan seng, dan kedua metal tersebut sering terlibat
bersama-sama dalam siklus biogeokimia, karena kemiripan sifat kimianya dengan seng, cadmium
dapat menggantikan seng dalam kegiatan enzimatis. Kedua logam tersebut berada di dalam air
dengan biloks 2+. Cadmium dapat berefek pada manusia, yaitu tekanan darah tinggi, kerusakan
ginjal, dan kerusakan dari sel-sel darah merah .
3. Timbale selain berasal dari limbah pertambangan juga dapat berasal dari bahan bakar yang
mengandung timbale. Daya racun timbale yang akut pada perairan menyebabkan kerusakan hebat
pada ginjal, system reproduksi, hati dan otak, serta system syaraf sentral dan bisa menyebabkan
kematian.
4. CO2 terdapat di dalam air, karena adanya pembusukan bahan-bahan organic. Kandungan CO2
yang cukup tinggi, air akan lebih bersifat korosif (bersifat asam/pH menurun) dan dapat
membahayakan kehidupan akuatik.
5. Unsure hara yang berasal dari pupuk dapat menyebabkan eutrofikasi pada perairan. Istilah
eutrofikasi berasal dari bahasa Yunani berarti nutrisi / hara baik, yang menjelaskan suatu kondisi dari
suatu danau atau penampungan / sumber air yang menyebabkan kemerosotan dari kualitas airnya.
Langkah pertama eutrofikasi dari badan air adalah adanya masukan dari hara-hara tanaman yang
berasal dari air buangan hara atau nutrient mencapai badan air yang kemudian menghasilkan
sejumlah besar biomas tanaman melalui fotosintesis. Salah satu tanaman yang dapat tumbuh adalah
ganggang. Pertumbuhan ganggang yang cepat dan kemudian mati membutuhkan banyak oksigen
untuk menguraikannya, sehingga sungai menjadi kekurangan oksigen dan mendorong pertumbuhan
organism anaerob.
6. Residu pestisida seperti DDT (dikloro difenil trikloroetana) yang terakumulasi dalam tubuh ikan
dan biota lainnya dapat terbawa dalam rangkai makanan ke tingkat trofik yang lebih tinggi, yaitu
manusia, sehingga dapat menyebabkan keracunan pada manusia.
7. Penggunaan sabun dan dampak penggunaan detergen. Sabun yang masuk dalam system
akuatik biasanya langsung terendap sebagai garam-garam kalsium dan magnesium, dengan
biodegridasi, sabun secara sempurna dapat dihilangkan dari lingkungan sehingga sabun tidak
menyebabkan masalah pencemaran yang penting. Detergen yang masih menggunakan surfaktan
ABS, sangat lambat diurai oleh bakteri pengurai, sehingga perairan akan dipenuhi oleh busa. Selain
itu dapa menyebabkan penurunan tegangan permukaan air,pemecahan kembali dari gumpalan
(flock) koloid, pengemulsian gemuk dan minyak dan pemusnahan bakteri yang berguna. Saat ini ABS
diganti dengan LAS.
Beberapa yang dapat dilakukan untuk menekan pencemaran di sungai Kapuas
antara lain sebagai berikut :
1. Peningkatan pengendalian terhadap eksploitasi serta rehabilitasi hutan dan lahan.
2. Konsistensi terhadap tata ruang.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air yang lestari.
4. Peningkatan kedisiplinan.
5. Pemenuhan ketentuan penambangan pasir yang ramah lingkungan.
6. Penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin.
7. Menertibkan pengelolaan daerah sempadan sungai termasuk penertiban bangunan liar.
8. Pemberian penghargaan maupun hukuman terhadap lembaga usaha atau pemerintah
dalam upaya menjaga mutu air.
9. Peningkatan SDM baik internal maupun eksternal, koordinasi seluruh pemangku
kepentingan.
10. Menyamakan persepsi tentang konservasi sumber daya air.
11. Penguatan kelembagaan forum daerah aliran sungai.