Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

PENGENALAN PERALATAN DAN BAHAN PEMBUATAN LARUTAN BAKU


NaOH 0,1 N


Disusun oleh :
Nama : Wardi Nawansyah
Nim : CAA 111 0008
Kelompok : 2


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
2012




LEMBAR PENGESAHAN
KIMIA DASAR
PENGENALAN PERALATAN DAN BAHAN PEMBUATAN LARUTAN BAKU NaOH 0,1 N




Telah diperiksa dan di setujui oleh asisten praktikum kimia dasar Pengenalan
alat dan bahan pembuat larutan baku NaOH 0,1 N :

Hari :
Tanggal :




Asisten

Norisa Jumala
Nim : CAA 110 015






DAFTAR ISI
- Cover/Sampul Deapan
- Lembar Pengesahan
- Daftar isi
BAB. I. TUJUAN PRAKTIKUM
BAB.II. DASAR TEORI
- Pengertian kimia
- Alat-alat kimia
- Karakteristik sifat bahan kimia
- Pengartian larutan baku ( rumus perhitungannya )
- Manfaat mempelajari pembuatan larutan baku
BAB.III. ALAT DAN BAHAN






















Bab I. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum : Adapun tujuan praktikum kimia dasar PENGENALAN
PERALATAN DAN BAHAN PEMBUATAN LARUTAN BAKU NaOH 0,1 N a). Mahasiswa
di harapkan dapat menjelaskan tentang alat-alat kimia dan cara pemakaiannya, b). Mahasiswa
diharapkan dapat menjelaskan karakteristik bahan-bahan kimia, c). Mahasiswa dapat membuat
larutan baku NaOH 0,1 N
Bab II. Dasar Teori

Pengertian Kimia
Kimia mempelajari komposisi, struktur, dan sifat zat kimia dan transformasi yang
dialaminya.Kimia seni transformasi dan bahasa Yunani khemeia alkimia adalah
ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom
hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk
membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat
dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada
tingkat makroskopik. Kimia sering disebut sebagai ilmu pusat karena menghubungkan
berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi,
kedokteran, bioinformatika, dan geologi
Alat-alat kimia


a. Alat ukur adalah : alat untuk mengukur volume larutan atau zat kimia
Contoh : Gelas ukur : berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari
kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L, untuk
mengukur cairan atau larutan.
b. Alat gelas adalah : alat untuk menyimpan bahan yang ingin digunakan dalam melakukan
oraktikum
Contoh : Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah. Terbuat
dari kaca borosilikat tahan panas. Berfungsi sebagai wadah menimbang dan menyimpan
bahan kimia, mikrobiologi.
c. Alat bantu adalah: suatu alat untuk membantu menyimpan alat-alat kimia
Contoh : Botol semprot : berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. Berfungsi
sebagai tempat menyimpan aquades. Cara menggunakannya dengan menekan badan botol
sampai airnya keluar.

Karakterisitik sifat bahan kimia
Adapun sifat bahan kimia yang dapat ditemukan ialah Explosive (bersifat mudah
meledak)Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya explosive dapat
meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain
bahkan tanpa oksigen atmosferik. Sebagai contoh, ammonium nitrat, nitroselulosa, TNT
Oxidizing (pengoksidasi) Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi
bahaya oxidizing biasanya tidak mudah terbakar, Contoh:hidrogen peroksida, kalium
perklorat, Flammable (mudah terbakar) Jenis bahaya flammable dibagi menjadi dua
yaitu Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar) dan Highly flammable (sangat
mudah terbakar. contohnya aluminium alkil fosfor, butane, propane, aseton dan benzene,
Toxic (beracun) Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya toxic dapat
menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada
konsentrasi sangat tinggi jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion),
atau kontak dengan kulit, Contoh: arsen triklorida, merkuri klorida, Harmful irritant
(bahaya, iritasi) Ada sedikit perbedaan pada symbol ini yaitu dibedakan dengan kode
Xn dan Xi. Untuk Bahan dan formulasi yang ditandai dengan kode Xn, Contoh: peridin
Corrosive (korosif) Bahan dan formulasi dengan notasi corrosive adalah merusak
jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini
dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, Contoh :klor, belerang dioksida
Dangerous for Enviromental (Bahan berbahaya bagi lingkungan) Bahan dan
formulasi dengan notasi dangerous for environment adalah dapat menyebabkan efek
tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih
(air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma) dan menyebabkan gangguan ekologi,
Contoh : tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin









Pengertian larutan baku ( Rumus perhitungannya )
Larutan baku adalah larutan suatu zat terlarut yang telah diketahui konsentrasinya.
Terdapat 2 macam larutan baku, yaitu: 1. Larutan baku primer Adalah suatu larutan yang
telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode gravimetri. Nilai konsentrasi
dihitung melalui perumusan sederhana, setelah dilakukan penimbangan teliti zat pereaksi
tersebut dan dilarutkan dalam volume tertentu. Contoh: K2Cr2O7, AS2O3, NaCl, asam
oksalat, asam benzoate Contoh: AgNO3, KMnO4, Fe(SO4)2
Rumus perhitungannya :


Sumber : http://rajaki.wordpress.com/2009/05/22/larutan-baku-primer-dan-sekunde

Manfaat mempelajari pembuatan larutan baku
























Bab II. BAHAN DAN METODE
A. Waktu dan Tempat
Prektikum Kimia Dasar dengan materi PENGENALAN PERALATAN DAN
BAHAN PEMBUATAN LARUTAN BAKU NaOH 0,1 Dilaksanakan pada Hari Selasa
20 maret 2012 pada pukul 15.30-17.00 Wib betempat di Laboraturium Jurusan Budiday
Pertanian Fakultas Pertanian.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum kimia dasa PENGENALAN PERALATAN
DAN BAHAN PEMBUAT BAKU NaOH 0,1 N ialah Gelas Kimia (beaker) , Labu Erlenmeyer
, Gelas ukur, Vipet, Volume , vipet tetes, Buret, Tabung reaksi, Kaca arloji, Corong, Cawan
petri,Mortar dan pestle, Spatula, Batang pengaduk, Burner / pembakar spiritus, Kaki tiga, Kawat
kasa, Bola hisap, Neraca analisis, Labu ukur, Labu bundar, Corong Buchner, Erlenmeyer
Buchner, Corong pisah, Desikator, PH paper, Kertas saring, timbang analitik, timbang biasa,
Porselin, Rak tabung dan adapun Bahan yang digunakan ialah AgNO3, HcL, NaoH, daN H2So4.

C. Prosedur Kerja


Dalam melakukan Praktikum Kimia Dasar dengan materi PENGENALAN
PERALATAN DAN BAHAN PEMBUAT BAKU NaOH 0,1 N adapun prosedur kerjanya
pertama kita pengenalan alat ,langkah pertma ialah, kita siapkan beberapa peralatan setelah semua
peralatan tersedia ,gambar alat-alat tersebuat, selanjutnya Tilis spesifikasi alat tersebut beserta
fungsinya, setelah melakukan pengenalan alat selanjutnya kita akan melakukan Pembuatan
Larutan Baku NaOH 0,1 N dengan cara






HASIL PENGAMATAN

Tabel hasil Pengenalan Alat

No Nama Alat Sfesifikasi Fungsi Gambar
1 Labu Ukur -Terbuat dari
kaca
-Kapasitas 100
ml
-Untuk tempat
mencampur
larutan atau zat
kimia

2 Tabung reaksi -Terbuat dari
kaca
-Untuk
mereaksikan
larutan

3 Gelas Arloji -Terbuat dari
Kramik
-Kapasitas 15 ml
-Untuk
meletakan
bahan kimia
yang ingin
dipanaskan

4 Vipet volume -Terbuat dari
kaca
-Kapasitas 10 ml
-Untuk
mengambil atau
mencampur
dengan ukuran
tertentu

5 Vipet tetes -Terbuat dari
kaca dan karet
-Untuk
meneteskan air

6 Buret -Terbuat dari
kaca dan plasti
-Kapasitas 25 ml
-Untuk wadah
cairan yang
tetrasi

7 Erlenmeyer -Terbuat dari
kaca
-Kapasitas 500
ml
-Untuk tempat
larutan

8 Crus porselin dan mortar -Terbuat dari -Untuk


kramik menghancurkan
bahan
9 Corong -Terbuat dari
kaca
-Untuk
memasukan zat
cair kedalam
wadah

10 PH Paper Universal -Terbuat dari
plastik dan
kertas
-Unttuk
mengukur PH

11 Gelas ukur -Terbuat dari
kaca
-Untuk tempat
cairan

12 Lampu bunsen -Terbuat dari
kaca,kramik,
dan plasik
-Untuk
memanaskan
cairan

13 Kertas saring -Terbuat dari
kertas
-Untuk
memanaskan
bahan kimia

14 Timbangan analitik -Terbuat dari
besi dan kaca
-Untuk
menimbangkan
zat kimia
dengan akurat


No Nama alat Sfesifikasi Fungsi
16 Rak tabung -Terbuat dari
kayu
-Untuk tempat
menyimpat
tabung reaksi

17 Beaker gelas -Terbuat dari
kaca
- Untuk untuk
tempat
menampung zat
kimia

18 Batang pengaduk -Terbuat dari
kaca
-Untuk
mengaduk zat
kimia

18 Vipet Ukur -Terbuat dari
kaca,karet dan
besi
-Untuk
mengukur zat
kimia

19 Kaca Arloji -Terbuat dari
kaca
-Untuk Alas
menimbang
bahan kimia

20 Timbangan neraca -Terbuat dari
besi
-Untuk
menimbang zat
yang akan
dilarutkan
















B. Tabel Pengamatan bahan kimia
No Nama Bahan Lambang Sifat Gambar
1 AgNO3

-Mudah
Terbakar

2 HcL

-Korosit
3 NaoH

-Korosit
4 H2So4

Korosit

Beri Nilai