Anda di halaman 1dari 9

2

mikroba bervariasi yang didapatkan pada sel bakteria, yaitu bulat (coccus)
dan batang (basil). Dari kedua bentuk umum tersebut, maka didapatkan bentuk
variasi antara lain seperti:
a. Diplococcus, jika dua sel berdempetan.
b. Petracoccus, jika empat sel berdempetan.
c. Sarcina, jika delapan buah sel berdempetan, yakni empat di bagian bawah dan
empat lagi di bagian atas.
Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan-pewarnaan
sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-
zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin
(komponen kromotofiknya bermuatan positif). Faktor-faktor yang mempengaruhi
pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna, subtrat, intensifikasi, pewarnaan
dan penggunaan warna penutup. Suatu preparat yang sudah menyerap zat warna,
kemudian dicuci dengan asam encer maka zat warna terhapus. Sebaliknya terdapat
juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri ini disebut bakteri
tahan asam, dan ini merupakan ciri khas bagi suatu spesies
Robert hooke menemukan bentuk-bentuk mikroskopik di dalam gabus dan
juga dalam batang bermacam-macam tumbuhan. Dalam gabus ini, ia dapat
melihat barisan yang rapi yang terdiri dari kompartemen-kompartemen berdinding
tebal yang mengingatkannya kepada sarang lebah, sehingga kompartemen-
kompartemen itu disebut sebagai sel.
Setelah penelitian Scheilden dan Schwan, para peneliti mengungkapkan
bahwa setiap sel biasanya terbentuk dengan teratur melalui pembagian sel induk.
Segera ditetapkan pengertian yang menyatakan bahwa semenjak permulaan hidup,
penurunan sel hidup dari sel lain yang ada lebih dahulu tidak pernah putus dan
semua unsur pewarisan dan evolusi harus terdapat dalam sel.
Sampai saat ini, teori sel mungkin dapat disimpulkan dalam tiga pengertian
utama, yaitu:
a. Sel adalah satuan struktur organisme hidup.
b. Sel adalah satuan fungi dalam organisme hidup.
c. Semua sel berasal dari sel yang telah ada.
3



Di antara sel-sel terdapat banyak perbedaan dalam ukuran, bentuk dan
struktur dalam. Hampir setiap sel mengandung sedikitnya satu nukleus. Nukleus
sel hidup biasanya sukar dilihat di bawah mikroskop, tetapi akan lebih mudah
dilihat setelah diwarnai. Bahan nukleus bereaksi lain terhadap zat warna atau
banyaknya zat warna yang diserapnya, berbeda jika dibandingkan dengan bagian-
bagian sel lainnya. Hal ini menyebabkan adanya suatu kontras antara nukleus dan
bagian-bagian sel di sekelilingnya.
3.1.1. Teori Sel (Sel Sebagai Unit StrukturFungsionil Dan Hereditas)
a. Menurut Robert Brown
Robert Brown berhasil menemukan inti sel (nukleus) yang merupakan
struktur penting dari sel. Beliau mengemukakan bahwa sel adalah suatu massa
protoplasma yang berada di dalam ruangan yang dibatasi oleh membran sel dan
memiliki inti. Protoplasma yang terdapat di dalam inti disebut dengan
nukleoplasma (karioplasma atau plasma inti). Sedangkan protoplasma yang
berasal dari luar inti disebut sitoplasma atau plasma sel. Jadi, protoplasma terdiri
dari sitoplasma dan nukleoplasma yang terdapat dalam inti sel. Dalam
perkembangan selanjutnya para ahli telah menyimpulkan beberapa teori tentang
sel antara lain :
1) Sel merupakan unit struktural makhluk hidup.
Pernyataan ini dinyatakan oleh Schleiden dan Schwan, dengan teori yang
menyebutkan bahwa makhluk hidup tersusun atas sel.
2) Sel merupakan unit fungsional makhluk hidup.
Pernyataan ini dinyatakan oleh Max Schultz, dengan teori yang menyebutkan
bahwa di dalam sel terdapat cairan (plasma) yang penting untuk melakukan
fungsi sel.
3) Sel merupakan unit pertumbuhan makhluk hidup.
Pernyataan ini dinyatakan oleh Rudolf Vircow, dengan teori yang
menyebutkan bahwa sel berasal dari sel.
4) Sel merupakan unit hereditas makhluk hidup.
Hal ini ditandai dengan penemuan mikroskop, sehingga diketahui bahwa di
dalam inti terdapat gen yang diwariskan kepada keturunannya.
4



b. Menurut Rudolf Virchow
Rudolf Virchow menyatakan sel merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk
hidup. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sel merupakan kesatuan
hereditas, artinya tiap-tiap sifat yang diturunkan selalu melalui sel.
3.1.2. Bagian-Bagian Sel
Walaupun merupakan bagian terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup,
sel juga tersusun atas organel-organel sel, antara lain adalah:
1) Membran sel
Membran sel atau membran plasma tersusun atas lemak dan protein, yang
berfungsi sebagai pelindung isi sel, pengatur bagi keluar masuknya molekul-
molekul, dan sebagai reseptor atau penerima rangsangan dari luar sel.
2) Sitoplasma
Sitoplasma dapat berarti plasma sel, yakni cairan yang berada di dalam sel
selain nukleoplasma. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-
bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel, seperti enzim-enzim, ion-ion,
gula, lemak, dan protein. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel
dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di
dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula
dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari
luar sel ke organel atau inti sel.
3) Nukleus
Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel.
Di dalam inti sel terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus, dan
kromosom. Kromosom terdiri atas protein, DNA, dan RNA. DNA berfungsi untuk
menyampaikan informasi genetika dan sintesis protein.Sedangkan RNA berfungsi
untuk sintesis protein. Nukleus memiliki peranan penting bagi sel, yakni sebagai
pengendali seluruh kegiatan sel, pengatur pembelahan sel, pembawa informasi
genetik, serta mengatur metabolisme protein atau sintesa protein.
4) Mitokondria
Mitokondria atau kondriosom adalah organel tempat berlangsungnya fungsi
respirasi sel makhluk hidup, selain fungsi selular lain, seperti metabolisme asam
5



lemak, biosintesis pirimidin, homeostasis kalsium, transduksi sinyal selular dan
penghasil energi berupa adenosina trifosfat pada lintasan katabolisme.
5) Sentriol
Sentriol adalah struktur berbentuk tabung yang terdapat dalam kebanyakan
sel eukariota. Sentriol terlibat dalam pembelahan sel serta pembentukan silia dan
flagela. Sentriol tidak ditemukan pada tumbuhan berpembuluh maupun
kebanyakan fungi.
6) Retikulum Endoplasma (RE)
Ada dua macam retikulum endoplasma, yakni Retikulum Endoplasma kasar
(yang ditempeli ribosom) serta Retikulum Endoplasma halus (yang tidak
ditempeli ribosom). Kegunaan dari RE Kasar adalah untuk mengisolir dan
membawa protein tersebut ke bagian-bagian sel lainnya. Kebanyakan protein
tersebut tidak diperlukan sel dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan
dari sel. Sedangkan RE halus berfungsi untuk membentuk lemak dan steroid.
7) Ribosom
Ribosom adalah organel kecil dan padat dalam sel yang berfungsi sebagai
tempat sintesis protein. Ribosom berdiameter sekitar 20 nm serta terdiri atas 65%
RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau
RNP). Ribosom yang menempel pada RE berfungsi untuk mensintesa protein
untuk dibawa keluar sel melalui RE dan kompleks golgi. Sedangkan ribosom yang
melayang, mensintesa protein untuk keperluan di dalam sel.
3.1.3. Macam-Macam Sel
Berdasarkan ada atau tidaknya membran inti, sel dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu:
a. Prokariotik
Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon, 'biji'),
tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah
tempat DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebut nukleoid.Kebanyakan prokariota
merupakanorganisme uniseluler dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0,7
2,0 m dan volumenya sekitar 1 m
3
) serta umumnya terdiri dari selubung sel,
6



membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain. Yang termasuk
dalam golongan sel prokariotik adalah bakteri dan ganggang biru.
Ciri-ciri struktur sel prokariotik antara lain :
1) Semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid (berupa DNA
dan RNA), dan sitoplasma yang mengandung ribosom.
2) Bahan inti mengadakan kontak langsung dengan protoplasma karena tidak
mempunyai inti.
3) Tidak mempunyai sistem endomembran (membran dalam) seperti retikulum
endoplasma dan kompleks golgi, juga tidak memiliki mitokondria dan
kloroplas.
4) Memiliki ukuran yang sangat kecil.
b. Eukariotik
Sel yang memiliki membran inti digolongkan ke dalam sel eukariotik.
Maka, materi genetiknya tidak tersebar melainkan dibungkus selaput. Eukariotik
berasal dari kata eucaryon yaitu eu yang berarti sejati dan caryon yang berarti inti.
Yang termasuk golongan sel eukariotik adalah fungi, alga, dan protozoa.
Ciri-ciri struktur sel eukariotik antara lain:
1) Sel eukariotik memiliki membran inti (sistem endomembran) sekitar nukleus.
2) Sel eukariotik memiliki organel-organel lengkap seperti retikulum endoplasma,
kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom.
3) Sel eukariotik juga memiliki sentriol sedangkan sel prokariotik tidak.
3.2. Mikroskop
Alat yang dipergunakan untuk melihat struktur dan bentuk sel dari suatu
benda adalah mikroskop. Mikroskop berasal dari bahasa Yunani, yakni micros
yang berarti kecil dan scopein yang berari melihat. Mikroskop merupakan sebuah
alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar.
Mikroskop ini digunakan untuk memperoleh bayangan yang sangat halus dari
suatu benda dengan perbesaran yang dapat disesuaikan sehingga kita dapat
melihat susunan yang halus dari benda tersebut atau bagian dari benda yang tak
dapat dilihat secara kasat mata.
7



Dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup
yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang,
sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan
mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi. Salah satu penemu
sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah Antonie van Leeuwenhock (1632-
1723). Pada tahun 1675, Antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang
cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati
mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air
jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut
benda-benda bergerak tadi dengan istilah animalcule.
3.2.1. Jenis-Jenis Mikroskop
Bentuk dan jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuandan teknologi. Mikroskop yang paling sederhana adalah
mikroskop cahaya, mikroskopstereo, hingga mikroskop yang modern seperti
mikroskop elektron. Semakin modern, maka perbesaran yang dihasilkan semakin
besar dan rinci. Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, mikroskop
dibagi dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop
tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop
dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
a. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop
jenis ini memiliki tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor.
Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.
Lensa okuler pada mikroskop ada yang berlensa tunggal (monokuler) atau ganda
(binokuler). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa
mikroskop lain. Dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah
yang cukup maksimal.
b. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan
untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang
diamati dengan mikroskop inidapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen pada
8



mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya pada
ruang ketajaman lensa mikroskop stereo yang jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda
yang diamati. Selain itu, sumber cahayanya berasal dari atas sehingga obyek yang
tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa
objektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali,
sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop
terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang
dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping
tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
c. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk
melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik
dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta
memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus
daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih
banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan
mikroskop cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop
elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM
digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel (atau struktur renik
lainnya), dan objek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk
mengamati struktur detail internal sel.
3.2.2. Bagian-Bagian Mikroskop
Bagian-bagian yang terdapat pada mikroskop beserta fungsinya dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Kaki
Kaki berfungsi untuk menjaga mikroskop agar berdiri dengan mantap di
atas meja yang datar. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel, pada
mikroskop sederhana (model student).
b. Lengan
9



Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. Dengan
adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau
direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat
memindahkan mikroskop.
c. Cermin
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung,
berfungsi untuk memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan
bila sumbersinar cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar
kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber sinar dari lampu. Pada
mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena sudah ada
sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya yang masuk. Alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan
mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah.
Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.
f. Revolver
Revolver pada mikroskop berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa
objektif dengan cara memutarnya.
g. Meja Preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan
dilihat. Objek diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit.Dibagian
tengah mejaterdapat lengan untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,
kedudukan mejatidak dapat dinaik atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop,
terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan.
h. Tabung
Tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa
objektif dengan lensa okuler. Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan
10



perbesaran tertentu (15x, 10x, dan 15x). Dibagian bawah tabung terdapat alat
yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.
i. Lensa Objektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini
menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Ciri penting lensa objektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan
perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya,
misalnya 10x, 40x, 60x, 90x, dan 100x. Lensa objektif membentuk bayangan
nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk
menentukan perbesaran lensa objektif.
j. Lensa Okuler
Lensa okuler merupakan lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung,
berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk membentuk
bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif. Perbesaran bayangan
yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
k. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur
kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pengatur kasar
berfungsi untuk menaikturunkan tabung mikroskop secara cepat, sedangkan
pengatur halus berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara
lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada pengatur kasar. Pada mikroskop
dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan
tabung sekaligus lensa objektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur
kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
l. Penjepit Kaca
Penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar
kedudukan kaca stabil dan tidak mudah bergeser.