Anda di halaman 1dari 3

NILAI DAN NORMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam berinteraksi dipandu oleh nilai-nilai dan dibatasi oleh norma-norma dalam kehidupan
social. Norma dan nilai pada awalnya lahir tidak disengaja , karena kebutuhan manusia sebagai makluk social dan harus
berinteraksi dengan yang lain menuntut adanya suatu pedoman, pedoman itu lama kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara
sadar.
Rumusan tentang norma dan nilai menurut para tokoh pada dasarnya sama. Penulis pada kesempatan ini akan memrumuskan
pengertian norma dan nilai social sebagai berikut :
Nilai sosial adalah suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik. Nilai social dalam setiap masyarakat tidak
selalu sama, karena nilai dimasyarakat tertentu dianggap baik tapi dapat dianggap tidak baik dimasyarakat lain.
Nilai dapat dibagai menjadi tiga bagian yaitu :
Nilai material artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia.
Nilai vital artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitas atau kegiatan.
Nilai kerohanian artinya segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Nilai kerohanian ini dibagi menjadi empat macam yaitu :
nilai kebenaran/keyakinan yaitu nilai yang bersumber dari akal manusia
nilai keindahan yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika)
nilai moral/kebaikan yaitu nilai yang bersumber dari unsur kehendak /kemauan(karsa,etika)
nilai relegius yaitu nilai yang bersumber dari kekyakinan atau kepercayaan manusia, yang merupakan nilai kebutuhan kerohanian
yang tinggi dan mutlak
Fungsi dari nilai social
Secara umum nilai social mempunyai fungsi sebagai berikut :
Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah
Nilai berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelaompook tertentu atau
masyarakat.
Nilai social berfungsi sebagai pengawasa dengan daya tekan dan pengikat tertentu
Nilai berfungsi senbagai benteng perlindungan
Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator
Norma social adalah suatu petunjuk hidup yang berisi larangan maupun perintah.
Yang membedakan nilai dan norma adalah nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan dan dipentingkan oleh
masyarakat . Sedangkan norma adalah kaidah atau pedoman , aturan berperilaku untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita
tersebut , atau boleh dikatakan nilai adalah pola yang diinginkan sedangkan norma adalah pedomana atau cara-cara untuk
mencapai nilai tersebut.
Menurut kekuatan yang mengikatnya, norma dibedakan menjadi empat yaitu
Cara (usage) ; cara ini menunjuk pada bentuk perbuatan . cara ini lebih tamapak menonjol dalam hubungan antar individudalam
masyrakat. Pelanggaran atau penyimpangan terhadap usage tidak menimbulkan sanksi hukum yang berat tapi hanya sekedar
celaan, cemohoon, sindiran, ejekan dsb.
Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama dan merupakan bukti bahwa orang banyak
menyukai perbuatan tersebut.
Tata kelakuan (mors) yaitu kebiasaan yang diterima sebagai norma pengatur, atau pengawas secara sadar maupun tidak sadar
oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya.
adapt-istiadat (custum) yaitu tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Anggota
masyarakat yang melanggaradat-istiadat akan mendapat sanksi keras yang terkadang secara tidak langsung diperlukan.
Fungsi norma social dalam masyarakat.
Fungsi norma social dalam masyarakat secara umum sebagai berikut :
Norma merupakan factor perilaku dalam kelompok tertentu yang memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu
bagaimana tindakan akan dinilai orang lain.
Norma merupakan aturan , pedoman, atau petunjuak hidup dengan sanksi-sanksi untuk mendorong seseorang, kelompok , dan
masyarakat mencapai dan mewujudkan nilai-nilai social
Norma-norma merupaakan aturan-aturan yang tumbuh dan dan hidup dalam masyarakat sebagai unsur pengikat dan pengendali
manusia dalam hidup masyarakat..

NILAI DAN NORMA SOSIAL


Selama mengadakan interaksi sosial individu perlu memperhatikan nilai-norma sosial yang berlaku dalam
masyarakat. Nilai-norma sosial itulah yang dipakai sebagai acuan dalam berinteraksi sosial.
1. Pengertian Nilai Sosial
Nilai merupakan kumpulan sikap perasaan ataupun anggapan terhadap sesuatu hal mengenai baik-buruk,
benar-salah, patut-tidak patut, mulia-hina, penting atau tidak penting.
2. Jenis-jenis Nilai Sosial
Notonegoro membedakan nilai sosial menjadi tiga macam yaitu:
a. Nilai material, adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
b. Nilai vital, adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas.
c. Nilai kerohanian, adalah segala sesuatu yang berguna bagi kebutuhan rohani manusia, seperti:
1) Nilai kebenaran, yaitu nilai yang bersumber pada akal manusia (cipta);
2) Nilai keindahan, yaitu nilai yang bersumber pada unsur perasaan (estetika);
3) Nilai moral, yaitu nilai yang bersumber pada unsur kehendak (karsa); dan
4) Nilai keagamaan (religiusitas), yaitu nilai-nilai yang bersumber pada revelasi (wahyu) dari Tuhan.
3. Fungsi Nilai Sosial
Fungsi nilai sosial antara lain:
a. Sebagai faktor pendorong berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan cita-cita atau harapan.
b. Sebagai petunjuk arah dari cara berpikir, berperasaan, dan bertindak.
c. Sebagai alat pengawas dengan daya tekan dan pengikat tertentu.
d. Sebagai alat solidaritas kelompok atau masyarakat.
e. Sebagai benteng perlindungan atau penjaga stabilitas budaya kelompok atau masyarakat.
Sumber-sumber Nilai Sosial
1.Internal (Individu) : pengalaman
2.Eksternal : masyarakat, agama, ilmu pengetahuan
lain-lain
1.Tidak berwujud
2.tidak memiliki sanksi sosial

Norma Sosial
1. Pengertian Norma Sosial
Nilai dan norma selalu berkaitan. Walaupun demikian, keduanya dapat dibedakan. Kejelasan hubungan antara
nilai dengan norma dapat dinyatakan bahwa norma pada dasarnya adalah juga nilai, tetapi disertai dengan
sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya. Norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang
dimaksudkan untuk mendorong, bahkan menekan anggota masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai
nilai-nilai sosial.
2. Jenis-jenis Norma
a. Norma sosial dilihat dari sanksinya
1) Tata cara (usage)
Tata cara merupakan norma yang menunjuk kepada satu bentuk perbuatan dengan sanksi yang sangat ringan
terhadap pelanggarnya. Misalnya, aturan memegang garpu atau sendok ketika makan.
2) Kebiasaan (folkways)
Kebiasaan atau folkways merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh masyarakat sehingga dilakukan
berulang-ulang. Folkways mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar daripada usage. Misalnya
mengucapkan salam ketika bertemu, membungkukkan badan sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih
tua.
3) Tata Kelakukan (Mores)
Tata kelakukan merupakan norma yang bersumber kepada filsafat, ajaran agama, atau ideologi yang dianut
oleh masyarakat. Pelanggarnya disebut penjabat. Contoh mores antara lain: larangan berzina, berjudi, minum
minuman keras.
4) Adat (Customs)
Adat merupakan norma yang tidak tertulis, namun sangat kuat mengikat sehingga anggota masyarakat yang
melanggar adat istiadat akan menderita karena sanksi yang keras yang kadang-kadang secara tidak langsung
dikenakan.
5. Hukum (Laws)
Hukum merupakan norma yang bersifat formal dan berupa aturan tertulis. Sanksi terhadap pelanggar sifatnya
paling tegas apabila dibandingkan dengan norma-norma sosial lainnya.
b. Norma Sosial Dilihat dari Sumbernya
1) Norma agama, yakni ketentuan-ketentuan hidup bermasyarakat yang bersumber pada ajaran agama
(wahyu atau revelasi).
2) Norma kesopanan atau etika, yakni ketentuan-ketentuan hidup yang berlaku dalam hubungan atau interaksi
sosial masyarakat.
3) Norma kesusilaan, yakni ketentuan-ketentuan yang bersumber pada hati nurani, moral atau filsafat hidup.
4)Norma hukum, yakni ketentuan-ketentuan tertulis yang berlaku dan bersumber pada Kitab Undang-undang
suatu negara.
Masa depan adalah kolaborasi masa lalu dengan karya hari ini (Kukuh Widyatmoko, 2009)