Anda di halaman 1dari 9

NOTE:

To change
images on this
slide, select a
picture and
delete it. Then
click the Insert
Picture icon
in the
placeholder to
insert your own
image.
GOF
43211010211 ELSA MARLIANA
43211010200 SITI HOPIPAH
43211010199 HESTY JUWITA R.
43211010193 DIAN SAGITA N
43211010180 N A M I R A

PEREKONOMIAN CHILI
Chili adalah salah satu negara yang paling makmur dan
paling stabil di Amerika Selatan, negara Amerika Latin
terkemuka dalam hal pembangunan manusia, daya
saing, pendapatan per kapita, globalisasi, kebebasan
ekonomi, dan persepsi korupsi yang rendah.
Bagaimanapun, Chili memiliki ketidaksetaraan
ekonomi yang tinggi, seperti yang diukur oleh Koefisien
Gini.
Pada bulan Mei 2010 Chili menjadi negara Amerika
Selatan pertama yang menggabungi OECD. Pada
tahun 2006, Chili menjadi negara dengan PDB nominal
per kapita tertinggi di Amerika Latin.

Chili memelihara salah satu peringkat kredit
terbaik (S&P A+) di Amerika Latin. Ada tiga
cara utama bagi perusahaan-perusahaan Chili
untuk memperoleh dana dari berbagai
sumber: pinjaman bank, peluncuran obligasi,
dan penjualan saham di pasar Amerika Serikat
melalui American Depository Receipts (ADR).
Hampir semua dana diperoleh melalui cara ini
mengalir untuk membiayai investasi Chili di
dalam negeri. Pemerintah dituntut oleh
undang-undang untuk menjalankan surplus
fiskal, paling sedikit 1% dari PDB. Pada tahun
2006, Pemerintah Chili menjalankan surplus
sebesar $ 11,3 miliar, hampir menyamai 8%
PDB. Pemerintah Chili terus-menerus berupaya
melunasi utang luar negerinya, dengan utang
publik hanya sebesar 3,9% PDB pada akhir
tahun 2006.



NOTE:
To change
images on this
slide, select a
picture and
delete it. Then
click the Insert
Picture icon
in the
placeholder to
insert your own
image.
Chili sangat berkomitmen pada perdagangan bebas dan telah membuka pintu bagi penanaman
modal asing besar-besaran. Chili menandatangani beberapa perjanjian perdagangan bebas
(FTA) dengan seluruh jejaring negara, termasuk FTA dengan Amerika Serikat yang ditandatangani
pada tahun 2003 dan diterapkan sejak bulan Januari 2004.
PERDAGANGAN LUAR NEGERI
Profil keseluruhan perdagangan Chili secara tradisional bergantung
pada ekspor tembaga. Perusahaan milik negara, CODELCO
merupakan perusahaan penghasil tembaga terbesar di dunia, dengan
cadangan tembaga tercatat untuk 200 tahun ke depan. Chili telah
mengupayakan perluasan ekspor nontradisional. Ekspor non-mineral
terpenting adalah kehutanan dan produk kayu olahan, buah segar
dan buah olahan, tepung ikan dan hasil laut, dan anggur.



Chili menghasilkan lebih dari sepertiga
tembaga dunia.

NOTE:
To change
images on this
slide, select a
picture and
delete it. Then
click the Insert
Picture icon
in the
placeholder to
insert your own
image.
Chili adalah negara pengeksporan terbesar ke-5
dan produsen anggur terbesar ke-8 di dunia.

PARIWISATA DI CHILI
Pulau Paskah
NOTE:
To change
images on this
slide, select a
picture and
delete it. Then
click the Insert
Picture icon
in the
placeholder to
insert your own
image.
Pariwisata di Chili telah mengalami pertumbuhan yang baik
selama beberapa dasawarsa terakhir. Pada tahun 2005,
pariwisata tumbuh pada angka 13,6%; menghasilkan lebih
dari 4,5 miliar dollar, yang 1,5 billion di antaranya berasal dari
wisatawan asing. Menurut Badan Pariwisata Nasional Chili
(Sernatur), 2 juta orang dalam satu tahun mengunjungi
negara ini. Sebagian besar dari para pengunjung ini berasal
dari negara lain di Benua Amerika, terutama Argentina; diikuti
oleh Amerika Serikat, Eropa, dan Brasil yang selalu bertambah;
juga dari Korea Selatan dan Republik Rakyat Cina.
Daya tarik utama bagi para wisatawan adalah tempat-
tempat keindahan alam yang berada di zona-zona ekstrem
negara ini: San Pedro de Atacama, di utara, sangat terkenal
dengan wisatawan asing yang tiba di tempat ini untuk
mengagumi arsitektur Inka, danau-danau altiplano,
dan Lembah Bulan.
KERJASAMA BILATERAL: Pacu Perdagangan, RI-Chile
Sepakat Mulai Negosiasi
Indonesia dan Chile sepakat untuk segera memulai negosiasi kerja sama ekonomi
komprehensif guna meningkatkan perdagangan barang antara kedua negara. Kedua
negara sepakat memulai perundingan secara terbatas untuk perdagangan barang,
sedangkan perluasan ke bidang perdagangan jasa dan investasi dilakukan kemudian
sesuai kesepakatan bilateral.
Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman
Pambagyo mengatakan cakupan perundingan terbatas untuk perdagangan barang
karena mempertimbangkan nilai perdagangan kedua negara yang masih kecil.
Defisit itu terjadi karena Indonesia masih bergantung pada impor tembaga dari Chili
yang sulit disubstitusi dengan produk dari negara lain. Sebaliknya, Indonesia selama ini
belum banyak memanfaatkan Chile yang sebenarnya potensial menjadi hubungan
untuk masuk ke negara lain di kawasan Amerika Latin, seperti Argentina, Bolivia dan
Paraguay.
KERJASAMA BILATERAL: Pacu Perdagangan, RI-Chile
Sepakat Mulai Negosiasi
Saya sering berpikir investment follow trade. Kalau trade belum
berkembang, belum kelihatan, ya tidak ada investasi. Kami sepakati dalam
term of reference-nya itu CEPA. Ada barang, jasa, investasi, tapi
pendekatannya sequent, yang akan dirundingkan goods-nya dulu,
katanya di sela pertemuan menteri perdagangan Asia Pacific Economic
Forum (APEC), Minggu (22/4).
Kegiatan pranegosiasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic
Partnership (IC CEPA) sebetulnya sudah dimulai sejak lama. Studi
gabungan (joint study group) kedua negara telah rampung pada 2009,
tetapi negosiasi belum juga dimulai karena berbagai kendala. Pertemuan
kepala negara RI dan Chili di Vladivostok, Rusia, tahun lalu
mengamanatkan negosiasi CEPA kedua negara harus segera diluncurkan.