Anda di halaman 1dari 16

KALIBRASI BATANG KENDALI

A. Tujuan Percobaan :
1. Melakukan kalibrasi batang kendali reaktor KARTINI, yaitu menentukan reaktivitas
batang kendali dengan jalan membuat grafik reaktivitas suatu batang kendali terhadap
kedudukannya (grafik versus h ) dan membuat grafik A / Ah versus h.
2. Menghitung reaktivitas total ketiga elemen batang kendali di dalam reaktor.
3. Menghitung reaktivitas lebih teras reaktor.
B. Dasar Teori.
Di dalam teras reaktor KARTINI terdapat tiga buah batang kendali, yaitu sebuah
batang kompensasi (ditempatkan di ring C9), sebuah batang pengatur (di ring E
1
) dan sebuah
batang pengaman (di ring C
5
). Batang kendali tersebut pada dasarnya berisi bahan-bahan
yang sangat kuat menyerap netron, dalam hal ini dipakai atom-atom boron (o
o
= 3837 barn).
Reaksi penyerapan antara boron dan netron dapat ditulis sbb:
5
10
0
1
5
11 *
3
7
2
4
B + n B Li + He +2,73 Mev
Batang-batang kendali tersebut dimasukkan ke dalam teras reaktor melalui pipa-pipa
pengarah batang kendali. Pipa-pipa pengarah tersebut dari pipa aluminum yang telah
dianodisasi. Besarnya kekuatan batang kendali di dalam teras reaktor antara lain ditentukan
oleh letak/posisi batang kendali di dalam teras serta besar level daya reaktor yang
dibangkitkan dan ukuran teras reaktor, tampang lintang serapan, temperatur dan lain-lain.
Menurut persamaan per-jam (inhor-equation), nilai reaktivitas sebagai fungsi periode
reaktor adalah :

=
+ T
+
T
+ T

1 + T
i
i i =1
6



(1)
Satuan reaktivitas ( ) bermacam-macam yaitu :
a. dalam persen (%)
b. dalam dollar ($)
c. dalam per-jam.
Pada umumnya kita memperhitungkan harga dalam satuan $ (dollar) Harga reaktivitas
( ) dalam satuan dollar adalah :

| |
|

=
( + T)
+
T
( + T) 1 + T
eff eff
i
i i =1
6



(2)
dengan ketentuan
T adalah periode reaktor
adalah umur generasi netron.
Periode reaktor didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan untuk menaikkan
daya reaktor sebesar e kalinya (e = 2,71828). Secara matematik dapat dituliskan sbb:
(t/T)
exp =
P(0)
P(t)
(3)
dengan ketentuan
T adalah periode reaktor
P(t) dan P(0) masing masing adalah daya reaktor sesudah t detik dan daya reaktor
pada saat awal.
Di dalam praktikum ditentukan P(t)/P0) sebesar 1,5 ataau 2 kemudian diukur waktu
yang diperlukan untuk peningkatan daya tersebut.
Berdasarkan pada praktek pengukuran ini, periode reaktor dapat dihitung berdasarkan pada
persamaan

P(0)
P(t)
ln
t
= T (4)
dengan ketentuan
t adalah waktu yang diperlukan untuk menaikkan daya reaktor 1,5x atau 2x.
Besaran menyatakan umur generasi netron yang didefinisikan sebagai umur netron
sejak dilahirkan dari proses pembelahan sampai dengan diserap oleh nuklida di dalam
material bahan bakar atau bocor keluar dari reaktor. Harga untuk reaktor KARTINI menurut
dokumentasi General Atomik sebesar :
= 3,8999999. 10
-5
detik.
|
eff
adalah fraksi netron kasip dari U-235. Besarnya |
eff
untuk reaktor KARTINI
yang dikategorikan reaktor termal adalah:
|
eff
= 6,999999 10
-3

|
eff
adalah gabungan 6 kelompok netron kasip yang terjadi di reaktor nuklir. Masing-masing
kelompok netron kasip dan umur paronya dinyatakan dengan besaran |
i
dan
i
dengan
ketentuan, |
i
adalah isotop penghasil netron kasip kelompok i sedangkan
i
adalah tetapan
peluruhan isotop penghasil netron kasip kelompok i. Pada tabel (1) dapat dilihat nilai umur
paro dan tetapan peluruhan kelompok nuklida penghasil netron kasip dari U-235.
Grup
( i )
umur paro
(detik)
tetapan peluruhan
(
i
)
o
i
= |
i
/ |
eff
1 55,72 0,0124 0,033
2 22,72 0,0305 0,219
3 6,22 0,1115 0,196
4 2,3 0,301 0,395
5 0,61 1,138 0,115
6 0,23 3,01 0,042
Tabel 1. Data kelompok nuklida penghasil netron kasip dari hasil pembelahan U-235
Apabila reaktor kritis pada daya P
0
, kemudian salah satu batang kendali dinaikkan
sehingga terjadi keadaan sedikit super kritis, maka kenaikan daya reaktor sebagai fungsi
waktu seperti terlihat pada gambar 1.
Dari gambar 1.dapat diterangkan bahwa daerah 1, adalah daerah dimana reaktor
dioperasikan pada daya tetap P
0
, sedangkan daerah II adalah daerah perpindahan naik yaitu
kejadian ketika batang kendali dinaikkan sebesar Ah . tampak bahwa pada keadaan ini terjadi
percepatan perubahan daya pada saat kenaikan batang kendali sebesar Ah. Pada keadaan ini
tidak diperbolehkan mengukur periode T atau waktu 1,5 kali atau 2 kalinya. Pada daerah III
tampak bahwa daya reaktor naik dengan periode mendekati stabil. Pada daerah ini dilakukan
pengukuran besar periode T atau waktu 1,5 kalinya atau waktu 2 kalinya. Daerah IV adalah
daerah dimana reaktor naik mendekati daya asimtotnya, yaitu nilai daya yang baru setelah
batang kendali dinaikkan sebesar Ah dan telah terjadi kesetimbangan reaktivitas di teras.
Daya
P
1






P
0

daerah I daerah II daerah III daerah IV
waktu (t)
Gambar 1. Kenaikan daya reaktor sebagai fungsi waktu (t) akibat ditariknya batang kendali
keluarteras sebesar h.
Pada percobaan dilakukan pengukuran waktu 1,5 kali atau 2 kali, yaitu waktu antara
daya mula-mula P
0
sampai waktu ketika menunjukkan daya 1,5 P
0
atau 2 P
0
. Pengukuran
nilai waktu ini lebih praktis apabila dibandingkan dengan pengukuran secara langsung periode
reaktor T
Nilai A yang sesuai dengan waktu 1,5 kali atau 2 kali dapat dicari dengan
menggunakan persamaan 2 atau dengan menggunakan tabel reaktivitas sebagai fungsi waktu
1,5 kali atau 2 kali yang tersedia. Apabila diketahui besarnya kenaikan posisi batang kendali
(Ah) yang mengakibatkan timbulnya A, dapat dibuat grafik reaktivitas versus posisi kenaikan
batang kendali yang disebut sebagai kurva integral dan kurva A versus Ah disebut sebagai
kurva diferensial. Kurva integral dan kurva diferensial dapat dilihat pada gambar 2 dan 3.

100%

80%


20% I II III
h
1
h
2
h
3

posisi batang kendali (h)
Gambar 2. Kurva integral reaktivitas batang kendali.
A /Ah





I II III
h
1
h
2
h
3

posisi kenaikan batang kendali (h)
Gambar 3. Kurva diferensial reaktivitas batang kendali
Dari kurva integral batang kendali dapat diketahui besarnya reaktivitas batang kendali, yaitu
reaktivitas pada kedudukan batang kendali maksimum. Daerah linear batang kendali terletak
pada daerah II yaitu pada interval prosentase reaktivitas 20% << 80%, dimana kenaikan
reaktivitas batang kendali relatif linear terhadap kenaikan posisinya. Reaktivitas total dari
ketiga batang kendali merupakan jumlah dari reaktivitas ketiga batang kendali (pengaman,
kompensasi dan pengatur). Untuk mendapatkan reaktivitas total tersebut, kurva integral
masing-masing batang kendali harus dibuat terlebih dahulu.
Reaktivitas lebih (core excess reactivity) teras dihitung berdasar pada kurva integral
masing-masing batang kendali dan mengamati posisi batang kendali pada saat reaktor kritis
pada daya rendah (dalam orde watt). Reaktivitas lebih teras merupakan jumlah dari
reaktivitas bagian batang kendali yang masih berada di dalam teras pada saat reaktor kritis
pada daya rendah.






















C. Alat Yang Digunakan.
1. Picoammeter Keithley
2. Stopwatch
3. Grafik reaktivitas versus waktu 1,5x atau waktu 2x.

D. Prosedur Percobaan.
I. Kalibrasi Batang Pengatur
1. Dalam keadaan batang pengaman up dan batang pengatur down
2. Dengan mengatur batang kompensasi, reaktor dibuat kritis pada daya 10 watt.
Hubungkan detektor CIC dengan picoammeter Keithley dan catat arus yang ditunjukkan
oleh picoammeter.
3. Naikkan sedikit kedudukan batang kendali pengatur, maka reaktor akan sedikit super
kritis, dengan melihat pada picoammeter ukurlah waktu untuk kenaikan daya 1,5 kali (t
1,5x) atau waktu untuk kenaikan daya 2 kali (t 2x) dengan stopwatch.Kenaikan daya
berbanding lurus dengan penunjukan picoammeter Keithley. Catat kedudukan batang
pengatur (h).
4. Turunkan kedudukan batang kompensasi sehingga reaktor menjadi kritis kembali pada
daya/arus semula.
5. Ulangi langkah 3 dan 4 sampai batang pengatur dalam kedudukan naik penuh.
Catatan :
Pada saat menaikkan batang pengatur, periode reaktor jangan sampai menunjuk kurang
dari 15 detik dan pengukuran t 1,5x atau t 2x dilakukan pada daerah III, dimana pada
daerah ini daya reaktor berubah dengan periode yang konstan.
II. Kalibrasi Batang Kompensasi
1. Dalam kedudukan batang pengatur Up dan batang kompensasi Down. Aturlah
kedudukan batang pengaman sehingga reaktor dalam keadaan kritis pada daya 10 watt.
Catatan :
Apabila sampai dengan kedudukan batang pengaman diatas penuh ternyata reaktor tidak
dapat kritis pada daya 10 watt , maka naikkan kedudukan batang kompensasi sampai
pada posisi tertentu sehingga kekritisan dapat dicapai. Pada kedudukan batang
kompensasi tertentu sesuai keadaan, hubungkan detektor CIC dengan picoammeter
Keithley dan catat besar arus yang tertampil pada picoammeter.
2. Naikkan sedikit kedudukan batang kompensasi, maka reaktor akan mengalami keadaan
sedikit superkritis, catat kedudukan batang kompensasi, catat kedudukan batang
kompensasi. Dengan melihat pada picoammeter, ukurlah t 1,5 x atau t 2 x.
3. Turunkan batang pengaman sampai arus penunjukan picoammeter menunjukkan nilai
seperti pada keadaan awal percobaan.
4. Ulang I langkah 2 dan 3 berulang-ulang sampai kedudukan batang kompensasi Up.
5. Lakukan pengukuran bagian bawah dari batang kompensasi (bila ada), yaitu posisi pada
saat kritis seperti pada sub nomor 1. hingga kedudukan Down dengan menggunakan
metode rod drop.
III. Kalibrasi Batang Pengaman.
Lakukan percobaan seperti pada kalibrasi batang kompensasi, hanya saja batang
kompensasi ditukar dengan batang pengaman.
Dalam praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2010, hanya dilakukan percobaan
kalibrasi batang pengatur, sedangkan kalibrasi batang kompensasi dan batang pengaman
diberi data oleh asisten dengan prosedur percobaan sama.
E. Data Percobaan

I. Kalibrasi Batang Pengaman
No. Batang Kompensasi Batang pengaman Batang Pengatur
1 100 41,7 100 170
2 100 47,1 100 21,5
3 73,5 54 100 29,6
4 62 68,3 100 45,6
5 49,7 77,1 100 24
6 47 93 100 11,7
7 44,8 100 100 3

II. Kalibrasi Batang Kompensasi
No. Batang Kompensasi Batang Pengaman Batang Pengatur
1 44 100 100 170
2 53,1 100 100 42
3 63,2 100 54,2 39,4
4 75,5 100 37,7 34,5
5 85 100 24,1 13,8
6 100 100 18,2 6,9

III. Kalibrasi Batang Pengatur
No. Batang Kompensasi Batang Pengaman Batang Pengatur
1 100 100 14,7 9,6
2 100 100 25 25
3 73,8 100 36,6 26,4
4 63,8 100 48,6 27,4
5 56,3 100 64 29,7
6 49,2 100 100 22,4

F. Analisis Data dan Perhitungan
1. Penentuan Kurva Integral dan Deferensial
Kenaikan daya reactor KARTINI menjadi 2x dari daya semula
P(0)
P(t)
dalam waktu (t) 15
detik, dengan demikian periode reaktor (T) ditentukan sebagai berikut.


Berdasar persamaan per-jam =

dan harga-harga parameter seperti


tabel 1 pada dasar teori, maka reaktivitas mula batang kendali ditentukan dengan
persamaan sebagai berikut.


Dan nilai reaktivitasnya adalah :
=

}
= 0,258 dollar =25,8 cent

Pada batang pengaman didapat nilai-nilai dan /h sebagai berikut.
No Kompensasi Pengaman Pengatur /h
1 100 41,7 100 170 3,6 195.8
2 100 47,1 100 21,5 3,98 217.3
3 73,5 54 100 29,6 4,29 246.9
4 62 68,3 100 45,6 3,19 292.5
5 49,7 77,1 100 24 2,73 316.5
6 47 93 100 11,7 0,75 328.2
7 44,8 100 100 3 0,43 331.2

Sehingga dapat dibuat kurva integral dan kurva diferensial sebagai berikut.
=



Gambar.4 Kurva Integral reaktivitas batang kendali pengaman



Gambar 5. Kurva diferensial reaktivitas batang kendali pengaman
Dengan menggunakan nilai reaktivitas () mula yang sama, didapatkan nilai-nilai dan
/h pada batang kompensasi sebagai berikut.
No Kompensasi Pengaman Pengatur /h
1 44 100 100 170 3,86
195.8
2 53,1 100 100 42 4,62
237.8
3 63,2 100 54,2 39,4 3,90
277.2
4 75,5 100 37,7 34,5 2,80
311.7
5 85 100 24,1 13,8 1,45
325.5
0
50
100
150
200
250
300
350
0 20 40 60 80 100 120
R
e
a
k
t
i
v
i
t
a
s

(

)

Posisi batang kendali (h)
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
0 20 40 60 80 100 120

h

Posisi batang kendali (h)
6 100 100 18,2 6,9 0,46
332.4

Sehingga dapat dibuat kurva integral dan kurva diferensial sebagai berikut.

Gambar 6.Kurva integral reaktivitas batang kendali kompensasi

Gambar 7. Kurva diferensial reaktivitas batang kendali kompensasi
Dengan menggunakan nilai reaktivitas () mula yang sama, didapatkan nilai-nilai dan
/h pada batang pengatursebagai berikut.
No Kompensasi Pengaman Pengatur /h
1 100 100 14,7 9,6 0,65
35.40
2 100 100 25 25 4,62
60.40
3 73,8 100 36,6 26,4 3,90
86.80
4 63,8 100 48,6 27,4 2,80
114.20
0
50
100
150
200
250
300
350
0 20 40 60 80 100 120
R
e
a
k
t
i
v
i
t
a
s

(

)

Posisi batang kendali (h)
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
0 20 40 60 80 100 120

h

Posisi batang kendali (h)
5 56,3 100 64 29,7 1,45
143.90
6 49,2 100 100 22,4 0,46
166.30

Sehingga dapat dibuat kurva integral dan kurva diferensial sebagai berikut.

Gambar 8. Kurva integral reaktivitas batang kendali pengatur

Gambar 9. Kurva diferensial reaktivitas batang kendali pengatur
2. Reaktivitas Total Batang Kendali dalam Teras
total = ( pengaman + komoensasi + pengatur)
total = (331.2 + 332.4 +166.30) = 829,9 cent = 8,299 $
Jadi reaktivitas total dari ketiga batang kendali tersebut adalah 8,299$ atau 0,08299%
3. Reaktivitas Lebih Teras (core excess reactivity)
0.00
20.00
40.00
60.00
80.00
100.00
120.00
140.00
160.00
180.00
0 20 40 60 80 100 120
R
e
a
k
t
i
v
i
t
a
s

(

)

Posisi batang kendali (h)
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
0 20 40 60 80 100 120

h

Posisi batang kendali (h)
lebih = ( pengaman + kompensasi + pengatur ) mula
lebih = (331.2 + 332.4 +166.30) 25,8= 804,1 cent = 8,041 $
Jadi reaktivitas lebih dari teras reaktornya adalah 8,041$ atau 0,08041 %.

G. Pembahasan
Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor dengan acara Kalibrasi Batang
Kendali bertujuan agar mampu melakukan kalibrasi batang kendali reaktor KARTINI, yaitu
penentuan reaktivitas batang kendali dengan jalan membuat grafik reaktivitas suatu batang
kendali terhadap kedudukannya (grafik versus h ) dan membuat grafik A / Ah versus h.
Selain itu, diharapkan mampu untuk menghitung reaktivitas total ketiga elemen batang
kendali di dalam reaktor dan menentukan reaktivitas lebih teras reaktor.
Di dalam teras reaktor KARTINI terdapat tiga buah batang kendali, yaitu sebuah
batang kompensasi ( ditempatkan di ring C9 ), sebuah batang pengatur (di ring E
1
) dan
sebuah batang pengaman (di ring C
5
). Batang kendali tersebut pada dasarnya berisi bahan-
bahan yang sangat kuat menyerap netron, dalam hal ini dipakai atom-atom boron (o
o
= 3837
barn).
Percobaan pertama adalah kalibrasi batang kendali pengatur. Proses kalibrasi batang
pengatur dilakukan dalam keadaan batang pengaman up dan batang pengatur down. Diatur
posisi atau kenaikan batang kompensasi hingga reaktor dalam keadaan kritis pada daya 10
watt. Detektor CIC dihubungkan dengan picoammeterKeithleykemudian dicatat arus yang
ditunjukkan oleh picoammeter. Posisi batang kendali pengatur dinaikkan sedikit demi sedikit
hingga reaktor berada dalam keadaan superkritis, dicatat posisinya. Dengan melihat pada
picoammeter, diukur waktu untuk kenaikan daya 2 kali (t 2x) dengan stopwatch.Kenaikan
daya berbanding lurus dengan penunjukan picoammeterKeithley. Seiring dengan
dinaikkannnya batang kendali pengatur, dicatat pula perubahan reaktivitas yang tertera dalam
alat ukur. Pengamatan ini perlu dilakukan secara seksama guna mendapat nilai perubahan
reaktivitas yang paling stabil (). Posisi batang kendali kompensasi diturunkan sehingga
reaktor menjadi kritis kembali pada daya/arus semula yaitu 10 watt. Langkah tersebut diulang
secara terus-menerus hingga batang kendali pengatur berada pada posisi up 100%.Setelah itu,
batang kendali pengatur diturunkan kembali ke posisi awal guna mendapat perubahan
reaktivitas pada posisi pertama yaitu h = 14,7%. Pengoperasian reaktor dilakukan oleh
supervisor reaktor KARTINI.
Dari analisa data percobaan dan perhitungan diperoleh reaktivitas mula () sebesar
25,8 cent. Reaktivitas ini diperoleh dari persamaan (2) pada dasar teori dalam satuan dollar
yang diubah ke cent sesuai satuan pada penunjukan alat ukur reaktivitas yang digunakan.
Sebelumnya telah dihitung besarnya periode reaktor KARTINI berdasar kenaikan daya
reaktor menjadi dua kalinya dan waktu yang dibutuhkan dalam kenaikan daya tersebut.
Reaktivitas awal ini digunakan sebagai acuan untuk menentukan reaktivitas di masing-masing
posisi batang kendali pengatur sesuai dengan besar perubahan reaktivitas. Dari data yang
diperoleh, setelah diolah dalam analisa data dan perhitungan, didapatkan kurva integral dan
kurva diferensial seperti terlihat pada gambar 8 dan gambar 9. Dari kurva tersebut didapat
pergerakan reaktivitas yang linear pada kedudukan batang kendali antara 20% hingga 60%.
Dari kurva tersebut, besarnya reaktivitas batang kendali pengatur yaitu reaktivitas saat posisi
batang kendali dalam keadaan masimum (100%) sebesar 166,3 cent atau 1,663 $. Dalam
kurva diferensial, batang kendali pengatur bekerja paling efektif pada posisi (h) sekitar 25%.
Hal ini ditunjukkan dengan tingginya angka /hpada posisi tersebut.
Percobaan kedua dan ketiga, yaitu kalibrasi batang kendali pengaman dan kalibrasi
batang kendali kompensasi tidak dilakukan secara langsung melainkan hanya mangolah data
yang telah diambil oleh asisten praktikum.Dari data-data yang diberikan, didapat kurva
integral dan kurva diferensial seperti pada gambar 4, gambar 5, gambar 6 dan gambar
7.Mengacu pada kurva integral, untuk batang kendali pengaman, reaktivitasnya sebesar 331,2
cent, sedangkan untuk batang kendali kompensasi, reaktivitasnya sebesar 332,4 cent. Daerah
linear pada batang kendali pengaman dan kompensasi terletak pada posisi (h) antara 20%
hingga 70%. Mengacu pada kurva diferensial, untuk batang kendali pengaman bekerja paling
efektif pada kedudukan 54 %, sedangkan untuk batanga kendali kompensasi bekerja paling
efektif pada kedudukan 53,1 %.
Reaktivitas total batang kendali di dalam teras reactor KARTINI yang merupakan
jumlah reaktivitas dari ketiga batang kendali, sebesar 829,9 cent, dalam satuan dollar sebesar
8,299 $ dan dalam persen sebesar 0,08299 %. Sedangkan untuk reaktivitas lebih teras (core
excess reactivity) sebesar8,041$ atau 0,08041 %.
Kalibrasi dilakuka pada daya rendah dimaksudkan agar bila terjadi lonjakan prompt
(prompt jump) pada daya yang semula relative rendah tidak terjadi scram atau batang kendali
jatuh bebas untuk menhentikan operasi reactor. Bila dari awal dilakukan pada daya tinggi,
saat terjadi hal yang tidak diinginkan hingga periode reactor kurang dari 7 detik, maka prompt
jump bias mengakibatkan reactor scram.
Fungsi dari batang kendali kompensasi adalah untuk mengimbangi penurunan
reaktivitas yang bias disebabkan salah satunya karena berkurangnya bahan bakar selama
reactor bekerja, dengan reaktivitas ekuivalen yang cukup besar. Batang kendali pengaman
berfungsi untuk menghentikan reactor secara cepat, misalnya dalam keadaan darurat, dengan
reaktivitas yang cukup besar dan bergerat sangat cepat.Sedangkan batang kendali pengatur
berfungsi untuk mengimbangi perubahan reaktivitas yang kecil dan cepat, misalnya selama
mempertahankan reactor supaya bekerja dalam daya yang tetap.Dungsi tersebut diimbangi
dengan pengaturan tata letak batang kendali dalam teras reactor. Dalam teras reactor
KARTINI, batang kendali pengaman dan pangatur ditempatkan pada ring C, yaitu C9 dan C5
sedangkan batang kendali pengatur ditempatkan pada ring E, yaitu E1. Penempatan ini sesuai
dengan fungsi batang kendali pengatur yaitu mengimbangi perubahan reaktivitas yang kecil
dan cepat. Berdasar kurva diferensial seperti ditunjukkan pada gambar 3, batang kendali
pengatur dengan efektifitas kerja tertinggi pada posisi kisaran 20% (menurut percobaan 25%),
nilai /htidak terlalu tinggi, artinya perubahan reaktivitas di setiap perubahan kedudukan
batang kendali relative kecil sehingga akan didapat pengaturan reaktivitas yang lebih halus
yang nantinya diaplikasikan pada pengaturan fluks neutron, daya maupun arus reactor yang
lebih halus.

H. Kesimpulan
1. Dari hasil percobaan diperoleh reaktivitas batang kendali sebagai berikut,
Batang Kendali Pengaman sebesar 331,2 cent atau 3,312 $,
Batang Kendali Kompensasi sebesar 332,4 cent atau 3,324 $,
Batang Kendali Pengatur sebesar 166,8 cent atau 1,663 $.
2. Kenaikan reaktivitas yang relatif sebanding dengan kenaikan posisi batang kendali
ditunjukkan sebagai berikut,
Batang Kendali Pengaman pada posisi (h) 20% hingga 70%,
Batang Kendali Kompensasi pada posisi (h) 20% hingga 70%,
Batang Kendali Pengatur pada posisi (h) 20% hingga 60%,
dalam kurva integral ( versus h) ditunjukkan dengan bentuk kurva linear.
3. Efektifitas kerja maksimum berdasarkan posisi tiap batang kendali berbeda-beda,
ditunjukkan sebagai berikut,
Batang Kendali Pengaman memiliki efektivitas kerja maksimum pada posisi (h) 54%,
Batang Kendali kompensasi memiliki efektivitas kerja maksimum pada posisi (h) 53,1%,
Batang Kendali Pengatur memiliki efektivitas kerja maksimum pada posisi (h) 25%,
dalam kurva diferensial (A/Ah versus h) ditunjukkan dengan puncak tertinggi.
4. Reaktivitas total ketiga elemen batang kendali yang diambil dari jumlah reaktivitas
masing-masing batang kendali pada posisi maksimum sebesar 829,9 cent atau 8,299 $.
5. Reaktivitas lebih teras (core excess reactivity) yang diambil dari jumlah reaktivitas bagian
batang kendali yang masih berada dalam teras reactor pada saat reactor kritis pada daya
rendah sebesar 8,041$ atau 0,08041 %.
6. Batang kendali pengatur ditempatkan di ring terluar dari ketiga batang kendali yang ada
(ring E1) sesuai dengan fungsinya yaitu mengimbangi perubahan reaktivitas yang kecil dan
cepat dengan aplikasi pengaturan fluks neutron, daya mapun arus reactor yang lebih halus.

I. Daftar Pustaka
Budisantoso, Edi Trijono. 1998. Petunjuk Praktikum Fisika Reaktor. Universitas Gadjah
Mada. Yogyakarta.
Widarto. 2003. Operasi Reaktor Nuklir Kartini. Pusat Penelitian Nuklir Yogyakarta Badan
Tenaga Nuklir Nasional.Yogyakarta.
Syarip. 2001. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Nuklir. Pusat Penelitian dan Pengembangan
Teknologi Maju Badan Tenaga Nuklir Nasional.Yogyakarta.
Ridwan, Mohammad dkk.1978. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir.Badan Tenaga Atom
Nasional. Jakarta.





Yogyakarta, 31 Mei 2010

Praktikan,


Zaenab Fitria Permanawati











LAPORAN PRAKTIKUM

KALIBRASI BATANG KENDALI












Disusun Oleh:
ZAENAB FITRIA PERMANAWATI
020700213


PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
2010