Anda di halaman 1dari 6

PAJAK PENGHASILAN

PASAL 22
Hayati Fatimah
J urusan PK Akuntansi
Diploma 3
Pemungut
Pajak
Jenis Kegiatan/
Transaksi
Tarif & Sifat
Pemungutan
Ditjen Anggaran,
Bendaharawan,
BUMN/BUMD
Pembelian Barang
yang dananya
berasal dari APBN/D
1,5% X Harga
Pembelian
Tidak Final
Industri & Eksportir
Bergerak di sektor
Perhutanan,
Perkebunan,
Pertanian, Perikanan
Pembelian bahan-
bahan untuk
keperluan industri
atau ekspor dari
pedagang pengumpul
0,5%/0,25% X Harga
Pembelian
Tidak Final


Pemungut
Pajak
Jenis Kegiatan/
Transaksi
Tarif & Sifat
Pemungutan
Bank Devisa dan
Dirjen Bea Cukai
Impor Barang API : 2,5%XNilai Impor
Non API : 7,5%XNilai Impor
Nilai Impor = CIF + BM + Bea
Lain
Lelang : 7,5%Xnilai Lelang
Tidak Final
Industri:
Rokok
Semen
Kertas
Baja
Otomotif
Penjualan di
Dalam Negeri

0,15% X Harga Bandrol (Final)
0,25% X Harga Jual (Tidak Final)
0,1% X Harga Jual (Tidak Final)
0,3%/0.2% X Harga Jual (Tidak
Final)
0,45 X Harga Jual (Tidak Final)
Pertamina dan
Badan Usaha
Sejenis
Penjualan di
Dalam Negeri
SPBU Pertamina 0,25%
SPBU Non Pertamina 0,3%
Final
Dikecualikan dari Pemungutan PPh Pasal 22
PEMBELIAN BARANG
Dikecualikan
Pembayaran atas pembelian barang yang nilainya paling
banyak Rp. 2.000.000 dan bukan pembayaran yang terpecah-
pecah (tanpa SKB)
Pembayaran atas pembelian bahan bakar minyak, listrik,
telepon, gas, air PAM, benda-benda pos (tanpa SKB)
Pembayaran/pencairan dana JPS oleh kantor KPKN (tanpa
SKB)
Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh
BULOG (tanpa SKB)
Pembayaran sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan
dalam rangka pelaksanaan proyek pemerintah yang dibiayai
dengan hibah luar negeri (khusus kontraktor utama, konsultan
utama, pemasok utama) (dengan SKB)
IMPOR
Dikecualikan
Emas batangan yang diproses untuk menghasilkan
barang perhiasan emas untuk tujuan ekspor (dengan
SKB)
Impor barang dan atau penyerahan barang berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan tidak terhutang
PPh (dengan SKB)
Dalam hal impor sementara jika pada waktu impornya
nyata-nyata dimaksudkan untuk diekspor kembali
Impor kembali (re-impor) meliputi barang-barang yang
telah diekspor atau impor untuk keperluan perbaikan,
pengerjaan, dan pengujian yang memenuhi syarat yang
ditentukan oleh DJ Bea Cukai (tanpa SKB)
Impor barang yang imbalan atas kegiatan/jasanya
dikenakan PPh Final (dengan SKB)
Impor barang yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk
dan atau Pajak Pertambahan Nilai.