Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS)


ILMU KESEHATAN ANAK
DI RSUD MAJALAYA
PERIODE 4 MARET 2014 1 APRIL 2014





OLEH:
M Yanuar Anggara, dr
















BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD MAJALAYA
2014


LAPORAN KEGIATAN
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS (PPDS)
ILMU KESEHATAN ANAK
DI RSUD MAJALAYA PERIODE 30 DESEMBER 2013 30 JANUARI 2014

PPDS Anak yang mengikuti kegiatan di RSUD Majalaya untuk periode 30 Desember 2013-30
Januari 2014 berjumlah 1 orang, yaitu:
1. M Yanuar Anggara dr
PPDS bertugas di Ruang Perinatologi, Ruang Perawatan Anak, Poliklinik anak, Instalasi gawat
darurat, High Care Unit (HCU), dan Intensive Care Unit (ICU) dimulai dengan visite pasien
pada pukul 08.00 dan setelah selesai langsung menuju Poliklinik Anak untuk melayani pasien-
pasien rawat jalan dan imunisasi.
Sebagai pembimbing PPDS selama bertugas di RSUD Majalaya adalah:
1. dr. Nina Taufik, SpA, M.Kes
2. dr. Indira Saraswati, SpA
3. dr. Asep Aziz Asopari, SpA,M.Kes

KEGIATAN RUTIN
1. Ruang Perawatan Anak
Visite mulai jam 08.00
Visite pasien yang dirawat di kelas II dan III, HCU, ICU, dan IGD.
Melakukan tindakan infus, intraoseus, lumbal pungsi dan intubasi
Menerima konsultasi pasien rawat inap (24 jam).
Mendiskusikan pasien rawat yang bermasalah dengan dokter spesialis anak di RSUD
Majalaya.
Melakukan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan para perawat dan staf di
ruang rawat.
Melakukan konsul ke bagian lain dan merujuk ke RS lain.
Melengkapi status dan mengisi resume status pulang.
Melakukan konseling.

2. Ruangan Perinatologi
Visite pasien mulai jam 09.00.
Visite pasien yang dirawat di ruang perinatologi dan rawat gabung.
Melakukan resusitasi neonatus.
Menerima konsultasi pasien rawat inap dan rawat jalan yang akan dirawat (24 jam).
Mendiskusikan pasien rawat yang bermasalah dengan dokter spesialis anak di RSUD
Majalaya.
Melakukan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan para perawat dan staf di
ruang rawat.
Melakukan konsul ke bagian lain dan merujuk ke RS lain.
Melengkapi status dan mengisi resume status pulang.
Melakukan konseling.

3. Poliklinik Anak
Kegiatan rutin dimulai jam 10.00 s.d selesai.
Melakukan pemeriksaan pasien poliklinik anak, termasuk menjawab atau melakukan
konsultasi dari/ke bagian lain atau merujuk ke RS lain.
Setiap tindakan dilakukan dalam pengawasan dan dengan sepengetahuan dokter
spesialis anak di RSUD Majalaya.
Menjawab konsul dari bagian Unit Gawat Darurat (UGD) Anak.
Melakukan konseling.

KEGIATAN KHUSUS
Membimbing dokter muda magang dan internship, memberikan kesempatan untuk
memeriksa, mengobservasi dan pemberian terapi pada pasien dengan pengawasan
PPDS.

KESAN SELAMA KEGIATAN DI RSUD KOTA BANDUNG
Pengalaman selama bertugas di RSUD Majalaya merupakan hal yang sangat positif dan
bermanfaat bagi PPDS Anak karena melatih kemampuan praktek di lapangan sebagai spesialis
anak. Mengasah keterampilan dalam mendiagnosis dan mengambil tindakan dan keputusan
terapi yang tepat sesuai prosedur yang berlaku dengan fasilitas yang ada, sehingga lebih
memupuk kepercayaan diri. Pengalaman ini juga memberikan kesempatan kepada PPDS Anak
untuk membangun komunikasi khususnya dalam penanganan pasien serta dalam berinteraksi
dengan pasien dan keluarganya.
Komunikasi dan hubungan dengan dokter spesialis anak maupun dokter bagian lain
sangat baik.
Kerjasama dengan perawat dan petugas sangat baik.
Perawat di ruang perawatan perinatologi sudah mempunyai ketrampilan dalam
melakukan resusitasi bayi baru lahir dan memberikan perawatan bayi dan juga dalam hal
memberikan konseling mengenai ASI.
Perawat ruangan dan poliklinik terampil dalam melakukan tindakan dan memberikan
pengarahan kepada pasien.
Sudah tersedia CPAP di ruang perawatan perinatologi level 3, sudah dimanfaatkan secara
baik. Sudah tersedia monitor dan alat ukur saturasi oksigen, namun jumlahnya masih
terbatas.
Sudah tersedia obat-obatan antikejang intravena untuk kejang pada neonatus.


SARAN
Pelatihan pada perawat anak dan perinatologi tentang deteksi awal dan tatalaksana
kegawatdaruratan yang dapat terjadi pada anak dan neonatus sebaiknya diberikan secara
berkala untuk melatih keterampilan dan menambah wawasan pengetahuan.
Pelatihan pada dokter mengenai tindakan kedaruratasn seperti rasusitasi jantung paru,
introseus, dan tatalaksana kejang dan syok
Kapasitas dan peralatan (misal: infusion pump, syringe pump, umbilical catheter) di
ruang rawat anak dan perinatologi perlu ditambah.
Perlu tenaga dokter yang bertugas khusus jaga ruangan (pada jam jaga) agar pasien-
pasien yang mengalami permasalahan dapat diberikan tatalaksana yang optimal.
Pengadaan alat pengukuran saturasi oksigen, balon resusitasi dan selang oksigen
penghubung perlu ditambah.
Penyediaan partus set dengan sarung tangan steril untuk pemotongan umbilikal pada bayi
baru lahir.
Kinerja yang sudah baik agar tetap dipertahankan.



Pelapor,




M Yanuar Anggara, dr