Anda di halaman 1dari 8

1

LAPORAN KASUS VARIASI NORMAL



No. Status : W 3294/V/2013
Nama Pasien : Warsini
Jenis Kelamin : Wanita
Tanggal Lahir : 22 April 1948
Keluhan Utama : Pasien perempuan datang ke RSGM UPDM (B)
karena merasa terdapat tonjolan tonjolan
berwarna ungu pada permukaan bawah lidah.
Riwayat Penyakit : Terdapat bercak berwarna ungu didaerah pinggiran
lidah bagian atas, permukaannya rata, tidak sakit dan
terlihat warna ungu di bagian bawah lidah dengan
permukaan menonjol dan tidak sakit. Tonjolan tersebut
mulai muncul sejak pasien berumur 50 tahun.
Riwayat Perawatan : Gigi 12, 21 dan 22 Gigi Tiruan Cekat
Pemeriksaan Ekstraoral : Muka Simetris
- Sirkum oral, pipi, bibir, kel. submandibularis, kel.
limfe, kel. parotis, pinggiran rahang teraba,
lunak, tidak sakit.
Pemeriksaan Intraoral : 1. Mukosa pipi kanan dan kiri, gingiva atas bawah
kanan kiri, mukosa labial atas bawah kanan kiri,
palatum, , dasar mulut, kel.sublingual normal
2. - Lidah bagian dorsum terdapat bercak
dipinggiran dorsum berwarna ungu dengan
permukaan rata dan tidak sakit.
- Lidah bagian ventral terlihat bercak
berwarna ungu dengan permukaan menonjol
dan tidak sakit.
Kebersihan Mulut : Sedang
Diagnosis : Varikositas Lidah
Perawatan : Pasien diberitahukan bahwa daerah lidah yang
berwarna keunguan menunjukkan keadaan normal
dan tidak mengganggu apabila tidak ada keluhan saat
bicara dan makan.
2











Gambar 1. Varikositas Lidah ( Dorsum)










Gambar 2. Varikositas Lidah (Ventral)











3
TINJAUAN PUSTAKA

VARIKOSITAS LIDAH

DEFINISI
Pelebaran vena pada lidah yang umum dijumpai pada orang tua dengan insiden
40-50%.
1


ETIOLOGI
Penyebab pelebaran vaskuler ini adalah penyumbatan vena oleh benda asing
internal seperti plak, atau hilangnya elastisitas dinding vaskuler sebagai akibat
penuaan.
1,2


GAMBARAN KLINIS
Varikositas lidah tampak sebagai pertumbuhan noduler berfluktuasi, berwarna
merah, biru sampai ungu. Varikositas lidah dapat menonjol dan melintir atau kecil dan
berupa titik. Varikositas lidah paling umum timbul superfisial pada permukaan ventral
dari 2/3 anterior lidah dan dapat meluas ke tepi lateralnya.
2


DIAGNOSA BANDING
Nama Gambaran Klinis Etiologi Perawatan
Hemangioma
Kavernosus







Sumber:http://www.capedental.com/201
1/oral-cancer-screening-a-dental-exam-
can-save-your-life/
Etiologi kelainan
lesi ini masih belum
diketahui dengan
pasti, diduga karena
penyimpangan pada
sel pembentukan
pembuluh darah
(angiogenesis).
3

Konservatif
(Observasi)
Penggunaan
Kortikosteroid
Laser
Bedah Krio.
3



PERAWATAN
Tidak ada perawatan yang diperlukan untuk keadaan ini.
2


4
LAPORAN KASUS PATOLOGIS


No Status : S 3509/VI/2013
Nama Pasien : Saiful Mahdi
Jenis Kelamin : Pria
Tanggal Lahir : 12 Desember 2001 / 12 th
Keluhan Utama : Pasien datang mengeluh tiba-tiba muncul benjolan
di bagian dalam bibir bawah sejak 2 minggu yang
lalu, pasien merasakan sakit berdenyut disekitar
benjolan tersebut.
Riwayat Penyakit : Terdapat benjolan pada bagian dalam bibir bawah
sejak 2 minggu yang lalu, kemudian mukosa
tergigit sehingga pecah dan menyebabkan luka
yang terasa sakit serta keluar cairan yang terasa
asin, pasien belum pernah minum obat.
Riwayat Perawatan : -
Pemeriksaan Ekstraoral : Muka simetris
- Bibir atas bawah, sirkum oral, pipi, kel.
submandibularis, kel. limfe, kel. parotis, pinggiran
rahang teraba, lunak, tidak sakit.
Pemeriksaan Intraoral : 1. Mukosa pipi kanan dan kiri, gingiva atas bawah
kanan kiri, mukosa labial atas kiri kanan dan
bawah kiri, palatum, lidah, dasar mulut, kel.
sublingual normal
2. Mukosa labial bawah kanan terdapat tonjolan
sebesar 0,5 cm dengan ulkus, berwarna
kemerahan dengan tepi sedikit putih, konsistensi
lunak dan terasa sakit.
Kebersihan Mulut : Sedang
Diagnosis : Mucocele
Perawatan : Pasien diinstruksikan untuk berhati-hati agar mukosa
bibir bawahnya tidak tergigit lagi dan menggunakan
5
obat salep yang telah diberikan sesuai aturan
pemakaian secara teratur.
Resep
R/ Kenalog Cream 0,1 % tube No. I
u . c
------------------//-----------------
Kunjungan Pertama 14 Juni 2013









Gambar 1. Mucocele

Kunjungan Kedua 28 Juni 2013 (Kontrol)
Pada mukosa labial bawah kanan, tonjolan dengan ukuran 0,5 cm disertai luka
sudah tidak ditemukan lagi.
Warna kemerahan dengan sedikit tepi putih pada mukosa sudah hampir sama
dengan jaringan sekitarnya.
Pasien datang dalam keadaan tidak sakit dan merasa lebih baik










Gambar 2. Mucocele sudah sembuh

6


TINJAUAN PUSTAKA

MUCOCELE / FENOMENA RETENSI MUKUS

DEFINISI
Suatu lesi mukosa oral yang terbentuk akibat rusak atau rupturnya duktus
kelenjar ludah sehingga mengakibatkan keluarnya mucin maupun penumpukan mucin
pada jaringan lunak disekitarnya.
4


ETIOLOGI
1. Trauma lokal pada duktus kelenjar ludah (tergigit saat makan, kebiasaan
buruk mengigit bibir dan pukulan di wajah).
2. Penyumbatan pada duktus kelenjar ludah genangan mukus dalam
duktus ekskresi yang tersumbat dan melebar.
3. Obat-obatan yang mempunyai efek mengentalkan ludah.
4,5


GAMBARAN KLINIS
Pembengkakan berbentuk kubah, berwarna kebiruan, translusen,
menonjol, tidak terasa sakit, dan berdiameter < 1cm.
Lesi mudah pecah serta mengeluarkan aliran mukus yang asin dan
encer, dan sering timbul kembali.
2,6


DIAGNOSA BANDING.
5

Nama Gambaran Klinis Etiologi Perawatan
7
Adenoma
Pleomorfik









Sumber:
http://screening.iarc.fr/atlasoral_detail.ph
p?flag=0&lang=1&Id=C0100002&cat=
C1
Penyebab Adenoma
Pleomorfik pada kelenjar
saliva belum diketahui
secara pasti, diduga
karena keterlibatan
lingkungan dan faktor
genetik.
7

Eksisi Bedah.
2,7











PERAWATAN
Menghilangkan faktor penyebab menghindari terjadinya rekurensi
Bila tidak sakit dan kecil di amati saja; bila sebaliknya dilakukan
cryosurgery atau biopsi eksisi dan pemeriksaan histopatologis.
Injeksi Kortikosteroid sebelum pembedahan mengempiskan
pembengkakan.
5,6,8



















8









DAFTAR PUSTAKA

1. Sublingual Varikositis, Available at :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/7913/1/09E01533.pdf
Accessed at 10 Aug 2013
2. Langlais Robert, Miller Craig. 1992. Atlas Berwarna; Kelainan Rongga
Mulut yang Lazim. 1
st
Edition. Jakarta: Hipokrates. Hal 32, 38, 42, 58.
3. Hemangioma, Available at :
http://medlinux.blogspot.com/2009/02/hemangioma.html Accessed at 10
Aug 2013
4. Mukokel, Available at :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20503/3/Chapter%20II.pdf
Accessed at 10 Aug 2013
5. Mucocele, Available at :
http://ifan050285.wordpress.com/2010/02/12/mucocele/ Accessed at 10
Aug 2013
6. Scully C, Cawson R A. 1991. Atlas Bantu Kedokteran Gigi: Penyakit Mulut.
Jakarta Hipokrates. Hal. 21-22, 31-32.
7. Adenoma Pleomorfik, Available at
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16291/4/Chapter
%20II.pdf Accessed at 20 Aug 2013.
8. Lynch Malcolm A. 1993. Ilmu Penyakit Mulut : Diagnosis dan Terapi. 8
th

Edition. Jakarta: Binarupa Aksara. Hal: 554-555.

Anda mungkin juga menyukai