Anda di halaman 1dari 1

Beberapa karakteristik dasar loncatan air pada saluran terbuka adalah ( Van Te Chow, 1985 ) :

1) Kehilangan energi pada loncatan adalah sama dengan perbedaan energi spesifik sebelum dan
sesudah terjadinya loncatan. Besarnya kehilangan energi adalah sebagai berikut
E = E
1
E =
(y
2
y
1
)
2
4y
1
y
2
Rasio E E
1
dinamakan kehilangan relatif.
2) Efisiensi loncatan hodrolik adalah perbandingan energi spesifik setelah loncatan air dengan
sebelum loncatan hidrolik air. Besarnya efisiensi loncatan adalah :
E
2
E
1
=
(8F
1
2
+ 1)
3 2
4F
1
2
+ 1
8F
1
2
(2 + F
1
2
)
Persamaan ini menunjukan bahwa efisiensi loncatan merupakan fungsi tak berdimensi dan
hanya tergantung pada bilangan Froude aliran setelah loncatan. Kehilangan relatif sama
dengan 1 (E
2
E
1
), besaran ini juga merupakanfungsi tak berdimensi dari F1.
3) Perbedaan kedalaman sebelum dan sesudah loncatan dinamakan tinggi loncatan dengan
menyatakan setiap besaran sebagai rasio terhadap energi spesifik semuka, maka :

]
E
1
=
y
2
E
1

y
1
E
1
dengan
]
E
1
adalah tinggi relatif, y
1
E
1
adalah kedalaman muka relatif, dan y
2
E
1
adalah
kedalaman lanjutan. Semua rasio ini dapat dinyatakan sebagai fungsi tak berdimensi.
Ranga Raju dan Gopalakrishna meneliti sifat-sifat dari pintu penguras yang ditempatkan
pada mercu tinggi di bawah keadaan terendam.

1 2
/ . / H H Q Q
f s

Q
s
: debit dibawah keadaan terendam
H
2
: kedalaman perendamanan di atas mercu
Q
f
: debit di bawah keadaan aliran bebas pada tinggi tekan H
1

: faktor koreksi tergantung pada H
1
/a