Anda di halaman 1dari 38

MIXING PROCESS

PT. G - TECH INDONESIA


Factory / Office : Jl. Raya Narogong KM 12 Pangkalan 2 Bantar
Gebang - Bekasi 17310
Telephone : (62-21) 8261 0596-97-99, Fax . : (62-21) 8261 0624

MIXING/PENCAMPURAN
Rubber
Filler
Oil /
Softener
Chemical
Compound
MATERIAL/BAHAN
Rubber perlu dilperhatikan sifat fisiknya seperti
hardness, tensile strength dll.
Filler (Sebagai pengisi dan dapat meningkatkan sifat
fisik dari kompon)
- Carbon Black dan Silica
- CaCO3, Kaolin dan TiO2
Oil (Softener / pelunak)
Chemical (Accelerator, antioksidant, aktivator)

TAHAPAN PROSES
Proses Mastikasi
Proses Pencampuran (BO)
Proses SO
Kompon BO dicampurkan dengan bahan kimia lain
seperti accelerator, sulphur, dan retarder .
Mastikasi bertujuan untuk mengurangi berat
molekul sehingga dapat menurunkan
viskositas sampai sesuai untuk dapat
menerima ingredient dengan mudah dan
mendispersikannya secara merata.
Mastikasi dilakukan dengan bantuan peptizer.
VARIABEL PROSES
Kecepatan perputaran rotor/screw
Kecepatan perputaran rotor berpengaruh terhadap homogenitas dan tingkat dispers
kompon yang dihasilkan.
Temperatur
Semakin tinggi temperatur dapat menyebabkan scorch sedangkan semakin rendah
temperatur dapat menyebabkan permukaan kompon yang dihasikan menjadi kasar.
Tekanan ram
Tekanan Ram akan memberikan gaya tekan yang memperbesar gaya geser antara rotor,
dan karet serta bahan kimia lain yang dapat memutuskan molekul-molekul karet
sehingga dapat bercampur dan juga dapat meningkatkan temperatur.
Cycle Time/Waktu pencampuran
Waktu mixing berpengaruh pada viskositas kompon karena dapat meningkatkan dan
menurunkan temperatur.
Air Pendingin
Bertujuan untuk menstabilkan temperatur.

KNEADER
Proses pencampuran berlangsung diantara dua
buah rotor (berbentuk ulir-ulir) yang berputar
dalam arah yang berlawanan. Sumbuh kedua
rotor sejajar, dan masing-masing rotor
mempunyai kecepatan tangensial yang berbeda.
Akibat perbedaan kecepatan tangensial dan
Tekanan Ram, maka kompon karet mengalami
gaya geser dan gaya tekan selama pencampuran.
Gaya tekan memperbesar gaya geser dan gaya
geser memutuskan ikatan molekul karet
sehingga memungkinkan karbon dan bahan
kimia lain dapat bercampur dengan karet.
Kneader yang terdapat di G-Tech
Terdapat 14 Kneader yang terdiri dari 6 line (satu line
baru).
Line 1 = Kneader 1, 2, 3 (110 L)
Line 2 = Kneader 5, 6, 7 (110 L)
Line 3 = Kneader 8, 9 dan 15 (75 L)
Line 5= Kneader 10 dan 11 (75 L)
Line putih = Kneader 12 dan 14 (75 L)
Line Butyl (75 L)




Parameter-Parameter Pada
Kneader
Temperatur
Tekanan
Waktu
Line Air Pendingin

Prosedur Pemakaian kneader
Naikkan RAM buka pintu chamber periksa kebersihan
Atur waktu sesuai dengan spesifikasi proses
Tekan ON pada main motor
Masukan material sesuai dengan urutan spesifikasi proses
Tutup pintu chamber
Turunkan RAM
Tekan tombol Dust Collector
Putar switch timer ke posisi ON
Bila Buzzer bunyi putar switch timer ke posisi off
Naikkan RAM dan tekan tombol main motor off
Buka pintu untuk menurunkan compound
Tekan tombol turn pada menu chamber untuk menurunkan
compound
Pastikan semua kompoun sudah turun kemudian tekan Return.

OPEN MILL
Proses pencampuran berlangsung diantara dua buah rotor yang
berputar dalam arah yang berlawanan. Sumbuh kedua rotor
sejajar, dan masing-masing rotor mempunyai kecepatan
tangensial yang berbeda. Jarak antara permukaan rotor(nip)
rotor diatur dengan alat pengatur sekrup. Akibat perbedaan
kecepatan tangensial dan penyempitan nip, maka kompon karet
mengalami gaya geser dan gaya tekan selama pencampuran.
Gaya tekan memperbesar gaya geser dan gaya geser
memutuskan ikatan molekul karet, Sehingga memungkinkan
karbon dan bahan kimia lain dapat bercampur dengan karet.
Parameter-Parameter Pada Open
Mill
Pengadukan
Air pendingin
Prosedur Pemakaian Open Mill
Tekan tombol power keposisi ON pada panel kompon
Cek tombol Emergency
Tekan tombol power ON pada mesin
Setting gauge pada mixer roll
Masukan material sesuai urutan spesifikasi proses
Pastikan kompon telah tercampur sempurna (sesuai
spek) dan tarik keluar kompon yang telah jadi
Tekan power OFF pada mixing roller
Cleaning dan rapikan area kerja


Di PT. G-Tech , kecepatan rotor tiap kneader adalah sbb :

Kneader Volume
Rasio
Gear
reducer
Motor
Rpm
Motor
Rpm rotor
Kw Pole Hz Front Rear
K-1 110 Ltr 1:20 150 4 50 1480 45 38
K-2 110 Ltr 1:20 150 4 50 1480 45 38
K-3 110 Ltr 1:20 150 4 50 1480 45 38
K-5 110 Ltr 1:18 150 6 50 995 31 27
K-6 110 Ltr 1:18 150 6 50 995 31 27
K-7 110 Ltr 1:18 150 6 50 984 31 27
K-8 75 Ltr 1:19 110 6 50 984 31 27
K-9 75 Ltr 1:19 110 6 50 984 31 27
K-15 75 Ltr 1:19 110 4 50 1480 36 28
K-10 75 Ltr 1:19 110 6 50 984 31 27
K-11 75 Ltr 1:19 110 6 50 995 31 27
K-12 75 Ltr 1:19 110 6 50 984 31 27
K-14 75 Ltr 1:19 110 6 50 984 31 27
Di PT. G-Tech , kecepatan roll tiap open mill adalah sbb :

Open
Mill
Rasio
Gear
reducer
Diameter
Roll
Motor
Rpm
Motor
Rpm roll
Kw Pole Hz Front Rear
1 1:33 22 110 6 50 1164 16 13
2 1:40 22 110 10 50 988 16 13
Perbandingan Antara Kneader VS Open Mill
Permasalahan Pada Mesin Pencampur
Kompon Karet
Kesalahan atau kegagalan dalam
pengoperasian mesin pencampur
kompon karet dapat menyebabkan
dispersi kurang baik dan scorch/
hangus.

Dispersi kurang baik disebabkan antara lain:
1. Alat kontrol suhu tidak berfungsi dengan baik.
2. Tekanan ram terlalu rendah pada internal mixer.
3. Waktu yang diperlukan untuk mastikasi terlalu singkat.
4. Waktu yang diperlukan untuk pencampuran terlalu singkat.
5. Suhu campuran terlalu tinggi atau terlalu rendah.
6. Kapasitas (ukuran bacth) terlalu besar atau terlalu kecil.
7. Pemilihan putaran tidak benar, atau friksi tidak tepat.
8. Pengaturan jarak rol (nip) tidak benar.
9. Membiarkan butiran kering atau yang berminyak berceceran
pada ram dan dinding hopper.
Scorch/hangus disebabkan antara lain:
1. Pendinginan tidak mencukupi.
2. Suhu pencampuran terlalu tinggi.
3. Suhu awal mixer (feed) terlalu tinggi.
4. Kompon dibiarkan terlalu lama pada
mill.
5. Laju putaran terlalu tinggi.
Fill Factor
Fill factor adalah faktor pengisian, yakni rasio
perbandingan antara volume kompon /
material yang diproses berbanding dengan
kapasitas / volume efektif alat yang digunakan.

General recommended Fill factor adalah 70% -
80%. General fill factor ini digunakan sebagai
referensi untuk pengolahan kompon dan akan
direalisasikan secara trial
Fill Factor
Lower Fill factor bisa menyebabkan slip
saat mixing dan cycle time yang lama
Higher fill factor dapat menyebabkan
staknasi pada mixing, dan disperse yang
kurang baik.
Fill Factor
Fill factor kompon yang ada di PT. G-Tech
Faktor-Faktor Lain
1. Variasi penimbangan material dan akurasi
alat timbang
2. Loss material pada waktu proses mixing.

Pengujian Kompon

Tujuan Pengujian compound dilakukan untuk
mengetahui karakteristik dan sifat fisik kompon.
Pengujian yang dilakukan antara lain mooney
viscosity, Density, rheology, dan sifat fisik kompon
(hardness, tensile strength dll).

Mooney Viscosity
Menunjukkan panjangnya rantai molekul serta tingkat
pengikatan silang rantai (cross link) molekul kompon.
Pengukuran viskositas Mooney dilakukan dengan Mooney
viscometer, yaitu berdasarkan pengukuran gesekan (shearing)
rotor (torque) pada karet padat yang berfungsi sebagal
tahanan dengan meletakkan sampel karet di atas dan di
bawah rotor yang dapat berputar. .
Mooney viscosity ada yang ditulis dengan ML (1+4) 100C
Semakin plastis sampel karet yang diuji maka
semakin cepat rotor berputar, yang berarti tenaga
yang dibutuhkan untuk memutar rotor semakin kecil,
hal ini menunjukkan viskositasnya rendah.
Jika viskositas tinggi berarti karet keras atau kurang
plastis yang menghasilkan tahanan kuat akibatnya
rotor berputar lambat dan memerlukan tenaga yang
besar.

Rheometer
Pengujian tingkat vulkanisme (cure) suatu kompon dan
juga menguji karakter fisik dari kompon seperti elastisitas
kompon
Prinsip dasar kerja alat ini adalah merekam besarnya
gaya lawan kompon (nilai torsi), akibat terbentuknya
ikatan silang untuk setiap waktu pada suhu tetap yang
dipilih.
Grafik Kuat Arus Terhadap Waktu
Kompon M-54, Kneader 6
Grafik Kuat Temperatur Terhadap Waktu
Kompon M-54, Kneader 3
CONTOH KOMPON M-28 SRI
KOMPON M-54 SRI
KOMPON M-78 SRI
THE END