Anda di halaman 1dari 45

Perilaku dapat diartikan sebagai aktivitas

suatu organisme akibat adanya suatu


stimulus.
stimulus dapat berasal dari luar (eksternal)
dan dalam (internal).
Dengan adanya stimulus dapat menimbulkan
respon untuk melakukan aktivitas.

Reseptor diperlukan untuk mendeteksi
stimulus, saraf diperlukan untuk
mengkoordinasikan respons, efektor itulah
yang sebenarnya melaksanakan aksi.
Contoh : Hewan yang merasa lapar akan
mencari makanan sehingga hilanglah
laparnya setelah memperoleh makanan.


Ilmu perilaku hewan, ilmu perilaku satwa
disebut etologi (dari bahasa Yunani: ,
ethos, "karakter"; dan , -logia) adalah
suatu cabang ilmu zoologi yang mempelajari
perilaku atau tingkah laku hewan,
mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya.

Ilmu perilaku hewan, pada keseluruhannya
merupakan kombinasi kerja-kerja
laboratorium dan pengamatan di lapangan,
yang memiliki keterkaitan yang kuat dengan
disiplin ilmu-ilmu tertentu semisal
neuroanatomi, ekologi, dan evolusi.
Perilaku dari pandangan biologis adalah suatu
kegiatan/aktivitas organisme yang
bersangkutan. Jadi perilaku hewan pada
hakekatnya adalah suatu aktivitas dari hewan itu
sendiri.
Oleh sebab itu, perilaku hewan itu mempunyai
bentangan yang sangat luas, mencakup
berjalan, bereaksi, makan, dan sebagainya.
Bahkan kegiatan internal (internal activity)
seperti emosi juga merupakan perilaku hewan.
Perilaku dan gejala perilaku yang tampak
pada kegiatan organisme tersebut
dipengaruhi baik oleh faktor genetik
(keturunan) dan lingkungan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor
genetik dan lingkungan ini merupakan
penentu dari perilaku makhluk hidup
termasuk perilaku hewan.
PERTANYAAN
Bagaimana seseorang dapat bermain piano
dengan baik ??????
Hal ini dapat saja terjadi karena:
baiknnya koordinasi jari dan kemampuan
memainkan instrument tersebut.
Tetapi pertanyaan yang kemudian muncul
adalah kemapuan tersebut diturunkan atau
cukup dipelajari dan dilatih?
Dari berbagai hasil kajian, diketahui bahwa
terjadinya suatu perilaku disebabkan oleh
keduanya, yaitu genetis (perilaku bawaan
lahir atau innate behavior) dan lingkungan
(proses belajar/pengalaman), sehingga terjadi
suatu perkembangan sifat.
Innate
adl perilaku/suatu potensi terjadinya perilaku yang
telah ada di dalam suatu individu.
Perilaku yang timbul karena bawaan lahir
berkembang secara tepat atau pasti.
Perilaku ini tidak perlu adanya pengalaman atau
memerlukan proses belajar dan sering kali terjadi
pada saat baru lahir dan perilaku ini bersifat genetis
(diturunkan).
Cth : kebiasaan meminang/membungkus diri laba2
pejantan membantu mencegah betina membunuhnya
sblm mereka memiliki kesempatan untuk
berpasangan.
Insting
Insting adalah perilaku innate klasik yang
sulit dijelaskan, walaupun demikian, terdapat
beberapa perilaku insting yang merupakan
hasil pengalaman, belajar dan adapula yang
merupakan factor keturunan. Semua
makhluk hidup memiliki beberapa insting
dasar.

Pola Aksi Tetap (FAPs= Fixed Action Paterns)
FAP adalah suatu perilaku stereotipik yang
disebabkan adanya stimulus yang spesifik.
Contohnya saat anak burung baru menetas
akan selalu membuka mulutnya, kemudian
induknya akan menaruh makanan didalam
mulut anak burung tersebut.
Perilaku ini telah diprogramkan
sebelumnya, tidak diperlukan proses belajar.
Cth lain :perilaku anak bebek


Proses belajar seringkali diidentifikasi sebagai
suatu upaya untuk mendapatkan informasi
dari adanya interaksi, atau perilaku yang
memang telah ada pada organism (hewan)
dan cenderung memberikan pengertian dari
suatu upaya coba-coba.
Contoh: keberhasilan hidup suatu spesies
karena ia mampu berkembang biak, tetapi
dalam proses tersebut terlibat pula seleksi
alamiah yang pada akhirnya akan
mempengaruhi kehidupan organisme
(hewan) tersebut.
Belajar adalah suatu perubahan dalam
perilaku yang merupakan hasil dari
pengalaman. Terdapat berbagai bentuk dari
belajar yang menghasilkan jenis-jenis
perilaku.
Habituasi (habituation)
Habitasi adalah suatu bentuk belajar yang
paling sederhana, akan terjadi jika stimulus
yang tidak berbahaya didapat oleh
organisme (hewan) secara berulang-ulang.
Setelah terjadi stimulus tersebut maka
organisme (hewan) akan
mengabaikannya/hilangnya respon.
Contoh : saat menyentuh atau memukul
secara perlahan seekor anjing pada bagian
belakangnya (ekor).
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
respons dasar pada prinsipnnya tidak hilang,
tetapi untuk sementara waktu termodifikasi
karena belajar.
Imprinting
Adalah suatu pengenalan terhadap satu
objek seperti induk, hal tersebut terjadi pada
suatu periode kritis sesaat setelah lahir.
Contoh: pemberian makan sekelompok
angsa yang baru lahir oleh suatu objek.
Perilaku imprinting dan FAP akan terjadi pada
makhluk hidup walaupun stimulus yang
diterimanya bukanlah yang alamiah.
Misalnya induk burung akan memberi makan
pada boneka anak burung yang membuka
mulut pada sarangnya. Anak-anak angsa
akan mengikuti boneka angsa dewasa yang
diberi makan di belakangnya.
adalah perilaku yang disebabkan oleh suatu
hasil dari suatu respons terhadap kondisi-
kondisi tertentu, baik kondisi tersebut
diketahui atau tidak.
Kondisi penyebab prilaku tersebut dikatakan
pula sebagai stimulus.
Respons adalah sesuatu yang di produksi
atau dihasilkan karena adanya stimulus.
Perilaku ini dapat dibagi menjadi :
A. Pengkondisian Klasik (Classical
Conditioning) atau Perilaku Asosiatif.
cth : penggunaan bel untuk anjing. Bila bel
berbunyi, anjing tersebut diberi makan,
sebelum menyantap makanannya, anjing
tersebut mengeluarkan saliva.
B. Pengkondisian Operant (Operant Conditioning)
Perilaku ini lebih merupakn hasil kondisi yang
disebut mencoba-coba atau trial and error.
Semakin dekat individu mendapatkan respon
dengan adanya stimulus positif, maka induvidu
tersebut akan semakin mudah mengulang
keberhasilan respon yang dilakukan.
Cth : melatih seekor hewan.

Imitasi
Berbagai jenis hewan dapat melakukan
perilaku sebagai akibat dari pengamatan dan
meniru hewan lainnya.
Cth : hewan predator, termasuk kucing,
anjing dan serigala belajar dasar taktik
berburu dengan mengamati dan menirukan
induknya.
Tipe perilaku ini juga dipengaruhi oleh
genetis.
Inovasi reasoning adalah kemampuan untuk
merespons sesuatu terhadap keadaan baru dan
dilakukan dengan tepat.
Perilaku tipe merupakan perilaku yang memiliki
kualitas tinggi pada organisme (hewan). Dimana
dapat menyelesaikan masalah yang terjadi.
Intinya, setiap organisme memiliki perilaku
tertentu atau bertindak untuk melakukan sesuatu
dengan alasan tertentu atau berfikir.
Subjek dari inovasi adalah penyelesaian masalah,
sehingga tipe perilaku ini sering pula diberi istilah
problem solving.
perilaku adalah suatu adaptasi evolusi yang
menyebabkan terjadinya suatu peningkatan
kelulus hidupan dan kesuksesan reproduksi
serta kebugaran.
Walau demikian, perilaku juga merupakan
suatu hasil pengaturan dari hewan terhadap
lingkungan dengan cara seleksi alam.

Pola hidup yang berulang-ulang setiap hari,
seperti siklus tidur atau bangun pada makhluk
hidup disebut Ritme Sikardian (Cycardian
Rythms)/Ritme biologi.
Banyak jenis hewan mamalia seperti kelelawar,
harimau kurang aktif pada siang hari dan makan
saat matahari tenggelam atau aktif malam hari.
sebaliknya, banyak jenis burung tidur pada
malam hari dan banyak melakukan aktivitas
pada siang hari.
Pada tanaman dan juga makhluk hidup
lainnya, ritme biologi dikatakan juga dengan
istilah Jam Biologi.
Penyebab eksternal, khususnya siklus cahaya
dapat mengatur waktu, membuat tubuh
memiliki koordinasi ritme dengan ketat.
Selain itu, temperature juga berperan dalam
ritme biologi.
Kepentingan mempelajari ritme biologi, waktu
dan petunjuk serta faktor penyebabnya erat
kaitannya dengan waktu kerja efisien, serta
kemampuan dalam berfikir serta dalam
membuat keputusan.
Para pekerja malam/mereka yang melakukan
perjalanan jauh, dapat menyebabkan keletihan,
hingga mengurangi kemampuan bekerja,
bahkan dapat menyebabkan depresi.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya gangguan
pada ritme biologi internal.
Hewan memiliki cara khusus saat melakukan
pergerakan.
Telah diketahui bahwa terjadinya pergerakan
khusus karena adanya aksi atau stimulus
sehingga suatu organisme bergerak, yaitu:
- Kinetis
- Adl suatu perubahan acak (random) dalam
kecepatan dan atau arah dari suatu
organisme sebagai respons terhadap
stimulus.
- Cth: adanya pergerakan karena terjadinya
kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Seperti
beberapa kumbang yang sangat aktif di
daerah kering dan kurang aktif di daerah
lembab.

- Taksis
Taksis sangat spesifik, berhubungan langsung
sebagai akibat adanya suatu stimulus.
Pergerakan organisme (keseluruhan) dapat
kearah stimulus maupun menjauhi stimulus.
Cth: larva lalat rumah akan bergerak
menjauhi arah cahaya (fototaksis negative),
perilaku ini kemungkinan terjadi karena larva
tersebut dapat berlindung dari musuh
alaminya.

- Migrasi/Kelompok (group)
Migrasi banyak terjadi pada berbagai jenis
burung, serangga, seperti beberapa jenis
kupu-kupu, berbagai jenis ikan dan mamalia
lain.
Pada dasarnya hewan melakukan migrasi
karena telah mengenali daerah perjalanan
mereka, dan hal ini dilakukan dengan adnya
piloting, orientasi dan navigasi. Tujuan?

Komunikasi pada umumnya terjadi diantara
sesama spesies, misalnya untuk mengenali
pasangan kawin. Pada hewan-hewan social
komunikasi dilakukan sebagai salah satu cara
untuk mengetahui koloninya. Komunikasi
dapat pula terjadi untuk menghindari bahaya.
Komunikasi dapat terjadi melalui perantara
senyawa kimia spt menggunakan Feromon,
yaitu senyawa kimia yang disekresikan keluar
tubuh organisme dan dapat dikenali (melalui
bau, dimakan, dan lain-lain) oleh sesama
spesies dan akan berguna untuk berbagai
kehidupannya, misalnya untuk kawin, tempat
berkumpul (agregasi), menemukan makanan,
mengenali koloni, adanya bahaya, dan lain-
lain.

Selain itu, komunikasi dapat diakukan
dengan suara (auditory communication) ,
fungsi: untuk mengetahui daerah teritori,
mengenali sesama spesies, sumber makanan,
melakukan perkawinan, hingga untuk
menginformasikan adanya bahaya.
Contoh: adanya suatu hipotesis tarian lebah
sebagai alat komunikasi untuk mengetahui
sumber makanan.
perilaku sosial adalah segala macam dari
interaksi diantara sesama spesies yang
melibatkan antara dua atau lebih individu
organisme.
Perilaku sosial dapat juga terjadi karena interaksi
anggota dari berlainan spesies. Adanya perilaku
sosial sebagai akibat dari kompetisi sering
terjadi dalam dunia hewan, misalnya untuk
memperebutkan sumber makanan, dan lain-
lain.
adl perilaku agresif yang pada dasarnya
dilakukan untuk dapat lulus hidup (survival).
Perilaku agonistik ini pada umumnya
merupakan ritual, memperlihatkan kekuatan,
dan keindahan (dapat berupa suara, tubuh
dan lain-lain).
Sering kali terjadi pula perkelahian yang tidak
mematikan, walaupun pada beberapa spesies
perkelahian dapat terjadi hingga terjadi
kematian.
Cth: untuk menarik pasangan kawinnya,
banyak jenis burung jantan melakukan hal
tersebut dengan mengeluarkan suara yang
indah dan khusus, adapula yang melakukan
tarian dan mempertontonkan keindahan
tubuhnya untuk menarik pasangannya.
Banyak hewan sosial yang melakukan
kelangsungan hidupnya dengan memelihara
adanya perilaku agonistik.
Misalnya berbagai jenis ayam, apabila beberapa
anak ayam yang tidak saling mengenali
ditempati bersama, mereka akan melakukan
respons dengan melakukan perkelahian kecil
dengan saling mematuk.
Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya
konflik, pada akhirnya akan akan terjadi suatu
hirarkki (dominasi hirarki), misalnya yang lebih
tua akan mengontrol yang lainnya.
Perilaku untuk mempertahankan daerah
edar/teritori yakni tempat sumber makanan,
tempat untuk aktifitas reproduksi dan
kesuksesan dalam memelihara anak atau
keturunannya.
Perilaku ini dipertahankan melalui berbagai cara
komunikasi dan perilaku lainnya.
Tidak semua spesies hewan memilki teritori
tertentu, dan tidak selalu seleksi alam dapat
memberikan adanya daerah teritori yang tepat
bagi suatu jenis hewan.
Perilaku altruistik/altruisme sering dikatakan
sebagai perilaku non egois, perilaku ini banyak
dilakukan oleh hewan-hewan yang berkoloni.
Individu yang melakukan perilaku ini tidak
mendapatkan keuntungan, bahkan dapat
mematikan dirinya, akan tetapi perilaku ini akan
memberikan keuntungan bagi kelompoknya
atau koloninya, sehingga terjadi peningkatan
kebugaran dari koloni terssebut.