Anda di halaman 1dari 5

Mekanisme Sesak Napas

Adanya rangsangan reseptor mekanik pada otot


pernapasan, paru
(m. Sternocleidomastoideus, m. Scalenus, m. Trapezius, m.
Pectoralis major )
Terjadi rangsangan pada otot
(karena adanya reseptor C02 dan O2)
Peningkatan kerja pernapasan
Sesak napas
(terjadi gangguan pertukaran gas O2
dan O2)
Ketidakseimbangan antara kerja
pernapasan dengan kapasitas
ventilasi
(ex : tachypnea, hiperventilasi)
Gejala yang menyertai sesak pada
penyakit sis. Respirasi :
Nyeri dada
Batuk biasanya dengan sputum purulen
Demam Hemoptisis
Bronkiektasis Pneumonia Bronkhitis
Malaise
Demam
Sesak
Batuk
menghasilkan
sputum purulen
juga berbau
busuk
Hemoptisis
Jari-jari tabuh
Pneumonia
berulang
Penurunan
berat badan

Malaise
Demam
Mialgia
Sesak
Pernapasan
bronkial
Takikardi
Batuk dan
sputum
berwarna karat
Nyeri pleuritik
Hampir selalu
terdapat
hipoksemia
Perkusi paru
pekak
Ronki nyaring

Batuk kronik
Adanya mukus
berlebih pada
padi hari
Hipoventilasi
Sianosis
Hiperkapnia
Edema
Kor pulmonal
Nyeri kepala
Nadi kuat

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi
V
At a glance Sistem Respirasi
Patofisiologi, Sylvia A. Price Vol. 2