Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesuksesan suatu perusahaan tidak hanya diperoleh dari peran seorang
pemimpin tetapi juga peran dari seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan
tersebut. Perusahaan berdiri pastinya memiliki target dan tujuan yang ingin
dicapai salah satunya adalah berkembangnya perusahaan dan dapat bersaing
dengan perusahaan lainnya. Hal demikian dipengaruhi oleh karyawan yang
bekerja diperusahaan tersebut dengan etika kerja yang tinggi.
Etika kerja merupakan faktor yang penting dalam berkembangnya
sebuah perusahaan, karena dengan sikap etika kerja membuat karyawaan
memiliki motivasi dan semangat dalam menjalankan pekerjaannya dalam
mengembangkan perusahaan. Dalam menumbuhkan etika kerja yang tinggi
bagi karyawan perlu dilakukan beberapa pelatihan untuk perubahan sikap
setiap karyawan. Dengan memiliki karyawan yang etika kerjanya tinggi, segala
macam proyek atau pekerjaan dalam perusahaan dapat dilakukan dengan
maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, jika diamati masih
banyak karyawan yang memiliki etika kerja rendah. Jangankan bertanggung
jawab pada pekerjaannya, tetapu masih banyak karyawan yang terpaksa
melaksanakan pekerjaannya karena hanya berpikir agar gaji dinaikkan dan
alasan tertentu. Membangun etika kerja yang tinggi bagi seseorang itu perlu
salah satu cara untuk membangun etos kerja adalah dengan mengetahui
pelatihan sikap terhadap etika kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan
praktikum mengenai sikap terhadap etika kerja.
B. Tujuan
1. Mengukur skor sikap praktikan terhadap etika kerja
2. Membandingkan dan menganalisis perbedaan sikap terhadap etika kerja
antara praktikan dan hasil penelitian serupa yang telah dilakukan pada
kelompok mahasiswa seni dan mahasiswa manajemen
C. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari praktikum mengenai sikap terhadap etika
kerja adalah mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai sikap terhadap
etika kerja, sehingga ketika melakukan kerja secara langsung dapat berperilaku
secara baik dan profesional.


























BAB II
LANDASAN TEORI

Aspek etika kerja meliputi interpersonal skills, inisiatif, dan dapat
diandalkan. Interpersonal skills yaitu kebiasaan, sikap, tingkah laku, dan
penampilan. Perkembangan interpersonal skills dipengaruhi oleh keluarga,
tanggung jawab masing-masing pribadi, dengan interpersonal skills dapat juga
mempengruhi kesempatan dan kesuksesan seseorang. Sikap dalam bekerja
merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, sikap tersebut adalah
bekerja dengan sikap yang benar sehingga tidak menimbulkan sikap antipati orang
lain atas sikap saat bekerja, berpakaian dan berpenampilan di kantor sesuai
dengan jenis usaha. Sikap selama bekerja, yakni menyadari akan tempat bekerja
sebagai tempat untuk bekerja, tidak mengunyah permen karet, berbicara dengan
orang yang sedang bekerja, menjaga kerapian dan kebersihan tempat kerja, dan
menginformasikan apabila meninggalkan tempat kerja. Etika kerja penting untuk
dihayati dan diterapkan, masing-masing pribadi memiliki tanggung jawab pada
perkembangan pola lakunya karena menyangkut kebiasaan maka setiap pribadi
harus mendisiplinkan diri dan menerapkan pola laku yang baik dalam kehidupan
sehari-hari (Morgan, 1961).
Saat etos kerja karyawan rendah, sebuah perusahaan yang anda bangun
dengan susah payah dan bermodalkan tidak sedikit akan segera gulung tikar. Jika
suatu perusahaan memiliki karyawan dengan etos kerja yang tinggi, proyek pada
perusahaan tersebut pasti akan sukses besar bahkan lebih dari apa yang
diharapkan. Etos kerja merupakan sikap seseorang yang memiliki pandangan
kedepan terhadap pekerjaan dan memiliki rencana, motivasi dan tanggung jawab
tinggi terhadap pekerjaan yang dijalankannya. Jika kita amati masih banyak
karyawan yang memiliki etos kerja rendah. Jangankan bertanggung jawab pada
pekerjaannya, mereka banyak yang terpaksa melaksanakan pekerjaan karena
hanya berpikir agar gaji dinaikkan dan alasan tertentu. Membangun etos kerja
yang tinggi bagi seseorang itu perlu kerja keras. Salah satu cara mudah
membangun etos kerja adalah dengan pelatihan sikap. Pelatihan sikap untuk
membentuk etos kerja yang tinggi ini bisa dilakukan oleh perusahaan kepada
semua karyawannya. Dengan adanya pelatihan sikap ini karyawan akan
mengubah sikap mereka dan mulai tumbuh kepercayaan diri untuk meningkatkan
etos kerjanya (Abdulah, 1979).
Cara menumbuhkan etos kerja yang tinggi melalui pelatihan sikap dengan
beberapa cara, yaitu tumbuhkan kepercayaan diri, penting bagi semua orang untuk
percaya diri, kepercayaan diri inilah yang bisa meningkatkan kinerja dan
kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Be your self, jadilah diri sendiri saat
ini, jika belum jadilah diri sendiri jangan mengikuti orang lain. Aturan bisa diikuti
namun prinsip kepribadian diri siendiri lebih kuat untuk meyakinkan dan atasan
bahwa kita bisa dan bisa. Ini adalah kunci untuk membangun etos kerja yang
tinggi. Disiplin, etos kerja tinggi dimulai dari kedisliplinan seseorang, lakukan
pekerjaan dan hal apapun dengan disiplin tinggi. Beran, berani yang
bertanggungjawab, yakinkan diri sendiri berani memutuskan sesuatu dan berani
berkreasi. Jangan takut sebelum bertindak sekalipun akan gagal (Suriasumantri,
1989).
Produktivitas didefinisikan dengan ratio antara pengukuran out put dengan
masukan atau input, biasanya merupakan pengukuran rata-rata yang ditrunjukan
dengan total output dibagi total input dari sumber daya khusus. Produktivitas
mengandung pengertian sikap mental bahwa kualitas kehidupan harus lebih baik
dari sebelumnya. Dari sudut pandang ekologi, pengukuran produktivitas
didasarkan kepada jumlah kalori yang diikat tiap satuan waktu menjadi hasil
produksi. Pendapat lain mengatakan bahwa produktivitas mengandung pengertian
perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang
digunakan. Untuk meningkatkan produktivitas dalam meningkatkan produksi
maka diperlukan tidak hanya dari peningkatan produktivitas hasil produk dan
sarana produksi, akan tetapi perlu dicari upaya lain untuk meningkatkan produksi
hasil produk yaitu melalui peningkatan managemen usaha para pekerja itu sendiri
yang menyangkut faktor-faktor psikologis dari pekerja seperti, etos kerja,
motivasi keberhasilan dan sikap inovatif mereka dalam bidang pekerjaannya
(Tasmara, 1991).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan
1. Alat :
a. Alat tulis
b. Kertas HVS
2. Bahan :
a. Daftar Kuisoner dan Isian Skor Sikap pada Etika Bisnis
b. Modul Etika Kerja

B. Langkah Kerja
1. Membaca seacra cermat setiap pertanyaan tentang sikap pada etika kerja di
daftar kuisoner
2. Menuliskan pada lembar jawaban yang tersedia tentang tingkatan
persetujuan praktikan pada 18 pertanyaan tentang etika bisnis tersebut.
Rentang skor adalah dari 1 sampai 5 dengan pengertian bahwa skor 1
(sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju)
3. Menuliskan jawaban praktikan pada daftar isian di Tabel1. dengan
memperhatikan bahwa judul kolom adalah urutan nomor praktikan dalam
satu kelompok praktikum.
4. Menuliskan jawaban praktika lain dalam satu kelompok, sehingga dapat
mengisi seluruh baris dan kolom pada Tabel 1. Kemudian menghitung
rata-rata skor tiap item pertanyaan dan menulis pada kolom palang kanan
pada Tabel 1.
5. Membandingkan nilai rata-rata kelompok dengan hasil penilaian rata-rata
skor anta kelompok seperti pada Tabel 2.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
1. Tabel 1. Rekapitulasi Skor Sikap pada Etika Bisnis
No
Item
Skor Individu Kelompok Praktikan (15 Praktikan) Rata-
rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 3 1 2

5

2 3 2 2 2 2 2 5 2 3 2 2,53
2 2 1 5

2

1 1 2 1 1 1 2 5 3 1 2 2,00
3 4 4 4

3

4 4 4 5 3 4 4 3 3 5 4 3,37
4 5 3 4

2

3 3 4 2 3 4 4 4 4 4 3 2,47
5 3 4 3

4

4 4 3 4 4 4 4 2 3 4 4 3,60
6 3 2 3

3

2 3 2 2 3 2 3 2 4 5 2 2,73
7 2 1 1

1

1 2 2 2 3 1 2 5 3 2 2 2,00
8 3 3 2

2

2 3 2 2 4 2 2 4 4 3 2 2,67
9 4 3 3

4

2 4 4 3 5 3 4 2 4 4 3 3,47
10 4 2 2

3

5 4 3 2 4 4 2 2 1 4 4 3,67
11 3 1 2

1

2 2 3 2 3 2 2 1 2 2 2 2,00
12 2 1 2

2

1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1,40
13 1 1 1

2

1 2 3 1 1 2 2 2 2 1 1 1,53
14 2 2 2

2

3 2 2 1 1 2 2 5 3 3 3 2,30
15 3 2 3

2

2 2 4 3 3 4 2 2 2 2 2 2,53
16 3 4 5

5

5 4 5 5 5 3 4 5 3 5 5 4,40
17 3 4 4

4

4 3 3 2 5 4 4 2 4 3 3 3,47
18 4 5 5

3

4 4 4 4 3 4 1 3 3 4 4 3,67

2. Tabel 2. Skor rata-rata Mahasiswa Seni, Manajemen, dan Agroindustri
No
Item Mahasiswa Seni Mahasiswa Manajemen Mahasiswa Agroindustri
1 2,90 3,09 2,53
2 1,76 1,88 2,00
3 2,50 2,60 3,87
4 2,62 2,54 3,47
5 3,18 3,41 3,60
6 3,75 3,88 2,73
7 2,42 2,53 2,00
8 2,67 2,88 2,67
9 3,41 3,62 3,47
10 3,58 3,79 3,07
11 3,06 3,44 2,00
12 1,50 1,33 1,40
13 1,66 1,58 1,53
14 2,29 2,31 2,30
15 3,15 3,36 2,53
16 2,61 2,78 4,40
17 3,69 3,79 3,47
18 3,52 3,38 3,67

3. Analisa Daftar Kuesioner
a) Hasil yang didapatkan tidak setuju tetapi mendekati netral karena hampir
semua pekerja ingin membantu pekerja lain, contohnya pengusaha ingin
membantu petani agar hasil yang didapatkan dapat meningkatkan
pendapatan petani
b) Hasil yang didapatkan tidak setuju karena mahasiswa agroindustri jika
mereka nantinya sukses, mereka masih mengkhawatirkan moral agar
kesuksesannya dapat survive
c) Hasil yang didapatkan netral mendekati setuju karena setiap pekerja pasti
memiliki moral yaitu perilaku dari diri sendiri atau dari hati sehingga
kelayakan pekerja bertindak atau berperilaku berdasarkan prinsip-prinsip
moralitas
d) Hasil yang didapatkan netral mendekati setuju karena bila bertindak
berdasarkan hukum maka tidak akan melakukan kesalahan moral,
walaupun ada tindakan yang melanggar hukum tetapi berdasarkan moral
itu benar begitu pula sebaliknya
e) Hasil yang diperoleh setuju karena dengan kelakuan baik dan bermoral
maka pengharapan (ekspektasi) akan tercapai sehingga antara kelakuan
dan ekspektasi harus berjalan secara seimbang
f) Hasil yang didapatkan tidak setuju mendekati netral karena dalam
melakukan bisnis tidak hanya mendapatkan untung banyak tanpa
memperhatikan filsafat moral. Jika bisnis tidak memperhatikan filsafat
moral, maka bisnis akan berdampak negatif
g) Hasil yang didapatkan tidak setuju karena tidak mungkin suatu bisnis atau
usaha akan berjalan dengan baik apabila internal (karyawan) perusahaan
tidak memiliki moral secara baik
h) Hasil yang didapatkan tidak setuju tetapi mendekati netral karena etika
kerja tidak hanya untuk hubungan dengan masyarakat tetapi antar pekerja
satu dengan pekerja lainnya dan dengan atasannya juga
i) Hasil yang didapatkan mendekati setuju karena perusahaan menganggap
daya saing dan profitabilitas adalah nilai-nilai penting, dengan adanya
daya saing atau kompetisi dengan perusahaan lain maka perusahaan
tersebut akan mengeluarkan produk-produk baru yang lebih baik sehingga
perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan yang lebih banyak
j) Hasil yang didapatkan mendekati setuju karena dalam kondisi nyata saat
ini masih ada kompetisi yang terbatas sehingga melukai masyarakat,
sementara ada juga masyarakat yang dilayani secara baik pada sebuah
ekonomi bebas
k) Hasil yang didapatkan mendekati tidak setuju karena sebagai karyawan
yang baik dan bermoral tidak menuntun klaim sebanyak mungkin dan
sebaliknya konsumen menaati peraturan dari perjanjian yang dilakukan
dengan pihak asuransi
l) Hasil yang didapatkan mendekati tidak setuju karena sebagai konsumen
yang bermoral dan beretika tidak akan melakukan penukaran label harga
produk yang dijual
m) Hasil yang didapatkan sangat tidak setuju karena tidak sesuai dengan
hukum koral yang berlaku, beberapa fasilitas yang ada di perusahaan
hanya untuk perusahaan bukan untuk dibawa sesukanya oleh karyawan
n) Hasil yang didapatkan tidak setuju karena jika pekerja yang sakit tetapi
sakitnya tidak terlalu parah tidak perlu memerlukan waktu yang panjang
yang malah dimanfaatkan untuk liburan
o) Hasil yang didapatkan tidak setuju karena kebanyakan mahasiswa
Agroindustri menginginkan gaji yang tetap atau konstan tidak berpengaruh
dari pendapatan itu sendiri
p) Hasil yang didapatkan sangat setuju karena bagi orang yang memiliki
tujuan pada dasarnya pasti melakukan atau memakai tahapan-tahapan
tertentu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
q) Hasil yang didapatkan setuju karena dunia bisnis perusahaan memiliki
aturannya sendiri untuk mengatur lingkungan bisnisnya seperti aturan
perusahaan dengan kompetitor dan perusahaan dengan pemegang saham
r) Hasil yang didapatkan setuju karena pekerja yang baik adalah pekerja
yang bermoral dan beretika sehingga dalam karir kerjanya banyak
diperhitungkan oleh perusahaan sehingga dapat berhasil
4. Analisa Perbedaan Sikap pada Butir Pernyataan Nomor 5, 8, 11, 12 dan 18 pada
Skor rata-rata Mahasiswa Seni, Manajemen, dan Agroindustri
a) Butir nomor 5, mahasiswa Agroindustri lebih besar skornya dibandingkan
mahasiswa Seni dan mahasiswa Manajemen karena mahasiswa
Agroindustri lebih banyak bertindak sesuai dengan penyesuaian etika kerja
dengan kondisi yang nyata dan lebih berekspetasi dengan masyarakat atau
publik
b) Butir nomor 8, ketiga mahasiswa hampir mendekati netral karena mereka
tidak hanya menghubungkan etia kerja dengan masyarakat tetapi dengan
seluruh pekerja yang ada ditempat kerjanya
c) Butir nomor 11, mahasiswa Manajemen setuju dengan klaim atas suatu
asumsi karena memanfaatkan kesempatan mendapatkan asuransi untuk
keuntungan. Mahasiswa Agroindustri tidak setuju karena memiliki moral
yang baik sehingga tidak memanfaatkan keuntungan. Mahasiswa Seni
netral menurut mereka ingin mendapatkan keuntungan tetapi memiliki
moral
d) Butir nomor 12, dari segi ketiga mahasiswa tersebut tidak setuju karena
mahasiswa tersebut memiliki etika yang tinggi dan rasa malu yang tinggi
sehingga tidak akan memalukan perubahan harga label
e) Butir nomor 18, dari segi ketiga mahasiswa tersebut setuju karena pekerja
yang baik adalah seorang pekerja yang berhasil
5. Perbandingan Perbedaan Sikap Etika Kerja antara Mahasiswa Seni, Mahasiswa
Manajemen, dan Mahasiswa Agroindustri
a) Pandangan mahasiswa Seni terhadap sikap etika kerja adalah tidak
menerima ataupun tidak menolak aturan sikap etika kerja, karena
mahasiswa Seni dituntut untuk berkreativitas dan bebas berekspresi
b) Pandangan mahasiswa manajemen terhadap etika kerja adalah menerima
aturan sikap etika kerja tetapi mementingkan keuntungan atau profit
c) Pandangan mahasiswa Agroindustri terhadap sikap etika kerja adalah
menerima aturan etika kerja tetapi tidak mementingkan profit atau
keuntungan
B. Pembahasan
Etika berhubungan erat dengan kehidupan manusia, karena etika
merupakan suatu sikap atau kebiasaan atau norma-norma atau pandangan dari
sutau kebijakan yang dibuat oleh seseorang sekelompok orang untuk dipatuhi
atau dijalankan oleh manusia untuk dijadikan acuan untuk mengatur tingkah
laku seseorang sehingga etika kerja merupakan suatu pandangan mengenai
sikap atau kebijakan terhadapa pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang.
Dengan etika kerja seseorang tersebut dapat bertanggung jawab atas apa yang
dilakukannya baik itu berhubungan dengan pekerjaan atau hal lainnya. Dengan
etika kerja tersebut, seseorang dapat mengatur sikap dan tindakan yang akan
dilakukan dilingkungannya. Lingkungan tersebut dapat berupa tempat kerja,
ataupun masyarakat yang ada disekitarnya.
Dalam kehidupan nyata etika kerja sangat penting untuk diperhatikan
karena etika kerja juga dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang, selain itu
masih terdapat manfaat lain dari etika kerja yaitu membantu pekerja memiliki
pendirian sehingga tidak mudah untuk mengikuti orang lain yang belum tentu
orang tersebut dapat memberi dampak positif, dengan etika kerja seorang
pekerja dapat membedakan kegiatan yang tidak diperbolehkan dan yang
diperbolehkan. Dengan etika kerja juga dapat menjadikan motivasi bagi
pekerja dalam bekerja sehingga pekerjaan yang dikerjakan dapat diselesaikan
dengan maksimal. Pekerja juga memiliki etos kerja yang tinggi sehingga
menjadi pekerja yang produktif dilingkungan kerjanya. Dengan menjadikan
pekerja termotivasi dan bersemangat dalam bekerja menjadikan mereka pekerja
yang aktif dalam memberikan pendapat dan dapat menjembatani semua nilai-
nilai yang ada dalam perusahaan.
Pembahasan kali ini tidak hanya membahas mengenai etika kerja
seperti yang telah dijelaskan di atas, melainkan juga akan membahas mengenai
etika bisnis, moral, supply-demand, dan klaim. Pertama akan membahas
mengenai etika bisnis, etika bisnis merupakan hubungan mengenai kegiatan
manusia dengan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.
Kegiatan bisnis yang dilakukan tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan
secara moral. Setiap perushaan yang menjalankan bisnis pastinya berkeinginan
untuk menjadikan perusahaannya sukses, sukses tersebut berhubungan dengan
pekerja yang ada diperushaan, dengan adanya etika kerja yang dibuat maka
pekerja yang bermoral dapat bekerja sesuai dengan perjanjian kerja yang telah
disepakati, agar tidak merugikan pihak perusahaan. Kesuksesan tidak hanya
beretika di lingkungan internal perushaan melainkan di ekternal perushaan juga
perlu dilakukan karena perushaan juga berelasi bisnis dengan perusahaan
lainnya dan harapannya tidak terjadi tipu menipu dan bekerja sesuai dengan
perjanjian kerjasama yang telah disepakati.
Moral merupakan perkataan atau aturan yang telah disepakati dapat
berupa tulisan atau pun lisan mengenai kehidupan manusia yang harus dijalani
sehingga dapat menjadi pribadi yang baik. Supply-demand, dari kata supply
yang berarti permintaan sedangkan demand merupakan penawaran. Permintaan
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam kegiatan
tersebut terjadi permintaan atau pembelian sejumlah barang atau jasa dengan
harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah suatu kegiatan yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam kegiatan tersebut terjadi penawaran
dan penjualan suatu barang. Klaim merupakan suatu tuntutan yang dilakuakn
oleh seseorang atau pihak terkait dan pihak yang bertanggung jawab yang
berhubungan dengan adanya kontrak perjanjian diantara keduanya.
Hasil yang diperoleh dari praktikum kali ini adalah mengenai analisa
data kuesioner mengenai sikap terhadap etika kerja dari butir item satu sampai
delapan belas. Dari hasil analisa tersebut dapat diketahui bahwa praktikan yang
menilai sikap terhadap etika kerja memiliki moral dan mampu beretika dalam
kehidupan nyata. Hal tersebut dapat dilihat di bab hasil yang hasilnya praktikan
mampu menganalisa dengan baik masalah-masalah yang timbul di masyarakat
maupun ditemapt kerja dengan dilandaskan moral dan etika yang berlaku.
Setelah membahas hasil mengenai penilaian sikap terhadap kerja praktikan
atau mahasiswa Agroindustri, kemudian membandingkan hasil terebut dengan
nilai sikap terhadap etika kerja mahasiswa Seni dan Manajemen. Dari data
yang dihasilkan ternyata ketiga mahasiswa tersebut memiliki perberdaan
mengenai sikap terhadap etika kerja, yaitu mengenai pandangan dari masing-
masing mahasiswa, untuk pandangan mahasiswa Seni terhadap sikap etika
kerja adalah tidak menerima ataupun tidak menolak aturan sikap etika kerja,
karena mahasiswa Seni dituntut untuk berkreativitas dan bebas berekspresi,
pandangan mahasiswa manajemen terhadap etika kerja adalah menerima aturan
sikap etika kerja tetapi mementingkan keuntungan atau profit, dan pandangan
mahasiswa Agroindustri terhadap sikap etika kerja adalah menerima aturan
etika kerja tetapi tidak mementingkan profit atau keuntungan.




BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengukuran hasil skor sikap praktikan terhadap etika kerja dilakukan
dengan menilai daftar kuesioner mengenai sikap etika kerja yang terdiri
dari 18 butir item kemudian merekapitulasi skor dengan mengisi tabel skor
untuk mendapatkan skor rata-rata untuk membandingkan hasil rata-rata
skor tesebut dengan mahasiswa Seni dan mahasiswa Manajemen.
2. Pandangan mahasiswa Seni terhadap sikap etika kerja adalah tidak
menerima ataupun tidak menolak aturan sikap etika kerja, karena
mahasiswa Seni dituntut untuk berkreativitas dan bebas berekspresi,
pandangan mahasiswa manajemen terhadap etika kerja adalah menerima
aturan sikap etika kerja tetapi mementingkan keuntungan atau profit, dan
pandangan mahasiswa Agroindustri terhadap sikap etika kerja adalah
menerima aturan etika kerja tetapi tidak mementingkan profit atau
keuntungan.
B. Saran
1. Praktikum berjalan dengan baik
2. Coass mengampu dengan baik
3. Hasil praktikum dapat dipahami dengan cukup baik











DAFTAR PUSTAKA

Abdulah, Taufik. 1979. Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. LP3S.
Jakarta

Morgan, T. Clifford. 1961. Introduction to Psychology. Mc Graw Hill Book
Company Inc. New York

Suriasumantri, Jujun S. 1989. Berpikir Sistem. Konsep, Penerapan Teknologi dan
Strategi Implementasi. FPS IKIP Jakarta. Jakarta

Tasmara, Toto. 1991. Etos Kerja Pribadi Muslim. Labmen. Jakarta






















LAPORAN PRAKTIKUM
ETIKA KERJA
ACARA I
SIKAP TERHADAP ETIKA KERJA

Disusun oleh :
Nama Mahasiswa : Refianty Amalia Fajjrin
NIM : 11/321500/DTP/00729
Kelompok / Shift : E1a / 2
Hari, tanggal : Rabu, 09 Oktober 2013
Pukul : 10.00-12.00 WIB
Asisten : Andi Setiawan


LABORATORIUM MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI
PROGRAM DIPLOMA III AGROINDUSTRI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013