Anda di halaman 1dari 1

C.

PENYELIDIKAN DENGAN SUMUR UJI (TEST PIT)



Untuk memperoleh bukti mengenai keberadaan suatu endapan bahan galian di bawah tanah dan
mengambil contoh batuan (rock samples)-nya biasanya digali sumur uji (test pit) dengan
mempergunakan peralatan sederhana seperti cangkul, linggis, sekop, pengki, dsb.


Bentuk penampang sumur uji bisa empat persegi panjang, bujur sangkar, bulat atau bulat telur (ellip)
yang kurang sempurna (lihat Gambar 3). Tetapi bentuk penampang yang paling sering dibuat adalah
empat persegi panjang; ukurannya berkisar antara 75 x 100 m sampai 150 x 200 m. Sedangkan
kedalamannya tergantung dari kedalaman endapan bahan galiannya atau batuan dasar (bedrock)nya
dan kemantapan (kestabilan) dinding sumur uji. Bila tanpa penyangga kedalaman sumur uji itu berkisar
antara 4 - 5 m.

Agar dapat diperoleh gambaran yang representatif mengenai bentuk dan letak endapan bahan secara
garis besar, maka digali beberapa sumur uji dengan pola yang teratur seperti empat persegi panjang
atau bujur sangkar (pada sudut-sudut pola tersebut digali sumur uji) dengan jarak-jarak yang teratur
pula (100 - 500 m), kecuali bila keadaan lapangan atau topografinya tidak memungkinkan.

Dengan ukuran, kedalaman dan jarak sumur uji yang terbatas tersebut, maka volume tanah yang digali
juga terbatas dan luas wilayah yang rusak juga sempit.

clip_image002[5]