Anda di halaman 1dari 2

Cara Analisa Kerusakan Starter Mobil Berat

Tips dan cara menganalisa kerusakan pada starter mobil berat, starter mobil terasa berat saat
mobil distater tentunya akan bingung menentukan komponen mana yang mengalami kerusakan.
Apakah aki yang sudah soak atau justru motor starter atau dinamo starter yang rusak atau mungkin
malahan memang mesin yang berat untuk berputar karena ada bagian mesin yang macet.
Untuk memastikan komponen mana yang rusak saat starter mobil berat di antara aki dan dinamo
starter bisa di lakukan dengan beberapa cara:
1. Mengukur Tegangan Aki Mobil Saat Cranking Atau Cranking Engine
Gunakan Avo meter atau volt meter, taruh di terminal aki ujung alat ukur atau avometer tersebut.
Lepas sekring EFI atau IG atau pun relay EFI kemudian starter mobil dari kunci kontak, sambil cek
pembacaan tegangan turun pada aki ketika starter mobil, jika tegangan turun terlalu jauh berada di
bawah 10 volt kemungkinan aki soak.
Jika tegangan aki tidak turun di bawah 10 volt, anggaplah masih berada diatas 10,2 volt saat mobil
di starter tetapi starter mobil terasa berat kemungkinan terjadi kerusakan adalah jalur kabel atau
aliran arus listrik terhambat karena koneksi atau hubungan jalur kabel tidak baik, ada kemungkinan
grounding buruk.
Untuk hal ini silakan lihat artikel saya di Saat mesin Panas tidak kuat starter di blog ac-elektrik dot
com yang sudah migrasi atau dipindahkan ke Otomotrip.com
Cara yang sama juga bisa gunakan load tester, berapa drop voltage atau tegangan aki saat
menggunakan load tester. Kalau tegangan drop di bawah 9 atau dibawah 10 volt, aki rusak dan saat
aki nya di ganti.
Atau silakan lihat video dari youtube berikut ini tentang cara ukur tegangan aki mobil dan test beban
pada aki mobil atau load tester.

2. Melakukan Pengukuran Arus Listrik Ke Motor Starter
Untuk mengukur arus listrik yang mengalir menuju motor starter dengan menggunakan tang ampere,
jika di ketahui saat melakukan pengukuran arus listrik dengan tang ampere ternyata arus terlalu
besar lebih dari ukuran spesifikasi stater, artinya terjadi short atau konslet pada field coil motor
stater.
Catatan : Untuk motor starter dengan tenaga 1Kw atau 1000 watt, arus listrik mengalir ke starter
sekitar 80 an Ampere saat starter diputar tanpa beban mesin, tetapi ketika motor starter memutar
mesin arus listrik mengalir berkisar antara 100 Ampere sampai 120 Ampere.
Jadi jika arus listrik yang terukur diatas 130 Amper untuk motor starter 1 Kw ada indikasi kalau motor
starter yang short atau rusak.
Analisa yang lain, jika arus listrik mengalir sesuai spesifikasi dan starter masih terasa berat disertai
tegangan aki turun berada di bawah 9 volt saat di stater artinya aki soak.
3. Cara Paling Mudah Untuk Periksa Motor Stater Mobil Berat
Ini cara paling mudah dan tanpa alat untuk menentukan komponen mana yang rusak saat starter
mobil berat yaitu pinjam aki yang masih bagus.
Kalau aki mobil sudah di pinjamkan ternyata stater mobil juga masih berat tandanya terjadi kerusakan
motor starter atau jalur kabel. Perbaiki jalur kabel ke motor starter dan perbaiki dinamo starter.
Ketika aki sudah diganti,starter sudah ditest bekerja dengan baik dan perkabelan sudah bagus, hal
terakhir adalah buka busi dan putar puli crankshaft (poros mesin) dengan tangan menggunakan
kunci, jika terasa berat memang mesinnya yang menjadi penyebab stater berat.
Jadi kemungkinan lain penyebab
stater mobil berat adalah ada komponen mesin yang macet seperti terlihat gambar diatas adalah
gambar piston yang hangus akibat overheating mesin yang menyebabkan stang seker tidak bisa
bergerak. Selain piston yang macet bisa jadi karena kerusakan pada bantalan-bantalan poros mesin
atau metal.