Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Penegakan diagnosis, penentuan jenis patologi stroke, dan pengobatan
yang tepat berperan menurunkan angka mortalitas stroke. Banyak penelitian
membuktikan bahwa pasien yang segera datang ke rumah sakit dengan diagnosis
jenis patologik stroke yang segera ditegakkan dalam waktu yang singkat, dengan
pemberian terapo yang tepat dapat menyelamatkan penderita stroke dari kematian
dan cacat tubuh.
Manajemen stroke yang rasional harus berdasarkan pengetahuan jenis
patologi stroke. Dengan dimulainya pemeriksan CT-can kepala pada penderita
stroke dengan mudah dan aman, dapar dibedakan jenis patologi stroke, yaitu
antara stroke perdarahan intracerebral dengan stroke iskemik atau pada !ase akut
stroke dengan cepat dan akurat. Di "ndonesia hanya sebagian kecil saja rumah
sakit yang mempunyai peralatan CT-can dan tebatas pulsa pada kota-kota besar
disertai keterbatasan biaya dari penderita. #eadaan tersebut akan sangat
merugikan pasien penderita stroke kerena diagnosis jenis patologisnya tidak
dilakukan dengan tepat dan pengobatan dini tidak dapat dilakukan. $leh karena
itu, perlu tes diagnostik pengganti yang akurasinya mendekati pemeriksaan CT-
can kepala. Tes diagnostic pengganti tersebut harus lebih murah, lebih cepat
dilakukan, dan lebih murah dibandingkan dengan pemeriksaan CT-can kepala,
tentu saja dengan reliabilitas dan %aliditas yang tinggi.
&dapun tulisan ini untuk mengetahui bagaimana lebih memahami cara
membedakan stroke perdarahan intra cerebral dengan stroke iskemik akut atau
stroke in!ark dengan cepat, aman, murah dan reliable serta %alid, yaitu dengan
menggunakan &lgoritma stroke 'ajdah Mada
1
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
2.1. Stroke
&. Pengertian troke
Menurut ()$, stroke dide!inisikan sebagai suatu istilah gangguan
!ungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik
!okal maupun global yang berlangsung lebih dari *+ jam atau dapat menyebabkan
kematian tanpa ditemukannya penyebab lain daripada gangguan pembuluh darah
,%askuler- ,()$, ./0/-.
troke adalah istilah klinis untuk hilangnya per!usi diotak secara akut
sesuai dengan teritorial %askuler. Dari de!inisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
stroke 1
..Menimbulkan kelainan sara! yang si!atnya mendadak.
*.#elainan sara! yang ada harus sesuai dengan daerah atau bagian mana dari otak
yang terganggu. Dengan mani!estasi timbulnya gejala seperti de!isit motorik,
de!isit sensorik dan kesukaran dalam berbahasa ,Price, *223-.
B. 4tiologi
.."n!ark otak ,02-035-
"n!ark otak dibedakan menjadi dua yaitu emboli, dan aterotrombotik.
4mboli terbagi lagi menjadi emboli kardiogenik, emboli paradoksal ,!oramen
o%ale paten-, dan emboli arkus aorta. 4mboli kardiogenik dibedakan menjadi
empat, yaitu !ibrilasi atrium atau aritmia lain, trombus mural %entrikel kiri,
penyakit katup mitral dan katup aorta, endokarditis ,in!eksi dan non in!eksi-.
"n!ark otak aterotrombotik dibedakan menjadi dua, yaitu penyakit ekstraekranial
dan penyakit intrakranial. Penyakit ekstrakranial dibedakan berdasarkan
pembuluh darah yang mengalami gangguan yakni arteri karotis eksterna dan arteri
%ertebralis. edangkan penyakit intrakranial pembuluh darah yang mengalami
gangguan yaitu arteri karotis interna, arteri cerebri media, arteri basilaris dan
lakuner ,oklusi arteri per!orans kecil-.
2
*.Perdarahan "ntraserebral ,.3-*25-
Perdarahan intraserebral terbagi menjadi tiga yaitu hipertensi, mal!ormasi
arteri-%ena, dan angiopati amiloid.
a. Perdarahan subarachnoid ,35-
b. Penyebab lain
Penyebab lain yang menyebabkan in!ark dan perdarahan misalnya diseksi
arteri karotis atau %ertebralis, %askulitis sistem sara! pusat, kondisi hiperkoagulasi,
dan penyalahgunaan obat ,kokain atau am!etamin-.
C. 4pidemiologi
troke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan
kanker dan masih merupakan penyebab kecacatan ,Misbach, *22.-. Data dari
6)B78s 9ramingham )eart tudy, di &merika erikat diperkirakan terdapat
:22.222 penderita stroke yang terdiri dari 322.222 penderita stroke baru dan
.22.222 penderita stroke ulang. Berdasarkan jenis kelamin diperoleh bahwa
insiden stroke di &merika erikat sebesar *;2 per .22.222 pada laki-laki dan *2.
per .22.222 pada perempuan. edangkan di "nggris, insiden stroke di perkirakan
sebesar .;+ per .22.222 pada laki-laki dan **< per .22.222 pada perempuan
,=itarwan, *22<-.
Data ()$ menyebutkan penderita stroke yang meninggal *223 berjumlah
3,; juta orang. ementara di "ndonesia sendiri belum ada data epidemiologis
stroke yang lengkap, tetapi proporsi penderita stroke dari tahun ke tahun
cenderung meningkat. Di perkirakan ada 322.222 penduduk terkena stroke dan
menyebabkan kematian sebesar .3,+ 5 ,4lida, *2.2-. Dari jumlah tersebut,
sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan
!ungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan
!ungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus dikasur. Bahkan
diprediksikan tahun *2*2, jika tidak ada penanggulangan stroke yang lebih baik,
3
maka jumlah penderita stroke pada tahun *2*2 diprediksikan akan meningkat dua
kali lipat ,>ayasan troke "ndonesia, *22/-.
D.#lasi!ikasi

'ambar *... troke hemoragik dan non hemoragik
umber 1 &kre, *22/
troke diklasi!ikasikan berdasarkan patologi dan etiologi ,lesi-, stadium,
dan lokasi ,sistem pembuluh darah- ,Misbach, *22.-.
.. Berdasarkan Patologi dan 4tiologi ,7esi- 1
a. troke "skemik.
troke iskemik dibedakan lagi menjadi transient ischemic attack ,T"&-,
trombosis serebri, dan emboli serebri.
b. troke )emoragik
troke hemoragik dibedakan lagi menjadi perdarahan serebral dan
peradarahan subarachnoid.
*. Berdasarkan tadium 1
a. Transient "schemic &ttack ,T"&-
b. troke in e%olution
c. Completed troke
<. Berdasarkan 7okasi ,istem Pembuluh Darah- 1
a. Tipe karotis
b. Tipe %ertebrobasiler
4
4. 9aktor =isiko
9aktor ? !aktor risiko terjadinya stroke terdiri atas !aktor yang tidak dapat
diubah dan !aktor yang dapat diubah, yaitu 1
.. 9aktor risiko yang tidak dapat diubah
a.@sia
troke dapat dijumpai pada semua usia, tetapi angka kejadiannya
meningkat seiring dengan bertambahnya usia disebabkan oleh proses penuaan
terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi
rapuh ,#olegium 6eurologi "ndonesia, *22/-.
b.Aenis kelamin
7aki-laki memiliki !aktor risiko yang lebih tinggi untuk terkena stroke
dibanding perempuan. 6amun, pada perempuan pengguna kontrasepsi oral yang
mengandung kadar estrogen tinggi maka risiko terkena stroke pun makin
meningkat. edangkan setelah perempuan menopause mulai angka insiden
terjadinya stroke hampir sama dengan laki-laki ,)alter, *22/-.
c.9aktor keturunan
&da juga penelitian yang menunjukkan bahwa terdapatnya gen 6"6/* two
intergenic single nucleotide polymorphisms , 6Ps - pada kromosom .*p.+
dihubungkan dengan peningkatan risiko mendapat stroke ,4lida, *2.2-. Disisi
lain, C&D&"7 syndrome ,Cerebral &utosomal Dominant &rteriopathy wicth
ubcortical "n!arcts dan 7eukoencephalopathy- merupakan bentuk stroke yang
diturunkan dan disebabkan oleh mutasi pada 6$TC)< pada kromosom ./ ,4lida,
*2.2-.
d.=as
=as kulit hitam ,&!ro &merican- cenderung berisiko lebih tinggi mendapat
stroke dibandingkan ras kulit putih.
*.9aktor risiko yang dapat diubah
a.)ipertensi
Tekanan darah terdiri dari * komponen 1 sistolik dan diastolik. Bila
tekanan sistolik di atas .:2 mm)g dan tekanan diastolik lebih dari /2 mm)g,
5
maka dapat berpotensi menimbulkan serangan CBD, terlebih bila telah berjalan
selama bertahun-tahun ,6urhidayat, dan =osjidi, *220-.
b.Diabetes Melitus
Penebalan dinding pembuluh darah otak yang berukuran besar dapat
disebabkan oleh diabetes melitus, penebalan ini akan berakibat terjadinya
penyempitan lumen pembuluh darah sehingga akan mengganggu aliran darah
serebral dengan akibat terjadinya iskemia dan in!ark ,6urhidayat, dan =osjidi,
*220-.
c.Dislipidemia
Merupakan suatu kelainan jumlah lipid dalam darah. #elainan ini dapat
dilihat dari hasil pemeriksaan pro!il lipid. #adar lemak darah yang tinggi ,kadar
kolesterol total C *22 mg5 dan low density lipoproteinD7D7 E .<2 mgDdl-
berpotensi menyumbat pembuluh darah otak dan mudah menempel sebagai
plaFue akibat proses aterosklerosis pada pembuluh darah otak ,'oest, .///-.
d.Merokok
Merokok menyebabkan peningkatan konsentrasi !ibrinogen dan
peningkatan ini akan mempermudah terjadinya penebalan dinding pembuluh
darah dan peningkatan %iskositas darah yang memicu penyakit jantung dan stroke
,)arsono, *220-. Merokok meningkatkan risiko stroke iskemik sebesar * kali lipat
,hinton, ./0/-.
e.&lkohol
&lkohol merupakan salah satu !aktor risiko stroke terutama stroke
hemoragik. 4!ek beracun ,etanol- dari alkohol yang dikonsumsi berlebihan
menyebabkan gangguan koagulasi dan menyebabkan hiper%olemia disertai
hipertensi yang dapat menyebabkan perdarahan ,'uyton, *22;-.
6
9.Pato!isiologi troke
'angguan pasokan aliran darah otak dapat terjadi dimana saja didalam
arteri-arteri yang membentuk sirkulus (illisi 1 arteri karotis interna dan sistem
%erterbrobasilar atas semua cabang-cabangnya.

'ambar *.*. irkulis (illisi
umber 1 )aurissa, *2.*
ecara umum, apabila aliran darah ke jaringan otak terputus selama .3
sampai *2 menit, akan terjadi in!ark atau kematian jaringan. Perlu diingat bahwa
oklusi di suatu arteri tidak selalu menyebabkan in!ark di daerah otak yang
diperdarahi oleh arteri tersebut. &lasannya adalah bahwa mungkin terdapat
sirkulasi kolateral yang memadai di daerah tersebut. Proses patologik mendasari
mungkin salah satu dari berbagai proses yang terjadi di pembuluh darah yang
memperdarahi otak. Patologinya dapat berupa 1
..#eadaan penyakit pada pembuluh itu sendiri seperti pada arterosklerosis dan
trombosis, robeknya dinding pembuluh darah atau peradangan.
*.Berkurangnya per!usi akibat gangguan status aliran darah, misalnya syok atau
hiper%iskositas darah.
<.'angguan aliran darah akibat bekuan atau embolus in!eksi yang berasal dari
jantung atau pembuluh ekstrakranium
+.=uptur %askular didalam jaringan otak atau ruang subarachnoid ,Price, *223-.
Pato!isiologi stroke berdasarkan etiologinya 1
7
..troke )emoragik atau troke Perdarahan

'ambar *.<. troke perdarahan intraserebral dan subarachnoid
umber 1 'iraldo, *22;
troke hemoragik disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga
menghambat aliran darah yang normal, akibatnya darah merembes ke dalam suatu
daerah diotak dan merusaknya. )ampir ;2 5 kasus stroke hemoragik terjadi pada
penderita hipertensi. )ipertensi menyebabkan tekanan yang lebih besar pada
dinding pembuluh darah sehingga dinding pembuluh darah menjadi lemah dan
rentan pecah. troke hemoragik dibagi lagi menjadi 1
a.Perdarahan "ntraserebral
Pada kasus ini terjadi perdarahan pada parenkim hingga %entrikel otak
yang terjadi pada arteri kecil maupun arteriol yang bisa menyebabkan
terbentuknya hematoma dan menimbulkan edema serebri yang jika tidak
ditangani dengan cepat dapat menyebabkan terjadinya herniasi batang otak dan
menyebabkan penurunan kesadaran secara cepat dan bahkan menjadi koma dan
tak jarang berakhir dengan kematian. Perdarahan intraserebral terutama mengenai
lobus serebral, ganglia basalis, thalamus, batang otak dan serebelum sedangkan
mesense!alon dan medulla spinalis jarang sekali terkena. 9aktor risiko utama
terjadinya perdarahan intraserebral adalah hipertensi ,;2-/25- dimana terjadi
perubahan degenerati! pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan robeknya
pembuluh darah ,mikroneurisma charcot- bouchard- ,4lida, *2.2-. troke jenis ini
dapat juga disebabkan oleh trauma, mal!ormasi %askuler, penggunaan obat-obatan
seperti am!etamin dan kokain. Biasanya mengenai usia antara 32-02 tahun.
erangan seringkali terjadi mendadak dan pada siang hari saat berakti%itas dan
8
ketika dalam keadaan emosi atau marah. Tingkat mortalitas mencapai ++5 setelah
<2 hari terjadinya serangan bahkan dapat meningkat menjadi .225 jika pasien
dalam keadaan koma ,4lida, *2.2-. Perdarahan intraserebral merupakan
penyebab kematian tertinggi pada penderita stroke.
b.Perdarahan ubarachnoid
Perdarahan subarachnoid biasanya menyerang usia *2-;2 tahun yang
disebabkan karena %ena maupun kapiler dan tersering dikarenakan pecahnya
aneurisma pada sirkulus (illisi ruptur satu atau lebih pembuluh darah, baik di
arteri, %ena, maupun kapiler dan tersering akibat peningkatan tekanan darah atau
tekanan intrakranial sehingga menimbulkan gangguan aliran darah serebral yang
bisa menyebabkan hilangnya kesadaran. $leh karena itu, sangat penting
menentukan lokalisasi terjadinya aneurisma pada arteri o!talmika dan kompresi
pada ner%us optikus maka dapat menyebabkan de!isit %isual monokular ,)arsono,
*220-. 6amun, jika aneurisma terjadi pada arteri karotis interna, arteri basilaris
dan arteri o!talmika maka dapat menyebabkan gangguan pada otot-otot
ekstraokuler ,(iebers, .//;-. Perdarahan subarachnoid lebih sering mengenai
wanita dan meningkat risikonya setelah wanita tersebut post menopause,
terkadang dihubungkan dengan adanya riwayat migrain ataupun kejang.
Mani!estasi awal dapat berupa ptekie ataupun purpura pada kulit. Pada keadaan
yang lebih berat, dapat menimbulkan edema papil dan iritasi batang otak serta
de!isit neurologi permanen pada *2-325 kasus ,4lida, *2.2-. Bahkan bila tidak
segera ditangani dapat menimbulkan in!ark dikarenakan %asospasme arteri di
sekitar aneurisma sehingga menimbulkan keadaan koma yang lama. Penyebab
perdarahan subarachnoid lainnya yaitu pecahnya mal!ormasi arteri %ena ,&BM-.
*.troke 6on )emoragik atau troke "skemik
Pada stroke terjadi penurunan suplai darah dan oksigenasi ke otak yang
mengakibatkan terjadinya hipoksia dan nekrosis jaringan otak pada darah tersebut.
Proses yang mendasarinya dapat disebabkan oleh trombosis ,akibat obstruksi
pembuluh darah karena adanya bekuan darah-, emboli, tekanan per!usi sistemik
yang menurun misalnya keadaan syok, dan terjadinya trombosis pembuluh darah
%ena, terutama mengenai arteri karotis kranial meliputi cabang terminal dan arteri
karotis interna, arteri basilaris dan arteri serebri media, dan arteri serebri posterior.
9
elain itu, iskemia serebral juga akan diikuti oleh respon in!lamasi yang hebat
yang melibatkan in!iltrasi granulosit, lim!osit T dan makro!ag pada area iskemik
dan sekitarnya. Pada kasus stroke jenis ini terdapat hubungan yang bermakna
antara peningkatan neutro!il dengan luas in!ark, sehingga dapat disimpulkan
neutro!il sebagai indikator yang memperburuk keadaan ,4lida, *2.2-. troke non
hemoragik dibagi lagi menjadi 1
a.troke Trombosis

'ambar *.+. troke trombosis
umber 1 "srar, *22/
Terjadinya stroke trombosis disebabkan karena adanya trombus yang
terdiri dari trombosit, !ibrin, eritrosit, dan sel leukosit sehingga menyebabkan
penyempitan lumen dimana gejalanya muncul perlahan akibat proses
arterosklerosis dan biasanya mengenai usia 32-;2 tahun. Dapat mengenai
pembuluh darah besar maupun pembuluh darah kecil dan terjadi pada arteri
serebral yang sudah ada trombus. Trombosis adalah terbentuknya masa dari unsur
darah didalam pembuluh darah %ena atau arteri pada makluk hidup. Trombosis
merupakan istilah yang umum dipakai untuk sumbatan pembuluh darah, baik
arteri maupun %ena ,Dahlan, *22;-.
#onsep trombosis pertama kali diperkenalkan oleh Birchow pada tahun
.03: dengan diajukannya uraian pato!isiologi yang terkenal sebagai Triad o!
Birchow, yaitu terdiri dari abnormalitas dinding pembuluh darah, perubahan
komposisi darah, dan gangguan aliran darah. #etiganya merupakan !aktor-!aktor
yang memegang peranan penting dalam pato!isiologi trombosis. Dikenal dua
macam trombosis, yaitu 1
.. Trombosis arteri
10
*. Trombosis %ena
4tiologi trombosis adalah kompleks dan bersi!at multi!aktorial. Meskipun ada
perbedaan antara trombosis %ena dan trombosis arteri, pada beberapa hal terdapat
keadaan yang saling tumpang tindih. Trombosis dapat mengakibatkan e!ek lokal
dan e!ek jauh. 4!ek lokal tergantung dari lokasi dan derajat sumbatan yang terjadi
pada pembuluh darah, sedangkan e!ek jauh berupa gejala-gejala akibat !enomena
tromboemboli. Trombosis pada %ena besar akan memberikan gejala edema pada
ekstremitas yang bersangkutan. Terlepasnya trombus akan menjadi emboli dan
mengakibatkan obstruksi dalam sistem arteri, seperti yang terjadi pada emboli
paru, otak dan lain-lain ,upandiman, *22.-. &da < hal yang berpengaruh dalam
pembentukanDtimbulnya trombus ini ,trias Birchow- 1 ,Dahlan, *22;-.
.. #ondisi dinding pembuluh darah ,endotel-.
*. &liran darah yang melambatD statis.
<. #omponen yang terdapat dalam darah sendiri berupa peningkatan
koagulabilitas.
b. troke 4mboli

'ambar *.3. troke emboli
umber 1 Mount 6ittany )ealth, *22/
troke emboli adalah suatu gangguan neurologis akut yang disebabkan
oleh gangguan aliran darah, dimana terjadi secara mendadak atau cepat timbul
gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah !okal di otak yang dapat menjadi
11
lebih berat akibat suatu emboli dan sering mengenai usia muda dengan tingkat
mortalitas ;-.2 5 ,4lida, *2.2-. troke emboli diklasi!ikasikan berdasarkan arteri
yang terlibat ,misalnya stroke arteria %ertebralis- atau asal embolus. &sal stroke
emboli dapat suatu arteri distal atau jantung ,stroke kardioembolik- ,Price, *223-.
Pada stroke jenis ini, embolus dapat berasal dari tempat lain didalam tubuh,
dimana /25 emboli berasal dari jantung. )al tersebut dikarenakan aliran darah ke
otak berasal dari arkus aorta sehingga emboli yang lepas dari %entrikel kiri akan
disebarkan melalui aliran darah ke arteri karotis komunis kiri dan arteri
brakhiose!alika. elain itu, jaringan otak sangat sensiti! terhadap obstruksi aliran
darah, sehingga emboli yang berukuran . mm sudah dapat menimbulkan
gangguan neurologis yang berat ,4lida, *2.2-. troke emboli juga bisa
disebabkan trombus yang terlepas dari arteri yang arterosklerosis dan beluserasi,
gumpalan trombosit karena !ibrilasi atrium, timbunan lemak, sel kanker ataupun
in!eksi bakteri. Dengan adanya aterosklerosis yang merupakan kombinasi dari
perubahan tunika intima dengan penumpukan lemak, komposisi darah maupun
deposit kalsium maka perubahan-perubahan hemodinamik sistemik ,aritmia
jantung, hipotensi, hipertensi- dan kimia darah ,polisitemia, hiper%iskositas-
dapat menimbulkan iskemik dan in!ark serebri regional ,idharta, *22+-. Pada
saat aliran darah lambat ,saat tidur-, maka dapat terjadi penyumbatan. @ntuk
pembuluh darah kecil dan arteriol, terjadi penumpukan lipohialinosis yang
mengakibatkan mikroin!ark.
'.'ejala dan Tanda
'ejala stroke bisa dibedakan atas gejalaDtanda akibat lesi dan gejala tanda
yang diakibatkan komplikasinya. 'ejala akibat lesi bisa sangat jelas dan mudah
untuk didiagnosis, akan tetapi bisa sedemikian tidak jelas sehingga diperlukan
kecermatan tinggi untuk mengenalinya. ecara umum gejala tergantung pada
besar dan letak lesi otak, yang menyebabkan gejala dan tanda organ yang
dipersyara!i oleh organ tersebut. Aenis patologi ,hemoragik dan non hemoragik-
secara umum tidak menyebabkan perbedaan dari tampilan gejala, kecuali pada
jenis hemoragik sering kali ditandai dengan nyeri kepala hebat, terutama terjadi
saat bekerja. Beberapa perbedaan yang terdapat pada hemis!er kiri dan kanan
12
dapat dilihat dari tanda-tanda yang didapatkan dan dengan pemeriksaan
neurologis sederhana dapat diketahui kira-kira letak lesi, seperti yang dibawah
ini 1
7esi di korteks
a.'ejala terlokalisasi, mengenai daerah lawan dari letak lesi
b.)ilangnya sensasi kortikal ,stereognosis, diskriminasi dua titik- ambang
sensoris yang ber%ariasi
c.#urang perhatian terhadap rangsang sensoris
d.Bicara dan penglihatan mungkin terkena
7esi di kepala
a.7ebih luas, mengenai daerah lawan lesi
b.ensasi primer menghilang
c.Bicara dan penglihatan mungkin terganggu
7esi di batang otak
a.7uas, bertentangan letak lesi
b.Mengenai sara! kepala sesisi dengan letak lesi ,"""-"B otak tengah- B, B", B"",
dan B""" di pons, dan "G, G, G", G"" di medulla 7esi di medulla spinalis
a.6euron motorik bawah daerah lesi, sesisi
b.6euron motorik atas dibawah lesi, berlawanan letak lesi
c.'angguan sensorik
'ejala akibat komplikasi akut menyebabkan kematian 3 kali lebih banyak
dibandingkan akibat lesi, dan bersama-sama keduanya menyebabkan sekitar *25
kematian pada hari pertama.
).Diagnosis troke
Diagnosis stroke ditegakkan berdasarkan diagnosis klinis melalui
pemeriksaan !isik-neurologi. edangkan untuk membedakan jenis stroke dapat
dilakukan dengan sistem skor dan CT-scan ,4lida, *2.2-.
..&namnesis
&namnesis yang cermat memberikan in!ormasi untuk menentukan
gambaran stroke yang dinamakan transcient ischemic attack, completed stroke
dan sebagainya. )al yang perlu diketahui melalui anamnesis adalah peristilahan
13
orang awam dalam mengemukakan keluhan yang merupakan mani!estasi stroke
antara lain hemiparesis, hemiparestesi, a!asia, disatria, dan hemianopsia ,4lida,
*2.2-.
*.Pemeriksaan !isik neurologi
Pada pasien stroke perlu dilakukan pemeriksaan !isik-neurologi seperti
tingkat kesadaran, ketangkasan gerakan, kekuatan otot, tonus otot, re!leks tendon,
re!leks patologis, dan !ungsi sara! kranial.
<.Diagnosis #linis
Diagnosis klinis dapat mencakup segi-segi etiologi, lokalisasi, dan
pathogenesis. 'ejala-gejala neurologis serta tanda-tanda !isik diagnosis
merupakan mani!estasi suatu jenis %askular yang bergantung pada berat ringannya
gangguan pembuluh darah dan lokasinya. $leh karena itu, setiap jenis lesi
%askular menimbulkan suatu sindrom. Maka diagnosis klinis dapat dibuat
berdasarkan pengenalan sindrom-sindrom dan riwayat perkembangan stroke.
&dapun sindrom oklusi cerebro%askular dan hemoragik cerebro%askular yang
dapat dikenal secara klinik ialah 1
..indrom $klusi Cerebro%ascular
a.indrom oklusi arteri cerebri media
b.indrom oklusi arteri cerebri anterior
c.indrom oklusi arteri carotis interna
d.indrom oklusi arteri cerebri posterior
e.indrom oklusi arteri %ertebrobasilaris
!.indrom in!ark serebral
*.indrom )emoragik Cerebro%askular
a.indrom hemoragik cerebri putamenal
b.indrom hemoragik cerebri talamik
c.indrom hemoragik pontin
d.indrom hemoragik cerebellum
14
2.2. Algoritma Gadja !ada "#ore
&lgoritma gadjah mada scroe adalah suatu penilaian untuk membantu
membedakan stroke perdarahan intraserebral dengan stroke iskemik akut atau
stroke in!ark. Bariabel yang dinilai penurunan kesadaran, nyeri kepala dan re!leks
babinski.
a. Penurunan kesadaran, nyeri kepala dan re!leks babinski
Penurunan kesadaran diperoleh dari serentetan penyelidikan
anatomi dan !isiologi substansia retikularis yang mengandung lintasan
asendens aspesi!ik di!us. 7intasan asendens aspesi!ik di!us ini
menyampaikan impuls asendens ke semua sel di seluruh korteks serebri.
7intasan ini tersusun dari sel-sel kecil dengan jaluran-jaluran yang
pendek-pendek yang merupakan unsur selular dari substansia retikularis
sepanjang medulla spinalis dan batang otak. Mereka menyusun lintasan
asendens multisinaptik yang berakhir di nuclei intralaminaris talami adalah
bagian dari reticular acti%ating system ,=&-.
Melalui lintasan asendens aspesi!ik di!us ini, seluruh korteks
serebri kedua sisi menerima impuls a!eren spesi!ik. Penurunan kesadaran
akan terjadi jika kortek serebri kedua sisi tidak lagi menerima impuls
a!eren spesi!ik. emua gangguan yang dapat menimbulkan penurunan
kesadaran dapat tercakup dalam gangguan di substansia retikularis bagian
batang otak yang paling rostal dan gangguan di!us pada kedua
hemis!erium.
#eberadaan hematoma pada stroke perdarahn intrasereberi akan
menyebabkan proses desak ruang , kompresi- dan destruksi pada
substansia retikularis dari diense!alon , nuclei intralaminares- yang akan
menyebabkan terjadinya penurunan keasadaran.
#eberadaan hematoma pada stroke perdarahan akan
mengakibatkan terjadi distensi, distrorsi, dan peregangan dari struktur
pada nyeri ,pain-sensiti%e structure- disusunan sara! pusat, walaupun tidak
ada ransangan pada reseptor nyeri akan menyebabkan nyeri kepala.
15
Biasanya nyeri tersebut terjadi spontan, eksplosi!, hebat, di!us dan sering
kali terus menerus dirasakan. )al ini terjadi mungkin karena pada
kerusakan sara! terjadi depolarisasi mendadak sehingga timbul aliran
impuls sara! yang kuat dan lama serta di!us terutama bila banyak darah
sara! yang rusak.
=e!leks babinski adalah suatu respon pathologic yang merupakan
suatu tanda yang mencirikan suatu lesi ditraktus piramidalis. Mekanisme
re!leks babinski sendiri masih belum jelas. )ematoma yang terjadi akibat
stroke perdarahan merupakan lesi traktus piramidalis. =e!leks babinski
yang positi! merupakan pertanda kuat adanya perdarahan di otak , stroke
perdarahn intraserebri-
16
17
T=$#4 &#@T
Penurunan #esadaran
6yeri kepala
=e!lesk Babinski
Ketiganya atau 2 dari 3 ada
YA
P"

TIDAK
Penurunan Kesadaran (+
!yeri "e#a$a (%
&e'$e( )a)ins"i (%
YA P"

TIDAK
Penurunan Kesadaran (%
!yeri "e#a$a (+
&e'$e( )a)ins"i (%
YA P"

TIDAK
Penurunan Kesadaran (%
!yeri "e#a$a (%
&e'$e( )a)ins"i (+
YA "69&=#

TIDAK
Penurunan Kesadaran (%
!yeri "e#a$a (%
&e'$e( )a)ins"i (%
YA "69&=#
BAB III
KESI!PULAN
Dengan ditemukan tes diagnostik pengganti diharapkan mortalitas, cacat
tubuh maupun mental akibat serangan stroke di "ndonesia dapat ditetapkan.
#epastian penentuan jenis patologis stroke secara lebih dini akan sangat penting
dalam pengobatan.
18