Anda di halaman 1dari 6

Pendahuluan

Peradangan (pembengkakan) dari arteri-arteri adalah faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Ia telah
dihubungkan pada peningkatan risiko penyakit jantung, serangan jantung, stroke dan penyakit arteri peripheral. Untuk
melihat apakah arteri-arteri anda meradang sebagai akibat dari atherosclerosis, dokter-dokter dapat menguji darah anda
untuk C-reactive protein (CRP). ubuh menghasilkan !"P se#aktu proses umum dari peradangan. $leh karenanya,
!"P adalah %penanda% untuk peradangan, yang berarti kehadirannya mengindikasikan keadaan peradangan yang
meningkat didalam tubuh., (anonim
&
,&''()
Protein !-reactif (C-reactive protein, !"P) dibuat oleh hati dan dikeluarkan ke dalam aliran darah. !"P beredar
dalam darah selama )-*' jam setelah proses inflamasi akut dan destruksi jaringan. +adarnya memuncak dalam ,(--& jam.
.eperti halnya uji laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate, /."), !"P merupakan uji non-spesifik tetapi
keberadaan !"P mendahului peningkatan 0/1 selama inflamasi dan nekrosis lalu segera kembali ke kadar normalnya.
("I.234$, &''5)
DASAR TEORI
Pemeriksaan C-Reaktive Protein
est !-"eaktive Protein (!"P) pertama kali ditemukan sebagai bahan dalam serum pasien dengan peradangan akut
yang bereaksi dengan polisakarida !-(kapsuler) dari pneumococcus. 1itemukan oleh illet dan 6rancis Pada tahun *57'.
Pada a#alnya diperkirakan bah#a !"P adalah sekresi pathogen seperti peningkatan !P" pada orang dengan berbagai
penyakit termasuk kanker. 4amun penemuan sintesis hati menunjukan bah#a !P" adalah protein asli. 8en !"P terletak
pada pertama kromosom (*9&*-:&7). !"P adalah protein &&,-residu dengan massa molar dari monomer &;.*') 1a.
Protein ini merupakan disc pentametric annular dalam bentuk dan anggota dari kecil family pentra<ins. (3ria#an, &'*7)
Deinisi CRP
Protein !-reactif (C-reactive protein, !"P) dibuat oleh hati dan dikeluarkan ke dalam aliran darah. !"P beredar
dalam darah selama )-*' jam setelah proses inflamasi akut dan destruksi jaringan. +adarnya memuncak dalam ,(--& jam.
.eperti halnya uji laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate, /."), !"P merupakan uji non-spesifik tetapi
keberadaan !"P mendahului peningkatan 0/1 selama inflamasi dan nekrosis lalu segera kembali ke kadar normalnya.
(ris#anto,&''5)
!-"eaktive Protein (!"P) adalah protein yang ditemukan dalam darah yang meningkat sebagai respon terhadap
peradangan. Peran fisiologinya adalah untuk mengikat fosfokolin yang di ekspresikan pada permukaan sel-sel mati atau
sekarat (dan beberapa jenis bakteri) untuk mengaktifkan system pelengkap melalui kompleks !*9. !"P disintesis oleh
hati odalam menanggapi factor yang dilepaskan oleh makrofag dan sel-sel lemak (adipocytes).
!"P merupakan salah satu dari beberapa protein yang sering disebut sebagai protein fase akut dan digunakan
untuk memantau perubahan-perubahan dalam fase inflamasi akut yang dihubungkan dengan banyak penyakit infeksi dan
penyakit autoimun. =eberapa keadaan dimana !"P dapat dijumpai meningkat adalah radang sendi (rheumatoid arthritis),
demam rematik, kanker payudara, radang usus, penyakit radang panggung (pelvic inflammatory disease, PI1), penyakit
>odgkin, .0/, infeksi bakterial. !"P juga meningkat pada kehamilan trimester akhir, pemakaian alat kontrasepsi
intrauterus dan pengaruh obat kontrasepsi oral. (ris#anto,&''5)
Peran C-Reaktive Protein
!P" memiliki peran sebagai responfase akut yang berkembang dalam berbagai kondisi inflamasi akut dan kronis
seperti bakteri, infeksi virus, atau jamur, penyakit inflamasi rematik dan lainnya. +eganasan, dan cedera jaringan atau
nekrotis. +ondisi ini menyebabkan pelepasan sitokin interleukin-) dan lainnya yang memicu sintesis !"P dan fibrinogen
oleh hati. .elama respon fase akut, tingkat !"P meningkat pesat dalam #aktu & jam dari tahap akut dan mencapai
puncaknya pada ,( jam. 1engan resolusi dari respon fase akut, !"P menurun dengan relatif pendek selama *( jam.
?engukur tingkat !"P merupakan jendela dalam melihat untuk penyakit menular dan inflamasi. .ecara tepat,
peningkatan ditandai di !"P terjadi dengan nekrosis peradangan, infksi, trauma, dan jaringan, keganasan dan gangguan
autoimun. .ejumlah besar kondisi berbeda yang dapat meningkatkan produksi !"P, peningkatan tingkat !"P juga tidak
dapat mendiagnosa penyakit tertentu. Peningkatan tingkat !"P dapat memberikan dukungan untuk kehadiran penyakit
inflamasi seperti rheumatoid arthritis, polimyalgia rheumatica atau raksasa-sel arteritis. (aria#an,&'*7)
Peran fisiologis !"P adalah untuk mengikat fosfokolin diekspresikan pada permukaan sel-sel mati atau sekarat
(dan beberapa jenis bakteri) untuk mengaktifkan system pelengkap. !"P mengikat fosfokolin pada mikroba dan sel-sel
rusak dan meningkatkan fagositosis oleh makrofag. 1engan demikian, !"P berpatisipasi dalam pembersihan sel nekrotik
dan apoptosis.
!"P merupakan anggota dari kelas fase akut reaktan, sebagai tingkat yang meningkat secara dramatis selama
proses inflamasi yang terjadi dalam tubuh. +enaikan ini disebabkan oleh kenaikan konsentrasi plasma I0-), yang
diproduksi terutama oleh makrofag serta adipocytes. !"P mengikat fosfokolin pada mikroba yang berguna untuk
membantu dalam melengkapi mengikat sel-sel asing dan rusak dan meningkatkan fagositosis oleh makrofag (opsonin
fagositosis dimediasi), yang mengekspresikan reseptor untuk P"+. >al ini juga diyakini memainkan satu peran penting
dalam kekebalan ba#aan, sebagai sistem pertahanan a#al terhadap infeksi. !"P naik sampai ;'.''' kali lipat dalam
peradangan akut, seperti infeksi. +eadaan ini naik diatas batas normal dalam #aktu ) jam, dan puncaknya pada ,( jam.
.el yang setengah hidup adalah konstan, dank arena itu tingkat terutama ditentukan oleh tingkat produksi (tingkat
keparahan penyebab pancetus). (aria#an, &'*7)
!aanaat pemeriksaan CRP
es !"P seringkali dilakukan berulang-ulang untuk mengevaluasi dan menentukan apakah pengobatan yang
dilakukan efektif. !"P juga digunakan untuk memantau penyembuhan luka dan untuk memantau pasien paska bedah,
transplantasi organ, atau luka bakar sebagai sistem deteksi dini untuk kemungkinan infeksi. (ris#anto, &''5)
Pada kondisi terinfeksi aktif, kadar !"P di dalam tubuh dapat meningkat hingga *''< kadar !"P pada orang
normal sehingga pengukuran !"P sering digunakan untuk mengetahui apakah pasien dalam kondisi terinfeksi atau
mengalami inflamasi tertentu. Pada saat terjadi infeksi bakteri atau inflamasi, leukosit akan teraktivasi kemudian
melepaskan sitokin ke aliran darah. .itokin akan merangsang sel-sel hati (hepatosit) untuk memproduksi !"P(anonim,
&'*7)
1i tahun &''7, !enters for 1isease !ontrol and Prevention (!1!) dan the 3merican >eart 3ssociation (3>3)
merekomendasi penggunaan hs!"P untuk memprediksi risiko penyakit kardiovaskular terutama untuk pasien penderita
sindrom koroner akut dan penyakit koroner stabil. 4ilai yang dijadikan acuan untuk penilaian risiko penyakit
kardiovaskular tersebut adalah @
A * mgB0 @ risiko rendah
*-7 mgB0 @ risiko menengah (intermediate)
C 7 mgB0 @ risiko tinggi
C *' mgB0 mengindikasikan adanya inflamasi atau infeksi aktif
(3nonim, &'*7. )
Pen"e#a# CRP menin$kat
.ecara umum, penyebab utama !"P meningkat dan penanda peradangan lainnya adalah luka bakar,
trauma,infeksi,peradangan,aktif inflamasi arthritis dan kanker tertentu.
Pen$$unaan CRP dalam test dia$nostik
!"P digunakan terutama sebagai penanda peradangan. .elain gagal jantung, ada factor-faktor diketahui
beberapa yang mengganggu produksi !"P. ?engukur dan mencatat nilai !"P berguna dalam menentukan perkembangan
penyakit atau efektifitas pengobatan. 1arah biasanya dikumpulkan dalam tabung untuk memisahkan serum, dianalisis
dalam laboratorium medis. =erbagai metode analisis yang tersedia untuk penentuan !"P seperti /0I.3,
immunoturbidimetri,cepat immunodifusi dan visual aglutinasi. Pada test >igh .ensitivity !"P (hs-!"P) berguna untuk
mengukur kadar !"P rendah dengan menggunakan laser nephometry. est ini memberikan hasil dalam &; menit dengan
sensitivitas turun menjadi ',', mgB0.
+onsentrasi normal dalam serum manusia yang sehat biasanya lebih rendah dari *' mgB0, sedikit meningkat
dengan penuaan. ingkat yang lebih tinggi ditemukan pada akhir hamil #anita, peradangan dengan ringan dan infeksi
virus dengan nilai *'-,' mgB0, pada peradangan aktif, infeksi bakteri memiliki ,'-&'' mgB0, dan untuk kasus infeksi
barat oleh bakteri dan luka bakar mendapatkan nilai C&'' mgB0 dalam darah.
!"P memiliki refleksi lebih sensitive dan akurat dari respon fase akut dibandingkan /.". $leh karena itu, kadar
!"P terutama dittentukan oleh tingkat produksi (dan karenanya tingkat keparahan penyebab pancetus). 1alam &, jam
pertama, /." mungkin normal dan !"P meningkat. !"P kembali normal lebih cepat daripada /." dalam respon
terhadap terapi.
Pen$$unaan CRP untuk pen"akit %antun$
1alam penelitian yang melibatkan sejumlah besar pasien, tingkat !"P tampaknya berkolerasi dengan tingkat
resiko jantung. =ahkan !"P setidaknya bertindak sebagai prediksi risiko jantung seperti kadar kolesterol. +arena
komponen inflamasi dari aterosklerosis, peningkatan kadar !"P telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler. 4amun,
berdasarkan data yang tersedian saat ini tidak dapat dianggap sebagai factor resiko independe untuk penentu penyakit
kardiovaskuler. Penyakit resiko lainnya untuk penyakit kardiovaskuler, termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi), 1?,
kolesterol darah tinggi, usia, merokok, obesitas dan ri#ayat keluarga penyakit jantung mungkin berkolerasi dengan
peningatan kadar !"P. (aria#an,&'*7)
Prosedur
es !"P dapat dilakukan secara manual menggunakan metode aglutinasi atau metode lain yang lebih maju,
misalnya sand#ich imunometri. es aglutinasi dilakukan dengan menambahkan partikel late< yang dilapisi antibodi anti
!"P pada serum atau plasma penderita sehingga akan terjadi aglutinasi. Untuk menentukan titer !"P, serum atau plasma
penderita diencerkan dengan buffer glisin dengan pengenceran bertingkat (*B&, *B,, *B(, *B*) dan seterusnya) lalu
direaksikan dengan late<. iter !"P adalah pengenceran tertinggi yang masih terjadi aglutinasi.
es sand#ich imunometri dilakukan dengan mengukur intensitas #arna menggunakan 4ycocard "eader. =erturut-
turut sampel (serum, plasma, whole blood) dan konjugat diteteskan pada membran tes yang dilapisi antibodi mononklonal
spesifik !"P. !"P dalam sampel tangkap oleh antibodi yang terikat pada konjugat gold colloidal particle. +onjugat bebas
dicuci dengan larutan pencuci (washing solution). Dika terdapat !"P dalam sampel pada level patologis, maka akan
terbentuk #arna merah-coklat pada area tes dengan intensitas #arna yang proporsional terhadap kadar. Intensitas #arna
diukur secara kuantitatif menggunakan 4yco!ard reader II
4ilai rujukan normal !"P dengan metode sand#ich imunometri adalah A ; mgB0. 4ilai rujukan ini tentu akan
berbeda di setiap laboratorium tergantung reagen dan metode yang digunakan.
(ris#anto, &''5)
1apus
3nonim, &'*7.!"P. online. 3vailable @ http@BBid.#ikipedia.orgB#ikiB!-reactiveEprotein
anonim
&
,&''(. !"P est. $nline.available @ http@BB###.totalkesehatananda.comB!"Ptest*.html
3rmantonny.&'*7.Pemeriksaan CRP. ($nline)
http@BBarmantonnynasution.blogspot.comB&'*7B'*Bpemeriksaan-crp-c-reaktif-protein.html. diakses
pada tanggal &- 1esember &'*7
3ria#an,&'*7. ?akalah pemeriksaan !"P. $nline. 3vailable@ http@BBaria#anputu&.blogspot.comB&'*7B*&Bmakalah-
pemeriksaan-crp.html
"I.234$, &''5. Proein ! "eaktif. $nline. 3vailable @ http@BBlabkesehatan.blogspot.comB&''5B**Bprotein-c-
reaktif.html

Anda mungkin juga menyukai