Anda di halaman 1dari 7

A.

Hasil Belajar
1. Definisi Hasil Belajar
Pengertian belajar menurut beberapa ahli berikut ini yaitu:
a) Gagne (Suprijono, 2009:2) mengatakan belajar adalah perubahan
disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas
b) Geoch (Suprijono, 2009:2) mengatakan belajar adalah perubahan
performance sebagai hasil latihan
c) Spears (Suryabrata 1990:274) mengatakan learning is to observe, to
read, to imited, to try something themselves, to listen, to follow
direction
d) Dan menurut M. Ngalim Purwanto (2003:85) belajar adalah tingkah
laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai
aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam
pengertian, pemecahan suatu masalah atau berpikir, keterampilan,
kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
suatu rangkaian kegiatan secara sadar yang dilakukan seseorang sehingga
mengakibatkan terjadinya perubahan yang dilakukan berdasarkan
pengalaman yang didapat yaitu penambahan pengetahuan, keterampilan,
kebiasaan dan sikap yang lebih positif. Perubahan ini tidak harus segera
tampak setelah proses pembelajaran, tetapi akan tampak pada kesempatan
yang akan dating. Perubahan yang terjadi disebabkan oleh adanya suatu
usaha yang disengaja.
Suatu rangkaian dari proses belajar akan menghasilkan sesuatu yang
disebut dengna hasil belajar. Siswa akan merasa puas dan bangga saat
hasil belajar yang didapatkan mencapai hasil yang terbaik. Soedijanto
(1997:49) mendefinisikan, hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang
dicapai oleh pembelajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai
dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Menurut Lindgren (Suprijono, 2009:7) hasil pembelajaran meliputi
kecakapan, informasi, pengertian, dan sikap.
Hasil belajar bukan hanya satu perubahan dari salah satu aspek potensi
kemanusiaan saja tetapi perubahan keseluruhan dalma suatu aspek. Hasil
belajar juga merupakan output/keluaran dari sebuah proses pembelajaran
yang bersifat jangka panjang. Output ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Hardskills
Output ini merupakan keterampilan yang lebih mudah untuk
dilakukan pengukuran. Output ini dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Kecakapan akademik, yaitu kecakapan yang menguasai
berbagai konsep dalam bidang ilmu-ilmu yang dipelajari
seperti kecakapan mendefinisikan, menghitung,
menjelaskan, menguraikan, mengklasifikasikan,
mengidentifikasi, mendeskripsikan, memprediksi,
menganalisis, membandingkan, membedakan, dan menarik
kesimpulan dari berbagai konsep, data maupun fakta yang
berkaitan dengan bidang studi atau mata pelajaran yang
dipelajari.
2. Kecakapan vokasional (kecakapan kejuruan)
b. Softskills
Output ini merupakan keterampilan yang sulit untuk dilakukan
pengukuran. Output ini dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Kecakapan personal, yaitu kecakapan yang diperlukan
siswa agar tetap eksis dan mampu mengambil peluang yang
positif dalam kehidupan sehari-hari seperti beradaptasi,
berpikir kritis.
2. Kecakapan sosial yaitu kecakapan yang dibutuhkan untuk
hidup dalam bermasyarakat multicultural, masyarakat
demokrasi dan masyarakat global yang penuh persaingan
dan tantangan.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar yaitu sebagai
berikut:
a. Faktor intern (berasal dari diri siswa), meliputi:
1) Kondisi fisiologis
Yang dimaksud keadaan fisiologis adalah keadaan fisik seseorang
terutama yang berkaitan dengan kesehatan yang dan fungsi panca
indera. Tingkat kebugaran jasmani seseorang akan berpengaruh
dalam belajar. Apabila kondisi fisik seseorang tidak fit atau kurang
sehat maka dalam belajar ia akan terganggu, baik perhatian
maupun konsentrasinya. Begitu juga apabila salah satu panca
inderanya terganggu, misalnya telinga atau mata sakit akan
mengganggu kegiatan belajarnya.
2) Faktor psikologis
Faktor psikologis yang paling menonjol adalah sesuatu yang
mendorong aktivitas seseorang dalam belajar, dengan kata lain
alasan yang membuat seorang anak untuk melakukan kegiatan
belajar. Hal yang menonjol di dalam memaksimalkan hasil belajar
adalah mengenai faktor kepribadian yang meliputi antara lain:
kecerdasan, bakat, minat, motivasi dan perhatian.
b. Faktor ekstern( berasal dari luar diri siswa), meliputi:
1) Faktor sosial dalam belajar
Yang dimaksud faktor sosial di sini adalah faktor manusia, baik
manusia itu hadir pada saat terjadi proses belajar maupun tidak
hadir. Kehadiran seseorang dapat mengganggu kawannya yang
sedang belajar, misalnya seorang siswa yang mengganggu kawan
lainnya yang sedang mengerjakan tugas latihan di kelas sehingga
siswa tersebut mengganggu kawannya yang sedang mengerjakan
tugas latihan.
2) Faktor non sosial dalam belajar
Kelompok ini banyak sekali jumlahnya, misalnya waktu, tempat,
alat-alat yang digunakan dalam belajar, keadaan udara, suhu udara,
cuaca dan sebagainya. Faktor ini mempengaruhi kegiatan belajar
seseorang.
3. Hasil belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bias dipisahkan.
Belajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek
dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya
dilakukan seorang guru sebagai pengajar.
Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru
terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduanya itu terjadi interaksi
dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar
mengajar saja harus bias mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas
seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar.
Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksud di sini adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima
perlakuan dari pengajar (guru), seperti yang dikemukakan oleh sudjana.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa
setelah menerima pengalaman belajarnya (sudjana, 2004:22). Sedangkan
menurut Howart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam
hasil belajar mengajar : (1) keterampilan dan kebiasaan, (2) pengetahuan
dan pengarahan, (3) sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004:22).
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa
setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat
mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.
b. Hasil Belajar Fisika
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002:11), belajar
adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan.
Perubahan tersebut dapat dilihat dengna menilai proses dan hasil belajar
yang semuanya itu adalah tanggung jawab guru.
Sedangkan menurut sudjana (Rusman, 2012:1), belajar pada
hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di
sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan
kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar
juga merupakan proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses yang hasilnya
adalah perubahan perilaku berkat interaksi terhadap semua situasi dan
dianggap sebagai pengalamanmelihat, mengamati, memahami seuatu dan
latihan yang diarahkan kepada suatu tujuan.
Menurut Dimyati dan Mudjiyono (2009:200-201), evaluasi hasil
belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui
kegiatan penilaian atau pengukuran hasil belajar. Tujuan utama diadakan
evaluasi hasil belajar adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan
belajar. Adapun ranah tujuan pendidikan berdasarkan hasil belajar siswa
secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 3, yakni ranah kognitif, ranah
afektif dan ranah psikomotorik.
Tidak berbeda dalam sistem pendidikan nasional, rumusan tujuan
pendidikan baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional
menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara
garis besar dapat membaginya menjadi 3 bagian besar, yaitu ranah
kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.
Maka perlu adanya evaluasi untuk melihat perubahan setelah belajar.
Perubahan inilah yang akan menjadi hasil belajar dan mengetahui tingkat
keberhasilan belajar siswa. Adapun dalam penelitian ini, peneliti hanya
berfokus pada hasil belajar ranah kognitif Taksonomi Bloom, namun yang
dikembangkan oleh Lorin Anderson, yaitu:
1. Mengingat (C1)
Menarik kembali informasi yang tersimpan dalam memori jangka
panjang. Mengingat merupakan proses kognitif yang paling rendah
tingkatannya. Untuk mengkondisikan agar mengingat bisa
menjadi bagian belajar bermakna, tugas mengingat hendaknya
selalu dikaitkan dengan aspek pengetahuan yang lebih luas dan
bukan sebagai suatu yang lepas dan terisolasi. Kata-kata
operasional yang digunakan adalah mengurutkan, menjelaskan,
mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi,
menemukan kembali
2. Memahami (C2)
Mengkonstruk makna atau pengertian berdasarkan pengetahuan
awal yang dimiliki, mengaitkan informasi yang baru dengan
pengetahuan yang telah dimiliki, atau mengintegrasikan
pengetahuan yang baru ke dalam skema yang telah ada dalam
pemikiran siswa. Penyusunan skema adalah konsep, maka
pengetahuan konseptual merupakan dasar pemahaman. Kata-kata
operasional yang digunakan adalah menafsirkan, meringkas,
mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, membeberkan.
3. Menerapkan (C3)
Mencakup penggunaan suatu prosedur guna menyelesaikan
masalah atau mengerjakan tugas. Oleh karena itu mengaplikasikan
berkaitan dengan pengetahuan procedural. Namun tidak berarti
bahwa kategori ini hanya sesuai untuk pengetahuan prosedural
saja. Kata-kata operasional yang digunakan adalah melaksanakan,
menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktikan, memilih,
menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi.
4. Menganalisis (C4)
Menguraikan suatu permasalahan atau obyek ke unsur-unsurnya
dan menentukan bagaimana saling keterkaitan antar unsur-unsur
tersebut dan struktur besarnya. Kata-kata operasional yang
digunakan adalah menguraikan, membandingkan,
mengorganisasikan, menyusun ulang, mengubah struktir,
mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan,
membedakan, menyamakan, membandingkan.
5. Mengevaluasi (C5)
Membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar
yang ada. Kata-kata operasional yang digunakan adalah menyusun
hipotesis, menkritik, memprediksi, menilai, menguji,
membenarkan, menyalahkan.
6. Berkreasi (C6)
Menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan.
Kata-kata operasional yang digunakan adalah merancang,
membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan,
membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah,
mengubah.