Anda di halaman 1dari 5

Cara Mengatasi Konflik Dengan Orang Lain

Konflik adalah pertentangan antara dua kekuatan yang berbeda. Konflik bisa terjadi dalam diri sendiri, juga
bisa dengan orang lain.
Konflik dalam diri sendiri disebut juga konflik batin, yaitu konflik yang disebabkan oleh dua gagasan atau lebih, atau
keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga bisa berpengaruh terhadap tingkah laku.
Konflik dengan orang lain adalah pertentangan antara diri sendiri dengan orang lain. Misalnya salah paham,
memfitnah, menghasut, yang berakibat pada perang mulut, saling mengejek, dan bahkan berkelahi dan
sebagainya.
Sebab-sebab terjadinya konflik bisa bermacam-macam, seperti: mau menang sendiri, berbenturan
kepentingan, fitnah, atau bahkan perilaku yang paling kecil misalnya menyepelekan orang lain, dsb.
Kiat-kiat dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain:
1. Menelaah sebab-sebab terjadinya konflik
2. Menentukan waktu, tempat/media untuk berdamai
3. Menyadari kesalahan sendiri, sebab setiap orang yang mengalami konflik hampir dipastikan bersalah
4. Lebih baik menyalahkan diri sendiri daripada menyalahkan orang lain
5. Dapat menggunakan jasa orang lain untuk mempertemukan setiap orang yang berkonflik

Mengelola konflik
Pada dasarnya, konflik terjadi bila dalam satu peristiwa terdapat dua atau lebih pendapat atau
tindakan yang dipertimbangkan.
Manfaat dan dampak buruk konflik
Manfaat:
Motivasi meningkat
Identifikasi masalah/pemecahan meningkat
Ikatan kelmpok lebih erat
Penyesuaian diri pada kenyataan
Pengetahuan.
keterampilan meningkat
Kreativitas meningkat
Membantu upaya mencapai tujuan
Mendorong pertumbuhan
Dampak buruk konflik:
Produktivitas menurun
Kepercayaan merosot
Pembentukan kubu-kubu
Informasi dirahasiakan dan arus komunikasi berkurang
Timbul masalah moral
Waktu terbuang sia-sia
Proses pengambilan keputusan tertunda
Anggapan-anggapan salah dalam menghadapi konflik:
Konflik akan teratasi dengan densirinya bila dibiarkan
Konfrontasi dengan sebuah persoalan atau dengan seseorang adalah hal yang tidak menyenangkan
Konflik dalam perusahaan menunjukkan pemimpinnya tidak bias memimpin
Konflik diantara keryawan menunjukkan mereatidak peduli pada perusahaan
Amarah selalu bersifat negative dan merusak
Jenis-jenis konflik:
Konflik diri
Konflik diri adalah gangguan emosi yang terjadi dalam diri seseorang.
Konflik antar individu
Konflik antara dua individu.
Konflik antar kelompok dan dalam kelompok
Konflik dalam kelompok dalah konflik yang terjadi antara individu dalam suatu kelompok (tim, bagian, organisasi, dsb),
sedangkan konflik antar kelompok melibatkan lebih dari satu kelompok.

Motivasi adalah sebuah proses yang membuat kita memulai, dan motivasi membimbing kita untuk
melakukan hal yang sesuai dengan tujuan tertentu, dan mempertahankannya sampai tujuan itu
tercapai.
Apa yang menghambat seseorang sehingga tidak ada motivasi dalam dirinya?
Pertama tentu kita perlu melihat kembali masa kecil kita. Siapa yang masa kecilnya, sama sekali
tidak termotivasi. Pernah lihat balita malas-malasan? Kecuali dia sakit atau ada kejadian traumatis
yang meng-imprint sebuah program yang membuatnya demikian. Nah, bagaimana jika si Balita ini
menginginkan sesuatu? Perhatikan, balita ini menginginkan sesuatu. Berarti dia memiliki tujuan.
Bagaimana sikapnya?
Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkanya, betul? Jika dia sudah bisa berbicara, dia bisa
jadi seorang salesman yang sangat luar biasa, saya pikir Jordan Belfort pun bisa kalah sama anak
kecil ini. Balita yang sudah bisa bicara akan menggunakan segala akalnya untuk selalu
mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan dia sangat memahami bahwa, seandainya orangtuanya
berkata tidak, itu bukan berarti selamanya tidak. Ia akan mencoba dengan cara lain, di lain waktu,
dan itu biasanya tidak sampai lima menit sudah mencoba kembali.
Kebayang situasi itu? Itulah motivasi. Dan kabar baiknya, Anda semuanya, Saya, setiap orang, juga
demikian saat kita masih kecil dulu. Lalu mengapa sekarang hilang? Ini karena satu emosi yang
mendorong kita termotivasi seperti itu sudah lenyap, atau paling tidak kecil. Apa itu? Rasa ingin
tahu. Mengapa rasa ingin tahu? Karena rasa ingin tahu akan membuat semua orang melakukan
sesuatu untuk mengalaminya, mendapatkannya, dan menjawab rasa ingin tahunya.
Mengapa hilang? Banyak hal yang menyebabkannya, tapi kalau bisa disimpulkan, maka itu adalah
pemrograman yang salah. Misalnya saat kita bisa bicara, kita selalu bertanya, kenapa ini? Kenapa
itu? dan orangtua kita yang kelelahan mengatakan, Bisa diam ga sih, mama lagi capek nih. Itu
salah satunya. Salah duanya adalah saat kita di sekolah, sekolah adalah satu tempat yang
membuat kita takut salah. Karena kalau salah, dihukum, diejek sama teman, dapat nilai jelek. Jadi
salah adalah biang keroknya, supaya ga salah, ya gampang, tidak melakukan apa-apa.
Baik, jika sudah terjadi dalam diri Anda, maafkanlah orangtua Anda, maafkan diri Anda, maafkan
semua orang yang membuat Anda tidak termotivasi, tidak berani melakukan sesuatu walaupun api
rasa ingin tahu Anda begitu besar dalam diri Anda. Ambil tanggung jawab. Ini adalah kehidupan
Anda. Bukan berarti Anda salah, tapi Anda bertanggungjawab. Tidak ada orang lain di dunia ini yang
bertanggungjawab atas kehidupan Anda kecuali diri Anda sendiri.
Sudah siap mengambil tanggungjawab 100%? Ya? Great! Sekarang kita membahas lebih dalam
lagi.
Dua Bentuk Motivasi
Ada dua tipe orang kalau kita lihat dari cara ia termotivasi. Yang pertama adalah ia termotivasi kalau
ingin mencapai sesuatu. Kita menyebut orang ini memiliki motivasi mendekati, atau moving toward.
Contohnya, orang termotivasi untuk mendapatkan sesuatu, mendapatkan pacar misalnya, ia akan
memikirkan apa yang bisa ia lakukan bersama pacarnya nonton, makan bareng misalnya, jangan
mikir yang bukan-bukan kebahagiaan apa yang bisa ia dapatkan kalau dia punya pacar.
Yang kedua adalah orang yang termotivasi jika akan kehilangan sesuatu atau akan terjadi sesuatu
yang tidak diinginkan. Ini kita sebut sebagai orang yang menjauhi, atau moving away. Ia sangat
termotivasi jika sesuatu yang negatif akan terjadi. Misalnya untuk mendapatkan pacar, ia berpikir,
usia, kalau usia begini masih belum pacaran malulah, apa kata dunia?
Anda termasuk yang mana? Hehe, tapi yang terpenting adalah tidak mengkotak-kotakkan. Dua hal
ini ada dalam diri kita, jika kita bisa memanfaatkan kedua dorongan ini dengan baik, tidak ada yang
bisa menghentikan kita. Karena pikiran kita selalu bekerja dengan prinsip mencari nikmat
menghindari sengsara.
Mencari nikmat artinya kita menjalankan motivasi mendekati. Menghindari sengsara artinya kita
menjauhi sesuatu. Secara alamiah, manusia akan lebih terdorong dari menghindari sengsara, salah
satu penyebabnya adalah karena ia tidak mau kehilangan apa yang telah ia miliki.
Gunakan dalam porsi yang tepat untuk membangun motivasi Anda. Jika Anda lebih Mendekati,
berilah porsi yang lebih besar pada alasan mengapa Anda perlu mencapai tujuan itu, apa
kenikmatan dan manfaat yang bisa Anda dapatkan. Sebaliknya, Jika Anda lebih cenderung
Menjauhi, gunakan alasan lebih banyak yang menjauhi, apa yang bisa diselamatkan, atau bisa
tidak terjadi jika Anda mencapai tujuan itu.
Beda motivasi dan inspirasi
Secara bahasa, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), motivasi adalah: dorongan yang timbul pada diri
seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Penjelasan
tambahannya (dalam bidang psikologi), motivasi adalah usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang
tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan
dengan perbuatannya.
Bagaimana dengan inspirasi? Masih menurut KBBI, inspirasi sama maknanya dengan ilham, yakni pikiran (angan-
angan) yang timbul dari hati; bisikan hati. Bisa juga sesuatu yang menggerakkan hati untuk menciptakan (mengarang
syair, lagu,menulis, membuat kendaraan tertentu dsb).
Dari kedua definisi ini, menurut saya, tampak sedikit perbedaan meski agak mirip dalam aksinya. Namun, saya lebih
suka menggunakan istilah inspirasi. Terasa lebih kuat karena pelakunya seolah-olah berusaha secara keras untuk
melakukannya. Berbeda dengan motivasi (yang dipahami banyak orang saat ini sebagai sebuah jenis pelatihan atau
training untuk membangkitkan motivasi seseorang atau khalayak ramai), karena sifatnya yang seolah-olah seseorang
itu menunggu untuk mendapatkan sesuatu dan kemudian bergerak. Inspirasi lebih aktif, sementara motivasi
cenderung pasif. Saya tidak berkesimpulan pasif, tetapi memilih diksi cenderung pasif. Sebab, berdasarkan
kenyataan memang demikian adanya. Banyak orang meminta untuk dimotivasi, jarang yang meminta untuk
diinspirasi.
Apa contohnya? Saya sering mendapatkan permintaan dari beberapa orang agar saya memotivasi diri mereka dalam
segala hal, terutama yang paling sering adalah dalam menulis. Saya diminta memberikan motivasi-motivasi seputar
menulis. Tugasnya memang jadi semacam motivator khusus dalam penulisan. Saya bahkan membuat modul
pelatihan menulis yang salah satu pembahasannya mencantumkan materi khusus; motivasi menulis. Sebenarnya,
jujur saya masih merasa ragu. Sebab, motivasi itu tak akan ada apa-apanya sama sekali jika orang yang saya
motivasi tak melakukannya sesuai petunjuk. Tidak bergerak. Secanggih apapun sang motivator atau guru atau
instruktur dalam memotivasi para peserta pelatihan, jika yang diberi motivasi menolak melakukannya atau minimal
tidak merasa yakin dengan apa yang disampaikan pemberi motivasi. Sehingga dalam hal ini memang diperlukan
kerjasama dua arah. Tidak bisa satu arah.