Anda di halaman 1dari 22

Angga, Raden, Adi, Angger,

Fakhri, Nandha
Denudasi adalah proses penelanjangan
permukaan bumi yang cenderung akan
menurunkan bentukan positif hingga
hampir datar membentuk dataran nyaris
(peneplain)
Bentuklahan Bentukan Denudasional
Bentukan di permukan bumi hasil dari proses
denudasional baik erosional maupun
deposisional.
Erosional : inseleberg (bukit sisa), dataran
nyaris (pineplain), tors, dan pediment
Deposisional : kipas dan bahada

Pegunungan denudasional
Perbukitan denudasional
Perbukitan terisolasi
Peneplain
Lereng kaki rombakan lereng
Dinding terjal (cliff)
Kipas koluvial
Kerucut koluvial
Lahan rusak (bad land)

Contoh :
Pegunungan Menoreh, Kulon Progo

- Relief sangat kasar
- Kemiringan lereng sangat terjal
- Topografi bergunung
- Lembah-lembah dalam dan terjal
- Dominasi proses pendalaman lembah
sehingga membentuk lembah
biasanya berbentuk V tajam

Merupakan bagian bukit yang mempunyai
batuan resisten, pada umumnya batuan beku
atau metamorf, mempunyai lereng terjal
dengan permukaan halus maupun kasar
tergantung pada karakteristik batuan.
Bukit sisa dikelilingi oleh dataran planasi hasil
proses denudasi

Merupakan permukaan bumi yang hampir
rata hingga bergelombang hasil proses
denudasi lanjut.
Bagian paling tinggi umumnya memiliki lereng
cembung, sedangkan bagian bawah
berlereng cekung.
Terbentuk apabila proses diastrofisme atau
volkanisme sudah tidak aktif seperti
kepulauan di timur Pulau Sumatra (Bangka,
Batam, Belitung) dan Pulau Kalimantan

Daerah dengan kemiringan lereng tegak
yang terbentuk akibat proses gerakan
massa

Kipas adalah akumulasi dari rombakan
material lereng atas
Koluvium ; campuran tanah dan rombakan
batuan dengan segala ukuran
Alluvium ; akumulasi hasil erosi yang
berukuran lanau hingga kerakal

Bentukan yang hampir sama dengan kipas
koluvial, yang membedakan adalah
kemiringan lerengnya lebih besar
dibandingkan kipas koluvial

Lahan rusak yang telah mengalami
denudasional secara intensif sehingga
menghasilkan bentukan-bentukan seperti
igir tajam dengan relief yang sangat kasar
muncul singkapan batuan, tanah tipis, dan
tidak subur

Bukit yang terpencar di peneplain,
merupakan batuan inti keras (batuan beku
atau metamorf yang keras) yang
tersingkap

Pedimen ; lereng bawah perbukitan yang
mengalami proses erosi permukaan,
mempunyai lereng landai dengan lapisan
kerikil atau krakal di permukaannya dari sisa
material yang tidak tererosi
Bahada ; akumulasi dari erosi di lereng atas
perbukitan dan pedimen