Anda di halaman 1dari 4

Sumber Metabolit Sekunder Pada Tanaman.

Beberapa jenis senyawa metabolit sekunder yang telah diproduksi secara komersial melalui kaultur
jaringan adalah (George, E. R. 19!"#
$roduksi %hikonin yaitu suatu senyawa naptha&uinon yang digunakan sebagai bahan pewarna
dan bahan obat'obatan telah diproduksi dalam skala komersial oleh (itsui $etrochemical )o.
$roduksi nikotin dalam konsentrasi tinggi dari beberapa kalus *icotiana
$roduksi berberin dari )optis japonica.
%edikitnya senyawa metabolit sekunder yang telah diproduksi secara komersial antara lain disebabkan
oleh masih rendahnya kuantitas produksi senyawa tersebut dalam kultur jaringan tanaman. +leh karena
itu, tujuan produksinya melalui kultur jaringan adalan untuk memproduksi sel, kalus atau embrio
somatik yang dapat memproduksi senyawa metabolir sekunder dalam kuantitas dan kualitas yang lebih
tinggi dibandingkan dengan produksinya pada tanaman. Beberapa contoh perbandingan produksi
senyawa metabolit sekunder melalui kultur jaringan dengan isolasi di daun antara lain penigkatan kadar
kurkumin pada tanaman kunyit dan temulawak (Eigner, 1999".
Senyawa Kurkumin pada tanaman Kunyit dan Temulawak
,unyit (Curcuma domestica -al " dan temulawak ()urcuma .anthorhi/a -al" merupakan tanaman obat
potensial penghasil kurkumin. %elain sebagai bahan baku obat, dapat juga digunakan sebagai bumb dapur
dan /at pewarna alami. Rimpangnya sangat berman0aat sebagai antikoagulan, menurunkan tekanan
darah, obat cacing, obat asma, penambah darah, mengobati sakit perut, penyakit hati, karminati0
stimulant, gatal'gatal, gigitan serangga, diare dan rematik. ,andungan utama didalamnya salah satu yaitu
kurkumin (Rahardjo dan Rostiana, 122!". ,unyit mengandung 3'!4 kurkumin, terdiri atas kurkumin 5
9!4, kurkumin 55 64, dan kurkumin 555 2,34 ()hattopadhyay et al, 122!".
Gambar 7anaman ,unyit ()urcuma domestica"
%umber # http#88jagotani.com8blog812118268198kunyit'dari'bumbu'dapur'hingga'obat'manjur8
,urkumin merupakan salah satu produk senyawa metabolit sekunder dari tanaman :ingiberaceae,
khusunya kunyit dan temulawak yang telah diman0aatkan dalam industry 0armasi, makanan, 0ar0um dan
lain'lain (;oe et al. 122!". %enyawa kurkumin ini, seperti halnya senyawa kimia lain seperti antibiotic,
alkaloid, steroid, minyak atsiri, resin, 0enol yang merupakan hasil dari metabolit sekunder suatu tanaman
(5ndrayanto, 19<".
,urkominoid adalah sekelompok senyawa 0enolik yang terkandung dalam rimpang tanaman 0amily
:ingiberaceae antara lain# )urcuma longa syn. )urcuma domestica (kunyit" dan )urcuma .anthorhi/a
(temulawak". ,urkumanoid berman0aat untuk mencegah timbulnya in0ksi berbagai penyakit. ,andungan
utama dari kurkumanoid adalah kurkumin yang berwarna kuning. ,andungan kurkumin di dalam kunyit
berkisar 3'!4 (;oe et al, 122!= Eigner dan %chul/, 1999". ,urkumin ()1>12+6" atau di0eruloyl methane
pertama kali diisolasi pada tahun 119. ,emudian tahun 1912, kurkumin diperoleh dalam bentuk ,ristal
dan dapat dilarutkan pada tahun 1913. ,urkumin tidak dapat larut dalam air tetapi dapat larut dalam
etanol dan aceton (;oe et al, 122!= )hattopadhyay et al, 122!= ?raujo".
(etabolit sekunder seperti kurkumin dari tanaman kunyit dan temulawak dapat dibentuk dengan cara
menginduksi jaringan tanaman pada media yang mengandung /at pengatur tumbuh untuk membentuk
kalus. ,alus berasal dari potongan organ yang telah steril dalam media yang telah mengadung auksin dan
kadangkala sitokinin. ,alus selanjutnya diperbanyak dengan cara kultur kalus ataupun suspensi dan
dapat juga menggunakan elisitor dalam 0ermentor atau bioreactor, contohnya ginseng (@uraya, 191".
%enyawa metabolit sekunder melalui kultur jaringan dapat diisolasi dari kalus atau sel. ,andungannya
dapat ditingkatkan melalui seleksi bahan tanaman atau jaringan, tingkat pertumbuhan tanaman,
pemakaian /at pengatur tumbuh dan prekusor, pemakaian mutagen baik secara 0isik maupun kimia serta
manipulasi 0aktor lingkungan. ,alus sebagai bahan senyawa sekunder dan produk lainnya dapat dipacu
pembentukan dan pertumbuhannya dengan pemakaian /at pengatur tumbuh 1,!A, *??, dan sering pula
direkombinasikan dengan sitokinin. ?dakalanya, kombinasi auksin dengan sitokinin selain slain dapat
merangsang proses pembelahan sel juga mempengaruhi kandungan senyawa sekundernya. >asil
penelitian %taba (19<6" mendapatkan peningkatan kandungan diosgenin dengan penggunaan 1,!A pada
tanaman Aioscarea deltoidea.
$ada kultur sel, kalus akan kehabisan hara yang disebabkan karna masa kultur yang panjang yang
mengakibatkan penguapan air dan unsur hara dari waktu ke waktu. %elain kehabisan hara, sel'sel dalam
kalus juga mengeluarkan persenyawaan'persenyawaan hasil metabolit sekunder. %ehingga akan
menghasilkan senyawa kurkumin dalam jumlah besar dalamwaktu singkat (,ristina, 1991".
,ultur suspensi adalah kalus yang ditumbuhkan pada media cair dan kultur suspensi ini praktis
digunakan untuk produksi bahan'bahan sekunder. Aalam kultur suspensi ini dikenal dua kelompok
kultur yaitu kultur batch dan continues. Aalam kerangka batch, media hara dan Bolume tetap, tetapi
konsentrasi hara berubah sesuai dengan pertumbuhan sel. $ada masa inkubasi terjadi pertambahan
biomassa yang mengikuti pola sigmoid. %etelah mencapai suatu masa tertentu sel berhenti membelah.
+leh karena itu, kultur batch harus selalu diperbaharui. %ementara kultur continues merupakan kultur
jangka panjang dengan suplai hara yang konstan dalam wadah yang besar. Aalam kultur ini terdapat
system untuk sirkulasi mengeluarkan media lama dan ditambahkan dengan media baru. Aalam kultur sel
continuous terdapat dua tipe yaitu tipe tertutup (close type" dan tipe terbuka (open type". Aalam tipe
tertutup sel bertambah trus tanpa dipanen, hanya media yang disirkulasi. %edangkan pada tipe terbuka,
penambahan media baru disertai juga dengan panen sel dan mdia. 7ipe kultur continuous yang terbuka
dapat menggunakan chemostat atau turbidostat. )hemostat mengguanakan standar konsentrasi bahan'
bahan kimia tertentu yang mengatur laju pertumbuhan misalnya konsentrasi *, $, atau glukosa (%yahid,
1221".
,eberhasilan sintesa metabolit sekunder dipengaruhi oleh 0aktor lingkungan dan kendala biologis. @aktor
lingkungan dapat meliputi cahaya, penggunaan /at pengatur tumbuh, prekusor, unsur hara yang tersedia,
komposisi medium, perbedaan mor0ologi, jaringan tanaman yang digunakan dan aktiBitas
biosintesa(7abata dalam Aalimuthe, 19<". Bahan akti0 dari suatub tanaman ini, dapat diperoleh dari
tanaman lengkap. 7anaman berinteraksi dengan lingkungan memperoleh metabolit sekunder yang
bermacam'macam (>arborne, 1996".
%eleksi in Bitro untuk mendaparkan kalus dari tanaman kunyit dan temulawak yang mengandung
kurkumin tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan agen seleksi 0iltrate atau elisitor yang
ditambahkan ke dalam media tumbuh. ?gen seleksi 0iltrat adalah jasad renik atau bagaian dari gen'gen
jasad renik yang mampu menampung gen asing yang ditumpangkan pada struktur jasad renik tersebut
dan ditransplantasikan ke dalam sel'sel yang diharapkan mampu mengubah si0at'si0at sel (Ciaojie et al,
1229".
KESIMPULAN
(etabolit sekunder adalah senyawa yang tidak terlibat langsung dalam pertumbuhan, perkembangan,
dan reproduksi makhluk hidup. (etabolit sekunder memegang peranan penting sebagai system
pertahanan terhadap Birus (bakteri dan 0ungi", herbiBore (molusca, anthropoda dan Bertebrata", tanaman
lain (melalui allelopati", sebagai atractan bagi binatang membantu polinasi dan penyerbukan,
penyimpanan nitrogen, system transport nitrogen dan proteksi terhadap sinar D-.
%enyawa metabolit sekunder dari tanaman kunyit dan temulawak berada pada rimpangnya. %alah satu
kandungannya metabolit sekunder yaitu kurkumin sebanyak 3'!4. ,urkumoanoid merupakan senyawa
0enolik yang berman0aat untuk mencegah timbulnya in0eksi berbagai penyakit.
$eningkatan kadar kurkumin pada tanaman ini dapat dilakuakn melalui metode bioteknologi yaitu kultur
jaringan. Bahan eksplan yang digunakan berasal dari organ tanaman untuk membentuk kalus, yang
selanjutnya kalus diperbanyak dengan suspensi. %elain itu, dapat pula digunakan lisitor dalam 0ermentor
atau bioraktor dan menggunakan agen seleksi 0iltrat.
DAFTA PUSTAKA
?nonym, 1212. )hemical plant. diakses tanggal 19 ;anuari 1212.
?raujo, ).?.) and E.E. Eeon, 1221. Biological actiBities o0 curcuma longa E. (em. 5nst. +swaldo )ru/, Rio
de ;aneiro 96 (9" # <13'<1.
)hattopadhyay, 5., Biswas, ,., Bandyopadhyay, D. and Banerjee, R.,., 122!. 7umeric and )urcumin#
Biological actions ans medicinal application )urrent %cience. < (1"# !!'93.
Aalimonthe, %.E, 19<. ,ultur jaringan sebagai sarana untuk menghasilkan metabolit sekunder. Aalam
buku Risalah %eminar *asional (etabolit %ekunder. 19<. (Ed" %uwijiyo pramono, A. Gunawan dan ).;.
%oegihardjo, 6'9 %eptember, Fogyakarta. $?D Bioteknologi DG(. >al. 19<'161.
Eigner, A. and A. %chul/, 1999. @erula asa'0eotida and curcuma longa in traditional medical treatment
and diet in *epal. ;. Ethnopharmacol 6< # 1'6.
@uraya, 7., 191. $roduction o0 pharmacologically actiBe principles in plant tissue culture. $roc.9th
5ntl.)ong. $lant tissue and )ell )ulture. $lant 7issue )ulture. 169'1<1.
George.E.R., %herrington, E.R., 19!. $lant $ropagation by 7issue )ulture E.egetics Eimited. EBersely.
Baringstoke.
>arbone, ;. B., 1996. Recent adBance in chemical ecology. *atural $roduct Reports 11# 3'9.
5ndriyanto, G., 19<. $roduksi metabolit sekunder dengan teknik kultur jaringan. Aalam Buku Risalah
%eminar *asional (etabolit %ekunder. 19<. (Ed" %uwijiyo $ramono, A. Gunawan dan ).;. %oegiarto. 6'9
%ptember. Fogyakarta. $?D Boiteknologi DG(. >al. 31'!!.
;oe, B., (. -ijaykumar and B.R. Eokesh, 122!. Biological properties o0 curcumin'cellular and molecular
mechanisms o0 action. )ritical ReBiew in @ood %cince and *utrition !!(1" # 9<'111.
%yahid, %.@. dan E. >adipoentyanti, 1221. $engaturan /at pengatur tumbuh Ben/yl ?denin (B?" dan *??
terhadap pertumbuhan temulawak ()urcuma .anthorrhi/a Ro.b". Buletin $enelitian 7anaman rempah
dan +bat. C555 (1"# 1'6.
Ciaojie, C= >. Ciangyang= %. ;. *eill= @. ;ianying and ). Geining, 1229. @ungal elicitor induce singlet
o.ygen generation, ethylene release and saponin synthsis in cultured cells o0 pana. ginseng. ).?.(eyer.
$lant )ell $hysiol. !6 (6"# 9!<'99!.