Anda di halaman 1dari 40

GAMBARAN UMUM INDUSTRI PULP

Klasifikasi umum proses pembuatan pulp

Mekanis

Kombinasi mekanis kimia

Kimia

Pulping dengan energi mekanik 2000 – 3000 kWh/ton

Pulping dengan kombinasi perlakuan kimia dan mekanis 600 – 1200 kWh/ton 3 - 8 GJ/ton

Pulping dengan bahan kimia dan panas 400 – 800 kWh/ton 8 – 14 GJ/ton

Rendemen tinggi (90 - 95 %)

Rendemen sedang (interme- diate) ( 55 – 90 %)

Rendemen rendah (40 - 55 %)

Serat pendek, tidak utuh, lemah, tidak stabil Kualitas cetak baik Sulit diputihkan

Sifat-sifat pulp sedang (inter- mediate)

Serat pulp utuh, kuat, stabil Kualitas cetak rendah Mudah diputihkan

Contoh

Contoh :

Contoh :

Groundwood

NSSC High yield kraft Cold soda (soda dingin)

Kraft

RMP

Sulfit

TMP

Soda

CTMP

 

KRAFT PULPING

Pabrik pulp di Indonesia menggunakan proses kraft dengan bahan baku hardwood (kayudaun) antara lain Akasia, Ekaliptus, kayudaun campuran (Mix hardwood)

Prinsip proses kraft

- menyisihkan lignin dari selulosa

- menggunakan white liquor (NaOH dan Na 2 S) sebagai bahan kimia pulping

dan memerlukan energi panas

Menghasilkan limbah black liquor yang dapat diregenerasi menjadi bahan kimia dan energi dalam sistem siklus Chemical Recovery Process

Kinerja pulping diukur dengan Kappa Number yang menyatakan lignin yang masih tersisa dalam pulp

Target Bilangan Kappa (Kappa Number) 14 – 20 untuk kayu serat pendek (hardwood) 20 – 32 untuk kayu serat panjang (softwood)

Kappa ( Kappa Number ) 14 – 20 untuk kayu serat pendek ( hardwood ) 20

DIAGRAM PROSES PABRIK PULP

H Air Air 2 O 2 NaCl O Chemical 2 proses proses ClO 2 Plant
H
Air
Air
2 O 2
NaCl
O
Chemical
2
proses
proses
ClO 2
Plant
Wood
Udara
NaOH
O
NaOH
2
Pulp
Wood
Washing &
Oxygen
Bleaching
Pulp
putih
Handling
Digester
Screening
Delignifi-
(DE OP DD)
Machine
cation
white
black
bark
liquor
liquor
Rekaus-
NCG
Dregs
NCG
Buangan asam
Buangan alkali
tisasi
Evaporator
Treatment
dan
grits
Emisi bau
Gas cerobong
CaCO 3
Lime
Recovery
Power
TG
Listrik ke proses
Bahan
kiln
Boiler
Boiler
MP steam ke proses
bakar
Na 2 SO 4
LP steam ke
proses

Distribusi energi pada pabrik pulp

Contoh pada kapasitas 1615 Adt/hari

HP steam header : 91 bar, 490 o C

117,64 MW TG  127,2 kg/s 28,7 kg/s 3,2 kg/s MP steam header : 32,6
117,64 MW
TG
127,2 kg/s
28,7 kg/s
3,2 kg/s
MP steam header : 32,6 kg/s, 12,5 bar, 250 o C
Recovery
Power
boiler
boiler
Boiler feed
water tank
115 o C
HP Pump
HP Pump

2354 kw

Power to process

LP steam header : 76,4 kg/s, 4,1 bar, 145 o C

Steam

to process

TG cond. : 127,3 kg/s, 84 o C

Demin water : 20,1 kg/s, 45 o C

LP steam : 10,2 kg/s

145 o C Steam to process TG cond. : 127,3 kg/s, 84 o C Demin water

Konsumsi steam dan listrik pada pabrik pulp

No

Proses

Steam

Listrik

(GJ/ton)

(kWh/ADt)

1.

Penyerpihan dan penyaringan serpih

-

50

2.

Pemasukan serpih ke system digester (feeding line)

-

20

3.

Pemasakan dalam digester

1,7

40

4.

Pencucian dan penyaringan pulp

-

30

5.

Delignifikasi oksigen

0,5

75

6.

Pemutihan pulp

2,3

100

7.

Pulp machine

2,3

141

8.

Evaporator

3,1

30

9.

Power plant

2,3

60

10.

Lime kiln dan rekaustisasi

-

50

11.

Penyediaan air panas

-

32

12.

Pengolahan air dan air limbah

-

30

13.

Lain-lain (penerangan, AC)

-

30

 

Total konsumsi

12.2

688

PULPING HEMAT ENERGI DAN EMISI KARBON RENDAH

PULPING HEMAT ENERGI DAN EMISI KARBON RENDAH

MANFAAT KONSERVASI ENERGI PADA PABRIK PULP

Menghemat energi

Mengurangi beban pencemaran

Menghemat bahan baku

Menghemat air

Mengurangi emisi udara

Menghemat biaya

Mengurangi beban pencemaran • Menghemat bahan baku • Menghemat air • Mengurangi emisi udara • Menghemat

KONSERVASI ENERGI PADA PABRIK PULP

Penanganan bahan baku kayu yang efisien

Modifikasi teknologi delignifikasi berlanjut (extended delignification) pada sistem pemasakan (cooking)

Aplikasi teknologi washing menggunakan metoda displacement

Optimasi kinerja Chemical Recovery (evaporator, recovery boiler, lime kiln)

Optimasi kinerja sistem Power Boiler (bahan bakar biomassa atau batubara)

Penggunaan biomassa dan gasifikasi

• Optimasi kinerja sistem Power Boiler (bahan bakar biomassa atau batubara) • Penggunaan biomassa dan gasifikasi
Penanganan bahan baku kayu, penyerpihan, penyaringan serpih kayu yang efisien

Penanganan bahan baku kayu, penyerpihan, penyaringan serpih kayu yang efisien

Penanganan bahan baku kayu, penyerpihan, penyaringan serpih kayu yang efisien

Persiapan bahan baku (wood handling)

Persiapan bahan baku (wood handling) Debarking Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to

Debarking

Chipping

Chips

Screening

baku (wood handling) Debarking Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to power boiler
baku (wood handling) Debarking Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to power boiler
baku (wood handling) Debarking Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to power boiler
baku (wood handling) Debarking Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to power boiler

Chips

storage

Log yard

Log

Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to power boiler Pin chips and fines
Chipping Chips Screening Chips storage Log yard Log Bark to power boiler Pin chips and fines

Bark to power boiler

Pin chips and fines to power boiler or pin chips to sawdust pulping

to digester
to
digester
Dimensi tumpukan serpih yang optimal Chip silo storage bin

Dimensi tumpukan serpih yang optimal

Chip silo storage bin

Dimensi tumpukan serpih yang optimal Chip silo storage bin
Dimensi tumpukan serpih yang optimal Chip silo storage bin
Konservasi energi pada penanganan bahan baku kayu NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1. Hindari log

Konservasi energi pada penanganan bahan baku kayu

Konservasi energi pada penanganan bahan baku kayu NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1. Hindari log

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

1.

Hindari log blocking pada saat masuk chipper

menghindari mesin beroperasi tanpa beban

Tanpa investasi

2.

Miinimalkan tinggi tumpukan serpih

mengurangi panas yang terjadi akibat tumpukan

Tanpa atau sedikit investasi

3.

Ikuti prosedur fifo (first in first out) dalam penyimpanan serpih di chip pile

serpih kayu akan mengalami waktu tinggal yang sama dalam tumpukan dengan derajat degradasi yang sama pula

Tanpa atau sedikit investasi

4.

Simpan serpih dalam

chips silo

mengurangi wood lossMemasang silo

Memasang silo

5.

Aplikasi Cradle Debarker

mengurangi kerusakan kayu, mengurangi wood loss. Hemat energi debarking 30%

Modifikasi sistem pengulitan (debarking) yang ada

kerusakan kayu, mengurangi wood loss. Hemat energi debarking 30% Modifikasi sistem pengulitan (debarking) yang ada
Konservasi energi pada penanganan bahan baku kayu NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 6. Mengganti

Konservasi energi pada penanganan bahan baku kayu

Konservasi energi pada penanganan bahan baku kayu NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 6. Mengganti

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

6.

Mengganti pneumatic chips conveyor dengan belt conveyor

Hemat listrik dari 18,5 kWh/ton (pneumatic) menjadi 1 kWh/ton (belt)

modifikasi atau mengganti conveyor

7.

Aplikasi automatic chip handling and thickness screening

Untuki mendukung terwujudnya manajemen fi-fo, meningkatkan yield, hemat bahan baku

Melengkapi sistem control

8.

Aplikasi penyaring serpih tipe bar (bar-type chip screens)

Life-time lebih panjang dibanding tipe konvensional, biaya pemeliharaan rendah, yield naik 2%, hemat 0,33 MMBtu/ton pulp

Mengganti

sistem

 

penyaringan

konvensional

9.

Aplikasi Chips conditioner

Reject turun 1,2%, hemat energi pulping 0,19 MMBtu/ton, hemat biaya

modifikasi/meng ganti slicer yang ada

$30/hari

Modifikasi teknologi delignifikasi berlanjut ( extended delignification ) pada sistem pemasakan ( cooking )

Modifikasi teknologi delignifikasi berlanjut (extended delignification) pada sistem pemasakan (cooking)

Modifikasi teknologi delignifikasi berlanjut ( extended delignification ) pada sistem pemasakan ( cooking )

Pemasakan, pemrosesan pulp dan pemutihan pulp (bleaching)

Screening Chips Digester Washing Knotting & thickening
Screening
Chips
Digester
Washing
Knotting
&
thickening

Black liquor

Knot recycle

Reject

High

density

storage

tank

Bleaching

recycle Reject High density storage tank Bleaching Air Air proses proses Pulp coklat O D Eo
recycle Reject High density storage tank Bleaching Air Air proses proses Pulp coklat O D Eo
Air Air proses proses Pulp coklat O D Eo D1 D2
Air
Air
proses
proses
Pulp
coklat
O
D
Eo
D1
D2

Buangan alkali

Buangan asam

Pulp

putih

storage tank Bleaching Air Air proses proses Pulp coklat O D Eo D1 D2 Buangan alkali

Digester Batch

Jadwal siklus cooking dalam digester
Jadwal siklus cooking dalam digester

Digester batch dengan sirkulasi bahan kimia

Temperatur cooking

160 – 170 oC

Total cairan/chips

3,8 - 4

Active alkali/white liquor

16

– 20% terhadap chips

H-factor

1000 - 1300

Kappa number

15

- 20

Prinsip dasar konservasi energi dalam digester Prinsip dasar memperoleh pulp bilangan kappa rendah adalah mengatur

Prinsip dasar konservasi energi dalam digester

Prinsip dasar konservasi energi dalam digester Prinsip dasar memperoleh pulp bilangan kappa rendah adalah mengatur

Prinsip dasar memperoleh pulp bilangan kappa rendah adalah mengatur selektifitas delignifikasi dengan metoda antara lain :

- Konsentrasi alkali aktif harus rendah pada awal pemasakan dan dipertahankan agar relatif seragam selama pemasakan

- Konsentrasi SH- harus tinggi, terutama selama awal delignifikasi

- Kandungan lignin yang terlarut dalam cairan pemasak harus dipertahankan agar tetap rendah, terutama pada tahap akhir pemasakan

Prinsip prosesnya adalah menyimpan black liquor pada proses cooking untuk digunakan (re-use) pada cooking berikutnya. Semakin banyak siklus proses yang harus dilalui semakin hemat energi yang diperlukan.

(re-use) pada cooking berikutnya. Semakin banyak siklus proses yang harus dilalui semakin hemat energi yang diperlukan.

Aplikasi pada batch cooking

Rapid Displacement Heating (RDH) dan Superbatch

Rapid Displacement Heating (RDH) dan Superbatch

Rapid Displacement Heating (RDH) dan Superbatch
Keuntungan RDH/Superbatch • Pencucian dalam digester pada tahap displacement ekivalen dengan 1 stage (tahap) pencucian

Keuntungan RDH/Superbatch

• Pencucian dalam digester pada tahap displacement ekivalen dengan 1 stage (tahap) pencucian pada drum washing • Dapat menurunkan beban evaporator • Viskositas black liquor pekat yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan proses konvensional • Dapat menurunkan konsumsi alkali • Memperbaiki kualitas pulp yang dihasilkan proses konvensional • Menghemat pemakaian steam, yaitu konsumsi 0,30 ton/ADT pulp. Bandingkan dengan sistem konvensional sebesar 1,38 ton/ADT atau sistem kontinyu sebesar 720 kg/ADT pulp.

ton/ADT pulp. Bandingkan dengan sistem konvensional sebesar 1,38 ton/ADT atau sistem kontinyu sebesar 720 kg/ADT pulp.
Digester Kontinyu Siklus cooking : - Chips steaming - Chips feeding - Impregnation - Cooking
Digester Kontinyu Siklus cooking : - Chips steaming - Chips feeding - Impregnation - Cooking
Digester Kontinyu Siklus cooking : - Chips steaming - Chips feeding - Impregnation - Cooking

Digester Kontinyu

Siklus cooking :

- Chips steaming

- Chips feeding

- Impregnation

- Cooking

- Washing

- Pulp discharge

Aplikasi pada sistem kontinyu (ITC, Lo-solids, BLI)

Aplikasi pada sistem kontinyu (ITC, Lo-solids, BLI) Isothermal cooking Lo-solids

Isothermal cooking

Aplikasi pada sistem kontinyu (ITC, Lo-solids, BLI) Isothermal cooking Lo-solids

Lo-solids

BLACK LIQUOR IMPREGNATION
BLACK LIQUOR IMPREGNATION

BLACK LIQUOR IMPREGNATION

BLACK LIQUOR IMPREGNATION
Konservasi energi pada system cooking dan bleaching NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1.

Konservasi energi pada system cooking dan bleaching

Konservasi energi pada system cooking dan bleaching NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1.

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

1.

Modifikasi batch digester (RDH, Superbatch, Coldblow, Enerbatch)

Hemat steam dari 1,38 ton/ton pulp (konvensional) menjadi 0,30 ton/ton (RDH), yield naik 2 – 3%

menambah heat exchanger, pompa dan tangki penampung filtrat displacement hangat dan panas

2.

Modifikasi digester kontinyu (ITC, Lo-solids, BLI)

Hemat steam dari 0,72 ton/ton pulp (konvensional) menjadi 0,4 – 0,5 ton/ton pulp, yield naik sekitar 1%

Menambah zona cooking pada sistem ITC dan Lo- solids, menambah 1 buah vessel ukuran sedang dan auxiliary untuk BLI

3.

Aplikasi pulping aid :

Anthraquinone : yield naik 2- 5%, rejects makin turun, Kappa rendah, emisi sulfur rendah. Phosphanate :

menghemat steam 8 -10%, yield pulp naik 4 - 6%

Tambahan biaya produksi langsung

Antrhraquinone,

Phosphanate

 
steam 8 -10%, yield pulp naik 4 - 6% Tambahan biaya produksi langsung Antrhraquinone, Phosphanate  
Konservasi energi pada system cooking dan bleaching NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 4. Heat

Konservasi energi pada system cooking dan bleaching

Konservasi energi pada system cooking dan bleaching NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 4. Heat

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

4.

Heat recovery dari unit bleaching

Memanfaatkan panas dari kap pencuci (washer hood) untuk memperoduksi air panas.

menambah unit heat exchanger dan tangki.

5.

Chlorine dioxide (ClO 2 ) heat exchange

Preheating ClO 2 sebelum masuk mixer dapat menghemat steam

Menambah instalasi heat exchanger pada sistem umpan ClO 2 . Biaya investasi $124000, pay back period 2 tahun.

steam Menambah instalasi heat exchanger pada sistem umpan ClO 2 . Biaya investasi $124000, pay back
Aplikasi teknologi washing menggunakan metoda displacement
Aplikasi teknologi washing menggunakan metoda displacement

Aplikasi teknologi washing menggunakan metoda displacement

Aplikasi teknologi washing menggunakan metoda displacement
Twin roll press Wash master Wash master Twin roll press
Twin roll press Wash master Wash master Twin roll press
Twin roll press
Twin roll press

Wash master

Wash master

Twin roll press

Twin roll press Wash master Wash master Twin roll press
Konservasi energi pada system pencucian pulp NO 1. AKTIFITAS Perbaikan proses pencucian pulp menggunakan
Konservasi energi pada system pencucian pulp NO 1. AKTIFITAS Perbaikan proses pencucian pulp menggunakan

Konservasi energi pada system pencucian pulp

NO

1.

AKTIFITAS

Perbaikan proses pencucian pulp menggunakan sistem displacement

KONSERVASI ENERGI

Hemat air, dilution factor dibawah 1 (0,6 – 0,9) Lebih efisien, menghilangkan lebih banyak solids, konsumsi power, steam, bahan kimia pemutih lebih rendah. Hemat steam 9,000 kJ/ton dan hemat listrik 12 kWh/ton.

INVESTASI

Mengganti sistem pencucian konvensional dengan pressure diffusion washer, twin roll dan wash master

INVESTASI Mengganti sistem pencucian konvensional dengan pressure diffusion washer , twin roll dan wash master
Optimasi kinerja Chemical Recovery
Optimasi kinerja Chemical Recovery

Optimasi kinerja Chemical Recovery

Optimasi kinerja Chemical Recovery
Generating bank Economizer Flue gas to EP Smelt Dissolving tank RECOVERY BOILER High pressure steam

Generating bank

Economizer

Flue gas to EP

Smelt

Dissolving tank

bank Economizer Flue gas to EP Smelt Dissolving tank RECOVERY BOILER High pressure steam Steam drum

RECOVERY BOILER

High pressure steam Steam drum Superheater Furnace area Tertiary air Liquor guns Primary and secondary
High pressure steam
Steam drum
Superheater
Furnace area
Tertiary air
Liquor guns
Primary and secondary air
Green liquor to recausticIzing
drum Superheater Furnace area Tertiary air Liquor guns Primary and secondary air Green liquor to recausticIzing
APLIKASI SUPERKONSENTRATOR - Meningkatkan kapasitas boiler - Menurunkan plugging - Meningkatkan efisiensi reduksi RECOVERY

APLIKASI SUPERKONSENTRATOR

- Meningkatkan kapasitas boiler

- Menurunkan plugging

- Meningkatkan efisiensi reduksi

- Menurunkan plugging - Meningkatkan efisiensi reduksi RECOVERY BOILER Super BL 6 5 4 3 2
RECOVERY BOILER Super BL 6 5 4 3 2 1 Konsen- Mixing trator tank
RECOVERY
BOILER
Super
BL
6
5
4
3
2
1
Konsen-
Mixing
trator
tank

Condensate segregation

2 1 Konsen- Mixing trator tank Condensate segregation Super konsentrator : - Tipe lamella - Tipe

Super konsentrator :

- Tipe lamella - Tipe tubular FF with liquor flow outside

APLIKASI UDARA KUARTERNER Udara kuarterner Udara tersier tingkat atas Udara tersier Udara primer Udara sekunder

APLIKASI UDARA KUARTERNER

Udara kuarterner

Udara tersier tingkat atas

Udara tersier Udara primer
Udara tersier
Udara primer

Udara sekunder tingkat atas

Udara sekunder

Udara kuarterner Udara tersier tingkat atas Udara tersier Udara primer Udara sekunder tingkat atas Udara sekunder
Udara kuarterner Udara tersier tingkat atas Udara tersier Udara primer Udara sekunder tingkat atas Udara sekunder
Konservasi energi pada sistem Chemical Recovery NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1. Penggunaan

Konservasi energi pada sistem Chemical Recovery

Konservasi energi pada sistem Chemical Recovery NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1. Penggunaan

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

1. Penggunaan superkonsentrator pada evaporator

Lindi hitam pekat naik dari 70 menjadi 80%, Steam economy 6 kg H 2 O/ton steam, 1,6 kg solid/kg pulp, Konsumsi steam 3,1 GJ/ADt, listrik 30 kWh/ADt

Menambah alat super konsentrator dan pompa dalam sistem evaporator.

2. Perbaikan composite tubes untuk pipa Recovery boiler

Meningkatkan efisiensi boiler, menurunkan shutdown, menurunkan korosi

Mengganti pipa carbon steel dengan co-extruded tube terutama di bagian superheater

3. Sistem monitoring deposit Recovery boiler

superheater 3. Sistem monitoring deposit Recovery boiler Kontrol dan inspeksi yang baik akan meningkatkan heat

Kontrol dan inspeksi yang baik akan meningkatkan heat transfer surfaces, deteksi dini penyumbatan (plugging) dan kerusakan pipa (fouling) dapat dimonitor sehingga akan mengurangi shut down

Menambah system handheld infraredinspection system

Konservasi energi pada sistem Chemical Recovery NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 4. Penambahan

Konservasi energi pada sistem Chemical Recovery

Konservasi energi pada sistem Chemical Recovery NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 4. Penambahan

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

4.

Penambahan aliran udara kuartener pada Recovery boiler

Menurunkan particle carry over dan tube fouling, menurunkan frekwensi recovery boiler washing, menurunkan shut down, HPS 100 bar 500 oC, meningkatkan energi 3 – 5%

Investasi $300,000 - $500,000 untuk menambah level udara baru

5.

Lime kiln oxygen enrichment

Investasi rendah, hanya perlu pipa dan system injeksi O 2 . Pay back period 1 – 3 tahun.

hanya perlu pipa dan system injeksi O 2 . Pay back period 1 – 3 tahun.

6.

Memperbaiki system filtrasi CaCO 3 dan refactory brick pada lime kiln

Menghemat energi 0,47 MMBtu/ton CaO atau hemat energi 5%

Modifikasi atau mengganti sistem yang sudah ada

lime kiln Menghemat energi 0,47 MMBtu/ton CaO atau hemat energi 5% Modifikasi atau mengganti sistem yang
Optimasi kinerja Power Boiler

Optimasi kinerja Power Boiler

Optimasi kinerja Power Boiler
Konservasi energi pada Power Boiler NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1. Monitoring dan control

Konservasi energi pada Power Boiler

Konservasi energi pada Power Boiler NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 1. Monitoring dan control

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

1.

Monitoring dan control kontinyu system pembakaran

Oksigen dan karbon terkontrol optimal, campuran bahan bakar/udara terkontrol optimal untuk mencapai temperature flame yang tinggi, efisiensi energi maksimal

Aplikasi continuous monitoring dan kontrol mutakhir. Investasi $200000, pay back period 6 bulan

2.

Menurunkan jumlah flue gas dengan menghindari kebocoran

Dengan mencegah kebocoran dapat dihemat energi 2 – 5%.

Pemeliharaan, monitoring dan inspeksi rutin

3.

Mengurangi udara ekses

Penggunaan udara ekses (excess air) sekitar 15% dapat munrunkan emisi NOx

-

4.

Memperbaiki system isolasi system perpipaan

Menghemat energi 6 – 26%

Pemeliharaan rutin dan mengganti dengan material baru

Konservasi energi pada Power Boiler NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 5. Pemeliharaan boiler

Konservasi energi pada Power Boiler

Konservasi energi pada Power Boiler NO AKTIFITAS KONSERVASI ENERGI INVESTASI 5. Pemeliharaan boiler

NO

AKTIFITAS

KONSERVASI ENERGI

INVESTASI

5.

Pemeliharaan boiler (boiler maintenance)

Untuk menjaga boiler selalu bekerja maksimal (peak performance), dengan memperbaiki system manajemen boiler maintenance yang baik dapat menghemat energi sebesar

Mengaplikasikan program manajemen pemeliharaan boiler

10%

6.

Condensate return

Menghemat air (fresh water) dan bahan kimia pengolahan air boiler

Memasang sistem condensate return

7.

Menimimalkan boiler blow down

Blowdown yang optimal akan meminimalkan pembentukan depost boiler, menghemat bahan bakar 1,1%

Memasang system blow down otomatis systems can be installed to optimizeblow down rates

8.

Blow down steam recovery

Dapat menjaga sifat-sifat termodinamika steam dan air, menurunkan potensi korosi dalam system perpipaan, menghemat bahan bakar 1,2%

Menambah instalasi system instalasi continuous blow down heat recovery systems

Optimalisasi penggunaan bahan bakar biomassa dan gasifikasi • Penggunaan biomassa dari lahan HTI • Optimalisasi
Optimalisasi penggunaan bahan bakar biomassa dan gasifikasi • Penggunaan biomassa dari lahan HTI • Optimalisasi

Optimalisasi penggunaan bahan bakar biomassa dan gasifikasi

• Penggunaan biomassa dari lahan HTI

• Optimalisasi penggunaan NCG (non-condensible gases)

• Pengambilan methanol dari NCG

• Gasifikasi batu bara menghasilkan syngas untuk bahan bakar lime kiln

gases) • Pengambilan methanol dari NCG • Gasifikasi batu bara menghasilkan syngas untuk bahan bakar lime

PENUTUP

Konservasi energi pada sistem penanganan bahan baku dapat menghemat listrik sebesar 15 – 20 kWh/ton

Dengan sistem delignifikasi berlanjut, pabrik pulp dapat menghemat penggunaan steam sekitar 18% untuk sistem batch dan 36% untuk sistem kontinyu

Aplikasi teknologi washing dengan metoda displacement dapat menghemat energi panas sekitar 9000 kJ/ton dan listrik sekitar 12 kWh/ton pulp

Penambahan aliran udara level 4 (kuartener) pada Recovery Boiler dapat menghasilkan steam tekanan tinggi (HPS) 100 bar, 500 oC, menambah produksi energi 3 – 5% dengan investasi total $300000 - $500000)

Optimasi kinerja sistem Power Boiler diditik beratkan pada sistem monitoring, kontrol dan pemeliharaan kontinyu

Penggunaan biomassa, NCG dan gasifikasi merupakan peluang besar dalam penghematan energi di pabrik pulp

Terima kasih