Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KASUS

DEMAM TIFOID
Disusun untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu
Kesehatan Anak di RSUD Waled
Konsulen :
dr. Irman Permana, Sp.A, M.Kes
Disusun Ole :
Sen!o! Alis"a#ana
$%&$'%%('
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNI)ERSITAS S*ADA+A ,UNUN, -ATI
RSUD *ALED .IRE/ON
(%$0
LEM/AR PEN,ESA1AN
LAPORAN KASUS
ILMU KESE1ATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNI)ERSITAS S*ADA+A ,UNUN, -ATI
Ole
Sen!o! Alis"a#ana
NPM. $%&$'%%('
*aled, Mei (%$0
Pen2u"i,
dr.Irman Permana, Sp.A, M.Kes
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : An. PN
Usia : 5 ahun
!enis Kelamin : "aki # laki
Alamat : $umulung t%ngg%h
Agama : Islam
&asuk Rumah Sakit : '( &ei )*'+, !am )*.-' WIB
anggal Periksa : '. &ei )*'-
II. IDENTITAS PEN,ANTAR
Nama Ayah : n.W
Usia Ayah : +( tahun
Peker/aan Ayah : Pedagang
Pendidikan Ayah : amat SD
Nama I0u : n. S
Usia I0u : )- tahun
Peker/aan I0u : I0u Rumah angga
Pendidikan I0u : SD
III. ANAMNESIS
Keluan u!ama : Panas 0adan
Ri3a4a! Pen4a5i! Se5aran2 : Se/ak '* hari S&RS, pasien merasakan panas 0adan,
panas 0adan yang dialami naik turun. Panas 0adan 0erkurang saat pagi dan siang hari dan
meningkat kem0ali saat s%re#malam hari. Keluhan demam disertai dengan sakit perut dan ulu
hati, na1su makan menurun, 0atuk, mual, namun tidak disertai muntah. Penderita merasa
lemas, sakit kepala dan sakit diseluruh 0adan.
( hari S&RS, pasien mengeluhkan men2ret, se0anyak - kali dalam sehari selama +
hari. K%nsistensi lem0ek, ada ampasnya, tidak disertai lendir dan darah. Namun pada saat
di0a3a Rumah Sakit pasien sudah tidak men2ret lagi, sekarang pasien tidak 0isa 0uang air
0esar. Pasien sadar, tidak mengigau, tidak ada ke/ang. Keluhan nyeri pada sendi tidak ada.
Keluhan 0atuk#0atuk lama le0ih dari - minggu tidak ada, keluhan sesak tidak ada, k%ntak
dengan penderita 0atuk#0atuk lama atau 0atuk 0erdarah tidak ada. idak ada keluhan 0erat
0adan sulit naik. Keluhan tidak disertai muntah darah ataupun BAB 0erdarah atau BAB
hitam. Ber2ak#0er2ak kemerahan di dada, tangan dan kaki tidak ada. idak mengeluh nyeri
saat menelan. Pasien masih 0isa makan dan minum 3alau sedikit. idak ada keluhan saat
0uang air ke2il, 3arna kuning /ernih, tidak ada nyeri saat 0erkemih, 1rekuensi -#+ kali sehari.
idak ada ri3ayat penderita 0epergian /auh sampai keluar pulau. Pasien 0elum 0er%0at
se0elumnya sehingga penderita di0a3a ke I$D RSUD.Waled.
Penderita dira3at %leh i0unya sendiri. Di0eri makan sehari#hari makanan sesuai menu
keluarga dan susu. Satu rumah 0erisikan + %rang, sum0er air 0erasal dari sumur p%mpa.
&akanan dirumah /arang di tutup %leh penutup makanan. &en2u2i 0ahan makanan yang akan
dimasak /arang, hanya men2u2i seperlunya. Ke0iasaan 2u2i tangan se0elum dan sesudah
makan, se0elum menyuapi anak, sesudah 0uang air ke2il dan 0uang air 0esar /arang
dilakukan.
Ri3a4a! Pen4a5i! Daulu
Pasien 0elum pernah mengalami keluhan seperti ini se0elumnya, ri3ayat k%ntak dengan
penderita 0atuk lama atau 0erdarah tidak ada. Ri3ayat 0erat 0adan sulit naik disangkal.
Ri3ayat sering panas 0adan dengan se0a0 yang tidak /elas tidak ada.
Ri3a4a! Pen4a5i! Keluar2a
idak ada angg%ta keluarga serumah yang mengalami keluhan serupa dengan penderita.
Ri3ayat keluarga penderita 0atuk lama atau dalam peng%0atan B disangkal. Ri3ayat
penyakit keganasan pada angg%ta keluarga tidak ada.
Ri3a4a! Per5em#an2an
"ahir dari i0u P'A*, lahir di 0idan dan 2ukup 0ulan, sp%ntan, langsung menangis dengan
0erat 0adan lahir -4** gr dan pan/ang 0adan 5* 2m. Ri3ayat di0eri minum ASI ekslusi1
selama 5 0ulan.
Ri3ayat imunisasi dasar lengkap. idak ada ri3ayat imunisasi tam0ahan.
Imunisasi : 6epatitis B : ' kali
B7$ : ' kali
DP : - kali
P%li% : + kali
7ampak : ' kali
Pasien merupakan anak pertama dari. Pasien sering di0eri /a/anan sem0arangan. I0unya
mengatakan 0ah3a pertum0uhan dan perkem0angannya n%rmal sesuai usia dan sama seperti
anak#anak seusianya, tidak ada keterlam0atan tum0uh kem0ang.
I). PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan Umum : ampak sakit sedang
B. Kesadaran : K%mp%smentis
7. 8ital sign : .*95* mm6g
N : '** :9menit
R : )+ :9menit.
S : -. 7
D. Antr%p%metri : BB ; '( kg , B ; ''* 2m, "K ; +( 2m
BB9U ; < ' SD
B9U ; * =&edian>
BB9B ; * =&edian>
"K9U ; * =&edian>
S!a!us ,eneralis
Kepala : Bentuk simetris
Ram0ut : Ber3arna hitam, distri0usi merata, tidak mudah
di2a0ut
Pemeri5saan Ma!a
Palpe0ra : idak tampak edema palpe0ra
K%n/ungti?a : idak anemis
Sklera : idak ikterik
Pupil : Re1lek pupil @9@, 0ulat is%k%r
Pemeri5saan Telin2a : "etak telinga simetris, tidak tampak sekret, tidak ada
nyeri tekan mast%id.
Pemeri5saan 1idun2 : Septum simetris, tidak tampak sekret, tidak ada
epistaksis
Pemeri5saan Mulu! : Bi0ir dan muk%sa 0asah, didapatkan thyfoid tongue
=lidah k%t%r dengan tepian hiperemis> tidak ada
st%matitis
Pemeri5saan Leer : idak ada pem0esaran K$B
Kelen/ar thyr%id idak ada pem0esaran
Pemeri5saan Kuli! : urg%r kem0ali 2epat
Pemeri5saan Tora6 :
Paru
Inspeksi : Pengem0angan dada simetris, tidak tampak retraksi
inter2%stal, tidak tampak rose spot
Palpasi : Pergerakan dinding dada simetris, 1remitus taktil
simetris, tidak ada nyeri tekan
Perkusi : idak dilakukan
Auskultasi : VBS Dekstra;Sinistra, tidak terdengar r%nkhi
atau pun 3heeAing
-an!un2
Inspeksi : Iktus k%rdis tidak terlihat
Palpasi : era0a iktus k%rdis, irama regular, tidak ada thrill
Perkusi : idak dilakukan
Auskultasi : S' dan S) reguler, murmur =#>, gall%p =#>
Pemeri5saan A#domen :
Inspeksi : Bentuk datar , tidak tampak distensi a0d%men
Auskultasi : Bising usus =@> 1rekuensi . kali per menit
Palpasi : idak ada nyeri tekan pada keempat kuadran, hepar
tera0a '2m BA7, lien tidak tera0a, turg%r kulit
kem0ali 2epat.
Perkusi : impani pada semua kuadran
E5s!remi!as : Akral hangat, tidak ada edema, 7R< ) detik, tidak ada ptekie,
purpura ataupun ekim%sis
,eni!al : idak ada 1im%sis dan kemerahan
). DIA,NOSIS /ANDIN,
'. Demam i1%id
). Demam Parati1%id
-. u0erkul%sis Paru
+. In1eksi Saluran Ken2ing
5. &alaria
5. Keganasan
)I. PEMERIKSAAN PENUN-AN,
# Darah rutin :
$78%98(%$0 Nilai Normal
60 ; '*,- grB 60. '*,5 C '),5 grB
"euk%sit ; ').5**9mm
-
"euk%sit. 5.*** C '+.5**
r%m0%sit ; -55.***9mm
-
r%m0%sit. '5*.*** C -5*.***
Dritr%sit ; +,)9 mm
-
Drite%sit. +,5 C 5,)
6t ; -+ B 6t. -4B
Di11. 7%unt *9*9'94.9')9( Di11. 7%unt *#'9'#+9-#59-5#4*9)*#+*9)#'*
$&8%98(%$0
# es Widal : S.y.E ; '9-)* , S.y.6;'9(*
S.P.y.AE ; '9'5*, S.P.y.A6 ; #
S.P.y.BE ; '9-)* , S.P.y.B6 ; '9'5*
S.P.y.7E ; '9-)* , S.P.y.76 ; '9(*
Dengue Bl%t : Dengue Bl%t Ig$ : =#> Negati1
Dengue Bl%t Ig& : =#> Negati1
PEMERIKSAAN USULAN
# Feses Rutin
# Urine Rutin
# Biakan Salm%nela
# es &ant%u: =PPD est>
# &%r1%l%gi Darah epi
# Apusan darah te0al
# es ser%l%gi : Ig& anti#S.thypi hari ke 5#(
)II. DIA,NOSIS KER-A
Demam i1%id
)III. TERAPI
# Bedrest =tirah 0aring>
# Ra3at Inap untuk %0ser?asi dan peng%0atan.
# Diet makanan lunak, rendah serat dan mudah di2erna
# erapi Farmak%l%gi
Kl%ram1enik%l + : )5*mg P.E
Para2etam%l a0 - : )5* mg P.E. =Bila Demam G -4,5
*
7>
Pen2egahan
# &en/aga kesehatan per%rangan dan sanitasi lingkungan : men2u2i 0ahan makanan
yang akan dimasak dengan 0aik, mere0us air hingga mendidih, mem0iasakan
men2u2i tangan se0elum masak, se0elum makan, setelah makan atau se0elum
menyuapi anak, se0elum dan sesudah BAK dan BAB, menutup makanan dengan
0aik,mengurangi ke0iasaan /a/an
# Imunisasi i1%id =Di0erikan pada usia H)tahun, dan diulang setiap - tahun>
8aksin yang digunakan adalah :
8aksin yang di0uat dari Salmonella thyposa yang dimatikan.
8aksin yang di0uat dari strain Salm%nela yang dilemakhkan =y)'a>
8aksin p%lisakarida kapsular
# Pendidikan 9 penyuluhan kesehatan masyarakat
I
PEM/A1ASAN
Demam ti1%id adalah penyakit in1eksi 0akterial akut pada usus halus dengan ge/ala
demam satu minggu atau le0ih disertai gangguan pada saluran pen2ernaan dengan atau tanpa
gangguan kesadaran. Penyakit ini dise0a0kan %leh Salmonella typhi, kuman gram negati1
0er0entuk 0atang yang hanya ditemukan pada manusia.

Salmonella termasuk dalam 1amili
Dnter%0a2teria2eae yang memiliki le0ih dari )-** ser%tipe. Salmonella typhi merupakan
salah satu Salm%nellae yang termasuk dalam /enis gram negati1, memiliki 1lagel, tidak
0erkapsul, tidak 0ersp%rulasi, termasuk dalam 0asil anaer%0ik 1akultati1 dalam 1ermentasi
gluk%sa, mereduksi nitrat men/adi nitrit.
Penularan penyakit demam ti1%id ini hampir selalu ter/adi melalui makanan dan
minuman yang terk%ntaminasi, dan 0anyak terdapat di masyarakat dengan higiene dan
sanitasi yang kurang 0aik.
Kuman Salmonella typhi masuk ke tu0uh melalui mulut 0ersama dengan makan atau
minuman yang ter2emar. Sesudah mele3ati asam lam0ung, kuman menem0us muk%sa usus
dan 0erada di ileum terminale, kuman mengadakan in?asi ke /aringan lim1%id usus halus
=terutama plak peyer> dan /aringan lim1%id mesenterika. Setelah menye0a0kan peradangan
dan hiperplasia /aringan setempat kuman le3at pem0uluh lim1e masuk ke dalam darah
=0akteremia primer> menu/u %rgan retikul%end%telial system =RDS> terutama hati dan limpa.
Di tempat ini, kuman di1ag%sit %leh sel#sel 1ag%sit RDS dan kuman yang di1ag%sit akan
0erkem0ang 0iak. Pada akhir masa inku0asi, 0erkisar 5#. hari, kuman kem0ali masuk ke
darah menye0ar ke seluruh tu0uh =0akteremia sekunder>, dan se0agian kuman masuk ke
%rgan tu0uh terutama limpa, kandung empedu yang selan/utnya kuman terse0ut dikeluarkan
kem0ali dari kandung empedu ke r%ngga usus dan menye0a0kan rein1eksi di usus. Dalam
masa 0akteremia ini, kuman mengeluarkan end%t%ksin yang susunan kimianya sam dengan
antigen s%matik =lip%p%lisakarida> yang semula 0ertanggung /a3a0 terhadap ter/adinya
ge/ala#ge/ala dari demam ti1%id.
&eskipun melalui peredaran darah kuman menye0ar ke semua sistem tu0uh dan
menim0ulkan 0er0agai ge/ala, pr%ses utama ialah di ileum terminalis. Bila 0erat, seluruh
ileum dapat terkena dan mungkin ter/adi per1%rasi atau perdarahan. Kuman melepaskan
end%t%ksin yang merangsang ter0entuknya pir%gen end%gen. Jat ini mempengeruhi pusat
pengaturan suhu di hip%talamus dan menim0ulkan ge/ala demam.
Walaupun dapat di1ag%sit%sis, kuman dapat 0erkem0ang 0iak di dalam makr%1ag
karena adanya ham0atan meta0%lisme %ksidati1. Kuman dapat menetap atau 0ersem0unyi
pada satu tempat dalam tu0uh penderita, dan hal ini dapat mengaki0atkan ter/adinya relaps
atau pengidap =pem0a3a>.
Kelainan utama ter/adi di ileum terminale dan plak peyer yang hiperplasia =minggu
pertama>, nekr%sis =minggu kedua> dan ulserasi =minggu ketiga> serta 0ila sem0uh tanpa
adanya pem0entukan /aringan parut. Pada demam ti1%id ter/adi resp%n hum%ral maupun
seluler, 0aik di tingkat l%kal =gastr%intestinal> maupun sistemik. Akan tetapi, 0agaimana
mekanisme imun%l%gis ini dalam menim0ulkan keke0alan ataupun eliminasi terhadap
Salm%nella thyp%sa tidak diketahui dengan pasti. Diperkirakan 0ah3a imunitas selular le0ihy
0erperan
Diagn%sis demam ti1%id ditegakkan atas dasar klinis, yaitu anamnesis dan
pemeriksaan 1isik. Klinis didapatkan adanya demam, lidah ti1%id, dan hepat%megali serta
r%se%la. Diagn%sis ini dis%k%ng %leh hasil pemeriksaan ser%l%gis, yaitu titer Widal E p%siti1
dengan kenaikan titer + kali atau pemeriksaan 0akteri%l%gis didapatkan adanya kuman
Salmonella typhi pada 0iakan darah.
Pasien se/ak 4 hari S&RS didapatkan demam, tidak mendadak, mun2ul perlahan,
tidak terlalu tinggi, dan pada s%re hingga malam hari demam le0ih tinggi di0andingkan pada
pagi dan siang hari. ipe demam demikian sesuai dengan ge/ala yang ditim0ulkan aki0at
in1eksi Salmonella typhi.
Selain demam, pasien /uga mengalami mual namun tidak sampai muntah, dan pada
a3alnya pasien men2ret kemudian + hari S&RS hingga sekarang pasien tidak 0isa 0uang air
0esar disertai menurunnya na1su makan. Pada demam ti1%id, dalam minggu pertama
per/alanan penyakit, keluhan dan ge/ala serupa dengan penyakit in1eksi akut pada umumnya,
yakni demam, nyeri kepala, pusing, nyeri %t%t, nyeri pada ulu hati, an%reksia, mual, muntah,
terkadang ada diare kemudian %0stipasi, perasaan tidak enak di perut. Dan pada pemeriksaan
1isik hanya didapatkan suhu 0adan meningkat, 0radikardi relati1 dan lidah ti1%id, tidak ada
r%se sp%t ataupun hepat%splen%megali. erdapat /uga keluhan 0atuk pilek yang menun/ukkan
adanya in1eksi pada saluran perna1asan.
!ika per/alanan penyakit demam ti1%id pasien terus dim%nit%r, maka 0iasanya pada
minggu kedua didapatkan ge/ala#ge/ala yang le0ih /elas. $e/ala yang tim0ul pada minggu
kedua 0erupa demam, 0radikardi relari1, lidah yang khas =k%t%r di tengah, tepi dan u/ung
merah dan trem%r>, hepat%megali, splen%megali, gangguan mental 0erupa s%mn%len, stup%r,
k%ma, delirium, atau psik%sis.
Biakan darah, pemeriksaan darah rutin, dan tes ser%l%gis Widal dilakukan guna
menegakkan diagn%sis demam ti1%id, pemeriksaan ser%l%gis Ig& untuk mendeteksi
kemungkinan adanya in1eksi 2ampak, tes t%urniKuet untuk melihat adanya mani1estasi
perdarahan pada penderita demam 0erdarah dengue. es &ant%u: digunakan untuk
mem0uktikan ada atau tidaknya in1eksi tu0erkul%sis. Pemeriksaan darah rutin dan hapusan
darah tepi 0er1ungsi untuk mendeteksi kelainan darah terutama 60, 6t, "euk%sit dan
r%m0%sit.
Dari keseluruhan diagn%sa 0anding yang ada, dari klinis adalah demam ti1%id. Di
mana pada periksaan penun/ang 0erupa 0iakan darah, pemeriksaan darah rutin dan tes
ser%l%gis Widal diharapkan dapat menegakkan diagn%sa klinis pasien ini.