Anda di halaman 1dari 12

PRE PLANNING

PENYULUHAN APENDIKSITIS
DI RUANGAN BEDAH

A. Latar Belakang
Perkembangan zaman saat ini mempengaruhi gaya hidup atau kebiasaan
sehari-hari, terutama di negara maju karena masyarakat di negara maju lebih
memilih makan makanan instan tanpa memikirkan kebutuhan serat untuk
tubuhnya. Kurangnya mengkonsumsi makanan berserat dalam menu sehari-hari
diduga sebagai salah satu penyebab Appendisitis (Sjamsuhidajat dan de Jong,
2005 : 640).
Appendisitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis, dan
merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Penyakit ini dapat
mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan (Arif Mansjoer, 2000 :
307). Menurut Sjamsuhidajat dan De Jong (2005 : 640), bila diagnosa klinis
sudah jelas tindakan paling tepat dan merupakan pilihan yang baik adalah
Appendiktomy.
Appendisitis merupakan kedaruratan bedah abdomen yang paling sering
dilakukan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 250.000 appendiktomy
dikerjakan tiap tahunnya. Insiden Appendisitis jarang terjadi pada usia sangat
muda atau tua. Namun, perforasi sering terjadi pada anak-anak dan umur lanjut,
dimana periode ini merupakan angka tertinggi pada mortalitas. Pria dan wanita
sama-sama dapat terkena, kecuali pada umur antara pubertas dan umur 25 tahun,
dimana pria dominan dengan rasio 3 : 2 (Hesti Marli, 2010.
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/126/jtstikesmuhgo-gdl-hestimarli-1129-
2.pdf)
Data yang di dapatkan menurut Departemen Republik Indonesia,
2000, jumlah pasien yang menderita appendisitis di Indonesia berjumlah sekitar
27% dari jumlah penduduk di Indonesia.
http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/4s1kedokteran/207311015/BAB%20I.pdf




B Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan di harapkan peserta penyuluhan mengetahui
tentang penyakit apendiksitis.
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan 75 % peserta dapat :
a. Menyebutkan pengertian penyakit apendiksitis
b. Menyebutkan penyebab apendiksitis
c. Menyebutkan tanda dan gejala apendiksitis
d. Menyebutkan akibat lanjut dari apendisitis jika tidak di obati
e. Menyebutkan cara perawatan/pencegahan penyaki apendisitis
f. Menyebutkan cara memberikan kompres hangat
g. Makanan yang boleh dimakan bagi penderita apendiksitis
h. Makanan yang tidak boleh dimakan bagi penderita apendiksitis
i. Makanan yang boleh dimakan bagi penderita apendiksitis

C. Pelaksanaan kegiatan
1. Topik :
Penyakit apendiksitis
2. Sasaran atau target
Seluruh pasien terutama keluarga pasien yang ada di Ruangan Bedah.
3. Metode :
Ceramah
Tanya jawab
4. Media dan alat :
Leaflet
5. Waktu dan tempat
Hari/Tanggal : Sabtu, 07 Juni 2014
Jam : 10.00 WIB 10.30 WIB
Tempat : Ruangan Bedah
6. Pengorganisasian
1. Penanggung jawab acara : Enggo Afrianto


2. Moderator : Ryan Lesmana
3. Presenter : Halimah Maya Roza

4. Observer : 1. Hengki Anggriawan
2. Eka Candra

5. Fasilitator : 1. Surya Pebriadi
2. Ani Malinda

7. Setting tempat









Keterangan :
= Pembimbing
= Obserever
= Fasilitator
= Peserta penyuluhan
= Presenter
= Moderator
















8. Susunan Acara : Terlampir
No Acara Waktu Kegiatan
Mahasiswa
Kegiatan
Audiens
1












2






























Pembukaan
Membuka acara.
Memperkenalkan
mahasiswa
Memperkenalkan
pelaksanaan
kegiatan.
Menjelaskan
tujuan
penyuluhan
Membuat kontrak
waktu

Presentasi materi
penyuluhan
Menanyakan
persepsi audiens
tentang definisi
apendiksitis
Memberikan
reinforcement
positif
Meluruskan
persepsi audiens
tentang
apendiksitis
Menanyakan
persepsi audiens
tentang
penyebab
apendiksitis
Memberikan
reinforcement
positif
Meluruskan
persepsi audiens
tentang penyebab
apendiksitis
Menanyakan
persepsi audiens
tentang tanda dan
gejala
apendiksitis
5
meni
t











15
meni
t




























Menjelaskan
Memperkenalkan diri

Menjelaskan


Menjelaskan


Menjelaskan




Menanyakan
pendapat



Memberikan
reinforcement positif


Menjelaskan


Menanyakan
pendapat


Memberikan
reinforcement positif


Menjelaskan



Menanyakan
pendapat




Memperhatikan
Memperhatikan

Memperhatikan


Memperhatikan


Memperhatikan




Mengemukakan
pendapat


Memperhatikan



Memperhatikan


Mengemukakan
pendapat

Memperhatikan



Memperhatikan



Mengemukakan
pendapat


Memperhatikan




















































Memberikan
reinforcement
positif
Meluruskan
persepsi audiens
tentang tanda dan
gejala
apendiksitis
Menanyakan
persepsi audiens
tentang akibat
lanjut
apendiksitis
Memberikan
reinforcement
positif
Meluruskan
persepsi audiens
tentang akibat
lanjut
apendiksitis
Menanyakan
persepsi audiens
tentang cara
perawatan
apendiksitis
Memberikan
reinforcement
positif
Meluruskan
persepsi audiens
tentang cara
perawatan
apendiksitis
Menanyakan
persepsi audiens
tentang cara
memberikan
kompres hangat
Memberikan
reinforcement
positif
Meluruskan
persepsi audiens
tentang cara
memberikan
kompres hangat
















































Memberikan
reinforcement positif

Menjelaskan



Menanyakan
pendapat



Memberikan
reinforcement positif

Menjelaskan



Menanyakan
pendapat




Memberikan
reinforcement positif

Menjelaskan




Menanyakan
pendapat




Memberikan
reinforcement positif


Menjelaskan




Memperhatikan



Mengemukakan
pendapat


Memperhatikan


Memperhatikan



Mengemukakan
pendapat



Memperhatikan


Memperhatikan




Mengemukakan
pendapat



Memperhatikan



Memperhatikan




Mengemukakan
pendapat











3

Diskusi dan
tanya jawab
dengan
masyarakat
tentang materi
penyuluhan yang
telah
disampaikan

Penutup
Menyimpulkan
bersama-sama
audiens tentang
materi yang telah
disampaikan
Evaluasi kembali
tentang materi
yang telah
diberikan
Mengucapkan
salam











1 5
meni
t
Menanyakan
pendapat





Memberikan
reinforcement positif

Menjelaskan


Menjelaskan





Menjawab pertanyaan
Menanyakan
pendapat







Berdiskusi




Menjawab pertanyaan
Menanyakan
pendapat


Mengucapkan salam

Memperhatikan


Memperhatikan


Memperhatikan








Memperhatikan




Memperhatikan



Menjawab salam






10. Uraian tugas
a. Penaggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan
b. Moderator


Membuka acara
Memperkenalkan pelaksana kegiatan
Menjelaskan tujuan penyuluhan
Membuat kontrak waktu
c. Presenter
Memberikan penyuluhan kepada pasien.
Menjawab pertanyaan audiens
d. Observer
Mengamati proses pelaksanaan kesgiatan penyuluhan dari awal sampai
akhir
Membuat laporan hasil penyuluhan yang dilaksanakan
e. Fasilitator
Menjawab pertanyaan audiens
Memfasilitasi peserta untuk berperan serta aktif selam penyuluhan
D.. Kriteria hasil.
1. Evaluasi struktur.
Lebih dari 60% undangan menghadiri acara
Alat dan media sesuai dengan rencana
Peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan yang direncanakan

2. .Evaluasi proses.
Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang yang direncanakan
Peserta penyuluhan melakukan kegiatan dari awal sampai akhir.
Peserta berperan aktif selama jalannya diskusi

3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan 60% peserta mampu :
Menyebutkna pengertian penyakit apendisitis dengan bahasa sendiri.
Menyebutkan 3 dari 5 penyebab penyakit apendiksitis
Menyebutkan 5 dari 7 tanda dan gejala penyakit apendiksitis dengan
bahasa sendiri
Menyebutkan 3 dari 5 akibat lanjut penyakit apendiksitis bahasa
sendiri


Menyebutkan 6 dari 8 cara perawatan apendiksitis dengan bahasa
sendiri
Menyebutkan 2 dari 4 cara memberikan kompres hangat
Menyebutkan 4 dari 6 makanan yang tidak boleh dimakan bagi
penderita apendiksitis
Menyebutka 4 dari 7 makanan yang boleh dimakan bagi penderita
apendiksitis





























MATERI

DEFENISI
Appendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai
cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi
bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah.

PENYEBAB APENDIKSITIS
Appendisitis merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh obstruksi atau
penyumbatan akibat :
1. Pembesaran dari folikel limfoid.
2. Adanya fekalit dalam lumen appendiks.
3. Tumor appendiks (usu buntu).
4. Adanya benda asing seperti cacing askariasis.
5. Pengikisan mukosa appendiks karena parasit seperti E. Histilitica.
Menurut penelitian, tentang menunjukkan kebiasaan makan makanan rendah
serat akan mengakibatkan konstipasi yang dapat menimbulkan appendiksitis. Hal
tersebut akan meningkatkan tekanan intra sekal, sehingga timbul sumbatan
fungsional appendiks dan meningkatkan pertumbuhan kuman flora pada kolon.
(Harisson, 2000: 1610)

TANDA DAN GEJALA APENDIKSITIS
1. Nyeri kuadran kanan bawah dan biasanya demam ringan
2. Mual, muntah
3. Nafsu makan meurun
4. Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney (kuadran kanan bawah bagian perut)
5. Spasme otot
6. Konstipasi (susah buang air besar), diare
(Brunner & Suddart, 2001:1098)


AKIBAT LANJUT DARI APENDKISITIS
1. Infeksi di seluruh bagian perut (Peritonitis)


2. Penyumbatan tulang panggul atau tulang pinggang.
3. Penyumbatan di bawah diagfarma.
4. Ileus (kelumpuhan dan mekanis).

CARA PERAWATAN APENDKISITIS
1. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan kompres pada perut yang sakit
2. Latihan fisik atau pergerakan ringan untuk mencegah kekakuan
3. Mengatur keseimbangan antara istirahat dan aktivitas
4. Berobat ke pelayanan kesehatan

CARA MEMBERI KOMPRES HANGAT
a. Sediakan air hangat waskom secukupnya
b. Basahkan handuk kecil kedalam air hangat tersebut.
c. Peras handuk tersebut
d. Letakkan handuk tersebut pada daerah nyeri selama 5 10 menit, kemudian
ulangi beberapa kali

MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIMAKAN
Makanan yang harus dihindari oleh penderita penyakit usus buntu :
1. Makanan yang pedas (cabe, sambal, saus, gorengan pedas, dll.)
2. Makanan yang terlalu dingin (es)
3. Makanan atau minuman yang mengandung kafein ( kopi, permen kopi,
dll.)
4. Buah nanas dan buah semangka.
5. Makanan yang mengandung minyak.
6. Minuman berakohol

MAKANAN YANG BOLEH DIMAKAN
Makanan yang boleh dimakan adalah makanan yang banyak mengandung
serat, contoh : buah alpukat, pisang, jeruk, apel, sayur-sayuran seperti kembang kol,
bayam, kentang, dll



DAFTAR PUSTAKA

Sjaifoellah Noer. (1996). Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. FKUI. Jakarta.
Wahyudi Nugroho. (2000). Asuhan Keperawatan Gerontik. EGC. Jakarta