Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT

A. Susunan atom-atom dalam bahan padat Kristal dan amorf


Beberapa zat padat memiliki susunan atom / molekul yang sangat teratur dan periodik, Sebagian besar zat padat
berbentuk kristalin dengan atom-atom,ion-ion, atau molekul-molekul pembangunannya tersusun menjadi pola tiga
dimensial yang teratur dan terulang. seperti yang kita ketahui bahwa padatan dikelompokkan menjadi dua golongan
yaitu, padatan kristalin yang partikel penyusunnya tersusun teratur, dan padatan amorf yang partikel penyusunnya
tidak memiliki keteraturan yang sempurna. Studi bahan kristalin mempunyai sejarah yang jauh lebih panjang karena
kristal lebih mudah dipelajari daripada bahan amorf. Terdapat berbagai cara untuk mengklasifikasikan padatan, yang
meliputi berbagai bahan. Namun, klasifikasi yang paling sederhana adalah membaginya menjadi dua golongan:
padatan kristalin yang partikelnya tersusun teratur dan padatan amorf yang keteraturannya kecil atau tidak ada sama
sekali.
a. Susunan Bahan kristalin
Dalam beberapa bahan kristalin, partikel penyusunnya tersusun sehingga keteraturannya kadang nampak dengan
mata telanjang. Kristal yang umum kita lihat adalah natrium khlorida, tembaga sulfat hidrat, dan kuarsa. Lokasi
partikel penyusun padatan kristalin (ion, atom atau molekul) biasanya dinyatakan dengan kisi, dan lokasi setiap
partikel disebut titik kisi.
b. Susunan Padatan amorf
Susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun,
keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf di sekitar kita-gelas, karet
dan polietena memiliki keteraturan sebagian. Fitur padatan amorf dapat dianggap intermediate antara padatan dan
cairan. Baru-baru ini perhatian telah difokuskan pada bahan buatan seperti fiber optik dan silikon amorf.

Gambar 2 Padatan kristalin dan amorf
Terdapat perbedaan besar dalam keteraturan partikel penyusunnya. Beberapa ilmuwan bertahan dengan pendapat
bahwa padatan amorf dapat dianggap wujud keempat materi.
Tabel 1 Beberapa contoh padatan amorf fungsional
Amorf Penggunaan material
Gelas kuarsa Serat optic
Gelas khalkogenida Membran selenium untuk mesin fotokopi
Silikon amorf Sel surya
Logam besi/kobal amorf (bahan magnetik)
Polimer Polistirene
Karbon amorf karbon hitam (adsorben)
Silika gel gel (adsorben)




B. Dampak Keteraturan Susunan atom dan molekul dalam bahan terdapat sifat fisis.
Suatu bahan yang mempunyai keteraturan susunan atom dan molekul akan memiliki sifat bahan yang keras serta
titik leleh yang tinggi jika memiliki susunan atom yang berikatan dengan ikatan yang kuat. Dan sebaliknya bahan
akan memiliki sifat bahan yang lemah dan titik leleh yang rendah jika memiliki susunan atom yang berikatan dengan
lemah.
Bahan tidak optis (tidak tembus cahaya) dan mengkilap jika memiliki susunan atom yang rapat. Sebaliknya, susunan
atom yang cukup renggang akan membuat suatu bahan tampak bening dan tembus cahaya.
Suatu bahan akan dapat menghantarkan listrik jika mempunyai elektron yang bebas bergerak seperti elektron yang
ada pada bahan yang mempunyai ikatan logam.

C. Ikatan-ikatan atom dalam kristal
a. Ikatan ionik
Ikatan ionik ialah ikatan antara suatu unsur yang terjadi akibat adanya ion positif dan ion negatif dalam pembentukan
suatu persenyawaan. Dimana gaya tarik ion positif dan ion negatif tersebut disebabkan karena adanya gaya
elektrostatis. Oleh karena itu ikatan ionik terjadi antara atom yang memiliki energi ionisasi rendah yang mudah
kehilangan elektron membentuk ion negatif berinteraksi dengan atom lain yang cenderung untuk mengambil
kelebihan elektron tersebut.
Adapun dalam sistem periodik unsur, unsur-unsur yang pada umumnya dapat membentuk ikatan ionik ialah unsur-
unsur dalam golongan IA atau IIA dengan unsur-unsur dalam golongan VIIA atau VIA. Hal ini dapat terjadi karena
unsur dalam golongan IA dan IIA mempunyai elektron valensi 1 dan 2, maka agar dapat mempunyai elektron terluar
8, maka harus menyumbangkan elektron valensinya. Sementara itu, unsur dalam golongan VIIA dan VIA masing-
masing mempunyai elektron valensi 7 dan 6, maka agar menjadi 8 harus menangkap masing-masing 1 dan 2
elektron.
Adapun dalam ikatan ionik, senyawa yang dihasilkan akan memiliki sifat-sifat keras, titik leleh tinggi dan dapat larut
dalam zat cair berkutub seperti air.
Contoh senyawa yang dibentuk dengan ikatan ionik ialah NaCl.
Na11 = 2, 8, 1
Cl17 = 2, 8, 7
Na akan melepaskan 1 elektron valensinya sedangkan Cl akan menangkap 1 elektron agar mempunyai 8 elektron
terluar dan menjadi stabil.
b. Ikatan kovalen
Ikatan kovalen dapat terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama atau berbeda yang sama-sama berpartisipasi
menyumbangkan elektron terluarnya untuk digunakan secara bersama-sama.
Adapun dalam ikatan kovalen, sifat senyawa yang dibentuknya ialah keras dengan titik leleh yang tinggi serta tak
larut dalam hampir semua pelarut.
Contoh: intan
c. Ikatan logam
Ikatan logam tersusun dari atom-atom logam yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan elektronegatifitas
rendah juga. Akibatnya, elektron valensi mudah lepas dan bebas bergerak. Sementara itu, atom-atom logam yang
kehilangan elektron akan menjadi ion positif sehingga logam terdiri dari ion-ion positif dengan elektron yang mudah
bergerak. Akibatnya, logam mempunyai sifat menghantarkan listrik karena adanya elektron bebas tersebut, titik
lelehnya yang tinggi karena adanya ikatan logam, permukaan yang mengkilap dan sifatnya yang keras karena
susunan unsurnya yang rapat dan padat. Adapun contoh senyawa yang dibentuk oleh adanya ikatan logam ialah Na.



d. Gaya van der waals
Gaya van der Waals terjadi karena keelektronegatifan yang tidak sama antara dua atom. Sehingga atom yang lebih
elektronegatif bermuatan negatif sedangkan atom yang kurang elektronegatif akan bermuatan positif. Jadi kedua
atom tersebut merupakan dipole (dwi kutub).
Adapun sifat-sifat senyawa yang dibentuknya ialah titik leleh dan titik didih yang rendah, larut dalam zat cair kovalen
serta sifat fisis bahannya yang lemah.
Jadi Ikatan atom-atom dalam Kristal dapat disimpulkan

Jenis Ikatan
Asal Ikatan
Sifat-sifat
Contoh

Kovalen
Patungan
elektron
Sangat keras: titik lebur tinggi :
larut dalam sangat sedikit cairan: transparan terhadap cahaya tampak
Intan, C

Ionik
Gaya tarik menarik elektrostatik antara
ion positif dan negatif.
Keras, titik lebur tinggi: mungkin
larut dalam cairan polar seperti air
Natrum Klorida


Logam
Gaya tarik menarik elektroststik antara
ion positif logam dengan awan elektron
Berkilauan : dapat menghantar
listrik dan kalor dengan baik

Van der Waals
Gaya Van der
Waals akibat distribusi muatan yang tdak simetris
Lunak: titik lebur dan titik didih
rendah : dapat larut dalam cairan kovalen

Gaya tarik menarik elektrostatika kuat
antara hidrogen pada satu molekul dengan atom N, O atau F dari molekul lain
Lebih kuat dari iaktan Van der
Waals: titik lebur dan titik didih lebih tingggi dari ikatan vab der Waals
es


D. Pengertian kisi Kristal
Kisi kristal yang biasa disebut kisi dapat dikatakan sebagai abstraksi dari kristal, sehingga kisi merupakan pola dasar
atau pola geometri dari kristal, Kisi kristal memiliki sifat geometri yang sama seperti Kristal. Kisi yang memiliki titik-titik
kisi yang ekuivalen disebut kisi Bravais sehingga titik-titik kisi tersebut dalam kristal akan ditempati oleh atom-atom
yang sejenis.

Gambar Kisi kristal
Titik-titik pada gambar merupakan tempat kedudukan atom dalam suatu kristal, pada suatu kristal setiap titik tersebut
dapat ditempati oleh atom yang sama atau atom berbeda, namun masing-masing posisi satu dengan yang lain tetap
periodic. Titik A,B dan C adalah ekuivalen satu sama lain Titik A dan A1 tidak ekivalen (non-Bravais)
Titik-titik kisi Bravais dapat ditempati oleh atom atau sekumpulan atom yang disebut basis
Kisi Sekumpulan titik-titik yang tersusu secara periodik dalam ruang
Basis Atom atau sekumpulan atom
Kisi adalah susunan kelompok atom yang tersusun secara periodik dalam ruang. Kisi merupakan abstraksi
matematis; struktur kristal tersusun ketika basis atom secara identik terletak pada titik kisi. Hubungan logisnya
adalah:
kisi + basis = struktur kristal.
Kisi ruang (space lattice) adalah susunan titik-titik dalam ruang tiga dimensi di mana setiap titik memiliki lingkungan
yang serupa. Titik dengan lingkungan yang serupa itu disebut simpul kisi (lattice points). Simpul kisi dapat disusun
hanya dalam 14 susunan yang berbeda, yang disebut kisi-kisi Bravais. Jika atom-atom dalam kristal membentuk
susunan teratur yang berulang maka atom-atom dalam kristal haruslah tersusun dalam salah satu dari 14 bentuk kisi-
kisi tersebut. Perlu dicatat bahwa setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom, dan atom atau kelompok
atom yang menempati tiap-tiap simpul kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan pengertian
simpul kisi.
E. Perbedaan antara kisi bravais dan non bravais
Terdapat dua kelas kisi, yaitu Bravais dan non-Bravais. Dalam kisi bravais, seluruh titik kisi adalah ekivalen, artinya
kisi bersifat infarium terhadap operasi simetri translasi. Sedangkan dalam kisi non-Bravais terdapat beberapa titik kisi
yang tidak ekivalen. Kisi non-Bravais dapat berubah menjadi kisi Bravais asalkan dibentuk basis dalam Kristal. Yang
dimaksud dengan basis adalah kumpulan titik kisi yang ditempatkan disekitar titik kisi Bravais. Dengan kata lain kisi
non-Bravais seringkali disebut kisi Bravais dengan satu basis. Yang menjadi basis adalah titik-titik kisi yang tidak
ekivalen
Kisi Bravais adalah simpul kisi yang dapat disusun hanya dalam 14 susunan yang berbeda. Jika atom-atom dalam
kristal membentuk susunan teratur yang berulang maka atom-atom dalam kristal haruslah tersusun dalam salah satu
dari 14 bentuk kisi-kisi tersebut. Perlu dicatat bahwa setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom, dan
atom atau kelompok atom yang menempati tiap-tiap simpul kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai
dengan pengertian simpul kisi.



F. Pengertian sel satuan
Sel Satuan adalah Satuan terkecil dalam tiga dimensi dimana struktur kristal dapat didefinisikan secara lengkap
Satuan pengulangan terkecil kisi inilah yang disebut dengan sel satuan.

Gambar Sel Satuan
Gambar di atas adalah definisi sel satuan.Sel satuan digambarkan dengan garis tebal. Jarak antar dua titik
sepanjang ketiga sumbu didefiniskan sebagai a, b dan c. Sudut yang dibuat antar dua sumbu didefinisikan sebagai ,
dan . Sel satuan paling sederhana adalah kubus. Tiga sumbu kubus dan beberapa sel satuan lain tegak lurus satu
sam lain, namun untuk sel satuan lain sumbu-sumbu itu tidak saling tegak lurus. Faktor yang mendefinisikan sel
satuan adalah jarak antar titik dan sudut antar sumbu. Faktor-faktor ini disebut dengan tetapan kisi (kadang disebut
juga parameter kisi).
G. PERBEDAAN SEL PRIMITIVE DAN NON-PRIMITIVE
Sel primitif adalah sel satuan yang hanya memiliki satu titik kisi per sel. Sel primitive mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut :
a) Sebuah sel yang mempunyai luas atau volume terkecil.
b) Kebalikan dari sel konvensional, yaitu sel yang mempunyai luas atau volume terbesar.
c) Sel yang mempunyai satu titik kisi.
d) Sebuah pararelepipid yang dibentuk oleh sumbu-sumbu. Sel epipid yaitu sebuah bangun yang sisinya sejajar /
bidang yang dibatasi oleh garis-garis sejajar.
Cara untuk memilih sel primitif yaitu dengan metode Wigner Seitz.
1) Ambillah salah satu titik kisi sebagai acuan (biasanya ditengah).
2) Titik kisi yang anda ambil sebagai acuan dihubungkan dengan titik kisi terdekat disekitarnya.
3) Di tengah-tengah garis penghubung, buatlah garis yang tegak lurus terhadap garis penghubung.
4) Luas terkecil (2 dimensi) atau volume terkecil (3 dimensi) yang dilingkupi oleh garis-garis atau bidang-bidang ini
yang disebut sel primitive Wigner-Seitz.
Untuk setiap struktur kristal ada sel unit konvensional, yang merupakan unit terkecil yang memiliki simetri penuh
kristal (lihat di bawah).Namun, sel unit konvensional tidak selalu pilihan terkecil yang mungkin.Suatu sel unit primitif
dari suatu struktur kristal merupakan sel unit terkecil yang mungkin yang dapat membuat seperti itu, ketika ubin, itu
benar-benar mengisi ruang.Sel satuan primitif ini tidak Namun, menampilkan semua simetri yang melekat pada
kristal.Sebuah sel Wigner-Seitz adalah suatu jenis tertentu sel primitif yang memiliki simetri yang sama sebagai kisi.
Sel non primitif memiliki lebih dan satu titik kisi per sel. Beberapa sifat;
a. Luas sel tak-primitif adalah kelipatan dan sel primitif
b. Sel primitif dan sel tak primitif berkait dengan pemilihan vektor basis dalam kisi bravais.
Jadi kesimpulannya adalah Sel satuan yang hanya mempunyai satu titik kisi disebut sel kisi primitive, sel tersebut
mempunyai volume yang paling kecil, sedangkan sel non-primitive volumenya merupakan kelipatan dari volume sel
primitive.
H. TIPE KISI KRISTAL TIGA DIMENSI
Untuk tipe kisi 3 dimensi terdapat 7 sistem kisi Kristal yaitu sebagai berikut :
No Sistem Kristal Kisi Bravais Geometri Sel
1 Triclinic P (Primitive) abc;
2 Monoclinic P (Primitive)
http://student.ut.ac.id/repository/viewer/temp/1360118467/soal_3135.html