Anda di halaman 1dari 4

Ephineprin

Pemberian dimaksud untuk merangsang reseptor adrenergic dan meningkatkan aliran darah ke
otak dan jantung serta menghilangkan bronkospasme.
Indikasi : henti jantung, bradikardi, reaksi atau syok anfilaktik, hipotensi
Dosis 1 mg iv bolus dapat diulang setiap 35 menit, dapat diberikan intratrakeal atau
transtrakeal dengan dosis 22,5 kali dosis intra vena. Untuk syok anafilaktik dengan dosis
0,3-0,5 mg sc dapat diulang setiap 15-20 menit. Untuk terapi bradikardi atau hipotensi dapat
diberikan epinephrine perinfus dengan dosis 1 mg dilarutkan dalam 500 cc NaCl 0,9%, dosis
dewasa 1 g/mnt dititrasi sampai menimbulkan reaksi hemodinamik, dosis dapat mencapai
2-10 g/mnt
Dosis pada anak : 0,01/Kg BB dapat diulang 3-5 menit dengan dosis 0,01 mg/KgBB iv

Ephedrin
Ephedrine merupakan obat simpatomimetik yang bekerja ganda, secara langsung pada reseptor
adrenergic dan secara tidak langsung dengan merangsang pengeluaran katekolamin.
Efeknya sama dengan adrenalin, tetapi efektif pada pemberian oral, potensinya lebih lemah
tetapi masa kerjanya 7-10 kali lebih panjang
Dosis 10-50 mg IM atau 10-20 mg IV untuk mengatasi hipotensi akibat blok spinal selama
anesthesia atau depresi halotan

Norephineprin
Merupakan adrenergic yang mempunyai efek alpha receptor dalam pembuluh darah dan B1-
receptors yang mana menyebabkan jantung vasokonstriksi perifer dan terjadi peningkatan denyut
jantung dan kontraktilitas.
Biasanya digunakan untuk severe shock dan direkomendasikan penggunaannya untuk
hipotensi ketika tekanan sistolik kurang dari 70 mmHg
(The starting infsuin rate is ) 0.5 1.0 g/menit dan (titrated to effect), dengan maksimal
infusion rate 30 g/menit

Lidokain (lignocaine, xylocaine)
Untuk mengatasi gangguan irama (aritmia ventrikuler)
Dosis 11,5 mg/kg BB bolus i.v dapat diulang dalam 35 menit sampai dosis total 3 mg/kg BB
dalam 1 jam pertama kemudian dosis drip 2-4 mg/menit sampai 24 jam dapat diberikan
intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 22,5 kali dosis intra vena
Dosis pada anak : 1 mg/KgBB iv

Sulfas Atropin
Merupakan antikolinergik, bekerja menurunkan tonus vagal dan memperbaiki sistim konduksi
AtrioVentrikuler
Indikasi : asistole, bradikardi, keracunan organophosphat
Dosis 1 mg IV bolus dapat diulang dalam 3-5 menit sampai dosis total 0,03-0,04 mg/kg BB.
Untuk bradikardi 0,5 mg IV bolus setiap 3-5 menit maksimal 3 mg. Dapat diberikan
intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 22,5 kali dosis intra vena diencerkan menjadi 10
cc
Dosis pada anak : 0,02 mg/kgBB iv (minimal 0,1 mg) dapat diulangi dengan dosis 2 kali
maksimal 1 mg

Dopamin
Untuk merangsang efek alfa dan beta adrenergic agar kontraktilitas miokard, curah jantung (cardiac
output) dan tekanan darah meningkat
Indikasi : syok septik, syok kardiogenik, dan pasca resusitasi jantung. Sebelum diberikan pada
penderita syok, hipovolemia harus dikoreksi terlebih dahulu
Dosis 2-10 g/kgBB/menit dalam drip infuse. Atau untuk memudahkan 2 ampul dopamine
dimasukkan ke 500 cc D5% drip 30 tetes mikro/menit untuk orang dewasa

Magnesium Sulfat
Direkomendasikan untuk ventrikel takikardi, keracunan digitalis. Bisa juga untuk mengatasi
preeklamsia
Dosis 1-2 g dilarutkan dengan dektrose 5% diberikan selama 5-60 menit. Drip 0,5-1 gr/jam iv
selama 24 jam
Morfin
Sebagai analgetik kuat, dapat digunakan untuk edema paru setelah cardiac arrest
Dosis 2-5 mg dapat diulang 5 30 menit
Kortikosteroid
Digunakan untuk perbaikan paru yang disebabkan gangguan inhalasi dan untuk mengurangi
edema cerebri
Natrium bikarbonat
Diberikan untuk dugaan hiperkalemia, setelah sirkulasi spontan yang timbul pada henti
jantung lama, asidosis metabolik karena hipoksia dan overdosis antidepresi trisiklik
Dosis 1 meq/kg BB bolus dapat diulang dosis setengahnya
Dosis pada anak : Dosis 1 meq/kgBB iv

Kalsium gluconat/Kalsium klorida
Digunakan untuk perbaikan kontraksi otot jantung, stabilisasi membran sel otot jantung
terhadap depolarisasi
Diberikan secara pelahan-lahan IV selama 10-20 menit atau dengan menggunakan drip
Dosis 4-8 mg/kgBB untuk kalsium glukonat dan 2-4 mg/kgBB untuk kalsium klorida
Dosis pada anak : 60100 mg/KgBB iv pelan-pelan (kalsium glukonat); 20-25 mg/KgBB iv
pelan-pelan (kalsium klorida)

Furosemide
Digunakan untuk mengurangi edema paru dan edema otak
Efek samping yang dapat terjadi karena diuresis yang berlebih adalah hipotensi, dehidrasi
dan hipokalemia
Dosis 20 40 mg intra vena
Dosis pada anak : 0,5-1 mg/KgBB iv bolus

Diazepam
Digunakan untuk mengatasi kejang-kejang, eklamsia, gaduh gelisah dan tetanus
Efek samping dapat menyebabkan depresi pernafasan
Dosis dewasa 1 amp (10 mg) intra vena dapat diulangi setiap 15 menit
Dosis pada anak : 0,3-0,5 mg/kgBB iv bolus

Gangguan napas
Suplementasi O2
Inhalasi 2-agonis kerja singkat dengan nebulisasi, dapat diulang tiap 20 mnt dalam 1 jam
atau 2-agonis SC/IV
Aminofilin bolus IV 5-6 mg/kgBB; bila sudah menggunakan aminofilin kurang dari 12 jam
berikan setengah dosis
Kortikosteroid sistemik i.v. jika tidak berespons atau penderita sedang menggunakan
kortikosteroid atau serangan berat
Agonis--adrenergik :
Salbutamol per inhalasi 3-4 dd 2 semprotan
Aminofilin tablet salut 2-4 dd 175-350 mg
Pada serangan hebat :
Aminofilin i.v. 240 mg
Aminofilin rektal 2-3 dd 360 mg