Anda di halaman 1dari 9

MATLAB SUBPLOT03

t = 0:pi/10:2*pi;
[X,Y,Z] =cylinder(4*cos(t));
subplot(2,2,1);mesh(X)
subplot(2,2,2);mesh(Y)
subplot(2,2,3);mesh(Z)
subplot(2,2,4);mesh(X,Y,Z)








LATIHAN SOAL
%Mata Kuliah Teknik Aplikasi Komputer
%Menghitung BEsarnya Kapasitor Yang Diperlukan Untuk Motor sbg generator
%Anwar Hamid Zul Fauzi
%3.29.12.0.04
%Motor Induksi 400V, 4 Kutub, 1470 Rpm, dipakai sbg Generaqtor Asinkron
%Motor 40A, Faktor Daya beban penuh = 85%. Hitung kapasitor yang diperlukan
%tiap phasanya jika dihubungkan delta, kecepatan mesin penggerak untuk
%menghasilkan f=50Hz JAWAB
%S=V3*V*I
%P=SCos Q
%Q=sqrtS^2-p^2
%hub delta Qc=Q/3
%Arus Kapasitor (Ic)=Qc/V
%Xc=V/Ic
%C=1/2*pi*f*Xc
%kecepatan mesin penggerak harus lebiih besar dari kecepatan sinkronnya dan
%slip dipakai sama spt ketika dipakai sebagai motor: miadal 30 rpm. maka
%kecepatan mesin=naikan+nalip
disp('DATA MOTOR SBG GENERATOR');
V=input('tegangan line-line motor (V(Volt)):');
I=input('arus motor (I (Ampere)):');
CosQ=input('Faktor daya motor (cos Q):');
pi=22/7;
f=input('frekuensi (f=hertz):');
disp('besarnya daya semu dalam KVA');
S=sqrt(3)*V*I
disp('besarnya daya nyata dalam KW');
P=S*CosQ
disp('besarnya daya reaktif dalam KVAR');

Q=sqrt(2)*S^2-P^2
disp('besarnya daya reaktif tiap phasa dalam KVAR');

Qc=Q/3 %daya reaktif kapasitor
Ic=Qc*2000/V
Xc=V/Ic
disp('besarnya kapasitor yang dibutuhkan tiap phasa dalam hub delta FArad');
C=1/2*pi*f*Xc %menentukan ukuran kapasitor

command
LATIHAN SOAL 2
%sebuah lampu TL 40W, 220V, frekuensi=50Hz dengan faktor daya 0,4. Hitung
nilai kapasitor yang dibutuhkan jika faktor dayanya 0,9
disp('soal lampu TL');
P=input('daya nyata (W(Watt)):');
V=input('tegangan sumber (V(Volt)):');
F=input('Frekuensi (F=Hertz):');
CosQ1=input('faktor daya awal(cosQ1):');
CosQ2=input('faktor daya sekarang(cosQ2):');
pi=22/7;
disp('besarnya daya semu awal');
S1=P/CosQ1
disp('besarnya daya semu reaktif awal');
Q1=sqrt(S1^2-P^2)
disp('besarnya daya semu akhir');
S2=P/CosQ2
disp('besarnya daya semu reaktif akhir');
Q2=sqrt(S2^2-P^2)
disp('besarnya daya reaktif kapasitor');
Qc=Q1-Q2
disp('besarnya reaktansi kapasitor');
Xc=V^2/Qc






Command:
1. Dalam membuat MATLAB soal 2 perlu diperhatikan perintah-perintah pemprogaman karena matlab
sensitiv dengan perintah pemprogaman jadi untuk itu kita harus teliti dalam bahasa pemprogaman
matlab seperti pada perintah masukan input yang menggunakan huruf besar P dan ketika kita menulis
dan memasukkannya ke output dengan huruf kecil p maka matlab pada command window tidak mau
meresponerror
Kalimat disp untuk menyisipkan kalimat penjelasan pada bahasa pemprogaman yang kita buat


2. Perlu diketahui juga ketika kita membuat bahasa pemprogaman matlab,buatlah bahasa
pemprogaman pada editor karena pada editor ketika perintah yang kita buat ada yang salah kita bisa
membenahinya,kemudian dicopy masukkan di command window.
.




1
disp(' ')
disp('_______________________________________________________')
disp(' ')
disp(' MENGHITUNG ARUS MATA JALA PADA JARINGAN ')
disp(' DENGAN CARA BIASA ')
disp(' OLEH : ANWAR HAMID ZUL FAUZI ')
disp(' KE-2D/3.29.12.0.04 ')
disp('_______________________________________________________')
% ELEMENT-ELEMENT MATRIKS IMPEDANSI :
Z(1,1)=7+j*3;
Z(1,2)=-j*5;
Z(1,3)=-5
Z(2,1)=-j*5;
Z(2,2)=12+j*3;
Z(2,3)=-2+j*2;
Z(3,1)=-5;
Z(3,2)=-2+j*2;
Z(3,3)=17-j*2;
% TEGANGAN SUMBER:
V1=10*(cos(0*pi/180)+j*sin(0*pi/180));
V2=-5*(cos(30*pi/180)+j*sin(30*pi/180));
V3=-10*(cos(90*pi/180)+j*sin(90*pi/180));
% TEGANGAN SUMBER DALAM MATRIKS KOLOM:
V=[V1;V2;V3];
disp('______________________________________________________')
disp(' ARUS MATA JALA DALAM BENTUK POLAR ')
disp('------------------------------------------------------')
disp(' I1 SUDUT(I1) I2 SUDUT(I2) I3 SUDUT(I3) ')
disp('(AMPER) (DERAJAT) (AMPER) (DERAJAT) (AMER) (DERAJAT) ')
disp('______________________________________________________')
disp(' ')
format short g


2
% arus mata jala :
I=inv(Z)*V;
I1=I(1);
I2=I(2);
I3=I(3);
% DALAM BENTUK POLAR:
Ip1=abs(I(1));
theta1=180/pi*atan2(imag(I(1)),real(I(1)));
Ip2=abs(I(2));
theta2=180/pi*atan2(imag(I(2)),real(I(2)));
Ip3=abs(I(3));
theta3=180/pi*atan2(imag(I(3)),real(I(3)));
fprintf('%i'),disp([Ip1, theta1, Ip2, theta2, Ip3, theta3])
disp('_____________________________________________________')



DIGABUNG
disp(' ')
disp('_______________________________________________________')
disp(' ')
disp(' MENGHITUNG ARUS MATA JALA PADA JARINGAN ')
disp(' DENGAN CARA BIASA ')
disp(' OLEH : ANWAR HAMID ZUL FAUZI ')
disp(' KE-2D/3.29.12.0.04 ')
disp('_______________________________________________________')
% ELEMENT-ELEMENT MATRIKS IMPEDANSI :
Z(1,1)=7+j*3;
Z(1,2)=-j*5;
Z(1,3)=-;
Z(2,1)=-j*5;
Z(2,2)=12+j*3;
Z(2,3)=-2+j*2;
Z(3,1)=-5;
Z(3,2)=-2+j*2;
Z(3,3)=17-j*2;
% TEGANGAN SUMBER:
V1=10*(cos(0*pi/180)+j*sin(0*pi/180));
V2=-5*(cos(30*pi/180)+j*sin(30*pi/180));
V3=-10*(cos(90*pi/180)+j*sin(90*pi/180));
% TEGANGAN SUMBER DALAM MATRIKS KOLOM:
V=[V1;V2;V3];
disp('______________________________________________________')
disp(' ARUS MATA JALA DALAM BENTUK POLAR ')
disp('------------------------------------------------------')
disp(' I1 SUDUT(I1) I2 SUDUT(I2) I3 SUDUT(I3) ')
disp('(AMPER) (DERAJAT) (AMPER) (DERAJAT) (AMER) (DERAJAT) ')
disp('______________________________________________________')
disp(' ')
format short g
% arus mata jala :
I=inv(Z)*V;
I1=I(1);
I2=I(2);
I3=I(3);
% DALAM BENTUK POLAR:
Ip1=abs(I(1));
theta1=180/pi*atan2(imag(I(1)),real(I(1)));
Ip2=abs(I(2));
theta2=180/pi*atan2(imag(I(2)),real(I(2)));
Ip3=abs(I(3));
theta3=180/pi*atan2(imag(I(3)),real(I(3)));
fprintf('%i'),disp([Ip1, theta1, Ip2, theta2, Ip3, theta3])
disp('_____________________________________________________')