Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA


PENEREPAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN
FISIKA BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI HUKUM HOOKE UNTUK
SISWA SMA KELAS X

Makalah ini disusun untuk memenuhi UK 4 mata kuliah Assesmen Pembelajaran
Fisika dosen pengampu Dra. Rini Budiharti, M.Pd



Disusun Oleh :
MAIDA KHOIRINA
K2311045
PENDIDIKAN FISIKA B




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013


PENEREPAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN
FISIKA BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI HUKUM HOOKE UNTUK
SISWA SMA KELAS X

A. LATAR BELAKANG
Fisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi
maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Salah satu tujuan dari mata pelajaran
fisika adalah mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah,
mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang percobaan,
mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil
percobaan secara lisan dan tertulis. Jadi dalam belajar Fisika tidak cukup sekedar
mengingat dan memahami konsep yang ditemukan oleh ilmuwan. Akan tetapi, yang
sangat penting adalah pembiasaan perilaku ilmuwan dalam menemukan konsep yang
dilakukan melalui percobaan dan penelitian ilmiah. Proses penemuan konsep yang
melibatkan keterampilan-keterampilan yang mendasar melalui percobaan ilmiah dapat
dilaksanakan dan ditingkatkan melalui kegiatan eksperimen.

Pembelajaran fisika dan penilaian hasil belajar fisika harus memperhatikan
karakteristik ilmu fisika sebagai produk dan proses. Misalnya, dengan melakukan
eksperimen untuk membuktikan kebenaran suatu teori atau bisa juga untuk menemukan
suatu konsep. Penilaian yang sebenarnya adalah penilaian tentang kemajuan belajar siswa
yang diperoleh sepanjang proses pembelajaran. Oleh karena itu penilaian tidak hanya
dilakukan di akhir proses pembelajaran tetapi penilaian dilakukan selama proses belajar
mengajar. Penilaian terhadap siswa harus memperhatikan tiga ranah yang perlu dinilai
yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) (Sudjana,
1998).

Untuk memudahkan melakukan penilaian yang mencakup ketiga ranah tersebut
pada kegiatan eksperimen dibutuhkan suatu metode penilaian. Salah satu teknik penilaian
yang bisa digunakan adalah penilaian dengan teknik self assesment atau penilaian diri.
Penilaian diri (Self assessment) merupakan penilaian yang dilakukan oleh siswa dalam
menilai kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Penilaian dengan
teknik self assesment melibatkan siswa baik dalam memberikan penilaian maupun
menerima penilaian. Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan penilaian diri
antara lain : menumbuhkan rasa percaya diri siswa, karena mereka diberi kepercayaan
untuk menilai dirinya sendiri. Kedua, meningkatkan pemahaman siswa terhadap kekuatan
dan kelemahan dirinya. Ketiga, melatih dan membiasakan siswa berbuat jujur (Sumarno,
2011).

Berkaitan dengan uraian di atas, maka saya memilih judul: PENEREPAN
PENILAIAN DIRI (SELF ASSESMENT) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI HUKUM HOOKE UNTUK SISWA SMA
KELAS X.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian penilaian diri?
2. Mengapa perlu dilakukan penilaian diri dalam pembelajaran fisika berbasis
eksperimen?
3. Apa saja manfaat penggunaan teknik penilaian diri?
4. Bagaimana langkah langkah melakukan penilaian diri?
5. Bagaimana bentuk instrumen penilaian diri dalam pembelajaran fisika berbasis
eksperimen pada materi hukum hooke?

C. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Assesment Pembelajaran Fisika.
2. Dapat memberikan pengetahuan yang lebih tentang penilaian diri.

D. PEMBAHASAN
1. Pengertian Penilaian Diri (Self Assesment)
Penilaian diri merupakan suatu metode penilaian yang memberi kesempatan
kepada siswa untuk mengambil tanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri.
Mereka diberi kesempatan untuk menilai pekerjaan dan kemampuan mereka sesuai
dengan pengalaman yang mereka rasakan. Menurut BPPN Pusat Kurikulum penilaian
diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya
sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang
dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kreteria atau acuan yang telah
disiapkan.

Reys, Suydam, linguist, & Smith (1998) mengatakan bahwa siswa merupakan
penilai yang baik (the best assessor) terhadap perasaan dan pekerjaan mereka sendiri.
Oleh karena itu, guru dapat memulai proses penilaian diri dengan kesempatan siswa
untuk melakukan validasi pemikiran mereka sendiri atau jawaban-jawaban hasil
pekerjaan mereka. Siswa perlu memeriksa pekerjaan mereka dan memikirkan tentang
apa yang terbaik untuk dilakukan dan area mana mereka perlu dibantu. Untuk
menuntun siswa dalam memahami proses penilaian diri, guru perlu melengkapi
mereka dengan lembaran penilaian diri (self assessment).

2. Pentingnya Dilakukan Penilaian Diri dalam Pembelajaran Fisika Berbasis
Eksperimen
Dalam pembelajaran Fisika berbasis eksperimen ini kita perlu melakukan
penilaian diri karena penilaian diri mempunyai banyak keuntungan untuk dipraktikan
sebagai teknik penilaian. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur
kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.

1. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk
menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil
belajar dari suatu mata pelajaran tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas
kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Pada pembelajaran fisika berbasis
eksperimen ini penilaian kompetensi kognitif siswa dapat dilakukan 10 menit
terakhir saat pembelajaran, dalam instrumen penilaian diri kompetensi kognitif ini
berisi pernyataan menyangkut apa saja materi yang sudah atau belum dipahami
siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode eksperimen, dari penilaian
tersebut guru akan mengetahui kelebihan dan kelemahan siswanya terkait
pemahaman materi, dari situ guru dapat mempersiapkan tindak lanjut dari
penilaian diri tersebut, bisa dengan memberi pendalaman materi yang belum
dipahami siswa.

2. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk
membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.
Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria
atau acuan yang telah disiapkan, atau bisa juga penilaian diri untuk menilai
kompetensi afektif siswa ini dapat dilakukan dengan memberikan pernyataan
untuk dijawab iya / tidak oleh siswa. Dari situ guru dapat menilai bagaimana sikap
siswa saat melakukan eksperimen. Jika ada sikap yang dirasa kurang baik, guru
bisa memberikan nasihat untuk memperbaiki sikapnya.

3. Penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai
kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau
acuan yang telah disiapkan, penilaian ini dapat dilakukan dengan memberikan
pernyataan untuk dijawab iya / tidak oleh siswa. Dari situ guru dapat menilai
bagaimana ketrampilan siswa saat melakukan eksperimen. Jika siswa kurang
terampil dalam melakukan kegiatan eksperimen, guru dapat memberikan
bimbingan untuk memperbaiki ketrampilan siswa agar lebih terampil.

Selain itu, penggunaan teknik penilaian diri dalam pembelajaran dapat
memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Menurut
BPPPN Pusat Kurikulum, keuntungan penggunaan teknik penilaian diri antara lain:
1) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi
kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2) Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka
melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya;
3) Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur,
karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

Daniel Goleman, seorang psikolog ternama, dalam bukunya pernah
mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan bukan hanya aspek kognitif saja yang
dibutuhkan tetapi juga emotional intelligence, dan kejujuran, ketekunan, optimisme
yang tinggi serta self confidence adalah bagian dari kecerdesan emosional. Dengan
adanya teknik evaluasi atau penilaian diri dalam sistem pendidikan kita sangat
berharap, tingkat kejujuran, optimisme serta self confidence generasi muda kita akan
lebih baik.

Penilaian diri sebagai teknik penilaian pada hemat penulis akan sangat efektif
untuk menggali nilai-nilai spiritual, moral, motif, sikap, bahkan aspek motorik dan
kognitif siswa. Dengan teknik ini peserta didik diajak secara objektif untuk melihat ke
dalam dan keadaan dirinya sendiri, sekali lagi dengan jujur dan jernih. Dampak positif
lain dari efektivitas teknik penilaian diri adalah peserta didik akan dikondisikan dan
dibiasakan untuk selalu jujur. Dan jika anak selalu menjaga kondisi sikap dirinya, ini
sangat positif bagi upaya pembangunan karakter anak. Masalah yang sekiranya
muncul di lapangan adalah kepiawaian para guru untuk menggunakan teknik ini
sehingga dapat berlangsung dengan efektif bukannya menjadikan anak takut untuk
mengungkapkan kelemahan, kelebihan, dan potensi dirinya, sehingga kurang tergali.

3. Manfaat Penggunaan Teknik Penilaian Diri
Penilaian diri dapat memberikan beberapa manfaat baik bagi siswa maupun
bagi guru itu sendiri.

Manfaat bagi siswa yaitu:
1. Siswa menjadi bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri
2. Siswa dapat menetapkan langkah langkah berikutnya dalam belajar.
3. Siswa merasa aman tentang sesuatu yang tidak benar.
4. Meningkatkan harga diri siswa dan menjadi sesuatu yang positif
5. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran
6. Siswa menjadi lebih bebas dan termotivasi.

Manfaat bagi guru yaitu:
1.Ada suatu pergesaran tanggung jawab dari guru ke siswa
2.Pelajaran lebih efisisen jika para siswa termotivasi dan mandiri
3.Umpan balik membantu guru mengidentifikasi kemajuan siswa
4.Guru dapat mengidentifikasi langkah langkah berikutnya untuk suatu grup /
individu.
5.Terjadi persepsi antara siswa dan guru, siswa menjelaskan strategi maka guru
mengidentifikasi proses berfikir
6.Pelajaran lebih efisien membolehkan tantangan lebih besar
4. Langkah Langkah Melakukan Penilaian Diri
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh
karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-
langkah sebagai berikut.
1) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
2) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
3) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda
cek, atau skala penilaian.
4) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
5) Pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta
didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
6) Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian
terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.


5. Bentuk Instrumen Penilaian Diri dalam Pembelajaran Fisika Berbasis
Eksperimen

1. Penilaian Diri Kompetensi Kognitif
Aspek penilaian : Kognitif
Metode : Eksperimen - Diskusi
Bentuk instrument : Daftar Cek ( cek list )
Deskripsi Penilaian : Penilaian ini dilakukan untuk menilai aspek kognitif
siswa. Siswa akan diberikan lembar penilaian diri
sebanyak 20 pernyataan. Skala penilaian yang
digunakan adalah Skala Gutmann. Lembar penilaian
akan dibagikan 10 menit terakhir saat proses
pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung
dengan metode eksperimen dan diskusi. Lembar
penilaian diisi oleh siswa secara individu.
Tujuan Pengukuran : Tujuan pengukuran dari instrumen ini adalah Menilai
sejauh mana pemahaman siswa setelah proses
pembelajaran yang berlangsung pada materi Hukum
Hooke menggunakan metode eksperimen dan diskusi.
Dari penilaian diri ini akan diketahui materi apa yang
sudah atau belum dipahami siswa setelah proses
pembelajaran.
a. Kisi kisi Penilaian Diri Kompetensi Kognitif
Materi Pokok : Hukum Hooke
NO
Sub Materi
Pokok
INDIKATOR
NO SOAL
YANG
MENGUKUR
Kognitif
+ -
1. Hukum Hooke
a. Menentukan tetapan pegas
b. Menentukan hubungan antara
tetapan pegas, gaya yang
bekerja pada pegas dan
pertambahan panjang pegas
c. Menjelaskan bunyi hukum
hooke
d. Menuliskan persamaan (rumus)
hukum hooke
e. Menghitung besarnya gaya
yang bekerja pada pegas
f. Menyebutkan contoh penerapan
pegas dalam kehidupan sehari -
hari
1
2


4



3


5
6
2.
Prinsip dasar
susunan seri
pegas
a. Menuliskan persamaan gaya
tarik pada pegas pengganti seri
b. Menuliskan persamaan
pertambahan panjang pegas
pengganti seri
c. Menentukan hubungan tetapan
pegas pengganti seri dengan
tetapan pegas masing masing
pegas
d. Menuliskan persamaan tetapan
pegas pengganti dari sistem
pegas yang disusun seri
e. Menghitung tetapan pegas
pengganti dari sistem pegas
7



9


10





8







11
yang disusun seri
f. Menghitung besarnya
pertambahan panjang pegas
yang disusun seri jika diketahui
besarnya gaya dan tetapan
masing masing pegas
g. Menghitung besarnya gaya tarik
pada pegas yang disusun seri
jika diketahui pertambahan
panjang dan tetapan masing
masing pegas

12





13
3.
Prinsip dasar
susunan paralel
pegas
a. Menuliskan persamaan gaya
tarik pada pegas pengganti
paralel
b. Menuliskan persamaan
pertambahan panjang pegas
pengganti parallel
c. Menentukan hubungan tetapan
pegas pengganti paralel dengan
tetapan pegas masing masing
pegas
d. Menuliskan persamaan tetapan
pegas pengganti dari sistem
pegas yang disusun paralel
e. Menghitung tetapan pegas
pengganti dari sistem pegas
yang disusun paralel
f. Menghitung besarnya
pertambahan panjang pegas
yang disusun paralel jika
diketahui besarnya gaya dan
tetapan masing masing pegas
g. Menghitung besarnya gaya tarik
14




16


17




19






15






18
pada pegas yang disusun paralel
jika diketahui pertambahan
panjang dan tetapan masing
masing pegas
20

b. Lembar Instrumen Penilaian Diri Kompetensi Kognitif
Nama :
Tanggal :
Berikan tanda cek (v) pada kolom ya atau tidak sesuai dengan yang anda rasakan.
No Pernyataan
Skala penilaian
Ya Tidak
1.
2.

3.
4.
5.

6.

7.
8.

9.

10.

11.

12.

13.

Saya sudah bisa menentukan tetapan pegas
Saya sudah bisa menentukan hubungan antara tetapan pegas, gaya yang
bekerja pada pegas dan pertambahan panjang pegas
Saya belum bisa menjelaskan bunyi hukum hooke
Saya sudah bisa menuliskan persamaan (rumus) hukum hooke
Saya belum bisa menghitung besarnya gaya yang bekerja pada pegas jika
diketahui tetapan pegas dan pertambahan panjangnya
Saya belum bisa menyebutkan contoh penerapan pegas dalam kehidupan
sehari - hari
Saya dapat menuliskan persamaan gaya tarik pada pegas pengganti seri
Saya belum bisa menuliskan persamaan pertambahan panjang pegas
pengganti seri
Saya sudah bisa menentukan hubungan tetapan pegas pengganti seri dengan
tetapan pegas masing masing pegas
Saya sudah bisa menuliskan persamaan tetapan pegas pengganti dari sistem
pegas yang disusun seri
Saya belum bisa menghitung tetapan pegas pengganti dari sistem pegas
yang disusun seri
Saya dapat menghitung besarnya pertambahan panjang pegas yang disusun
seri jika diketahui besarnya gaya dan tetapan masing masing pegas
Saya dapat menghitung besarnya gaya tarik pada pegas yang disusun seri
jika diketahui pertambahan panjang dan tetapan masing masing pegas

14.
15.

16.

17.
18.

19.

20.
Saya dapat menuliskan persamaan gaya tarik pada pegas pengganti paralel
Saya belum bisa menuliskan persamaan pertambahan panjang pegas
pengganti paralel
Saya dapat menentukan hubungan tetapan pegas pengganti paralel dengan
tetapan pegas masing masing pegas
Saya sudah bisa menuliskan persamaan tetapan pegas pengganti dari sistem
pegas yang disusun paralel
Saya belum bisa menghitung tetapan pegas pengganti dari system pegas
yang disusun paralel
Saya dapat menghitung besarnya pertambahan panjang pegas yang disusun
paralel jika diketahui besarnya gaya dan tetapan masing masing pegas
Saya dapat menghitung besarnya gaya tarik pada pegas yang disusun paralel
jika diketahui pertambahan panjang dan tetapan masing masing pegas


c. Rubrik Penilaian

Ketentuan Skor:
Pernyataan positif (+) = ya bernilai 1 tidak bernilai 0
Pernyataan negatif (-) = ya bernilai 0 tidak bernilai 1

Penentuan nilai :
100
20
diri penilaian afektif skor Jumlah
N3 kognitif Nilai x




2. Penilaian Diri Kompetensi Afektif
Aspek penilaian : Afektif
Metode : Eksperimen - Diskusi
Bentuk instrument : Daftar Cek ( cek list )
Deskripsi Penilaian : Penilaian ini dilakukan untuk menilai aspek afektif siswa.
Siswa akan diberikan lembar penilaian diri sebanyak 23
pernyataan. Skala penilaian yang digunakan adalah Skala
Gutmann. Lembar penilaian akan dibagikan 10 menit
terakhir saat proses pembelajaran. Proses pembelajaran
berlangsung dengan metode eksperimen dan diskusi.
Lembar penilaian diisi oleh siswa secara individu.
Tujuan Pengukuran :Tujuan pengukuran dari instrumen ini adalah Menilai
sikap siswa selama proses pembelajaran yang
berlangsung pada materi Hukum Hooke menggunakan
metode eksperimen dan diskusi.

a. Kisi-kisi Penilaian Diri Kompetensi Afektif
NO DIMENSI INDIKATOR
NO SOAL YANG MENGUKUR
KOGNISI AFEKSI KONASI
+ - + - + -
1.

Disiplin a. Datang tepat waktu
b. Membawa perlengkapan yang
dibutuhkan dalam pembelajaran
c. Mengenakan pakaian (seragam)
dengan rapi






2
3
1
2. Rasa
Tanggung
Jawab
a. Memperhatikan informasi
petunjuk eksperimen yang
diberikan guru
b. Melaksanakan eksperimen sesuai
petunjuk
c. Menjaga suasana kondusif pada
saat eksperimen




6

4
7



8
3. Jujur a. Melaporkan hasil eksperimen
dengan benar
b. Bersedia mengungkapkan
informasi yang dimilikinya
12
13



4. Ingin tahu a. Menunjukkan sikap antusias
terhadap materi yang
dieksperimenkan
b. Bertanya kepada guru berkaitan
dengan pembelajaran


9




5. Kerjasama
dan
komunikasi

a. Membantu teman yang
mengalami kesulitan dalam
melakukan eksperimen
b. Bekerjasama dalam melakukan
eksperimen


10
11

6. Percaya diri

a. Berani menyampaikan pendapat
b. Berani menyampaikan hasil
eksperimen

14
15
7. Responsif a. Interaksi dengan guru

b. Interaksi dengan sesama teman


17
18
16


19
8. Keterbukaan

a. Mengungkapkan hipotesis atau
dugaan sementara pada
permasalahan Hukum Hooke yang
diungkapkan guru saat kegiatan
apersepsi
b. Mengungkapkan permasalahan
yang belum diketahui yang
berhubungan dengan konsep
Hukum Hooke
c. Menerima pendapat dari teman

d. Menerima kritik dan saran dari
guru




20
5





22





21




9. Kreatif

a. Memiliki ide baru berhubungan
dengan konsep Hukum Hooke
23
b. Lembar Instrumen Penilaian Diri Kompetensi Afektif
Nama :
Tanggal :
Isilah dengan membubuhkan tanda cek (v) pada kolom yang paling sesuai dengan keadaan anda.
No Pernyataan
Skala penilaian
Ya Tidak
1.
2.

3.
4.
5.

6.
7.
8.
9.

10.

11.
12.
13.

14.

15.

16.

17.
Saya datang terlambat
Saya mempersiapkan buku dan alat tulis pada pembelajaran
hukum hooke
Saya mengenakan pakaian seragam dengan rapi
Saya fokus saat guru menjelaskan petunjuk eksperimen
Saya tidak mengungkapkan hipotesis saat guru memberikan
permasalahan mengenai pemantulan dan pembiasan gelombang
Saya senang ketika melakukan eksperimen hukum hooke
Saya aktif dalam melakukan eksperimen hukum hooke
Saya ramai saat berlangsungnya eksperimen hukum hooke
Saya merasa senang mendapat materi hukum hooke yang
dieksperimenkan
Saya mau membantu teman yang kesulitan saat melakukan
eksperimen
Saya mau bekerja sama dengan teman saat melakukan eksperimen
Saya mampu melaporkan hasil eksperimen dengan benar
Saya mampu mengungkapkan informasi yang saya ketahui
berkaitan dengan konsep hukum hooke
Saya berani menyampaikan hasil eksperimen di depan teman -
teman
Saya berani menyampaikan pendapat berkaitan dengan materi
hukum hooke
Saya berani bertanya kepada guru tentang materi hukum hooke
yang belum jelas
Saya senang ketika guru memberikan pertanyaan

18.

19.

20.
21.
22.
23.

Saya senang ketika teman lain mempresentasikan hasil
eksperimen di depan
Saya tidak memperhatikan saat teman melakukan presentasi di
depan
Saya mampu memahami permasalahan hukum hooke
Saya bersedia menerima pendapat teman saat berdiskusi
Saya tidak senang ketika diberikan kritik dan saran dari guru
Saya berupaya mengetahui lebih mendalam dan meluas tentang
materi hukum hooke

c. Rubrik Penilaian

Ketentuan Skor:
Pernyataan positif (+) = ya bernilai 1 tidak bernilai 0
Pernyataan negatif (-) = ya bernilai 0 tidak bernilai 1

Penentuan nilai :
100
23
diri penilaian afektif skor Jumlah
N3 Afektif Nilai x












3. Penilaian Diri Kompetensi Psikomotorik
Aspek penilaian : Psikomotorik
Metode : Eksperimen - Diskusi
Bentuk instrument : Daftar Cek ( cek list )
Deskripsi Penilaian : Penilaian ini dilakukan untuk menilai aspek
psikomotorik siswa. Siswa akan diberikan lembar
penilaian diri sebanyak 15 pernyataan. Skala
penilaian yang digunakan adalah Skala Gutmann.
Lembar penilaian akan dibagikan 10 menit terakhir
saat proses pembelajaran. Proses pembelajaran
berlangsung dengan metode eksperimen dan diskusi.
Lembar penilaian diisi oleh siswa secara individu.
Tujuan Pengukuran :Tujuan pengukuran dari instrumen ini adalah Menilai
psikomotorik siswa selama proses pembelajaran yang
berlangsung pada materi Hukum Hooke
menggunakan metode eksperimen dan diskusi.
Penilaian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana
ketrampilan siswa dalam melakukan eksperimen, dan
bagaimana kinerja siswa dalam melakukan
eksperimen.

a. Kisi kisi Penilaian Diri Kompetensi Psikomotor
NO
Aspek
Yang
Dinilai
INDIKATOR
NO SOAL
YANG
MENGUKUR
Psikomotor
+ -
1. Persiapan a. Membaca petunjuk praktikum
yang terdapat di LKS
b. Mengambil alat yang digunakan
dalam praktikum hukum hooke
c. Mengambil bahan yang
digunakan dalam praktikum
hukum hooke
d. Memeriksa kelengkapan alat
1

2
3







4
yang akan digunakan
e. Memeriksa kelengkapan
bahan yang akan digunakan

5
2. Proses kerja a. Merangkai alat dan bahan
praktikum hukum hooke
b. Mengukur panjang pegas mula -
mula
c. Mengukur pertambahan panjang
pegas setelah pegas diberi beban
d. Membaca skala yang
ditunjukkan penggaris
6


8
9

7
3. Sikap kerja a. Mencatat hasil pengukuran
pertambahan panjang pegas
b. Menggambar grafik hubungan
gaya dengan pertambahan
panjang pegas
c. Melakukan analisis data dengan
menjawab pertanyaan yang ada
di LKS

11

12
10
4. Produk
kerja

a. Membereskan alat dan bahan
yang digunakan praktikum
hukum hooke
b. Mengembalikan alat dan
bahan praktikum hukum
hooke ke tempat semula


14
13
6. Waktu

a. Melaksanakan praktikum sesuai
dengan alokasi waktu yang
ditentukan
15

b. Lembar Instrumen Penilaian Diri Kompetensi Psikomotor
No Pernyataan
Skala penilaian
Ya Tidak
1.
2.
3.
4.
Saya membaca petunjuk praktikum yang ada di LKS
Saya mengambil alat yang digunakan dalam praktikum hukum hooke
Saya mengambil bahan yang digunakan dalam praktikum hukum hooke
Saya tidak memeriksa kelengkapan alat yang digunakan dalam


5.

6.

7.
8.

9.
10.
11.

12.

13.
14.

15.

praktikum hukum hooke
Saya tidak memeriksa kelengkapan bahan yang digunakan dalam
praktikum hukum hooke
Saya dapat merangkai alat dan bahan praktikum hukum hooke
dengan benar
Saya belum bisa mengukur panjang pegas mula - mula
Saya sudah bisa mengukur pertambahan panjang pegas setelah
pegas diberi beban
Saya dapat membaca skala yang ditunjukkan pada penggaris
Saya tidak mencatat hasil pengukuran pertambahan panjang pegas
Saya sudah bisa menggambar grafik hubungan gaya dengan
pertambahan panjang pegas
Saya sudah bisa melakukan analisis data dengan menjawab pertanyaan
yang ada di LKS
Saya tidak membereskan alat dan bahan yang digunakan
praktikum hukum hooke setelah selesei praktikum
Saya mengembalikan alat dan bahan praktikum hukum hooke ke
tempat semula setelah selesei praktikum
Saya melaksanakan praktikum tidak sesuai dengan alokasi waktu
yang ditentukan

c. Rubrik Penilaian
Ketentuan Skor:
Pernyataan positif (+) = ya bernilai 1 tidak bernilai 0
Pernyataan negatif (-) = ya bernilai 0 tidak bernilai 1

Penentuan nilai :
100
15
diri penilaian afektif skor Jumlah
N3 Psikomotor Nilai x





E. KESIMPULAN
Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif,
afektif dan psikomotor.
1. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai
penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu
mata pelajaran tertentu. Pada pembelajaran fisika berbasis eksperimen ini penilaian
kompetensi kognitif siswa dapat dilakukan 10 menit sebelum pembelajaran berakhir,
dalam instrumen penilaian diri kompetensi kognitif ini berisi pernyataan menyangkut
apa saja materi yang sudah atau belum dipahami siswa setelah dilakukan pembelajaran
dengan metode eksperimen, dari penilaian tersebut guru akan mengetahui kelebihan
dan kelemahan siswanya terkait pemahaman materi, dari situ guru dapat
mempersiapkan tindak lanjut dari penilaian diri tersebut, bisa dengan memberi
pendalaman materi yang belum dipahami siswa.
2. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat
tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya,
peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang
telah disiapkan, atau bisa juga penilaian diri untuk menilai kompetensi afektif siswa ini
dapat dilakukan dengan memberikan pernyataan untuk dijawab iya / tidak oleh siswa.
Dari situ guru dapat menilai bagaimana sikap siswa saat melakukan eksperimen. Jika
ada sikap yang dirasa kurang baik, guru bisa memberikan nasihat untuk memperbaiki
sikapnya.
3. Penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai
kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan
yang telah disiapkan, penilaian ini dapat dilakukan dengan memberikan pernyataan
untuk dijawab iya / tidak oleh siswa. Dari situ guru dapat menilai bagaimana
ketrampilan siswa saat melakukan eksperimen. Jika siswa kurang terampil dalam
melakukan kegiatan eksperimen, guru dapat memberikan bimbingan untuk
memperbaiki ketrampilan siswa agar lebih terampil.



DAFTAR PUSTAKA


Sudirman. 2014. Penilaian Diri. http://makalahguru.blogspot.com/2013/03/penilaian-diri-self-
assessment.html diakses pada tanggal 14 Juni 2014 pukul 21.50 WIB
Ferdy Pantar. 2009. Penilaian Diri Siswa. http://sarkomkar.blogspot.com/2009/12/penilaian-diri-
siswa.html diakses pada tanggal 14 Juni 2014 pukul 22.00 WIB
Eko Puji Anto.2012. Makalah Penilaian Diri.
http://ekophyseduc.blogspot.com/2012/01/makalah-penilaian-diri.html diakses pada tanggal
14 Juni 2014 pukul 22.05 WIB
Himmatus Shofiyah, Wasis. 2013. Penerapan Self Assesment (Penilaian Diri) Pada Kegiatan
Praktikum. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya