Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tahap Persiapan
1. Menentukan Subjek dan Objek Penelitian
a. Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang digunakan dalam riset ini adalah berupa
responden penelitian, yakni orang yang dapat merespons dan
memberikan informasi tentang data penelitian.
1) Menetapkan Populasi dan Sampel
Berikut adalah uraian mengenai populasi dan sampel pada riset ini:
(a) Populasi target : Wisatawan
(b) Poplasi terjangkau : Wisatawan dari luar kota Bandung
(c) Sampel yang dipilih : Wisatawan dari luar kota Bandung
yang berkunjung ke Cihampelas
(d) Subjek yang diteliti : Wisatawan dari luar kota Bandung
yang berkunjung ke Cihampelas pada hari Sabtu dan Minggu
Hal ini didasarkan pada fokus penelitian mengenai hubungan
identitas dan ornamentasi fasad. Pada subjek penelitian yang berasal
dari luar kota diharapkan hubungan kedua aspek tersebut dapat dikaji
lebih nyata. Untuk mempermudah penemuan sampel yang tepat, maka
spesifikasi wisatawan dilakukan yaitu wisatawan yang berkunjung
pada hari Sabtu dan Minggu.
2) Metode Pengambilan Sampel / Sampling
Metoda sampling yang dipilih adalah teknik sampling non
probabilitas. Teknik ini dipilih karena data sampel yang dibutuhkan
memiliki kriteria tertentu.
Teknik sampling non probabilitas yang digunakan pada tahap
awal adalah convenience sampling. Teknik ini digunakan sebagai
penjajakan instrumen data riset persepsi berupa angket.
Pada tahap berikutnya, teknik sampling non probabilitas yang
digunakan adalah quota sampling. Metoda ini dipilih karena sampel
yang dipilih dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu berdasarkan
usia dan jenis kelamin subjek penelitian.

b. Objek Penelitian
Objek penelitian dalam riset ini adalah fasad dan ornamen fasad pada
retail pada batasan objek studi di koridor Jalan Cihampelas.

2. Menentukan Data dan Sumber Data
a. Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang tergolong
data primer, yakni data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di
lapangan oleh peneliti. Data primer ini meliputi:
1) Data ornamentasi fasad retail pada batasan objek studi di koridor
jalan Cihampelas.
2) Data persepsi subjek penelitian.

b. Sumber Data
Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini berasal dari subjek
penelitian dan objek penelitian.

3. Menentukan Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipan. Dengan
ini, peneliti dapat mengalami koridor Jalan Cihampelas secara langsung.
Teknik ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kondisi dan
suasana ruang yang terbentuk pada koridor Jalan Cihampelas yang
menjadi batasan objek studi. Selain itu, data ornamentasi fasad pada retail
yang menjadi objek penelitian dapat diperoleh dengan melakukan
observasi.

b. Angket
Metode ini digunakan untuk mengetahui persepsi dari sampel yang
akan diteliti. Dengan penyebaran angket, maka diperoleh data dan
informasi mengenai pendapat individu secara general. Teknik ini
digunakan karena paling efektif untuk mendapatkan informasi dari jumlah
sampel yang cukup banyak dalam waktu yang cukup singkat.

4. Mempersiapkan Instrumen Riset
Tujuan pembuatan instrumen riset adalah untuk mempermudah dan
memfokuskan peneliti dalam mengumpulkan data di lapangan. Instrumen riset
pada penelitian ini berupa:
a. Lembar instrumen data ornamentasi fasad.












Lembar ini digunakan saat melakukan observasi ornamentasi fasad di
lapangan.

b. Lembar instrumen data persepsi subjek penelitian.
Lembar ini berupa angket yang disebarkan kepada subjek penelitian.
Jenis angket yang digunakan adalah angket semi terbuka, yakni angket
yang pertanyaannya merupakan kombinasi antara pertanyaan yang
telah diberikan pilihan jawabannya dan pertanyaan terbuka yang
memungkinkan subjek peneliti memberikan jawabannya secara bebas.













B. Tahap Pengumpulan Data / Survey
1. Metode: observasi dan angket
Observasi dilakukan dengan cara peneliti datang ke objek penelitian.
Selanjutnya, peneliti melakukan observasi terhadap ruang yang terbentuk pada
Jalan Cihampelas dan ornamen pada fasad retail pada batasan objek studi.
Data-data yang diperoleh dituliskan pada lembar instrument data observasi.
Observasi ornamen dilakukan pada saat lalu lintas Jalan Cihampelas cukup
lengang, yaitu pada hari kerja saat pagi hari. Dengan demikian, fasad dan
ornamennya dapat dilihat secara utuh dan jelas. Sementara,observasi suasana
ruang koridor dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan
penyebaran angket.
Angket disebarkan pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu.
Penyebaran dilakukan dengan cara memastikan target pernyebaran angket
sesuai dengan sampel penelitian, yaitu wisatawan luar kota.

2. Surveyor : 6 orang
Surveyor terdiri dari 6 orang dengan pembagian tugas seperti berikut. 4
orang melakukan observasi, sedangkan 2 orang melakukan penyebaran
angket. Pembagian ini dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan pengumpulan
data. Dengan demikian, proses pengumpulan data dapat dilakukan secara
cepat dan efektif.

3. Alat:
a. lembar instrumen data observasi
b. lembar instrumen data persepsi (angket)
c. kamera
d. alat ukur (meteran laser)
e. alat tulis

C. Tahap Pengolahan dan Penyajian Data
1. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dari hasil angket disusun dalam bentuk grafik. Sementara,
hasil observasi fasad bangunan dan ornamen dilakukan tabulasi dalam bentuk
tabel.

2. Teknik Penyajian Data
Penyajian data penelitian mengenai pengaruh ornamentasi fasad pada
pembentukan identitas kawasan Cihampelas ini dilakukan dengan dua teknik
yaitu:
a. Penyajian Data Verbal
Penyajian verbal merupakan penyajian hasil penelitian dengan
menggunakan kata-kata atau kalimat berupa narasi. Penyajian data verbal
penelitian ini menjelaskan hasil dari penyebaran angket mengenai persepsi
subjek penelitian terhadap ornamentasi fasad bangunan.
b. Penyajian Data Visual
Penyajian secara visual dilakukan dengan penggunaan gambar-gambar
atau diagram dan grafik, serta video sebagai tambahan jika diperlukan.
Penyajian ini dilakukan untuk mendukung penjelasan verbal. Gambar yang
diberikan berupa foto-foto keadaan ruang jalan Cihampelas (fungsi-fungsi
bangunan pada batasan objek studi) dan tipologi ornamen pada pertokoan
(jenis dan letak ornamen).

D. Tahap Analisis dan Sintesis Data
Penelitian ini menggunakan strategi penelitian kualitatif. Dengan demikian,
metode analisa data yang digunakan adalah metode analisa data menurut Spradley
(1980), yakni analisa domain dan analisa taksonomi.
Analisa domain dilakukan untuk memperoleh gambaran umum tentang data
untuk menjawab fokus penelitian. Caranya adalah dengan membaca naskah data
secara umum dan menyeluruh untuk memperoleh ranah apa saja yang ada di
dalam data tersebut. Pada tahap ini peneliti belum membaca dan memahami data
secara rinci dan detail karena targetnya hanya untuk memperoleh domain atau
ranah. Hasil analisis ini masih berupa pengetahuan tingkat permukaan tentang
berbagai ranah konseptual. Dari hasil pembacaan itu diperoleh hal-hal penting dari
kata, frase atau bahkan kalimat untuk dibuat catatan pinggir.
Analisa taksonomi adalah analisis yang memusatkan perhatian pada domain
tertentu yang sangat berguna untuk menggambarkan fenomena atau masalah yang
menjadi sasaran studi. Pada tahap analisis ini, dilakukan pendalaman domain dan
sub-domain yang penting dengan studi bahan-bahan pustaka untuk memperoleh
pemahaman lebih dalam.

E. Tahap Penyimpulan Riset
Pada tahap ini dilakukan studi lebih lanjut mengenai hipotesis yang terbentuk
dari tahap analisadata dengan studi-studi literatur. Jika hipotesis dapat diterima,
maka hipotesis dapat dikembangkan menjadi teori.

F. Tahap Penyusunan Laporan Riset
Teknik ini memperhatikan dua aspek yakni gaya penulisan dan teknik
notasi. Penulisan riset ini ditulis secara sistematis dan jelas. Selain itu, penulisan
pada riset ini ditulis sesuai dengan fakta yang diperoleh di lapangan. Penggunaan
gaya bahasa juga ditekankan kepada bahasa universal sehingga dapat dimengerti
oleh banyak orang.
Pada riset ini disajikan identifikasi objek dan perbandingan hasil survey
dengan teori yang dijadikan kajian teoritik. Lalu, terdapat pembahasan secara
kualitatif dari subjek dan objek penelitian.