Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

PEMBAHASAN
Dalam suatu tindakan anestesi banyak hal yang harus diperhatikan agar
tindakan anestesi tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan
anestesi. Dalam hal ini pemeriksaan pra anestesi memegang peranan penting pada
setiap operasi yang melibatkan anestesi. Pemeriksaan yang baik dan teliti
memungkinkan kita mengetahui kondisi pasien dan memperkirakan masalah yang
mungkin timbul sehingga dapat mengantisipasinya serta dapat menentukan teknik
anestesi yang akan dipakai. Selain itu, pemilihan obat dan dosisnya harus benar-
benar diperhatikan agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan
pasien.
6
Anestesi umum adalah pilihan anestesi untuk tindakan kuretase. Status fisik
pasien termasuk dalam ASA I sehingga secara keseluruhan, tidak didapatkan
aspek-aspek yang dapat memperberat proses anestesi maupun
pembedahan. indakan premedikasi sendiri, yaitu pemberian obat !-" jam
sebelum induksi anestesia bertujuan untuk melancarkan induksi, rumatan dan
bangun dari anestesia. Pasien dapat keluar dari recovery room apabila sudah
mencapai skor Lockherte/Aldrete lebih dari sembilan. #al ini penting dilakukan
untuk menilai kondisi paska operasi pasien.
6
Dalam laporan ini disajikan kasus penatalaksanaan anastesi umum pada
operasi kuretase pada pasien perempuan, usia "$ tahun, dengan status fisik ASA I,
dengan diagnosis abortus inkomplet. %erdasarkan indikasi maka dilakukan
tindakan kuretase yang dilakukan dengan anestesi umum, karena durasi
operasinya singkat, memiliki onset yang diperlukan untuk induksi sangat cepat,
fase dari rumatan anastesi ke masa sadar lebih cepat,dan faktor resiko terjadinya
efek yang membahayakan lebih rendah sehingga dapat di minimalisir lebih lanjut.
Total intravenous anesthesia &I'A( adalah teknik anestesi umum dengan
hanya menggunakan obat-obat anestesi yang dimasukkan le)at jalur intra*ena
tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk +
"
,. -elebihan I'A adalah
kombinasi obat intra*ena secara terpisah dapat dititrasi dalam dosis yang lebih
31
32
akurat sesuai yang dibutuhkan, tidak menganggu jalan nafas dan pernafasan
pasien terutama pada operasi sekitar jalan nafas atau paru-paru dan anestesi yang
mudah dan tidak memerlukan alat-alat atau mesin yang khusus.
Pasien dipuasakan 6 jam sebelum operasi dimulai tujuannya untuk
memastikan bah)a lambung pasien telah kosong dan untuk menghindari
kemungkinan terjadinya muntah dan aspirasi isi lambung yang akan
membahayakan pasien. Pada saat operasi dimulai pasien di monitoring tekanan
darah, nadi dan saturasi.
.angkah-langkah penatalaksanaan anastesi pada pukul !/.00 1I%, pasien
dibaringkan diatas meja operasi, memasang monitor 2-3 dan oksimeter pulse,
4engukur D 5 !!67 6/ mm#g, +adi $087menit, diberikan nasal canule, pukul
!/.09 1I%, pemberian premedikasi, De8amethasone !0 mg, ,ndansentrone / mg
I', D 5 !"076$mm#g, +adi 5 6087menit, Saturasi ::;, Induksi dengan <entanyl
90 mg, Propofol "00 mg, pukul !/.!0 1I%, operasi dimulai, D 5 !"!7$$ mm#g,
+adi 5 6"87menit, Saturasi ::;.
,bat anestesi intra*ena adalah obat anestesi yang diberikan melalui jalur
intra*ena, baik obat yang berkhasiat hipnotik atau analgetik maupun pelumpuh
otot. Setelah berada didalam pembuluh darah *ena, obat = obat ini akan diedarkan
ke seluruh jaringan tubuh melalui sirkulasi umum, selanjutnya akan menuju target
organ masing-masing dan akhirnya diekskresikan sesuai dengan farmakodinamika
nya masing-masing.
<entanil adalah analgesik narkotik yang poten, bisa digunakan sebagai
tambahan untuk general anastesi maupun sebagai a)alan anastetik. Sebagai dosis
tunggal, fentanil memiliki onset kerja yang cepat dan durasi yang lebih singkat
dibanding morfin. Dikarenakan durasi dan kerja dosis tunggal fentanil yang cepat,
mengakibatkan distribusi ke jaringan yang tidak aktif menjadi lebih cepat pula,
seperti jaringan lemak dan otot skelet.
Propofol merupakan cairan emulsi isotonic yang ber)arna putih. 2mulsi
ini terdiri dari gliserol, phospatid dari telur, sodium hidroksida, minyak kedelai
dan air. ,bat ini sangat larut dalam lemak sehingga dapat dengan mudah
menembus blood brain barier dan didistribusikan di otak. Sifat kelarutannya yang
tinggi di dalam lemak menyebabkan mulai masa kerjanya sama cepatnya dengan
33
tiopental &satu siklus sirkulasi dari lengan ke otak( konsentrasi puncak di otak
diperoleh dalam >0 detik dan efek maksimum diperoleh dalam ! menit. Pulih
sadar dari dosis tunggal juga cepat disebabkan )aktu paruh distribusinya &"-$(
menit. .ebih cepat bangun atau sadar penuh setelah induksi anestesia dibanding
semua obat lain yang digunakan untuk induksi anestesi I' yang cepat.
Pengembalian kesadaran yang lebih cepat dengan residu minimal dari sistem
saraf pusat &?+S( adalah salah satu keuntungan yang penting dari propofol
dibandingkan dengan obat alternatif lain yang diberikan untuk tujuan yang sama.
Pukul !/."0 1I%, operasi selesai, D 5 !!$76/ mm#g, +adi 5 6687menit,
Saturasi ::;, pemberian obat anastesi dihentikan, pemberian ,
"
dipertahankan,
setelah pasien bangun pasien dipindahkan ke brancar untuk diba)a keruang
pemulihan atau reco*ery room &@@(.
Pemulihan adalah suatu proses yang secara tradisional dibagi atas > bagian
yang saling tumpang tindih yaitu early recovery, intermediate recovery, dan late
recovery. Aldrete merancang suatu sistem skoring untuk menentukan kapan
pasien dapat dipindah dari ruang penga)asan post operasi. +ilai skoring 0, !, atau
" ditujukan untuk aktifitas motorik, respirasi, sirkulasi, kesadaran, dan )arna
kulit. otal skor maksimal adalah !0. Penilaian pulih sadar menurut Alderette
Score pada pasien ini adalah 5 Akti*itas &gerak ke / anggota gerak atas perintah
&nilai "((, @espirasi &pasien bisa bernafas dalam dan batuk &nilai "((, Sirkulasi
&Perubahan A "0; dari tekanan darah preoperasi &nilai "((, -esadaran &pasien
dapat dibangunkan &nilai !((, 1arna kulit &merah muda &nilai "((. Pada pasien ini
didapatkan Aldrete Score : sehingga pasien bisa dipindahkan ke bangsal.
Program pasca operasi yakni setelah pasien memiliki Aldrette Score B :,
pasien dikirim ke %angsal dengan menga)asi tanda *ital secara ketat, kesadaran .
diberikan infus cairan @inger .aktat "0 tpm, serta dilanjutkan dengan terapi lain
sesuai dengan bagian obsgyn.