Anda di halaman 1dari 16

Oleh:

Chatief Kunjaya
KK Astronomi
Institut Teknologi Bandung
TPOA, Kunjaya 2014
Kompetensi Dasar
X.3.7 Menerapkan hukum-hukum pada fluida statik
dalam kehidupan sehari-hari
XI.3.8 Memahami teori kinetik gas dalam menjelaskan
karakteristik gas pada ruang tertutup
XI.3.9 Menganalisis gejala pemanasan global dan
dampaknya bagi kehidupan dan lingkungan
XI.4.8 Menyajikan ide/gagasan pemecahan masalah
gejala pemanasan global dan dampaknya bagi
kehidupan dan lingkungan
TPOA, Kunjaya 2014
Teori Kinetik Gas
Semakin tinggi temperatur gas semakin tinggi
kecepatan rata-rata gas
Semakin besar massa tiap partikel semakin lambat
geraknya
Kecepatan rata-rata gas bertemperatur T dapat
dinyatakan dengan rumus :
m
kT
v
3
rms
=
TPOA, Kunjaya 2014
Gas di Atmosfir Planet
Temperatur atmosfir terutama dipengaruhi oleh
temperatur permukaan planet
Temperatur permukaan planet kebumian terutama
dipengaruhi oleh fluks cahaya Matahari yang diterima
planet.
4
*
2
2
4
*
2
4
4
T
d
R
d
T R
f o
t
o t
|
.
|

\
|
= =
Energi Matahari yang diserap planet
f A R E
p serap
) 1 (
2
= t
TPOA, Kunjaya 2014
Gas di Atmosfer Planet
Jika permukaan planet dianggap benda hitam, maka
energi radiasi yang dipancarkan permukaan planet:
4 2
4
p p rad
T R E o t =
Temperatur rata-rata permukaan planet
4
2
2
*
4
) 1 (
d
R A
T T
p

=
TPOA, Kunjaya 2014
Gas di Atmosfir Planet
Semakin tinggi temperatur permukaan planet semakin
tinggi temperatur atmosfernya semakin banyak
partikel berkecepatan tinggi, karena partikel tidak
mempunyai kecepatan yang sama melainkan
mengikuti distribusi Maxwell-Boltzmann
Maka semakin tinggi temperatur permukaan, semakin
banyak partikel atmosfirnya yang mempunyai
kecepatan diatas kecepatan lepas
Kecepatan lepas :
r
GM
v
2
esc
=
TPOA, Kunjaya 2014
Gas di Atmosfer Planet
Atmosfer planet akan semakin lama semakin tipis
karena partikelnya terus menerus terlepas dari
atmosfir jika :
esc rms
6
1
v v >
Itulah sebabnya atmosfer Merkurius sangat tipis,
karena sangat dekat dengan Matahari sehingga
temperatur rata-rata permukaannya tinggi
TPOA, Kunjaya 2014
Contoh Soal
Apakah molekul oksigen dan hidrogen di atmosfir Bumi
akan makin lama makin tipis karena molekul oksigen itu
sedikit demi sedikit lepas dari atmosfir ?
Jawab :
Temperatur rata-rata atmofir Bumi adalah 287 K, massa
molekul oksigen (O
2
) 5,32 10
-26
kg, massa molekul
hidrogen (H
2
) 3,32 10
-27
kg, konstanta Boltzmann 1,38
10
-23
JK
-1
, massa Bumi 5,97 10
24
kg, radius Bumi 6378
km. Di atmosfir Bumi molekul oksigen relatif kekal
sedangkan hidrogen akan semakin menipis karena lepas
ke luar angkasa, hal ini ditunjukkan dengan perhitungan
berikut:
TPOA, Kunjaya 2014
Contoh Soal
Kecepatan lepas dari Bumi adalah :
m/s 11174
2
= =
r
GM
v
esc
Untuk oksigen yang massanya 32 SMA (Satuan Massa
Atom):
m/s 473
3
= =
m
kT
v
rms
Jadi kecepatan rata-rata molekul oksigen lebih kecil dari
1/6 kecepatan lepas, maka oksigen tidak akan menipis di
atmosfer Bumi.
TPOA, Kunjaya 2014
Contoh Soal
Untuk hidrogen yang massa molekulnya 2 SMA, dapat
dihitung v
rms
= 1891 m/s, lebih besar dari 1/6 kecepatan
lepas, itulah sebabnya di atmosfir Bumi molekul H2
sangat sedikit dan molekul O2 melimpah
TPOA, Kunjaya 2014
Planet Venus
dan Pemanasan Global
Venus mempunyai atmosfir yang sangat tebal dengan
konsentrasi CO2 yang tinggi.
Mari kita uji apakah memang CO2 di atmosfer Venus
akan abadi
Kecepatan lepas Venus :
m/s 10359
2
= =
r
GM
v
esc
Kecepatan rata-rata partikel CO2 di Venus :
m/s 671
3
= =
m
kT
v
rms
TPOA, Kunjaya 2014
Planet Venus
dan Pemanasan Global
Jadi kecepatan rata-rata partikel masih lebih kecil dari
1/6 kecepatan lepas, maka dapat diprediksi bahwa CO2
di atmosfir Venus akan abadi
Karena Venus relatif dekat dengan Matahari, maka
energi radiasi cukup banyak diterima Venus.
Konsentrasi CO2 atmosfir menahan radiasi inframerah
yang dipancarkan permukaan seperti efek rumah
kaca, maka banyak energi terperangkap di atmosfer
Venus menyebabkan temperatur atmosfirnya sangat
tinggi, mencapai 500 C
Ini adalah pemanasan glabal yang terjadi di Venus
TPOA, Kunjaya 2014
TPOA, Kunjaya 2014
Pemanasan Global di Bumi
Pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia di Bumi
terus menerus menghasilkan gas CO2 sehingga gas itu
semakin lama semakin banyak di atmosfir
Belajar dari kondisi atmosfer Venus, para ahli iklim
mengkhawatirkan peningkatan CO2 di Bumi akan
menyebabkan pemanasan global seperti di Venus.
Akan tetapi tidak semua ahli sepakat, ada yang
berpendapat bahwa naik turunnya temperatur
atmosfir Bumi lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas
Matahari.
TPOA, Kunjaya 2014
Soal-soal
(OSK 2009) Titan, salah satu satelit planet Saturnus memiliki
atmosfer yang sangat tebal, sementara planet Merkurius
sama sekali tidak mempunyai atmosfer, hal ini disebabkan
karena:
1. Titan lebih masif dibanding Merkurius
2. Gravitasi Matahari menyebabkan atmosfer Merkurius
lepas
3. Gas dingin di atmosfer Titan bergerak sangat lambat
dibanding gas panas di atmosfer Merkurius
4. Lebih banyak gas di Tatasurya luar, sehingga Titan lebih
mempu mempertahankan keberadaan atmosfernya.
5. Titan mirip dengan Bumi di masa depan.
TPOA, Kunjaya 2014
TPOA, Kunjaya 2014