Anda di halaman 1dari 20

(Modul 3)

Menurut United Nation Industrial Development Organization (UNIDO), siklus


proyek memiliki tiga tahap, yaitu:
1. Tahap konseptual
Tahap ini terdiri atas beberapa kegiatan yaitu: perumusan gagasan, analisis
pendahuluan, dan studi kelayakan. Salah satu kegiatan utama yang bersifat
menyeluruh (comprehensive) dalam tahap ini adalah menganalisis segala
aspek mengenai layak atau tidaknya suatu gagasan untuk direalisasikan.
Kegiatan ini dikenal sebagai studi kelayakan (feasibility study)
2. Tahap definisi atau tahap perencanaan & pemantapan (PP)
Kegiatan utama dalam tahap ini adalah :
Melanjutkan evaluasi hasil-hasil kegiatan tahap konseptual, sehingga
kesimpulannya cukup mantap untuk dipakai sebagai dasar
pengambilan keputusan perihal kelangsungan investasi/proyek.
Menyiapkan perangkat seperti data, kriteria dan spesifikasi teknis, dll
yang selanjutnya akan digunakan untuk membuat dokumen tender dan
kontrak.

3. Tahap implementasi
3. Tahap implementasi
Kegiatan utama dalam tahap ini berbeda utk setiap proyek, namun umumnya
terdiri atas kegiatan-kegiatan desain enginnering terinci atas fasilitas yang akan
dibangun, desain engineering produk, pengadaan material dan peralatan,
manufaktur (pabrikasi), dan instalasi (konstruksi).
Tahapan lengkapnya adalah sebagai berikut:
Mengkaji lingkup kerja proyek, kemudian membuat program implementasi
dan pengkomunikasikannya kepada peserta dan penanggungjawab proyek.
Melakukan desain engineering terinci, pengadaan material dan peralatan,
pabrikasi, serta instalasi.
Melakukan perencanaan dan pengendalian pada aspek biaya, jadwal, dan
mutu, termasuk di dalamnya memobilisasi dan melatih tenaga kerja serta
melakukan pengawasan.
Menutup proyek, termasuk inspeksi akhir, ujicoba, start-up, dan pra operasi.
Menyerahkan proyek kepada pemilik.
Menyelesaikan masalah asuransi, klaim, dan keuangan proyek.
Menyusun laporan penutupan proyek.
Menurut Clifford F. Gray
S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A
Sasaran
Lingkup
Keperluan
Kelayakan
TAHAP II
DEFENISI PROYEK
Rencana
Anggaran
Jadwal
Tender dokumen
Komitmen manajemen
TAHAP III
PENYUSUNAN
ORGANISASI
Struktur orgnisasi
Pembentukan tim
Tanggung jawab/
wewenang
Rencana pelaksanaan
terinci
TAHAP IV
PELAKSANAAN
PROYEK
WAKTU
Pengelolaan
Pengendalian
Merencanakan kembali
Pemecahan masalah
Penyusunan dokumen
Demobilisasi/
penugasan kembali
Pembubaran organisasi
Penutupan proyek
K
E
B
U
T
U
H
A
N

S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A
TAHAP I
KONSEPSIONAL
TAHAP V
PENUTUP
Menurut H. Kerzner dan H.J Thanhain
K
E
B
U
T
U
H
A
N

S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A
Formulasi Proyek
Strategi Desain
Pengkajian
Studi Kelayakan
TAHAP II
DESAIN &
ENGINEERING
Desain & Engineering
Perencanaan
Biaya & Jadwal
Syarat kontrak
TAHAP III
PRODUKSI
"Manufaktur"
Penyerahan
Konstruksi / instalasi
Uji-coba
TAHAP IV
START-UP
Uji coba akhir
Start-up
TAHAP I
KELAYAKAN
Menurut PWG. Moris
MACAM KEGIATAN
1. Identifikasi gagasan
2. Membuat kerang acuan
3. Mengembangkan dan mengkaji
aspek ekonomi pasar dan lain-lain
4. Analisa akhir
5. Membuat anggaran & jadwal
6. Rincian desain Engineering
7. Pembelian dan transportasi
8. Subkontraktor
9. Membangun fas. sementara
10.Membangun instalasi
11. Inspeksi akhir, testing
12. Uji coba pra-operasi
13. Start-up operasi
14. Performance testing
15. Operasi normal
16. Pemeliharaan
ANALIS
PENDAHULUAN
STUDI
KELAYAKAN
PEMANTAPAN
& INVESTASI
DESAIN & ENGINEERING
PENGADAAN
MATERIAL
KONSTRUKSI
UJI COBA
OPERASI
START-UP
PERCOBAAN
OPERASI
NORMAL
TAHAP
OPERASI
TAHAP PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN
TAHAP PERSIAPAN
S
E
L
E
S
A
I

S
E
C
A
R
A
F
I
S
I
K
S
E
L
E
S
A
I

S
E
C
A
R
A
O
P
E
R
A
S
I
O
N
A
L
Perumusan Tiga Dimensi Tujuan Proyek
Pembuatan proyek pasti mempunyai target dan tujuan tertentu,
apakah itu hasil penelitian atau suatu produk barang jadi atau jasa
lainnya, tapi yang jelas selalu ada batasnya dalam pencapaian
tujuan tersebut . Tujuan suatu proyek secara garis besar dapat
dibagi kedalam tige dimensi tujuan proyek : Waktu, Biaya dan
Kinerja (Triple Constraint).
Biaya
Anggaran
Jadwal Mutu
Kinerja Waktu
Anggaran:
Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Untuk
proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal yang
bertahun-tahun, anggarannya tidak hanya ditentukan untuk total proyek, tetapi
dipecah-pecah berdasarkan komponen-komponennya, atau berdasarkan perioda
tertentu (misalnya per kuartal). Dengan demikian, penyelesaian bagian-bagian
proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per perioda.
J adwal:
Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan yang telah ditentukan.
Penyerahan proyek tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan.
Mutu:
Produk akhir proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang
dipersyaratkan. Sebagai contoh, bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa
pabrik, maka pabrik tersebut harus memenuhi kriteria : mampu beroperasi
secara memuaskan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Memenuhi
persyaratan mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan (fit for the
intended use)

Ukuran keberhasilan proyek sangat terkait dengan
sejauh mana ketiga tujuan ini dapat terpenuhi
Merumuskan Ruang Lingkup Proyek

Merumuskan ruang lingkup proyek (project scope) merupakan
langkah untuk mengembangkan sebuah rencana proyek.
Dalam merumuskan ruang lingkup proyek tidak ada aturan yang baku
untuk dapat digunakan secara tetap, namun lingkup proyek akan
dapat dibuat berdasarkan ragam dan jenis serta ukuran proyek, baik
ukuran besar maupun kecil proyek itu sendiri.
Tujuan utamanya adalah menentukan deliverables (output yang
diharapkan) sejelas mungkin dan memfokuskan rencana proyek.

Kompleksitas proyek tergantung dari hal-hal sbb :
a. Jumlah dan macam kegiatan dalam proyek.
b. Macam dan jumlah hubungan antar kelompok dalam proyek.
c. Macam dan jumlah hubungan antar kegiatan (organisasi) di dalam
proyek dengan pihak luar.
Secara umum ruang lingkup proyek memuat hal-hal sbb :

a. Project objectives Apa yg akan dibuat, kapan harus selesai, dan
berapa biayanya (triple constraint).
b. Deliverables Output yg diharapkan sepanjang umur proyek
biasanya bertahap, misalnya : desain awal (tahap I),
coding/penulisan program (tahap II), dan ujicoba prototipe (tahap III)
c. Milestone Peristiwa penting yang terjadi dalam waktu sangat
singkat, misalnya : pengujian prototipe harus selesai pada tgl
d. Technical requirement Persyaratan teknis yang harus terpenuhi,
jika tidak, akan mengakibatkan masalah besar.
e. Limit and exclusion Batasan pekerjaan yang akan diselesaikan
dan perkecualian (hal-hal yang tidak termasuk dalam kontrak).
f. Review with Customer Persetujuan dan kesepakatan terhadap
harapan-harapan dari proyek yang sedang dielesaikan.

Contoh:
Project objectives
Membangun jaringan hotspot dengan bandwidth 5 Mbps yang meng-
cover seluruh lantai kampus IMT, harus selesai dalam waktu tidak
lebih dari 2 minggu dan biaya tidak lebih dari 25 juta.

Deliverables
Koneksi ke PT. Telkom menggunakan Modem Digital kecepatan
tinggi (DSL).
PC Router yang berfungsi sebagai DHCP Server, Proxy Server,
Access Control, Bandwidth Manager, Content Filter, dan Load
Balancer.
Jaringan internet nirkabel (hotspot) yang meng-cover seluruh
ruangan kampus via Access Point yang dipasang di setiap lantai.
Contoh:
Milestone (aktivitas yang sangat singkat namun penting)
Cek kondisi saluran yg akan digunakan utk koneksi internet (hari
pertama).
Modem ADSL terkoneksi ke PT. Telkom hari ke-2
Membeli kabel LAN (UTP) hari ke-2
Membeli PC utk Router hari ke-3
Membeli Router OS hari ke-3
PC Router siap dengan segala fungsinya hari ke-7
Kabel LAN terinstalasi ke titik-titik distribusi (lokasi Access Point
utama di setiap Lantai) hari ke-5
Setiap Access Point (AP) di setiap lantai terkoneksi dengan AP
utama menggunakan mode WDS (wireless distribution system)
hari ke-7
Ujicoba koneksi dengan mengaktifkan semua feature selesai
dilakukan hari ke-14

Contoh:
Technical requirement
Koneksi internet harus mampu menyediakan dedicated bandwidth 5
Mbps dengan toleransi 10% dan tingkat keandalan 95%
PC Router harus memenuhi spesifikasi : Processor: 1 GHz, RAM:
512 MB, HDD: 160GB SCSI
Network Switch 10/100 Mbps
Setiap Access Point (AP) harus mampu melayani user dalam radius
50 meter
Setiap AP bekerja dalam frekuensi 2,4 - 2,4835 GHz yang sesuai
dengan standar IEEE 802.3 B (11 Mbps), G (54 Mbps), atau SuperG
(108 Mbps)
Power setiap AP tidak melebihi 100 mW agar tidak mengakibatkan
interferensi
Setiap AP memiliki kemampuan enkripsi WPA/WPA2 untuk
menjamin keamanan jaringan nirkabel
Setiap AP memiliki mode WDS (wireless distribution system)

Contoh:
Limit and exclusion
Pekerjaan dilakukan pada hari kerja, pukul 08.00 s/d 17.00
Kontraktor berhak menunjuk sub-kontraktor untuk menyelesaikan
pekerjaan tertentu.
Kontraktor bertanggungjawab atas peralatan selama masa garansi,
kecuali jika kerusakan diakibatkan oleh tidak stabilnya listrik, terkena
air karena bocor, dan kejadian alam seperti petir.
Kontraktor tidak bertanggungjawab terhadap kualitas koneksi
internet (merupakan tanggung jawab PT. Telkom)
IMT bertanggungjawab dalam menjaga keamanan perangkat
IMT berkewajiban menyediakan System Administrator yang akan
menjalankan sistem setelah proyek selesai dikerjakan.

Review with Customer
Kontraktor duduk bersama dengan IMT untuk menyepakati hasil
pekerjaan yang sudah selesai.

Jika ruang lingkup proyek sudah terdefinisi, selanjutnya perlu
dilakukan perincian pekerjaan menjadi elemen-elemen pekerjaan.
Hasil proses hierarkis ini biasa disebut sebagai WBS (Work
Breakdown Structure)
WBS membantu meyakinkan manajer proyek bahwa semua
produk dan dan elemen pekerjaan telah diidentifikasi
WBS menggambarkan semua elemen proyek dalam sebuah
kerangka hierarkis dan menetapkan hubungan dengan produk
akhir proyek.
WBS merupakan produk bersama sebuah Tim Proyek yang terdiri
atas personil-personil dengan berbagai keahlian (disiplin ilmu)
Bagian integral dari WBS adalah menentukan unit-unit organisasi
yang bertanggungjawab melakukan pekerjaan. Hasil akhir dari
proses ini biasa disebut OBS (Organization Breakdown Structure)
Contoh WBS:

Contoh WBS:

Contoh OBS:

Proposal Proyek memuat:
1. Tahapan Siklus Proyek
2. Perumusan Tiga Dimensi Tujuan Proyek
3. Ruang Lingkup Proyek
4. WBS