Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium Tuberculosis yang ditularkan melalui udara (melalui dahak) ketika penderita
batuk, bersin, meludah atau saat berbicara. Penyakit tuberculosis paru (TB paru) telah
menginfeksi hampir sepertiga penduduk dunia dan merupakan salah satu penyebab kematian
utama, dengan insidens yang terus meningkat sejak awal tahun 1980. World Health Organization
(WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2009 insidens penyakit TB sebesar 9,4 juta (kisaran 8,9-
9,9 juta) dengan prevalensi sebesar 14 juta (kisaran 12-16 juta) serta angka kematian 1,3 juta
(kisaran 1,2-1,5 juta). Indonesia saat ini menduduki peringkat ke empat di dunia dalam hal
jumlah penderita, setelah India, China, dan afrika selatan. Insidensnya sebesar 528.063 kasus,
prevalens 565.614 kasus, kasus baru dengan tes BTA (+) sebanyak 236.029, sedangkan angka
kematian adalah 91.369.
1
Keluhan yang dirasakan penderita tuberkolosis bermacam-macam, antara lain demam
subfebril, batuk, sesak nafas, nyeri dada, malaise, keringat malam hari dan penurunan berat
badan. Pada pemeriksaan fisik sering tidak didapatkan kelainan apapun. Pada tuberkulosis paru
lanjut dengan fibrosis paru yang luas sering ditemukan atrofi dan retraksi otot-otot intercostal.
Pada pemeriksaan radiologis terutama pada tuberkolosis anak diagnosis melalui pemeriksaan
radiologis dada sangat bermanfaat sebab pada pemeriksaan sputum hampir selalu negatif.
Pemeriksaan radiologis saja tidak cukup untuk membuktikan tuberkulosis paru pada orang
dewasa, harus dengan gejala klinik, pemeriksaan sputum/biopsi, baru pemeriksaan radiologis
untuk melihat penyebaran dan lesi tuberkolosis.
(4)

Tuberkulosis dapat menyebabkan komplikasi, dapat lokal dan sistemik baik secara
limfogen maupun hematogen, berupa tuberkulosis milier, meningitis tuberkulosis, bronkogenik,
pleuritis, pericarditis, tuberkulosis pada tulang (spondilitis tuberkulosis).
(5)
Penyakit tuberkulosis
dapat sembuh dengan sempurna atau dapat sembuh dengan sequell dengan meminum obat secara
tuntas dan teratur. Peningkatan jumlah kasus TB didunia diperkirakan karena :
1. Diagnosa yang kurang tepat
2. Overdiagnosa/ underdiagnosis
3. Pengobatan tidak adekuat, teratur dan tidak tuntas
4. Program penanggulangan tidak dilaksanakan dengan baik
5. Terdapat infeksi endemik HIV
6. Migrasi penduduk
7. Meningkatnya kepadatan jumlah penduduk dan kemiskinan
8. Pelayanan kesehatan yang kurang maximal
Angka kematian TB diperkirakan 10-50% tergantung virulensi, jumlah kuman,
hebatnya infeksi dan stadium penyakit.
(5)
1.2 TUJUAN
Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui cara mendiagnosa
terutama secara radiologis dan mengelola pasien dengan tepat berdasarkan data yang
diperoleh dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pada pasien TB
paru.

1.3 MANFAAT
Dengan penulisan laporan kasus ini diharapkan dapat dijadikan sebagai media
pembelajaran mahasiswa klinik sehingga dapat membantu mendiagnosa TB paru
khususnya secara radiologis dan mengelola pasien TB paru secara baik.


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tuberkulosis paru
2.1.1. Definisi
Tuberculosis merupakan suatu infeksi kronik jaringan paru yang disebabkan oleh
kuman Mycobacterium tuberculosis
(1,2,3,4,5,6,7)
.
Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman aerob yang dapat hidup terutama di
paru atau di berbagai organ tubuh lainnya yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang
tinggi. Kuman ini juga mempunyai kandungan lemak yang tinggi pada membran selnya
sehingga menjadikan bakteri ini tahan asam dan petumbuhan kumannya berlangsung
secara lambat Bakteri ini mudah mati pada air mendidih dan tidak tahan terhadap
ultraviolet, karena itu penularannya terutama terjadi pada malam hari
(3,4)
.
2.1.2. EPIDEMIOLOGI
2.1.3. FAKTOR RESIKO
2.1.4. PATOGENESIS
2.1.5. KLASIFIKASI TUBERKULOSIS
2.1.6. DIAGNOSA