Anda di halaman 1dari 68

BAB 17

INVESTASI JANGKA PANJANG


PENGERTIAN
Investasi yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dan tidak
dimaksudkan untuk memutarkan kelebihan uang kas dikategorikan sebagai investasi
jangka panjang. Investasi ini dilakukan dengan tujuan jangka panjang perusahaan.
Investasi jangka panjang mungkin juga dilakukan dengan maksud untuk mengontrol
kegiatan perusahaan lain. Istilah kontrol atau pengendalian mengacu pada kemampuan
untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan perusahaan tersebut (PSAK no. 13 dan PSAK no.
15).

INVESTASI DALAM SAHAM
Investasi jangka panjang dalam saham perusahaan lain sering disebut penyertaan.
Disamping untuk memperoleh tambahan pendapatan, investasi saham biasanya
dimaksudkan untuk melakukan kontrol terhadap perusahaan dimana investasi dilakukan.
Pengontrolan ini dapat ditunjukkan oleh beberapa faktor, misalnya jumlah wakil yang
duduk dalam dewan direksi berpartisipasi dalm pengambilan keputusan. Selain itu adanya
kontrol adalah persentase saham yang dimiliki pada perusahaan tersebut.
Atas dasar besarnya kontrol yang dapat dilakukan, investasi dalam saham dapat
digolongkan menjadi tiga keadaan, yaitu :
1. Perusahaan yang melakukan inestasi tidak dapat melakukan kontrol terhadap
perusahaan dimana ia melakukan investasi.
2. Perusahaan induk hanya dapat melakukan sebagian kontrol saja terhadap
perusahaan anak, tetapi mempunyai pengaruh signifikan.
3. Perusahaan induk secara pasti dapat melakukan kontrol terhadap perusahaan
anak.

INVESTASI DALAM OBLIGASI
Obligasi pada hakikatnya adalah surat pengakuan hutang. Perusahan yang
mengeluarkannya mengakui berutang kepada pemegang obligasi. Pada saat perusahaan
harus membayar kembali obligasi yang dikeluarkan secara berkala membayar bunga
kepada pemegangnya. Mereka yang ingin memiliki suatu obligasi dapat membelinya di
bursa atau secara langsung dari perusahaan yang mengeluarkannya. Biasanya investasi
dalam surat berharga ini dilakukan untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam
jangka panjang.
Obligasi yang dibeli dicatat pada harga perolehannya. Apabila ibligasi dibeli antara
dua saat pembayaran bunga , maka bunga yang sudah berjalan akan diperhitungkan dalam
harga jual. Tetapu bunga ini tidak boleh dimasukkan sebagai komponen harga perolehan
Harga obligasi Rp -
Bunga yang sudah berjalan -
Jumlah yang dibayar -


AMORTISASI AGIO/DISAGIO
Disamping terhadap bunga yang sudah berjalan, selisih lebih nominal transaksi
dengan harga pokok pembeliannya disebut disagio (discount). Apabila nilai nominal lebih
kecil daripada harga pokok pembeliannya, maka disebut agio (premium).
Nilai nominal obligasi Rp -
Harga perolehan obligasi Rp -
Disagio/Agio Rp -

PENJUALAN INVESTASI DALAM OBLIGASI
Apabila obligasi dijual, maka bukan harga pokoknya yang dikreditkan dari akun
investasi. Harga pokok ini setiap akhir tahun telah disesuaikan dengan amortisasi disagio
atai agio yang ada. Jumlah yang dikreditkan dari akun investasi adalah harga pokok yang
ditambah atau dikurangi dengan amortisasi disagio yang telah dilakukan dan seperti
halnya pada waktu membeli, bunga yang sudah berjalan sampai saat penjualan harus
ditambahkan sebagai bagian yang harus diterima oleh penjual.

PENYISIHAN DANA UNTUK TUJUAN JANGKA PANJANG
Perusahaan kadang menyisihkan kas yang dimilki untuk tujuan tertentu. Kas yang
telah disisihkan hanya digunakan untuk kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya
(funds). Ia harus dicatat dalam akun tersendiri, terpisah dari akun kas, contoh: dana
pelunasan obligasi, dana penarikan saham, dana perluasan pabrik dan lain lain.
Dana ini digunakan untuk tujuan-tujuan jangka panjang, akan digolongkan sebagai
investasi jangka panjang. Sebagai contoh pada tanggal 2 januari 200A, pimpinan
perusahaan mengadakan dana perluasan pabrik dengan menyisihkan uang kas setiap
bulan sebesar Rp 2.000.
Penyisihan untuk bukan Januari 200A dialkukan pada tanggal 2 Januari 200A. ayat
jurnal yang harus dibuat untuk transaksi ini adalh sebagai berikut:

Dana perluasan pabrik-kas 2000
Bank 2000

Ayat jurnal seperti di atas akan selalu dibuat setiap melakukan penyisihan.
Kemudian bahwa pada tanggal 1 Juli 200A dana perluasan pabrik ini ditanamkan dalam
saham PT. SEMEN sebesar Rp8.000, maka ayat jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai
berikut:

Dana perluasan pabrik-saham 8000
Dana perluasan pabrik-kas 8000

Apabila ada deviden yang diterima, dari PT. SEMEN sejumlah Rp 800.000

Dana perluasan pabrik-kas 800
Pendapatan dari dana perluasan pabrik 800

Pada saat dana yang sudah terkumpul betul-betul digunakan untuk membangun
perluasan pabrik, maka akun dana ini akan di kredit untuk menghapuskannya.

INVESTASI JANGKA PANJANG RUPA-RUPA
Bentuk lain dari investasi jangka panjang seperti asuransi jiwa, investasi dalam
tanah, dan lain-lain. Beberapa jenis asuransi jiwa tertentu memuat ketentuan bahwa
apabila polis asuransi tadi dihentikan, tidak oleh karena tertanggung meninggal, maka
kkepada perusahaan akan dibayarkan sejumlah uang tertentu yang disebut nilai asuransi.
Setiap premi asuransi yang dibayarkan akan terdiri dari dua bagian, yakni penambahan
nilai tunai asuransi dan beban asuransi perhatikan ayat jurnal di bawah ini.

Investasi dalam asuransi 30.000
Beban asuransi 180.000
Bank 210.000

Ayat jurnal diatas digunakan untuk mencatat pembayaran premi asuransi, dimana
Rp30.000 merupakan kenaikan dalam nilai tunai asuransi dan sisanya Rp180.000 adalah
beban asuransi tahun yang bersangkutan.

LATIHAN SOAL
1. Pada tanggal 1 Maret 200A PT ABC membeli 200 lembar saham PT XYZ dengan
harga Rp 1.000 per lembar. Jumlah ini merupakan 20% dari seluruh saham PT XYZ
yang beredar. Pada tanggal 1 Juli 200A PT XYZ membagikan dividen sebesar Rp 150
per lembar saham. Selama tahun 200A PT XYZ memperoleh laba bersih sebesar Rp
100.000. Catatlah transaksi-transaksi ini dengan menganggap: a) investasi dicatat
dengan metode biaya. b) metode ekuitas.
2. Anggap lah bahwa pada tanggal 4 Januari 200A suatu perusahaan membeli 1000
lembar obligasi PT PQR dengan harga Rp 20 per lembar. Obligasi ini bernilai
nominal Rp 25 per lembar, berbunga 20% per tahun dan akan jatuh tempo apada
tanggal 4 Jnuari 200H. bunga dibayar 4 Juli dan 4 Januari
a. Buatlah ayat Jurnal yang diperlukan
b. Amortisasi tahunan yang harus dilakukan untuk disagio yang terjadi?
c. Berapa saldo akun investasi dalam obligasi pada tanggal 31 Des 200A? berapa
saldo tersebut pada saat jatuh tempo?
d. Berapa nilai buku obligasi tersebut diatas pada tanggal 31 Des 200A? Berapa
pada saat jatuh tempo?
e. Apabila 50 lembar obligasi diatas pada tanggal 4 April 200B di jual dengan harga
Rp 23 per lembar, buatlah ayat jurnal yang diperlukan
3. Anggaplah obligasi dalam soal diatas dibeli dengan harga Rp 30 per lembar. a)
sampai dengan, b) dengan catatan bahwa terdapat disagio, c) haris diganti dengan
agio
4. Pada tanggal 4 Jan 200A PT EKA SAPTA membeli 20% saham PT PQR dengan harga
Rp 200.000 tunai. Selama tahun 200A PT PQR menghasilkan laba bersih sebesar Rp
50.000 dan membayar dividen sebesar Rp 30.000. Buatlah ayat jurnal yang
diperlukan untuk mencatat pembelian saham oleh PT EKA SAPTA serta ayat jurnal
yang berhubungan dengan investasi tersebut selama 200A a) biaya b) ekuitas (17-5)
5. Pada tanggal 4 Jan 200A, PT MEGA MENDUNG membeli 100 lembar obligasi PT ABC
yang berjangka waktu 20 tahun, bernilai nominal Rp 100.00 dan berbunga 15%.
Bunga dibayar setengah tahunan tiap tanggal 1 Jan dan 1 Juli. Obligasi ini dibeli
dengan harga Rp 97.500 per lembar. Pada tanggal 1 April 200A PT MEGA MENDUNG
membeli 200 lembar obligasi PT XYZ yang berjangka waktu 10 tahun bernilai
nominal Rp 1.000 per lembar dan berbunga 22%. Bunga dibayar setengah tahunan
tiap-tiap tanggal 1 April dan 1 Sep. obligasi ini dibeli dengan harga Rp 1.200 per
lembar. buatlah ayat jurnal yang diperlukan selama tahun 200A untuk investasi
dalam dua macam obligasi tersebut diatas.
















BAB 18
AKTIVA TETAP BERWUJUD
PENGERTIAN
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang memiliki masa manfaat lebih dari satu
tahun, kriteria lain adalah aktiva tersebut harus diapakai dalam kegiatan perusahaan dan
tidak untuk dijual kembali. Aktiva yang dimiliki untuk dijual kembali dalam kegiatan
normal termasuk dalam kategori persediaan, walaupun aktiva tersebut, kalau diapakai,
dapat berumur lebih dari satu tahun.
BIAYA PEROLEHAN
Semua biaya yang terjadi untuk memproleh suatu aktiva tetap sampai tiba di tempat
dan siap digunakan harus dimasukkan sebagai bagian dari harga perolehan aktiva yang
bersangkutan. Dengan demikian harga perolehan suatu aktiva tetap tidak berbatas pada
harga belinya saja. Termasuk dalam harga perolehan adalah biaya pengiriman, asuransi,
pemasangan dan bea balik nama.
Misalnya, apabila suatu perusahaan memebeli tanah seharga Rp20.000 dan notaris
Rp500, biaya balik nama Rp300 dan komisi makelar Rp200, maka harga perolehan tadi
sebesar Rp 21.000.
Anggaplah, bahwa suatu perusahaan membeli gedung beserta tanah dengan harga
Rp100.000 sudah termasuk biaya administrasi, taksiran harga pasar yang berlaku tanah
bernilai Rp20.000 dan gedung Rp60.000. Alokasi harga perolehan untuk tanah dan gedung
adalah:

Tanah Rp20.000 20/80 x 100.000 = Rp25.000
Gedung Rp60.000 60/80 x 100.000 = Rp75.000
Rp80.000 Rp100.000

Ayat jurnal :

Tanah 25.000
Gedung 60.000
Bank 100.000

PEROLEHAN DENGAN ANGSURAN
Ada kalanya suatu aktiva tetap dibeli secara angsuran. Dalam hal demikian, kontrak
pmebleian dapat menyebutkan bahwa pembayaran akan dilakukan dalam sekian kali
angsuran dan terhadap saldo yang belum dibayar dikenakan bunga. Sebagai contoh,
perusahaan membeli tanah dengan harga Rp50.000, jumlah ini akan dibayar dalam 25 kali
angsuran bulanan dan terhadap saldo yang belum dibayar, perusahaan dibebani bunga
sebesar 12% setahun. Ayat jurnal yang perlu dibuat pada waktu pembelian dilakukan
adalah sebagai berikut:

tanah 50.000
utang angsuran 50.000

Pada waktu pembayaran angsuran pertama, jumlah yang harus dibayar dihitung
Angsuran bulanan: Rp50.000 : 25 Rp2.000
Bunga selama sebulan untuk saldo yang belum dibayar
1/12 x 12% x Rp50.000 Rp500
Jumlah yang harus dibayar Rp2.500

Ayat jurnal berbunyi :

Utang angsuran 2.000
Beban bunga 500
Bank 2.500

Angsuran kedua dari angsuran pokok Rp2.000 ditambah bunga selama satu tahun
atas saldo utang yang belum dibayar sebesar Rp48.000. Bunga yang dibebankan selama
bulan ini dengan demikian sebesar 1/12 x 12% x Rp48.000 = Rp480. Ayat jurnal :

Utang angsuran 2.000
Beban bunga 480
Bank 2.480

PENYUSUTAN
Semua jenis aktiva tetap kecuali tanah, akan makin berkurang kemampuannya
untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang
mempengaruhi menurunnya kemampuan ini adalah pemakaian, keausan,
ketidakseimbangan kapassitas yang tersediadengan yang diminta dan keterbelakangan
teknologi. Penyusutan dapat dihitung tiap bulan atau ditunda sampai dengan akhir tahun.
Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat penyusutan adalah debit beban
penyusutan dan kredit akumulasi penyusutan. Beban penyusutan merupakan akun
sementara yang pada akhir tahun akan ditutup ke akunlaba ditahan bersama-sama dengan
akun sementara yang lain. Akun akumulasi penyusutan digunakan untuk mencatat secara
akumulatif jumlah penyusutan yang telah dilakukan. Selisih antara harga perolehan dengan
akumulasi penyusutan merupakan bagian dari harga perolehan yang belum disusutkan.


METODE PENYUSUTAN
Dua faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan adalah niali aktiva tetap
yangdigunakan dalam penghitungan penyusutan dan taksiran manfaat. Dasar-dasar
penyusutan a) Harga perolehan; b) Nilai buku. Nilai sisa adalah taksiran harga pasar aktiva
tetap pada akhir masa manfaat.
Taksiran manfaat mencerminkan besarnya kapasitas/manfaat aktiva tetap selama
masa pakai. Taksiran ini dapat dinyatakan dalam lama jangka waktu pemakaian (
umur,nilai manfaat). Untuk menghitung penyusutan, taksiran manfaat dalam tariff
penyusutan.

Beban Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penyusutan

Metode Garis Lurus, beban penyusutan dialokasikan berdasar berlalunya wktu,
dalam jumlah yang sama, sepanjang masa manfaat aktiva tetap. Rumus:

Beban Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penyusutan
Dasar Penyusutan = Harga Perolehan Nilai Sisa

Tarif penyusutan dapat dengan mudah dihitung sebagai 100% dibagi dengan
taksiran manfaat.

100% = 20%
5
Sebagai contoh, anggaplah bahwa pada tanggal 2 Jan 200A dibeli sebuah kendaraan
dengan harga Rp12.500. Nilai sisa diperkirakan sebesar Rp1.550. Umur kendaraan
dihitung lima tahun. Beban penyusustan tahunan dihitung sebagai berikut

Beban penyusutan = 20% (12.500-1.550)
= Rp2.190

Beban penyusutan 2.190
Akumulasi penyusutan 2.190

Metode Saldo Menurun, dalam metode ini beban penyusutan makin menurun dari
tahun ke tahun. Pembebanan yang makin menurun didasarkan pada anggapan bahwa
semakin tua, kapasitas aktiva tetap, dalam memberikan jasanya juga akan makin menurun.

Beban Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penyusutan
Dasar Penyusutan = Nilai buku awal periode

Apabila suatu aktiva tetap ditaksir akan berumur 5 tahun, maka tarif
penyusutannya adalh 40%.

Beban penyusutan = 40% (12.500-0)
= Rp5.000

Beban penyusutan 5.000
Akumulasi penyusutan 5.000

Pada akhir tahun kedua, beban penyusutan dihitung:

Beban penyusutan = 40% (12.500-5.000)
= Rp3.000

Metode Jumlah Angka Tahun, metode ini akan menghasilkan jadwal penyusutan
yang sama dengan metode saldo menurun. Jumlah penyusutannya akan makin menurun
dari tahun ke tahun, tetapi cara penghitungan penyusutan ini berbda dengan metode saldo
menurun. Perhitungan sebagai berikut:

Beban Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penyusutan
Dasar Penyusutan = Harga Perolehan Nilai Sisa

Apabila suatu aktiva ditaksir 5 tahun untuk masa manfaatnya, maka angka tahun
yang ada adalah 1,2,3,4,5 , jadi penyebut dalam contoh adalah menjadi 1+2+3+4+5=15.
Beban penyusutannya dihitung:

Beban penyusutan = 5/15 x (12.500-1.550)
= Rp3.650
Untuk tahun kedua:

Beban penyusutan = 4/15 x (12.500-1.550)
= Rp2.920

Metode Unit Produksi, taksiran manfaat dinyatakan dalam kapasitas produksi
yang dihasilkan. Kapasitas produksi itu sendiri dapat dinyatakan dalam bentuk unit
produksi, jam pemakaian, kilometer pemakaian atau unit-unit kegiatan yang lain. Harga
perolehan dikurangi nilai sisa merupakan dasar penyusutan.
Untuk menggambarkan metode penyusutan dengan dasar penyusutan misalnya
bahwa pada tanggal 2 Jan 200A dibeli mesin seharga Rp5.000. Selama masih dapat
digunakan, mesin tersebut diperkirakan dapat menghasilkan 1.000.000 unit. Dalam tahun
200A diproduksi 245.000 unit. Beban penyusutan untuk tahun 200A sebagai berikut:

Tarif penyusutan = Produksi Aktual
Kapasitas Produksi
245.000 x 100% = 24,5%
1.000.0000

Beban Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penyusutan

Dasar penyusutan = harga perolehan nilai sisa
= 24,5% (Rp55.000 Rp5.000)
= Rp12.250

PENILAIAN DAN PELAPORAN
Dalam laporan keuangan, aktiva tetap dirinci menurut jenisnya, begitu pula
penyusutannya disajikan sebagai pengurang terhadap aktiva tetap. Apabila neraca
akumulasi penyusutannya dikurangkan secara keseluruhan, maka dalam catatan atas
laporan keuangan perlu dibuatkan rincian harga perolehan masing-masing jeins aktiva
serta masing-masing penyusutannya. Metode penyusutan yang diterapkan oleh
perusahaan harus dijelaskan pula pada laporan keuangan.

LATIHAN SOAL
1. Pada tanggal 8 Juni 200A suatu generator set dibeli dengan harga Rp100.000.
Jumlah ini akan dibayar dalam sepuluh kali angsuran, tiga bulanan yang sama besar,
yaitu Rp10.000. Bunga yang diperhitungkan adalah 16% setahun. Jika dibeli tunai
harga generator tersebut ditetapkan sebesar Rp81.100. Buatlah jadual pembayaran
yang harus dilakukan untuk pembelian aktiva diatas!
2. Pada tanggal 15 Maret 200A suatu traktor dibeli dengan harga Rp200.000. Jumlah
ini akan dibayar dalam 10 kali angsuran selama tiga bulan ditambah bunga sebesar
15% atas asaldo terutang. Angsuran dimulai pada tanggal 15 Juni 200A. Buatlah
jadwal pembayaran yang harus dilakukan untuk pembelian tersebut diatas,
termasuk bunganya!
3. Suatu aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp10.000 dan nilai sisa sebesar
Rp3.000, disusutkan dengan metode garis lurus untuk selama lima tahun. Berapa
beban penyusutan tahunannya? Berapa tariff penyusutannya per tahun kalau
dihitung dalam persentase?
4. Metode saldo menurun dengan tariff dua kali tariff metode garis lurus akan
digunakan untuk menyusutkan suatu aktiva tetap yang harga perolehannya adalah
Rp12.000 dan nilai sisanya Rp800. Masa manfaat ditetapkan 10 tahun. Berapa
penyusutany pada tahun pertama dan kedua apabila, a) aktiva tetap tersebut mulai
dipakai pada permulaan tahun; b) aktiva tetap tersebut mulai dipakai pada
permulaan bulan keempat.
5. Suatu aktiva tetap dengan harga perolehan Rp22.500 dan nilai sisa ditaksir sebesar
Rp1.500 disusutkan dengan metode jumlah angka-angka tahun. Masa manfaat
ditetapkan 6 tahun, a)berapa bilangan pembagi untuk mencari tariff penyusutan?,
b) berapa penyusutan pada tahun pertama dan kedua apabila aktiva tetap tadi mulai
dipakai pada permulaan tahun; c) berapa penyusutan pada tahun pertama dan
kedua apabila aktiva tetap tadi mulai dipakai pada permulaan bulan keempat?































BAB 19
AKTIVA TETAP BERWUJUD (PENARIKAN) DAN AKTIVA TAK BERWUJUD

PENGERTIAN
Aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi dapat ditarik dari pemakaian. Penarikan
dapat dilakukan dengan dijual, ditukarkan denganaktiva lain atau dibuang begitu saja
(dihapuskan). Ayat jurnal yang dibuat pun sedikit berbeda. Hal ini dilakukan dengan
mengkredit biaya perolehan dan mendebit akumulasi penyusutannya. Harga perolehan
maupun akumulasi peyusutan aktiva tetap yang telah habis disusutkan tetap disajikan
walaupun di netokan, nilai bukunya sama dengan nol.
Apabila suatu aktiva tetap dijual, nilai bukunya dihitung sampai dengan tanggal
penjualan. Nilai buku ini, kemudian di bandingkan dengan hasil penjualan yang diterima.
Selisih yang diperoleh merupakan keuntungan atau kerugian pada penjualan aktiva tetap.
Sebagai contoh, sebuah mobil dibeli pada tanggal 2 Jan 200A, dijual kembali pada
tanggal 1 Juli 200D dengan harga Rp5.000. Harga perolehan mobil adalah Rp10.000.
Penyusutan dilakukan dengan metode garis lurus atas dasar masa manfaat 5 tahun. Nilai
sisa dianggap nol.

Harga perolehan Rp10.000
Akumulasi penyusutan:
Penyusutan tahun 200A Rp2.000
Penyusutan tahun 200B Rp2.000
Penyusutan tahun 200C Rp2.000
Penyusutan tahun 200D Rp1.000 Rp7.000
Nilai buku 1 Juli 200D Rp3.000

Penyusutan untuk tahun 200D yang berjumlah Rp1.000, jumlah penyusutan selama
6 bulan. Oleh karena itu penyusutan dicatat tiap akhir tahun. Mobil yang nilai bukunya
Rp3.000 dijual dengan harga Rp5.000. ini berarti keuntungansebesar Rp2.000. Ayat jurnal
yang dibuat untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

beban penyusutan 1.000
akumulasi penyusutan 1.000

bank 5.000
akumulasi penyusutan 7.000
kendaraan 10.000
keuntungan penjualan aktiva tetap 2.000

Ayat jurnal mencatat penyusutan yang harus dibebankan dari tanggal 1 Jan sampai
dengan 1 Juli 200D, saat penjualan dilakukan. Ayat jurnal ini harus dibuat lebih dahulu,
karena jurnal penyusutan regular baru aan dibuat akhir tahun. Setelah ayat jurnal ini
dibuat, akumulasi penyusutan untuk aktiva tetap yang bersangkutan menjadi Rp7.000.
Jika terjadi sebuah kerugian dalam penjualan aktiva tetap, saat menjurnal akun
kerugian penjualan aktiva tetap berada pada debit.

PENUKARAN
Apabila suatu aktiva teap sudah berkurang manfaatnya, dapat ditukarkan dengan
yang lai. Penukaran aktiva tetap dapat dilakukan dengan aktiva yang sejenis, atau dapat
juga dilakukan dengan aktiva tetap yang tidak sejenis. Dalam penukaran aktiva tetap,
terlebih dahulu harus ditentukan nilai tukarnya. Selisih antara nilai tukar aktiva lama
dengan harga aktiva baru merupakan jumlah yang harus dibayar. selisih antara nila tukar
dengan nilai buku merupakan keuntungan atau kerugian dari penukaran. Apabila nilai
tukar lebih besar daripada nilai nilai buku, maka diperoleh keuntungan. Begitu juga
sebaliknya.
Ada dua cara pencatatan: a) untuk penukaran aktiva tidak sejenis, keuntungan atau
kerugian dibebankan dalam tahun berjalan; b) untuk penukaran aktiva sejenis, keuntungan
akan dikurangkan pada harga aktiva baru, sedang kerugian dibebankan dalam tahun
berjalan.
Contoh penukaran aktiva tidak sejenis mesin ditukar dengan tanah.

Harga perolehan aktiva xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Sampai dengan xxx
Tahun pemakaian xxx
Nilai buku saat penukaran xxx
Harga tanah xxx
Nilai tukar aktiva xxx
Jumlah yang harus dibayar xxx
Nilai tukar mesin xxx
Nilai buku mesin xxx
Keuntungan dari penukaran xxx

Ayat jurnal
Beban penyusutan 5.000
Akumulasi penyusutan 5.000



Tanah xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Mesin xxx
Bank xxx
Keuntungan penuaran aktiva tetap xxx

Apabila penukaran aktiva sejenis ayat jurnal yang dicatat.

Beban penyusutan xxx
Akumulasi penyusutan xxx

Mesin (baru) xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Mesin (lama) xxx
Bank xxx

PENGHAPUSAN
Kemungkinan lain bagi aktiva tetap yang sudah tidak bermanfaat adalah
dihapuskan. Ini terjadi kalau aktiva tetap tidak dapat dijual atau ditukarkan. Apabila aktiva
tetap belum disusutkan penuh, maka akibat penghapusan ini adal terjadinya kerugian
besar pada nilai buku.
Contoh ayat jurnal penghapusan

Beban penyusutan xxx
Akumulasi penyusutan xxx

Akumulasi penyusutan xxx
Kerugian penghapusan aktiva tetap xxx
Mesin xxx

Adakalanya penghapusan aktiva tetap dilakukan karena kejadian-kejadian yang
tidak diharapkan, misalnya kebakaran. Apabila aktiva tetap diasuransikan terhadap
kerugian-kerugian diatas, maka kerugian akan diganti oleh perusahaan asuransi. Begitu
juga sebaliknya, apabila tidak diasuransikan, maka perusahaan yang menanggung seluruh
kerugian yang muncul.
Untuk menggambarkan kejadian ini, contoh: mobil yang dibeli pada tanggal 2 Jan
200A dengan harga Rp10.000, pada tanggal 1 Juli 200D mengalami kecelakaan sehingga
mobil tidak dapat dipakai lagi. Ganti rugi yag diterima perusahaan asuransi sebesar
Rp8.000. Ayat jurnal yang perlu dibuat:

Beban penyusutan 1.000
Akumulasi penyusutan 1.000

Akumulasi penyusutan 7.000
Kerugian penghapusan aktiva tetap 3.000
Kendaraan 10.000

Piutang klaim asuransi 8.000
Pendapatan klaim asuransi 8.000

AKTIVA TETAP BERNILAI KECIL
Aktiva tetap yang nilai perunitnya kecil dapat langsung dicata sebagai beban
pada saat perolehan. Manajemen perusahaan perlu menetapkan batas untuk pengeluaran
yang harus diacatat sebagai beban.
Apabila pengeluaran untuk aktiva-aktiva tetap yang nilainya kecil, misalnya suku
cadang, dikapitalisir, maka pencatatannya dapat dikelompokkan menjadi satu. Penyusutan
secara regular tidak dihitung. Pembebanan dilakukan dengan menghitung secara phisik
aktiva tetap yang masih tersisa. Harga perolehan aktiva yang masih ada ditaksir, kemudian
selisih antara saldo akun yang bersangkutan dengan nilai taksiran dicatat sebagai beban.

PENGELUARAN MODAL
Pengeluaran modal adalah pengeluaran-pengeluaran yang harus dicatat sebagai
aktiva. Pengeluaran-pengeluaran yang akan membawa manfaat lebih dari satu periode
akuntansi masuk dalam kategori ini. Begitu pula dengan pengeluaran-engeluaran yang
akan menambah efisiensi, memperpanjang umur aktiva atau meningkatkan kapasitas
produksi.
Pengeluaran-pengeluaran modal dapat diacatat sebagai debit pada akun: a) aktiva
tetap; b) akumulasi penyusutan. Pengeluaran-pengeluaran untuk penambahan dan
penggantian, pada umumnya dicata dalam akun aktiva. Pengeluaran untuk perbaikan
besar-besaran yang akan memperpanjang umur aktiva dicatat sebagai debit pada akun
akumulasi penyusutan.

PENGELUARAN PENDAPATAN
Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran-pengeluaran yang hanya
mendatangkan manfaat untuk tahun di mana pengeluaran tersebut dilakukan. Oleh karena
itu, pengeluaran pendapatan akan dicatat sebagai beban. Pengeluaran untuk pemeliharaan
dan perbaikan rutin merupakan contoh dari jenis pengeluaran ini.
Perbaikan rutin, dianggap sebagai pengeluaran pendapatan dan oleh karena dicatat
saat terjadinya. Perbaikan besar-besaran dianggap sebagai pengeluaran modal.

AKTIVA TAK BERWUJUD
Aktiva tetap tak berwujud adalah aktiva perusahaan yang secara phisik tidak dapat
dinyatakan. Aktiva tak berwujud dapat diperoleh melalui pembelian atau pengembangan
sendiri oleh perusahaan. Apabila suatu aktiva tak berwujud diperoleh dengan membeli dari
pihak luar, maka disamping harga beli, yang termasuk sebagai harga perolehan adalah
biaya-biaya tambahan untuk mendapatkannya seperti jasa administrasi dll. Apabila suatu
aktiva tak berwujud diperoleh dengan jalan mengembangkan sendiri, maka termasuk
dalam haraga perolehan adalah biaya-biaya bahan, peralatan dan fasilitas, biaya gaji dan
upah, biaya tidak langsung.
Hak paten adalah hak yang diberikan oleh direktorat paten kepada perusahaan atau
seoranng atas suatu penemuan baru. Hak ini akan diberikan jangka waktu 17 tahun. Jika
untuk sebuah karya-karya seni atau tulisan diberi hak selama hidup dan 50 tahun setelah
meninggal. Ketentuan mengenai merk telah diatur dalam UU No. 21 tahun 1961. Merk
menurut ketentuan uu ini adalh tanda yang digunakan untuk membedakan barang-barang
produksi atau barang-barang perniagaan seseorang atau perusahaan dengan barang orang
atau perusahaan lain.
Perusahaan mengeluarkan biaya dalam jumlah besar untuk riset dan
pengembangan dengan tujuan menghasilkan produk baru yang sesuai dengan keadaan dan
perkembangan permintaan yang berlangsung. Biaya ini langsung dibebankan sebagai biaya
pada saat terjadinya. Jika hasil kegiatan ini gagal baru dibebankan sebagai biaya, jika
berhasil biaya ini bisa diamortisasikan.
Biaya ditangguhkan adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan dalam periode
terjadinya karena memberikan manfaat di maasa datang. Pos-pos yang termasuk dalam
kategori ini adalah biaya pendirian, biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
mendirikan perusahaan.

AMORTISASI
Dari sudut kemungkinan amortisasinya, aktiva tak berwujud dapat digolongkan
sebgai: a) aktiva tak berwujud yang adanya dibatasi dengan undang-undang, peraturan
atau persetujuan; b) aktiva tak berwujud yang itdak terbatas waktunya dan yang pada
waktu perolehannya tidak ada petunjuk mengenai usianya yang terbatas.
Harga perolehan aktiva tak berwujud kategori a) diamortisasikan selama jangka
waktu yang dinyatakan dalam ketentuan. Bila ternyata jangka waktu kegunaanya lebih
lama atau lebih singkatdari yang diperkirakan semula, maka dapat dilakukan koreksi
seperlunya. Kateogori b) diamortisasikan sesuai pertimbangan perusahaan, asalkan
amortisasi tersebut layak dan masuk akal. Seperti halnya penyusutan, aktiva tetap
berwujud, amortisasi aktiva tak berwujud dicatat dengan mendebit akun beban amortisasi
dan mengkredit akun akumulasi amortisasi atau langsung kea kun aktiva yang
bersangkutan.
Contoh ayat jurnal pengeluaran biaya hak paten
Hak paten 25.000
Bank 25.000

Jika manfaat hak paten bermasa 10 tahun. Amortisasi tahunan sebesar 10% x
Rp25.000 = Rp2.500. Ayat jurnalnnya berbunyi:

Beban amortisasi 2.500
Hak paten 2.500

HAK PENGUSAHAAN SUMBER ALAM
Biasanya untuk memperoleh hak eksploitasi sumber alam perusahaan harus
membayar sejumlah uang. Biaya untuk memperoleh hak tersebut dicatat sebagai aktiva
tetap dan diamortisasikan
Seperti halnya aktiva tetap berwujud, biaya- biaya yang sehubungan dengan hal ini
akan berkurang nilainya yang disebabkan oleh dieksploitasinya sumber-sumber alam
tersebut. Pengurangan niali itu secara berkala dibebankan dalam laporan laba rugi, yang
disamakan dalam hal sumber-sumber alamdisebut deplesi. Pada hakekatnya deplesi dapat
disamakan dengan penyusutan aktiva tetap berwujud dan dihitung dengan unit produksi.
Sebagai contoh sebuah perusahaan membayar Rp1.000.000 untuk mendapatkan
hak eksploitasi dan eksplorasi minyak bumi di suatu daerah. Ayat jurnal yang dicatat:

Hak pengusahaan sumber alam 1.000.000
Bank 1.000.000

Hasil dari pengadaan eksplorasi dan eksploitasi untuk perusahaan diperoleh
500.000 barel. Selama tahun 200A perusahaan tersebut memproduksi 60.000 barel.

Tarif deplesi = 60.000
500.000
= 12%
Biaya deplesi untuk tahun 200A adalah Rp120.000 (12% x Rp1.000.000). Ayat
jurnal berbunyi:

Beban deplesi 120.000
Hak pengusahaan sumber alam 120.000

Oleh karena cadangan minyak serta biaya-biaya eksplorasi dan pengembangan
selalu berubah maka biasanya tariff deplesi ditetapkan tiap-tiap tahun.


AKTIVA LAIN-LAIN
Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva lancar, investasi,
aktiva tetap maupun aktiva tidak berwujud, seperti mesin-mesin yang tidak digunakan,
disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain.

LATIHAN SOAL
1. Suatu aktiva tetap dengan harga perolehan sebesar Rp8.500 yang dibeli pada
tanggal 2 Jan 200A, telah dijual dengan harga Rp3.750 pada tanggal 1 Juli 200D.
Aktiva ini disusutkan menggunakan metode garis lurus selama 5 tahun dengan nilai
sisa dianggap sebesar Rp2.500. Penyusutan atas aktiva tetap diacatat bulanan.
Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi penjualan aktiva
tetap tersebut. Apabila penyusutan dicatat satu tahun sekali dan tahun buku
perusahaan ini adalah 1 April sampai dengan 31 Maret, buatlah ayat jurnal yang
diperlukan untuk mencatat transaksi penjualan aktiva tetap tadi!
2. Suatu peralatan computer dibeli pada 1 Jan 200A dengan harga Rp75.000. Masa
manfaat diperkirakan 5 tahun dan nilai sisanya adalah Rp10.000. Metode
penyusutan yang digunakan adalah garis lurus. Pada tanggal 1 Juli 200D computer
tadi ditukar dengan yang baru. Harga computer baru adalah Rp130.000 dan nilai
tukar yang diterima kedia belah pihak untuk computer lama adalah Rp50.000.
Perusahaan mencatat penyusutan pada akhir tahun buku, buatlah ayat jurnal yang
diperlukan pada tanggal 1 Juli 200D
3. Suatu mobil dibeli seharga Rp8.500 pada tanggal 1 Jan 200A. Mobil ini disusutkan
selama 5 tahun dengan metode garis lurus dan nilai sisa Rp2.500. Mobil
diasuransikan dengan nilai tanggungan sebesar Rp5.000. PAda tanggal 1 Juli 200D
mobil itu masuk jurang dan terbakar. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan pada
tanggal 1 Juli 200D!
4. Perbaian besar-besaran dilakukan terhadap suatu aktiva tetap setelah tepat
berumur 3 tahun. Masa manfaat semula ditaksir 5 tahun. Setelah perbaikan
umurnya ditaksir menjadi 8 tahun. Nilai buku sebelum perbaikan adalah Rp5.000 sn
ongkos perbaikan sejumlah Rp1.000. Untuk berapa lama aktiva tetap ini disusutkan
setelah perbaikan? Berapa penyustan tahunannya? Menggunakan metode garis
lurus dengan nilai sisa nol !
5. Untuk memperoleh hak eksplorasi minyak, sebuah kontraktor bagi hasil harus
membayar bonus tanda tangan sebesar Rp625.000. Biaya pengeboran dan
pengembangan yang telah dikeluarkan sampai menemukan cadangan minyak
sebesar 1.000.000 barel adalah Rp31.250. Biaya administrasi dan umum yang telah
dikeluarkan berjumlah Rp6.250. Selama tahun 200A perusahaan tersebut
memproduksi 72.000 barel dan menjual 70.000 barel. Berapa jumlah biaya yang
akan dikapitalisir? Hitung menjual 70.000 barel. Berapa jumlah biaya yang akan
dibebankan sebagai biaya dalam tahun 200A.
BAB 20
KEWAJIBAN LANCAR

PENGERTIAN
Kewajiban adalah suatu tugas atau tanggung jawab untuk bertindak sesuatu dengan
cara tertentu. Kewajiban merupakan konsekuensi dari kesepakatan yang ada dan diatur
dalam peraturan perundangan. Dalam kasus ini, pengorbanan ekonomi yang harus
dilakukan perusahaan di masa datang karena tindakan atau transaksi sebelumnya.
Transaksi sebelumnya bisa berupa, diterimanya uang, barang dan jasa intinya secara
kredit, sehingga menimbulkan suatu kewajiban.

KLASIFIKASI
Kewajiban dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu kewajiban lancar dan
kewajiban jangka panjang. Kewajiban lancar merupakan kewajiban-kewajiban yang
penyelesaiannya harus dilakukan dengan menggunakan aktiva lancar dan memiliki jatuh
tempo dalam waktu satu tahun mendatang.
Kewajiban lancar yang biasanya terdapat dalam sebuah perusahaan: 1) utang
dagang; 2) utang wesel; 3) utang bank; 4) utang beban; 5) utang pajak penghasilan; dan 6)
bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun mendatang. Jenis
kewwajiban tersebut merupakan sumber pembelanjaan yang digunakan untuk melakukan
pembelian barang.
Utang wesel, merupakan janji tertulis utuk membayar dalam jumlah tertentu dan
dalam jangka waktu tertentu. Utang bank timbul akibat dari pinjaman yang diterima dari
bank. Utang beban adalah utang-utang yag timbul sebagai akibat dari beban-beban rutin
untuk menjalankan kegiatna perusahaan yang belum dibayar. Utang pajak penghasilan
adalah pajak penghasilan tahun berjalan yang masih harus dibayar, setelah diperhitungkan
pajak yang dibayar dimuka. Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
tahun mendatang.
Utang obligasi adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu dalam
jangka waktu tertentu. Obligasi dapat diperdagangkan dalam bursa seperti halnya saham-
saham perusahaan.
Utang sewa jangka panjang akhir-akhir ini banyak perusahaan memilih untuk
menyewa aktiva tetap daripada harus membelinya. Seiring terjadi masa sewa berlangsung
dalam jangka waktu lama. Dalam keadaan ini, sewa jangka panjang ini menimbulkan utang
sewa jangka panjang.

PENILAIAN
Secara teoritis nilai uang yang dikeluarkan di masa datang akan lebih kecil kalau
dinyatakanpada waktu sekarang. Prose menentukan nilai yang harus dicantumkan
sekarang untuk jumlah yang masih akan diterima di masa datang disebut pendiskontoan.
Proses tersebut sangat penting artinya pada waktu kewajiban ini dinilai dengan cara itu.
Sebaliknya, penilaian dengan cara diskonto kurang umum dilakukan untuk kewajiban
lancar. Biasanya kewajiban lancar dinilai dan disajikan di neraca sebesar jumlah yang akan
dibayarkan, tanpa harus didiskontokan.

UTANG DAGANG
Utang dagang merupakan kebalikan dari piutang dagang. Hal yang perlu
diperhatikan pada waktu menyusun laporan keuangan adalah memastikan bahwa semua
utang dagang uang berasal dari pembelian barang dan jasa telah dicatat. Untuk ini perlu
diperhatikan syarat jual beli yang disetujui.
Untuk menggambarkannya, pada tanggal 30 Des 200A perusahaan A membeli
barang dagang seharga Rp15.000 dengan syarat franco gudan. Barang sudah dierima pada
tanggal 31 Des 200A dan sudah dimasukkan dalam persediaan. Pembelian ini harus sudah
dicatat sebagai utang pada tanggal 31 Des 200A, walaupun faktur penagihan dari pemasok
belum datang. ayat jurnalnya berbunyi:

Pembelian 15.000
Utang dagang 15.000

Ayat jurnal seperti di atas juga perlu dibuat apabila syarat jual belinya loko gudang
dan barangnya sudah dikirim. Walaupun barang serta fakutr penagihan dari supplier
belum diterima pembelian tersebut sudah merupakan utang.

UTANG WESEL
Sebagai ikhtisar dapat dikatakan bahwa wesel dapat diklasifikasikan sebagai
kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang tergantung pada jangka waktu jatuh
temponya. Disamping itu, wesel dapat digolongkan kedalam wesel berbunga atau wesel tak
berbunga.

PENARIKAN
Suatu wesel dapat ditarik untuk mengganti utang dagang yang telah jatuh tempo
oleh karena dalam syarat jual beli memang harus diterbitkan wesel , atau karena pinjaman
yang diberikan.
Sebagai contoh, pada tanggal 7 Nov 200A PT XYZ menarik wesel tak berbunga,
berjangka waktu 60 hari, sejumlah Rp5.000. Wesel tak berbunga ini ditarik karena
pembelian barang kepada PT ABC. Ayat jurnal yang dibuat:

Pembelian 5.000
Utang wesel 5.000

Pada tanggal yang sama wesel berbunga 24%, berjangka waktu 90 hari sejumlah
Rp10.000 ditarik untuk PT PQR guna mengganti utangnya yang telah jatuh tempo. Ayat
jurnal yang dibuat adalah sebagai:

Utang dagang 10.000
Utang Wesel 10.000

PEMBAYARAN
Pada tanggal 6 Jan 200B wesel tak berbunga yang ditarik kepada PT ABC akan jatuh
tempo. Apabila pada tanggal ini wesel tersebut dibayar maka ayat jurnal yang dibuat
adalah sebagai berikut:

Utang wesel 5.000
Bank 5.000
Pada tanggal 5 Feb 200B, wesel berbunga yang ditarik telah jatuh tempo.
Pembayaran wesel ini serta bunganya sebesar Rp600 dicatat sebagai:

Utang wesel 10.000
Beban bunga 600
Bank 10.600

Beban bunga sebesar Rp600 dihitung sebagai berikut:

Beban bunga = 24% x Rp10.000 x 90/360
= Rp600

JURNAL PENYESUAIAN.
Pada tanggal 31 Des 200A, saat perusahaan yang menarik wesel menutup bukunya,
akan dibuat jurnal penyesuaian untuk bunga yang terutang dari tanggal 7 Nov 200A, saat
ditariknya wesel sampai dengan 31 DDes 200A (54hari). Berikut ayat jurnal
pencatatannya:

Beban bunga 360
Bunga yang masih harus dibayar 360

Perhitungan beban bunganya:

Beban bunga = 24% x Rp10.000 x 54/360
= Rp360

WESEL TAK TERBAYAR
Pada saat jatuh tempo, perusahaan yang menarik wesel tidak dapt membayar, maka
wesel yang bersangkutan harus dipindahkan kea kun utang dagan. Biaya administrasi yang
idbebankan ini akan dicatat sebagai beban. Gambarannya, ditarik wesel yang tidak dapat
dibayar dan atas penolakan wesel ini diebabni biaya administrasi sebesar Rp25. Ayat jurnal
berbunyi:

Utang wesel 10.000
Beban bunga 600
Beban lain-lain 25
Utang dagang 10.625

UTANG LAIN-LAIN
Pos-pos yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya adalah:
1. Utang beban
2. Pendapatan ditangguhkan atau sering disebut pendapatan diterima di muka.
3. Utang pajak
4. Utang jaminan yang diterima dari pelanggan
5. Utang kepada pemegang saham atau perushaan afiliasi

UTANG BEBAN
Pos ini kadang disebut beban masih harus dibayar yang timbul karena perbedaan
wawktu antara sarr beban sudah harus menjadi beban dengan sat dibayarnya. Apabila
perusahaan tidak membagi dan melaporkan kegiatannya dalam periode-periode akuntansi
tertentu juga tidak akan menjadi masalah. Oleh karena itu, pada saat akan membuat
laporan keuangan, terdapat kemungkinan bahwa ada beban yang sudah menjadi beban
karena baru akan dicatat pada saat dibayar.
Walaupun belum dibayar tetapi manfaat dari barang atau jasa sudah diterima dan
digunakan untuk menghasilkan pendapatan, maka bebanya sudah harus dibebankan dalam
periode diterima dan digunakannya barang dan jasa tersebut.
Pada saat akan dibuat laporan keuangan, pada umumnya utang beban ini belum
dicatat, ini disebabkan karena sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan
memang belum memungkinkan adanya pencatatan. Oleh karena belum dicatat, maka
sebelum laporan keuangan disusun, perlu dibuatk jurnla penyesusaian.

PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Pendapatan diterima dimuka diamsukkan sebagai bagian dari kewajiban lancar.
Pendapatan ini akan dilunasi saat penyerahan barang atau jasa. Pendapatan ditermia di
muka timbul karena: a) perbedaan waktu antara saat diterimanya uang dengan saat
diakuinya pendapatan; b) kehaarusan adanya pelaporan secara berkala.
Contoh untuk menggambarkan kasus ini, sebuah mall menyewakan standnya, pada
tanggal 1 Juli 200A PT Adil menyewakan ruangannya seluas 50meter persegi kepada Toko
Laris untuk 2 tahun. Uang sewa sebesar Rp15 per meter persegi per bulan, jumlah sewa
untuk 2 tahun 50 x 2 x Rp15 x 12 = Rp18.000. ayat jurnal yang perlu dibuat oleh PT Adil
pada waktu kontrak sewa:

Bank 18.000
Pendapatan diterima dimuka 18.000

Pada akhir taun buku, pendapatan sewa yang sudah berjumlah RP4.500. Dalam hal
ini dari pendapatan sewa diakui bersamaan dengan berlakunya masa sewa. Ayat jurnal
berbunyi:

Pendapatan diterima dimuka 4.500
Pendapatan sewa ruangan 4.500

Apabila pada waktu penandatangan kontrak, jumlah Rp18.000 tadi, dicatat ke dalam
akun pendapatan , maka ayat jurnalnya:

Pendapatan sewa ruangan 13.500
Pendapatan diterima dimuka 13.500

UTANG PAJAK
Perusahaan yang melakukan kegitan operasioanlnya di Indonesia diwawjibkan
untuk menghitung, memotong dan menyetorkan pajak penghasilan yang dikenakan.
Biasanya terdapat selisih waktu antara saat pajak tersebut harus dihitung dan dipotongkan
dengan saat harus disetorkan ke Kas Negara. Selisih waktu ini menimbulkan utang yang
harus dicatat.
Bagian terpenting dari utang pajak adalah pajak penghasilan. Jumlah ini merupakan
pajak yang dikenakan terhadap laba perusahaan setelah dikurangi dengan angsuran pajak,
pembayaran dimuka pajak lainnya serta kredit pajak yang diperkenankan

UTANG JAMINAN
Utang jaminan ialah uang yang diterima perusahaan sebagai jaminan aktiva atau
kegiatan uang dipercayakan kepada pelanggan. Uang jaminan ini akan dikembalikan
apabila aktiva juga dikembalikan.

UTANG KEPADA PEMEGANH SAHAM ATAU AFILIASI
Utang kepada pemegang sahampada umumnya berasal dari pinjaman yang
diberikan oleh pemegang saham diluar setoran modal.
Utang kepada perusahaan afiliasi dapat berasal dari pinjaman atau dari transaksi
lain pada barang atau jasa. Merupakan kewajiban lancar tergantung pada waktu
pengembaliannya.

LATIHAN
1. Pada tanggal 30 Des 200A, suatu perusahaan membeli barang dagang seharga Rp
50.000 dengan syarat franco gudang. Barang diterima pada tanggal 4 Jan 200B,
tetapi faktur penagihan dari supplier telah diterima dan dicatat pada tanggal 31 Des
200A. buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 Des 200A!
apabila syarat pembelian adalah loko gudang bagaimana jurnal penyesuaian yagn
perlu dibuat!
2. Pada tanggal 1 Maret 200A sebuah perusahaan menerima uang sewa tahunan
sebsar Rp15.000. Bagaimana jurnal penyesuaian yang perlu dibuat pada tanggal 31
Desember 200A apabila penerimaan uang tersebut dicatat sebagai a) pendapatan b)
utang. Bagaimana jurnal balik yang perlu dibuat pada tanggal 1 Jan 200B?
3. Dibawah ini adalah beberapa transaksi yang terjadi di PT Mekar Sari selama tahun
200A:
a. Tanggal 12 Maret 200A: membeli barang dagang dengan syarat 2/10, n/30 dari
Firma Akur, seharga Rp1.200
b. Tanggal 22 Maret 200A: membayar Firma Akur untuk tagihan tanggal 12 Maret
200A
c. Tanggal 10 April 200A: membeli barang dagang dengan syarat 2/10, n/30 dari
CV Megah, seharga Rp1.500 untuk mengganti utangnya yang telah jatuh tempo
d. Tanggal 10 Mei 200A: menarik wesel, berjangka waktu 30 hari dan berbunga 8%
sebesar Rp1.500 untuk mengganti utangnya yang telah jatuh tempo
e. Tanggal 9 Juni 200A: membayar wesel yang ditarik pada tanggal 10 Mei 200A
f. Tanggal 12 Juni 200A: menarik wesel tak berbunga berjangka waktu 60 Hari
sebesar Rp12.000 kepada bank dan bank mendiskontokan wesel ini dengan
bunga 24%
g. Tanggal 8 Agustus 200A: meminjam Rp5.000 dari Bank Dana Indonesia dengan
menarik wesel berbunga 24% berjangka waktu 60 hari
h. Tanggal 11 Agustus 200A: membayar Bank (tgl 12 Jun 200A) atas wesel yang
ditariknya
i. Tanggal 7 Okt 200A: membayar bunga yang telah jatuh tempo atas wesel yang
ditarik untuk Bank Dana Indonesia dan memperbaharui wesel dengan menarik
weesl berbunga 27% berjangka waktu 30 hari sebesar Rp5.000
j. Tanggal 6 Nov 200A: membayar wesel yang ditarik untuk Bank Dana Indonesia
pada 7 Okt 200A
k. Tanggal 12 Des 200A: membeli barang dagang kepada Firma Akur dengan syarat
2/10, n/30 seharga Rp2.500
l. Tanggal 13 Des 200A: membeli barang dagang kepada CV Megah seharga
Rp2.000 dan untuk itu menarik wesel berbunga 27% berjangka waktu 30 hari
m. Tanggal 15 Des 200A: meminjam kepada Bank Dana Indonesia sebesar
Rp10.000 untuk ini PT Mekar Sari menarik wesel tak berbunga berjangka waktu
60 hari. Bank mendiskontokan pinjaman ini dengan tingkat bunga 24%
n. Tanggal 30 Des 200A: membeli barang dagang kepada Firma Akur dengan syarat
2/10, n/30, franco gudang. Barang diterima pada tangga 2 Jan 200B tetapi faktur
tagihannya telah diterima dan dicatat pada tanggal 31 Des 200A
o. Tanggal 30 Des 200A: taksiran pajak penghasilan yang masih harus dibayar
untuk tahun 200A adalah Rp15.000

Soal:
a. Catatlah transaksi dalam bentuk jurnal umum
b. Jurnal penyesuaian
c. Buat klasifikasi utang yang ada di neraca
d. Buat jurnal pembalik yang diperlukan
























BAB 21
UTANG OBLIGASI

PENGERTIAN
Obligasi merupakan surat perjanjian pengakuan utang atas pinjaman yang
dilakukan emiten kepada masyarakat dengan jangka waktu minimal 3 tahun. Emiten
adalah pihak yang mengeluarkan obligasi.
Obligasi dapat digolongkan menjadi bermacam-macam jenis, berdasarkan
pengalihannya menjadi 2, obligasi atas unjuk (bearer bonds) dan atas nama (registered
bonds). Obligasi atas unjuk tidak mencantumkan nama pihak yang memberikan pinjaman.
Bunga obligasi dapat dinyatakan dalam tingkat bunga yang tetap atau berubah-
ubah. Obligasi berbunga tidak tetap dapat berupa obligasi berbunga mengambang atau
pbligasi indeks pendapatan. Pengkaitan tingkat bunga dan nilai nominal juga dapat
dilakukan terhadap inflasi. Dilihat jangka waktunya, obligasi dapat dibedakan menjadi
obligasi berjangka waktu tetap dan obligasi tanpa jangka waktu.
Surat perjanjian utang pada umumnya akan memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Nilai obligasi yang dikeluarkan serta nilai nominal tiap-tiap lembar.
2. Bunga yang akan diberikan serta tanggal0tanggal pembayarannya. Bunga dapat
dibayar tahunan atau setengah tahun.
3. Jangka waktu pelunasan. Obligasi pada umumnya dikeluarkan untuk jangka
waktu yang relative panjang. Pelunasan dapat dilakukan sekaligus pada saat
jatuh tempo yang telah ditetapkan atau dalam suatu seri.
4. Jaminan yang diberikan perusahaan utnuk pinjaman obligasi ini. Jaminan dapat
berupa aktiva tertentu, missal tanah, gedung dan mesin atau seluruh asset
perusahaan.
5. Ketentuan tentang penarikan kembali (call provision). Kadang-kadang dalam
surat perjanjian disebutkan bahwa perusahaan dapat menarik kembali obligasi
yang telah dikeluarkan pada harga tertentu. Biasanya harga penarikan (call
price) ditetapkan lebih tinggi daripada nilai nominal obligasi.
6. Ketentuan tentang pembentukan dana pelunasan obligasi (bond sinking fund)
dan cadangan pelunasan obligasi.

AGIO DAN DISAGIO
Jika obligasi dijual / ditempatkan di bawah nilai nominal, mengakibatkan timbulnya
Disagio obligasi (disconto / discount). Disagio tersebut bukanlah menjadi kerugian atau
biaya pada periode penempatan obligasi, tetapi harus dianggap sebagai kerugian / biaya
selama umur obligasi.Maka setiap akhir periode akuntansi ataupun setiap tanggal kupon,
disagio obligasi tersebut harus diamortisasi.
Agio obligasi atau premium, jangan dianggap sebagaikeuntungan pada periode
obligasi, tetapi merupakan pengurangan pembayaran bunga obligasi selama umur obligasi.

Maka setiap akhir periode akuntansi ataupun setiap tanggal kupon, agio obligasi juga harus
diamortisasi. Amortisasi dapat dilakukan atau dihitung dengan 2 metode, yaitu : 1. Metode
garis lurus 2. Metode bunga efektif

PENGELUARAN OBLIGASI
Obligasi dapat dijual pada nilai nominal, dengan agio atau disagio. Nilai nominal,
anggaplah bahwa pada tanggal 1 Des 200A PT Perkasa mengeluarkan obligasi sebanyak 10
lembar dengan nilai nominal Rp10.000 per lembar. obligasi ini berjangka waktu 5 tahun
dengan tingkat bunga kupon 16% setahun. Bunga dibayar setiap setahun sekali pada tiap
tanggal 1 Des. Obligasi tersebut dijual pada nilai nominalnyan dengan kurs jual 100 artinya
100% dari nilai nominal. Ayat jurnal berbunyi:

Bank 100.000
Utang obligasi 100.000

Tiap tanggal 1 Des, saat melakukan pembayaran bunga :

Beban bunga 16.000
Bank 16.000

Beban bunga dihitung sebsar tingkat bunga dikalikan dengan jumlah obligasi yang
masih beredar. Pada tanggal 31 Des 200A, dibuat jurnal penyesuaian untuk bunga yang
terhutang dari 1-31 Des 200A :

beban bunga 1.333,33
utang bunga 1.333,33

perhitungan bunga:
bunga = nilai nominal x tingkat tahunan x masa bunga/masa satu tahun

Disagio, anggap lah sekarang bahwa obligasi tadi dapat dijual dengan kurs 93
atau Rp9.375. Disagio untuk pengeluaran obligasi ini adalah Rp625 per lembar atau
Rp6.250 untuk seluruh pengeluaran. Ayat jurnal :

Bank 93.750
Disagio obligasi 6.250
Utang obligasi 100.000

Agio, anggaplah bahwa pada akhirnya obligasi tadi dijual dengan kurs 106 7/8 ataau
Rp10.687,50). Agio openjualan obligasi ini dengan demikian adalah Rp687,50 per lembar.
ayat jurnal:

Bank 106.875
Utang obligasi 100.000
Agio obligasi 687.5

PENYAJIAN DALAM NERACA
Utang dalam obligasi pda umunya disajikan sebagai kewajiban jangka panjang. Agio
atau disagio dicatat dalam akun terpisah, agio obligasi sebagai penambah saldi utang
obligasi sedangkan disagio obligasi disajikan sebagai pengurangan kewajiban jangka
panjang. Dalam neraca jika terdapat agio atau disagio itunjukkan jumlah netonya.
Laporan keuangan harus dapat memberikan keterangan yang jelas tentang sifat dan
nilai jaminan yang digunakan untuk mendukung utang yang bersangkutan. Jumlah lembar
obligasi yang dikeluarkan, tingkat bunga dan jangka waktu pelunasan, ketentuan-
ketentuan penting lain yang mengikat. Demikian juga halnya apabila perjanjian utang
tersebut mensyaratkan adanya penyisihan suatu aktiva tertentuuntuk pelunasannya.
Pembatasan deviden merupakan salah satu ketentuan dalam surat perjanjian utang yang
bertujuan untuk memastikan bahwa obligasi akan dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
Ketentuan mengenai pemabatasan deviden dialkukan dengan mencadangkan laba ditahan.

DANA PELUNASAN OBLIGASI
Dalam surat perjanjian utang biasanya disebutkan bahwa perusahaan harus
menyisihkan suatu dana yang nantinya digunakan untuk melunasi obligasi saat jatuh
tempo. Dalam keadaan demikian, perusahaan harus menyetorkan uang secara berkala
untuk dana ini. Ayat jurnal yang berlaku:

Dana pelunasan obligasi-kas 10.000
Bank 10.000

Apabila dana ini ditanamkan dalam deposito, maka jurnalnya:

Dana pelunasan obligasi-investasi 50.000
Dana pelunasan obligasi-kas 50.000

Pendapatan yang diperoleh dari investasi dicatat sebagai berikut:

Dana pelunasan obligasi-kas 2.000
Pendapatan dana pelunasan obligasi 2.000
Apabila saldo akun dana pelunasan obligasi lebih besar dari saldo utang obligasi,
selisihnya dikembalikan ke kas perusahaan, jika selisih lebih kecil kas perusahaan
menutupnya.

PENARIKAN OBLIGASI
Harga penarikan sudah ditetapkan dan biasanya leibih tinggi dari nominal. Pada
umumnya dorongan untuk menarik kembali adalah menurunnya tingkat bunga. Apabila
penarikan lebih kecil daripoada niali buku, akan timbul keuntungan, begitu sebaliknya.
Untuk menggambarkannnya, perusahaan megeluarkan obligasi dengan jumlah nilai
nominalnya Rp100.000. Pada tanggal 1 Des 200D agio yang belum diamiortisasikan
bersaldo Rp 4.654,75. Perusahaan mempunyai hak untk menarik kembali obligasi tadi
dengan kurs 105. Ayat jurnalnya:

Utang obligasi 100.000
Agio obligasi 4.654,75
Rugi karena penarikan kembali 345.25
Bank 105.000,00

LATIHAN SOAL
1. Suatu obligasi sebanyak 1.000lembar dengan nilai nominal Rp100, berjangka waktu
5 tahun dan tingkat bunga 18% hanya dapat dijual dengan harga Rp 91,67 per
lembar. tingkat bunga efektif di pasar adalah 20%. Buatlah jadwal amortisasi
disagio obligasi dengan cara a) garis lurus b) bunga. Buatalah juga ayat jurnal yang
diperlukan.
2. Anggaplah soal diatas, obligasi yang bersangkutan dapat dijual dengan harga
Rp109,70 per lembar dan tingkat bunga efektif 16%. Buatlah jadwal amortisasi
disagio obligasi dengan cara a) garis lurus b) bunga. Buatlah juga ayat jurnal yang
diperlukan.
3. Catatlah transaksi berikut dalam jurnal umum:
a. Mengeluarkan 1000 lembar obligasi bernilai nominal Rp1.000 dan tingkat bunga
18% dengan kurs 100. Bayar tunai
b. Mengeluarkan 1500 lembar obligasi bernilai nominal Rp1.000 dan tingkat bunga
18% dengan kurs 125. Bayar tunai
c. Mengeluarkan 2000 lembar obligasi bernilai nominal Rp1.000 dan tingkat bunga
18% dengan kurs 93 3/4. Bayar tunai





BAB 22
PERSEKUTUAN (PENDIRIAN DAN PEMBAGIAN LABA)

PENGERTIAN
Dalam arti luas, persekutuan tidak terbatas pda perikatan yang bertujuan
menjalankan perusahaan saja. Suatu persekutuan dianggap menjalankan perusahaan bila
persekutuan tadi bertindak keluar terhadap pihak ketiga dengan terang-terangan dan terus
mencari laba. Bertindak keluar dengan terang-terangan terjadi bila sekutu (partner) yang
bertindak keluar memberitahukan kepada pihak ketiga bahwa tindakanya atas nama
persekutuannya dan dapat membuktikan bahwa persekutuan itu memang benar-benar
ada.
Persekutuan yang menjalankan perusahaan pada umumnya berbentuk firma atau
persekutuan komanditer. Walaupun demikian, persekutuan yang menjalankan perusahaan
tidak hanya terbatas pada dua bentuk diatas. Firma ialah persekutuan yang didirikan untuk
menjalankan perusahaan dengan nama bersama-sama. Persekutuan komanditer (CV)
adalah firma yang mempunyai satu atau lebih sekutu komandier yang hanya menyediakan
uang, barang atau tenaga sebagai setoran modal. Mereka tidak ikut campur dalam
kepengurusan.

PENDIRIAN
Akte pendirian yang dibuat di depan notaris tidak diwajibkandalam pendirian suatu
persekutuan. Tetapi, berdasarkan pengamatan semua firma di Indonesia didirikan dengan
akte notaris. Akte pendirian harus didaftarkan ke pengadilan negeri kemudian diumumkan
dalam lembaran berita Negara. Akte pendirian pada umumnya memuat:
a. Nama lengkap, pekerjaan dan tempat tinggal
b. Nama persekutuan
c. Tujuan persekutuan
d. Saat mulai dan berakhirnya persekutuan
e. Setoran modal tiap sekutu
f. Pembagian laba
g. Hal-hal dan klausula mengenai hak pihak ketiga para sekutu

TANGGUNG JAWAB SEKUTU
Tiap-tiap sekutu bertanggun jawab secara pribadi terhadap semua perikatan
persekutuan, meskipun perikatan tersebut dibuat oleh sekutu lain. Tanggung jawab secara
pribadi ini juga meliputi perikatan yang timbul karena perbuatan melawan hukum.
Pengecualian terhadap tanggung jawab renteng diberikan kepada sekutu komanditer.
Suatu persekutuan dapat memiliki kekayaan sendiri. Kekayaan ini dimiliki bersama
para sekutu. Besarnya hak para sekutu terhadap keakayaan persekutuan ditunjukkan oleh
saldo dalam pembukuan persekutuan. Lain dengan perseroan terbatas, pemilikan dalam
persekutuan biasanya dibuktikan dengan akte pendirian. Pemilikan dalam perseroan
terbatas dibuktikan oleh surat-surat saham.

SETORAN MODAL
Setoran modal oleh sekutu dapat berupa uang, aktiva lain atau tenaga kerja. Untuk
menggambarkan hal ini, anggaplah bahwa pada tanggal 28 Mei 1981 Rofil dan Winarni
sepakat mendirikan perusahaan, mereka setuju setoran modal Rofil berbentuk aktiva dan
kewaiban perusahaannya yang telah berjalan dan berbentuk perseorangan.

Saldo Menurut Jumlah yang
Buku Besar disetujui sebagai
Rofil modal persekutuan
jenis aktiva dan kewajiban D (K) D (K)
Piutang dagang 20,000 14,000
Persediaan 30,000 13,500
Tanah 10,000 20,000
Gedung 30,000 25,000
Akumulasi Penyusutan (7,500) -
Total Aktiva 82,500 72,500
Utang dagang (12,500) (12,500)
Modal rofil 70,000 60,000



Selanjutnya disetujui Winarni akan membayar Rp30.000 untuk setoran modalnya.
Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat setoran modal ini adalah:

Bank 30.000
Modal Winarni 30.000

Piutang dagang 14.000
Persediaan 13.500
Tanah 20.000
Gedung 25.000
Utang dagang 12.500
Modal Rofil 60.000

Perhatikan ayat jurnal yang mencatat setoran modal ROfil. Nilai aktiva yang
dimasukkan sebagi setoran modal persekutuan adalh nilai yang disetujui semua sekutu.
Nilai ini tidak harus sama dengan nilai yang tercantum dalam pembukuan Rofil. Jadi
apabila setoran dilakukan dengan aktiva bukan kas, maka jumlah yang dianggap sebagai
setoran modal adalah jumlah yang disetujui semua sekutu setelah dinilai kembali.
Bentuk lain setoran modal, berupa tenaga kerja berarto sekutu yang bersangkutan
tidak menyetor apa-apa selain tenaganya, ini dikarenaka sekutu ini memiliki kelebihan
pribadi mampu mengelola atau relasi yang banyak.

PEMBAGIAN LABA
Ketentuan pembagian laba atau rugi ditetapkan sendiri oleh para sekutu. Aturan
tentang cara pembagian lba ini biasanya dicantumkan dalam akte pendirian.
Kalau akte pendirian tidak mencantumkan aturan tentang tat cara pembagian laba
tau rugi. Dalam hal ini demikian pembagian laba atau rugi harus dilakukan berdasarkan
perbandingan modal. Jika hal ini dilakukan, setoran modal bentuk tenaga kerja dinilai sama
dengan setoran dalam bentuk benda yang terkecil.
Beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan pembagian laba atau
rugi persekutuan:
1. Waktu dan tenaga yang dicurahkan oleh masing-masing sekutu
2. Jumlah investas yang ditanamkan oleh masing-masing sekutu
3. Kelebihan-kelebihan tertentu yang dimiliki oleh masing-masing sekutu dalam
memajukan perusahaan.
Faktor faktor tersebut di dalam aturan pembagian laba atau rugi persekutuan
dapat dicerminkan:
1. Perbdeaan presntase bagian laba/rugi yang diterima oleh kepada setiap sekutu.
2. Perbedaan dalam pemberian tunjangan untuk gaji atau bonus kepada masing-
masing sekutu.
3. Pemberian bunga terhadap modal yang disetor oleh para sekutu.

Pembagian laba/rugi persekutuan didasarkan atas aturan-aturan sebagai berikut

Perbandingan ditetapkan. Anggaplah Firma Antono Bersaudara selama tahun
200A memperoleh laba sebesar Rp100.000. Akun modal Antono, Kholid dan Edi,
pemilik firma, pada tanggal 31 Des 200A,
Modal Antono
1/01/200A saldo awal 20,000
Modal Kholid
1/01/200A saldo awal 10,000
18/04/200A investasi 20,000
Modal Edi
1/01/200A saldo awal 20,000
18/04/200A investasi 30,000


Selama tahun 200A para sekutu tidak mengambil prive. Mereka sepakat laba/rugi
diabgi menurut perbandingan 4:3:3. Dengan ketentuan laba firma Antono
Bersaudara Rp100.000, sebagai berikut:
Bagian laba Antono = 4/10 x Rp100.000 = Rp40.000
Bagian laba Kholid = 3/10 x Rp100.000 = Rp30.000
Bagian laba Edi = 3/10 x Rp100.000 = Rp30.000

Ayat jurnal:

Ikhtisar L/R 100.000
Modal Antono 40.000
Modal Kholid 30.000
Modal Edi 30.000

Perbandingan modal, Apabila disetujui bahwa pembagian laba (rugi) dilakukan
sesuai dengan perbandingan penyertaan modal dari masing-masing anggota. Dalam
hal ini ada 3 kemungkinan yang bisa ditempuh, yaitu :
a. Sesuai dengan dengan perbandingan modal awal, apabila keuntungan dibagi
sesuai dengan perbandingan modal awal, maka jurnal untuk mencatat
pembagian laba itu adalah sebagai berikut :
Modal Rasio Hak atas laba rugi



Apabila dalam perjanjian persekutuan tidak mengatur mengenai laba rugi
perusahaan, maka laba rugi dibagi kepada anggota persekutuan dalam
perbandingan yang sama. Akan tetapi para anggota persekutuan dapat membuat
persetujuan pembagian laba yang dianggap sesuai dengan kontribusi masing-
masing anggota. Berbagai macam cara pembagian laba rugi :
1. Dibagia sama
2. Dengan perbandingan atas dasar perjanjian
3. Dengan perbandingan penyertaan modal
4. Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing-masing anggota, selebihnya
dibagi atas dasar perjanjian.
5. Mula-mula diberikan gaji sebagai pemilik dan bonus kepada anggota yang
aktif, sisanya dibagi atas dasar perjanjian.
Contoh:
Tuan F, G dan H mendirikan persekutuan dengan modal awal Rp 300.000,00, Rp
400.000,00 dan Rp 500.000,00. Pada tahun 1980 mendapat keuntungan Rp 150.000,00.
1. Apabila disetujui laba (rugi) yang diperoleh dibagi sama, maka jurnal untuk mencatat
pembagian laba sebesar Rp. 150.000 pada tahun 1980 adalah sebagai berikut :
Rugi & laba Rp 150.000
F
G
H
Rp 300.000
Rp 400.000
Rp 500.000
3/12
4/12
5/12
Rp 37.500
Rp 50.000
Rp 62.500
Rp 1.200.000 12/12 Rp 150.000
Pribadi F Rp 50.000
Pribadi G Rp 50.000
Pribadi H Rp 50.000
2. Apabila disetujui pembagianlaba/rugi dilakukan dengan suatu perbandingan sebagai
berikut :
Tuan F : G : H = 3 : 5 : 7
F =3/15 X Rp 150.000 = Rp 30.000
G =5/15 X Rp 150.000 = Rp 50.000
H =7/15 X Rp 150.000 = Rp 70.000
Rugi & laba Rp 150.000
Pribadi F Rp 30.000
Pribadi G Rp 50.000
Pribadi H Rp 70.000
3. Apabila disetujui bahwa pembagian laba (rugi) dilakukan sesuai dengan
perbandingan penyertaan modal dari masing-masing anggota. Dalam hal ini ada 3
kemungkinan yang bisa ditempuh, yaitu :
Sesuai dengan dengan perbandingan modal awal, apabila keuntungan dibagi sesuai
dengan perbandingan modal awal, maka jurnal untuk mencatat pembagian laba itu
adalah sebagai berikut :
Modal Rasio Hak atas laba rugi
F Rp 300.000 3/12 Rp 37.500
G
H
Rp 400.000
Rp 500.000
4/12
5/12
Rp 50.000
Rp 62.500
Rp 1.200.000 12/12 Rp 150.000
Rugi & laba Rp 150.000
Pribadi F Rp 37.500
Pribadi G Rp 50.000
Pribadi H Rp 62.500



Apabila laba (rugi) dibagi sesuai dengan perbandingan modal akhir, maka jurnal
pembagian laba itu adalah sebagai berikut :








Rugi & laba Rp. 150.000
Pribadi F Rp. 40.000
Pribadi G Rp. 50.000
nama
Anggota
Saldo Modal
Akhir tahun
Ratio Pembagian
Laba
Hak Atas
Laba (rugi)
F 400.000 4/15 40.000
G 500.000 5/15 50.000
H 600.000 6/15 60.000
Jumlah 1.500.000 15/15 150.000
Pribadi H Rp. 60.000

Apabila laba (rugi) dibagi sesuai dengan perbandingan modal rata-rata tahunan,
maka jurnalnya adalah :
Nama
Anggota
Tanggal
Mutasi
Jumlah
D
Mutasi
K
Saldo
Modal
Jangka
waktu Tiap
Bagian
modal
Jumlah Modal
dalam jangka
waktu yang
bersangkutan
F 2 Jan - 300.000 300.000 3 bulan 900.000
1 Apr - 100.000 400.000 9 bulan 3.600.000
12 bulan 4.500.000
G 2 Jan - 400.000 400.000 5 bulan 2.000.000
1 Juni - 100.000 500.000 7 bulan 3.500.000
12 bulan 5.500.000
H 2 Jan - 500.000 500.000 3 bulan 1.500.000
1 Apr - 875.000 1.375.000 4 bulan 5.500.000
1 Agst 775.000 - 600.000 5 bulan 3.000.000
12 bulan 10.000.000





Bunga modal, Apabila pembagian laba (rugi) dilakukan dengan memperhitungkan
bunga modal untuk masing-masing penyertaan dan sisanya dibagi dengan
perbandingan F:G:H = 2:2:1. Bunga modal ditentukan sebesar 6 % setahun dari
modal rata-rata.

Gaji sekutu, Gaji dibayarkan kepada sekutu seringkali termasuk didalam
rencana distribusi laba untuk mengakui dan memberikan kompensasi atas
perbedaan jasa yang diberikan kepada masing-masing sekutu. Misalnya pada contoh
6 diatas, persekutuan memberikan gaji kepada Rama sebesar Rp 2.000.000, sisanya
dibagikan dengan perbandingan 40 : 60.
Perhitungan :

Keterangan Rama Shinta Total

Laba bersih 10.000.000

Gaji 2.000.000 (2.000.000)

Sisa Laba 8.000.000

Perbandingan 40 : 60 3.200.000 4.800.000 ( 8.000.000 )

TOTAL 5.200.000 4.800.000 -0-

Jurnal :

Iktisar laba rugi Rp 10.000.000

Modal Rama Rp 5.200.000

Modal Shinta Rp 4.800.000

PEMBAGIAN RUGI
Setelah dikurangi tunjangan-tunjangan untuk gaji dan bunga modal laba bersih
bersaldo negative, maka saldo negative ini juga dibagikan kepad masing masing sekutu
menurut perbandingan pembagian laba, berikut perhitungannya :
a b c Total
Gaji xxx xxx xxx xxx
Bunga modal xxx xxx xxx xxx
Sub total xxx xxx xxx xxx
Pembagian rugi xxx xxx xxx xxx
yang tersisa (xxx) (xxx) (xxx) xxx
Total xxx xxx xxx xxx
nama para sekutu

Ayat jurnal yang dibuat:
Ikhtisar laba rugi xxx
Modal a xxx
Modal b xxx
Modal c xxx
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Laporan Perubahan Modal
a b c Total
Modal awal xxx xxx xxx xxx
Tambahan investasi xxx xxx xxx xxx
Laba bersih xxx xxx xxx xxx
Penarikan prive (xxx) (xxx) (xxx) (xxx)
Modal akhir xxx xxx xxx xxx


LATIHAN SOAL
1. Tuan Seman dan Tuan Mingan sepakat membentuk sebuah persekutuan. Tn Seman
akan menanamkan uang tunai sebesar Rp10.000 dan tanah yang dulu dibeli
Rp10.000, sekarang bernilai Rp15.000. Tn Mingan akan menanamkan aktiva-aktiva:
Kas 5,000
Piutang 10,000
Penyisihan piutang tak tertagih 1,000
Tanah 15,000
Gedung 60,000
Akm penyusutan 14,000
Modal Tn Mingan 75,000
90,000 90,000

Disepakati bahwa piutang yang akan dapat ditagih berjumlah Rp5.000 dan gedung
dinilai Rp50.000. tanah sebesar Rp20.000. buatlah ayat jurnal untuk mencatat
persekutuan tersebut!
2. Akte pendirian Firma Rudi & Co menyebutkan bahwa laba atau rugi persekutuan
akan dibagi antara sekutu dengan perbandingan 2:8. Selama tahun 200A
persekutuan ini memperoleh laba Rp60.000. berapa laba untuk rudi dan koesnadi?
Buatlah jurnal yang diperlukan untuk menutup laba rugi?
3. Anggap ;ah nahwa soal diatas laba atau ruginya dibagi berdasarkan perbandingan
saldo modal para sekutu dan akun modal masing-masing sekutu menunjukkan hal
berikut:
1/9/200A Prive 5,000 1/1/200A Saldo Awal 20,000
1/22/200A investasi 10,000
1/9/200A Prive 5,000 1/1/200A Saldo Awal 30,000
Modal Rudi
Modal Koesnadi

Berapa bagian laba masing-masing sekutu dan bagaimana ayat jurnal yang perlu
dibuat untuk menutup akun laba rugi dibagi berdasarkan perbandingan: a) saldo
modal awal; saldo modal akhir; c) modal rata-rata
4. Akun modal Firma Andini & CO
1/1/200A Saldo Awal 50,000
1/7/200A investasi 50,000
1/1/200A Saldo Awal 80,000
1/7/200A 20,000
Modal Andini
Modal Anggraini

Selama tahun 200A perusahaan memperoleh laba sebesar Rp200.000. Laba atau
Rugi persekutuan dibagi menurut ketentuan sebagai berikut:
a. Bunga modal terhadap saldo modal rata-rata sebesar 15%
b. Gaji yang diberikan ke masing-masing sekutu Rp1.500 per bulan kepada andini
dan Rp1.000 untuk Anggraini
c. Laba/Rugi yang masih sisa dibagi sama rata antara sekutu
Berapa bagian laba yang diterima Andini dan Anggraini? Bagaimana ayat jurnal
yang dibuat untuk menutup akun laba rugi kea kun modal sekutu? Buatlah laporan
perubahan modal!
5. Anggaplah soal diatas menderita rugi sebesar Rp100.000. Bagaimana ayat jurnal
yang perlu dibuat untuk menutup akun laba rugi ke akun modal?
6. Anggaplah bahwa Firma Andini & Co mendapat laba sebesar Rp200.000 tadi adalah
laba sebelum pajak dan tariff pajak penghasilan yang dikenakan sebsear 35%.
Dalam laporan laba rugi gaji para sekutu belum dimasukkan. Berapa bagian laba
masing-masing sekutu apabila: a) gaji dan bunga modal sekutu dianggap sebagai
pembagian laba; b) gaji dan bunga modal sekutu dianggao sebagai beban.




















BAB 23
PERSEKUTUAN (PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI)
PEMBUBARAN
Persekutuan merupakan bentuk perusahaan yang mudah bubar, ini dapat
mengakibatkan bubarnya suatu persekutuan:
1. Lampaunya waktu untuk mana persekutuan didirikan
2. Musnahnya barang atau telah diselesaikannya usaha yang menjadi pokok
persekutuan
3. Kehendak dari seseorang atau beberapa sekutu
4. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau dinyatakan pailit
Jika pendirian persekutuan telah habis masa perjanjiannya dan ingin
memperpanjang harus dilakukan perjanjian baru. Demikian juga bila tujuan didirikannya
persekutuan telah dengan tegas disebutkan dalam akte pendirian. Apabila tujuan telah
dicapai, otomatis persekutuan dianggap bubar secara hukum. Perpanjangan hanya dapat
dialkukan dengan mendirikan persekutuan baru.
Bubarnya persekutuan tidak harus berarti berhentinya kegiatan. Pembubaran
berhubungan dengan hukum, sedang penghentian kegiatan dan penutupan perusahaan
disebut likuidasi. Pengaruh pembubaran terhadap catatan akuntansi, baru akan muncul
apabila aterjadi perubahan kepemilikan. Hal ini dapat terjadi dalam bentuk: masuknya
sekutu baru, pengunduran diri salah satu atau beberapa sekutu.

PEMBELIAN HAK PEMILIKAN
Pemilikan dalam persekutuan akan berubah bila ada sekutu baru yang masuk. Hal
ini dapat dilakukan dengan cara:
1. Sekutu baru membeli sebagian hak pemilikan sekutu lama
2. Sekutu baru menanamkan modalnya dalam persekutuan dan untuk itu diberi
sebagian hak kepemilikan.
Apabila salah seorang sekutu menjual sebagian atau seluruh hak kepemilikannya
kepada orang lain, maka transaksi ini sebenarnya merupakan transaksi antara kedua orang
tersebut secara pribadi. Persekutuan tidak mengetahui uang yang dibayarkan atau aktiva
yang masuk kedalam persekutuan. Uang atau aktiva tadi diterima oleh sekutu yang menjual
hak pemilikannya. Satu-satunya kenyataan yang harus dicatat oleh persekutuan bahwa
nama pemiliknya sudah berubah.
Untuk menggambarkan keadaan ini, anggaplah bahwa pada tanggal 4 Jan 200A
Jeffry membeli seperempat hak kepemilikan Firma Tetap Segar. Saldo akun modal Tukiman
dan Wardoyo pada tanggal tersebut adalah Rp40.000 dan Rp60.000. Hak ini dijual dengan
harag Rp50.000. Ayat jurnal yang harus dibuat Firma Tetap Segar untuk mencatat
transaksi ini adalah sbb:

Modal Tukiman 10.000
Modal Wardoyo 15.000
Modal Jeffry 25.000

Bagi persekutuan yang perlu dicatat adalah pemindahan seperempat hak Tukiman
dan Wardoyo menjadi Hak Jeffry. Ini tidak berpengaruh terhadap persekutuan. Jumlah
tersebut diterima langsung oleh TUkiman dan Wardoyo dan menjadi hak pribadinya. Saldo
masing-masing sekutu sebelum dan setelah transaksi pembelian serta presentase hak
pemilikannya tampak seperti terlihat di bawah ini:
Saldo Modal Presentase Saldo Modal Presentase
Tukiman 40,000 40% 30,000 30%
Wardoyo 60,000 60% 45,000 45%
Jeffry - - 25,000 25%
Total 100,000 100% 100,000 100%
Sebelum Pembelian Sesudah Pembelian
Sekutu


PENYETORAN DALAM PERSEKUTUAN
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan apabila masuknya sekutu baru
dilakukan dengan memasukkan suatu aktiva ke dalam persekutuan:
1. Masuknya sekutu baru kadang mengharuskan adanya penilaian kembali aktiva
persekutuan maupun aktiva sekutu baru yang digunakan sebagai setoran modal.
2. Hak pemilikan yang diberikan kepada sekutu baru mungkin tidak sama dengan
jumlah modal yang ditanamkan. Dalam hal ini demikian akan muncul masalah
bonus dan goodwill.
Penilaian Kembali Aktiva, untuk menggambarkan pencatatan penilaian kembali
aktiva persekutuan ini anggaplah pada tanggal 4 Jan 200A, para sekutu Firma Akur yang
terdiri dari Slamet dan Rudi, telah menyetujui masuknya Maman sebagai sekutu baru.
Kecuali tanah, semua aktiva dan kewajiban yang terdapat dalam catatan persekutuan
diterima oleh semua pihak sebagai nilai yang akan dicantumkan dalam persekutuan baru.
Saldo akun tanah pada tanggal 1 Jan 200A adalah Rp5.000. Para sekutu sepakat
untuk menilai kembali tanah ini dengan harga Rp15.000. Saldo akun Modal Rudi dan
Slamet pada tanggal itu adalah Rp44.000 dan Rp26.000. untuk perbandingan pembagian
laba rugi sebesar 2:3. Penilaian kembali atas tanah sebelum Maman masuk:

Tanah 10.000
Modal Slamet 4.000
Modal Rudi 6.000

Setelah ayat jurnal diatas saldo akun Modal Slamet dan Rudi sebesar Rp30.000 dan
Rp50.000. Apabila sekutu baru juga memasukkan aktiva bukan kas, maka aktiva ini juga
harus dinilai kembali. Sebagai contoh, Maman menyetor Rp20.000 dan untuk memperoleh
hak pemilikan sebesar 20%. Ayat jurnal yang perlu dibuat:
Bank 20.000
Modal Maman 20.000

Saldo modal masing-masing sekutu adalah:
Saldo Modal Presentase Saldo Modal Presentase
Slamet 30,000 38% 30,000 30%
Rudi 50,000 63% 50,000 50%
Maman - - 20,000 20%
Total 80,000 100% 100,000 100%
Sebelum Pembelian Sesudah Pembelian
Sekutu





GOODWILL DAN BONUS
Apabila masuknya sekutu baru disertai pengakuan kelebihan salah satu pihak, maka
akan timbul masalah goodwill atau bonus. Yakni pengakuan adanya kelebiha terhadap
salah satu pihak dalam persekutuan. Namun cara pencatatn kedua hal tersebut berbeda.
Bonus Sekutu Lama, untuk lebih mudah memahami, Maman disetujui untuk masuk
dalam persekutuan dengan menyetorkan uang tunai sebesar Rp20.000 dan memperoleh
hak pemilikan sebesar 12.5% berarti Maman mengakui kelebihan yang terdapat dalam
persekutuan lama. Kelebihan tersebut nilainya berjmlah Rp7.500 dihitung sebagai berikut:
Jumlah modal yang disetor Maman Rp20.000
Nilai kepemilikan yang diperoleh (Rp12.000)
(12.5% x 100.000)
Bonus untuk sekutu lama Rp 7.500
Nilai kelebihan ini menjadi hak sekutu lama dan dialokasikan kepada mereka
berdasarkan perbandingan laba. Dalam, contoh ini Slamet dan Rudi memperoleh:
Slamet = 2/5 x Rp7.500 = Rp3.000
Rudi = 3/5 x Rp7.500 = Rp4.500
Ayat jurnal berbunyi:
Bank 20.000
Modal Slamet 3.000
Modal Rudi 4.500
Modal Maman 12.500

Saldo modal :
Saldo Modal Presentase Saldo Modal Presentase
Slamet 30,000 37.5% 33,000 33.0%
Rudi 50,000 62.5% 54,000 54.5%
Maman - - 12,500 12.5%
Total 80,000 100.0% 100,000 100.0%
Sebelum Pembelian Sesudah Pembelian
Sekutu




Goodwill Sekutu Lama, aktiva berwujud bersih setelah setoran modal Maman
menjadi sebesar Rp100.000. Modal Maman mencerminkan hak Pemilikan sebesar 12.5%,
sehingga total hak kepemiliknannya sebesar 10012.5 x 20.000 = Rp160.000. Beda antara
jumlah ini dengan total aktiva berwujud bersih yang nilai goodwill dan akan dialokasikan
kepada sekutu lama berdasarkan perbandingan pembagian laba. Slamett dan Rudi masing-
masing memperoleh:
Slamet = 2/5 x Rp60.000= Rp24.000
Rudi = 3/5 x Rp60.000= Rp36.000
Ayat jurnalnya:
Bank 20.000
Modal Maman 20.000

Goodwill 60.000
Modal Slamet 24.000
Modal Rudi 36.000
Saldo modal masing masing sekutu:
Saldo Modal Presentase Saldo Modal Presentase
Slamet 30,000 37.5% 54,000 33.75%
Rudi 50,000 62.5% 86,000 53.75%
Maman - - 20,000 12.50%
Total 80,000 100.0% 100,000 100.00%
Sebelum Pembelian Sesudah Pembelian
Sekutu


Bonus Sekutu Baru, dengan contoh yang sama, tetapi disini hak kepemilikan
Maman sebesar 36%. Jelas hak yang diberikan lebih besar daripada persentase modal yang
disetorkan (20%). Perhitungan bonus yang diberikan kepada Maman:
Nilai hak kepemilikn yang diterima Rp36.000
(36% x 100.00)
Jumlah yang disetorkan (Rp20.000)
Bonus untuk sekutu lama Rp16.0000
Alokasi pengurangan juga didasarkan atas perbandingan pembagian laba, sehingga
masing-masing sekutu akan dibebani sebagai berikut:
Slamet = 2/5 x Rp16.000= Rp6.400
Rudi = 3/5 x Rp16.000= Rp9.600
Ayat jurnal yang harus dibuat:
Bank 20.000
Modal Slamet 6.400
Modal Rudi 9.600
Modal Maman 36.000
Saldo modal masing-masing sekutu:
Saldo Modal Presentase Saldo Modal Presentase
Slamet 30,000 37.5% 23,600 23.60%
Rudi 50,000 62.5% 40,400 40.40%
Maman - - 36,000 36.00%
Total 80,000 100.0% 100,000 100.00%
Sebelum Pembelian Sesudah Pembelian
Sekutu


Goodwill Sekutu Baru, apabila penyetoran modal Maman dicatat dengan metode
goodwill maka perhitungannya:
Hak pemilikan Maman yang disetujui 36%
Hak pemilikan Slamet dan Rudi (100%-36%) 64%
Saldo modal slamet dan Rudi sebelum Maman Rp 80.000
Total hak pemilikan=100/64x 80.000 Rp 125.000
Total aktiva berwujud bersih setelah Maman (Rp100.000)
Nilai goodwill Rp 25.000

Ayat jurnal berbunyi:
Bank 20.000
Goodwill 25.000
Modal Maman 45.000




Saldo modal masing-masing sekutu :
Saldo Modal Presentase Saldo Modal Presentase
Slamet 30,000 37.5% 30,000 24.00%
Rudi 50,000 62.5% 50,000 40.00%
Maman - - 45,000 36.00%
Total 80,000 100.0% 125,000 100.00%
Sebelum Pembelian Sesudah Pembelian
Sekutu



PENGUNDURAN DIRI SALAH SATU SEKUTU
Pengunduran diri salah seorang sekutu tidak perlu mengakibtakan berhentinya
kegiatan perusahaan. Sekutu-sekutut yang tinggal dapat meneruskan kegiatan dengan
kewajiban membayar bagian hak kepemilikan sekutu yang mengundurkan diri. Kalau
demikian halnya, maka transaksi ini merupakan transaksi pembelian hak kepemilikan
sekutu. Saldo modal sekutu yang mengundurkan diri dipindahkan ke saldo modal sekutu-
sekutu yang tinggal menurut perbandingan yang telah disetujui.
Jika pembayaran kepada sekutu yang mengundurkan diri dengan aktiva milik
persekutuan, maka aktiva persekutuan harus dinilai terlebih dahulu dan selisih penilaian
kembali (baru) dialokasikan ke saldo tiap tiap sekutu berdasarkan perbandingan yang
telah disetujui.

KEMATIAN SALAH SATU SEKUTU
Untuk kematian salah satu sekutu, hak kepemilikanya dapat diteruskan oleh ahli
warisnya. Apabila ahli waris yang bersangkutan tidk ingin berkecimpung dalam
persekutuan, maka buku persekutuan harus ditutup pada tanggal meninggalnya sekutu
tadi. Laba rugi bersih sampai tanggal tersebut dipindahkan kea kun modal tiap-tiap sekutu,
(ke ahli waris untuk bagian sekutu yang meninggal tadi).

LIKUIDASI
Proses likuidasi terdiri dari:
1. Merealisasikan semua kativa bukan kas menjadi uang tunai .
2. Membayar semua hutang
3. Membagikan sis akas yang tersedia kepada para sekutu yang berhak.

Selama proses realisasi aktiva bukan kas, setiap keuntungan atau kerugian
dialokasikan sesaui perbandingan laba rugi yang telah disepakati.

Keuntungan dalam Realisasi, untuk menggambarkan proses likuidasi, anggaplah
Firma Koko Plus pada tanggal 1 Juli 200A mempunyai neraca sebagai terlihat berikut ini.
Koko, Heri dan Bambang membagi laba (rugi) persekutuan dengan perbandingan 5:3:2,
berikut proses realisasi hasilnya:
Piutang dagang yang dapat ditagih Rp 50.000
Persediaan barang dijual Rp 135.000
Aktiva tetap dijual Rp 60.000
Total realisasi aktiva non kas Rp 245.000

Aktiva
Bank 10,000.00 Rp
Piutang dagang 55,000.00 Rp
Persediaan barang dagang 145,000.00 Rp
Aktiva tetap (netto) 40,000.00 Rp
Total Aktiva 250,000.00 Rp
Kewajiban dan Modal
Utang dagang 25,000.00 Rp
Utang bank 125,000.00 Rp
Modal Koko 50,000.00 Rp
Modal Heri 40,000.00 Rp
Modal Bambang 10,000.00 Rp
Total kewajiban dan modal 250,000.00 Rp
Firma Koko Plus
Neraca 1 Juli 200A







Ayat jurnal yang dibuta untuk setiap tahap likuidasi :
a. Pengihan piutang, rugi Rp5.000
bank 50.000
Modal Koko 2.500
Modal Heri 1.500
Modal Bambang 1.000
Piutang dagang 55.000
b. Penjualan barang dagang, rugi Rp10.000
Bank 135.000
Modal Koko 5.000
Modal Heri 3.000
Modal Bambang 1.000
Persediaan barang dagang 145.000
c. Penjualan aktiva tetap, untung Rp20.000
Bank 60.000
Aktiva tetap (netto) 40.000
Modal Koko 10.000
Modal Heri 6.000
Modal Bambang 4.000
d. Pembayaran utang
Utang dagang 25.000
Utang bank 125.000
Bank 150.000
e. Pembagian sis akas kepada sekutu
Modal Koko 52.500
Modal Heri 41.500
Modal Bambang 11.000
Bank 105.000


Kerugian dalam realisasi, apabila contoh diatas persediaan barang dagan hanya
laku dijual dengan harga Rp110.000 maka secara keseluruhan proses likuidasi
mengahasilkan kerugian bagi persekutuan. Berikut perhitungannya :
Nilai buku aktiva bukan kas Rp240.000
Nilai realisasi aktiva bukan kas
Piutang dagang Rp50.000
Persediaan barang dagang Rp110.000
Aktiva tetap Rp60.000
Rp220.000
Rugi karena realisasi ktiva bukan kas Rp20.000

LATIHAN SOAL
1. Saldo Firma Agung & Co pada tanggal 31 Des 200A adalah sebagai berikut
Modal Agung Rp50.000
Modal Sedayu Rp25.000
Pada tanggal ini Agung dan Sedayu, masing masing menjual modalnya kepada
Titisari dengan harga Rp24.000. Buatlah ayat jurnal untuk transaksi ini. Berapa
modal masing-masing sekutu sebelum dan sesudah masuknya sekutu baru!
2. Salaka dan Sariti adalah sekutu dari Firma Salaka and Associates. Modal mereka
pada tanggal 31 Des 200A masing masing adalah Rp60.000 untuk Salaka dan
Rp40.000 untuk Sariti. Pada tanggal tersebut Suro masuk sebagai sekutu baru
dengan menyetorkan uang tunai sebesar Rp25.000. Untuk itu, ia memperoleh hak
pemilikan sebesar 25%
a. Siapa yang memperoleh bonus atau goodwill dengan masuknya sekutu baru
diatas.
b. Hitunglah besarnya bonus atau goodwill.
c. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi tadi.
3. Neraca saldo perusahaan perseorangan yang dimiliki oleh Rahayu pada tanggal 31
Des 200A adalah sebagai berikut
Kas 5,000.00 Rp
Piutang 20,000.00 Rp
Persediaan barang dagang 30,000.00 Rp
Utang dagang 25,000.00 Rp
Modal Rahayu 30,000.00 Rp
55,000.00 Rp 55,000.00 Rp

Pada tanggal 31 Des 200A, Rahayu sepakat untuk membentuk sebuah persekutuan
dengan Iramawati. Rahayu akan memasukkan aktiva dan utang perusahaanya
sebagai setoran modal. Iramawati menyetorkan uang tunai sebesar Rp25.000.
Penyetoran aktiva dan utang oleh Rahayu disertai ketentuan bahwa piutang dan
persediaan masing masing sebesar Rp5.00 dan Rp10.000 tidak ikut dimasukkan.
a. Berapa setoran modal Rahayu?
b. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat setoran modal masing-masing sekutu.
c. Buatlah neraca awal persekutuan pada tanggal 31 Des 200A
4. Saldo modal Rahmat dan Edi pada tanggal 31 Des 200A adalah Rp30.000 dan
Rp70.00. Pembagian laba rugi Rahmat dan Edi sebelum masuknya sekutu baru
adalah 2:3, Sutrisno disetujui untuk masuk dalam persekutuan dengan memasukkan
uang tunai sebesar Rp25.000. Untuk itu ia memperoleh hak kepemilikan sebesar
15%.
a. Kepada siapa goodwill atau bonus diberikan?
b. Hitung bonus dan goodwill
c. Buat ayat jurnal
5. Neraca CV Bahagia pada tanggal 31 Des 200A adalah sebagai berikut:
Kas dan bank 160,000 Rp Utang Dagang 120,000 Rp
Piutang dagang 240,000 Rp Utang bank 250,000 Rp
Persediaan 120,000 Rp Modal Tirta 200,000 Rp
Aktiva tetap 250,000 Rp Modal Acen 100,000 Rp
Modal Toni 100,000 Rp
Total 770,000 Rp Total 770,000 Rp

Stanley setuju untuk membeli 20% hak pemilikan dalam perusahaan dengan harag
RP100.000. Modal yang disetorkan oleh Stanley ke dalam perusahaan berbentuk:
Kas 50,000 Rp
Piutang dagang 20,000 Rp
Persediaan 30,000 Rp
100,000 Rp

Tirta, Acen dan Toni membagi laba atau rugi perusahaan dengan perbandingan
2:1:1, Anggaplah bahwa hak pemilikanyang dibeli dengan harga Rp100.000 adalah
a) 15%; b) 25%. Diminta: 1) buat ayat jurnal yang diperlukan
6. Saldo-saldo akun di buku besar Firma Lawu pada tanggal 1 Jan 200A sebelum
proses likuidasi tampak sebagai berikut:
Kas 9,000 Rp
Piutang dagang 1,000 Rp
Penyisihan piutang tak tertagih 100 Rp
Persediaan 10,000 Rp
Peralatan 11,000 Rp
Akumulasi penyusutan 8,800 Rp
Utang dagang 2,100 Rp
Modal Aming 5,000 Rp
Modal Surya 5,000 Rp
Modal Sumantri 10,000 Rp

Catatlah transaksi-transaksi berikut dalam bentuk jurnal umum. Para sekutu
membagi laba atau ruigi dengan perbandingan 2:2:6 untuk Aming, Surya dan
Sumantri.
a. Menagih piutang sebesar Rp8000. Sisanya dianggap tidak dapat ditagih.
b. Menjual persediaan dengan hargaRp8.500
c. Menjual peralatan dengan harga RRp3000
d. Membayar semua utang
e. Membayar kepada semua sekutu







BAB 24
PERSEROAN TERBATAS
(PENDIRIAN DAN PENYETORAN MODAL)

PENGERTIAN
Perseroan terbatas (PT) adalah perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-
saham. Tiap persero turut serta dalam peerusahaan dengan memiliki satu atau lebih
saham. Perseroan terbatas dapat digolongkan menjadi dua, yaitu a)perseroan terbatas
tertutup merupakan perseroan yang saham-sahamnya hanya dimiliki oleh beberapa
orang/badan saja; b) perseroan terbuka adalah PT yang saham-sahamnya bisa dimiliki
oleh masyarakat luas bisa disebut go public.
Kepemilikan dalam PT ditunjukkan oleh besar saham kepemelikan pada perusahaan
tersebut. Pemilikan dalam perusahaan perseorangan dan persekututan tidak dinyatakan
dalam saham.
Perseroan terbatas dianggap sebagai badan hukum tersendiri. Sebagai badan
hukum, perseroan terbatas dapat mengikatkan diri dan melakukan perbuatan-perbuatan
hukum (menuntut dan dituntut) serta mempunyai kekayaan utang.

PENDIRIAN
Perseroan terbatas harus didirikan dengan akte notaris, akte yang dihasilkan
dikirimkan ke menteri kehakiman untuk disahkan. Setelah mendapat pengesahan, persero
pendiri berkewajiban mendaftarkan pendirian perseroan terbatas di pengadilan negeri
setempat. Para persero pendiri juga mengumumkan akte pendirian adalam Lembaran
Berita Negara.

MODAL SAHAM
Modal perseroan disebut juga modal saham atau modal sero. Dalam akuntansi
sering disebut modal dasar. Menurut ketentuan UU Perseroan Terbatas, pengesahan dari
Menteri Kehakiman baru dapat diberikan bila para perndiri secara bersama-sama telah
mengambil sekurang-kurangnya 25% dari modal dasra perserian dan dari modal yang
telah ditempatkan ini sekurang-kurangnya 50% di antaranya telah disetor dalam
perusahaan
Saham-saham dapat dituliskan atas nama. Saham yang telah ditempatkan tetapi
belum disetor penuh harus dituliskan atas nama. Siapa pun pemegang saham atas nama ini,
dialah yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai pemegang saham.
Saham juga dibagi menjadi saham biasa (common stock) dan saham preferen
(preferred stock). Saham biasa adalah yang tidak mempunyai hak lebih atas saham-saham
yang lain. Sebaliknya saham preferen adalah saham yang diberi hak utama atau prioritas
tentang bagian keuntungan atau hak-hak lain. Pada umunya kepada pemegang saham
preferen diberikan hak mendahului atas dividen yang dibagikan. Bahkan sering kali ha
katas dividen iniditetapkan dalam perseratusan tertentu. Kalau diperoleh laba, dividen
pemegang saham preferern akan diabayr terlebih dahulu. Sisanya baru dibagikan kepada
pemegang saham biasa.
Misalnya modal disetor suatu perusahaan terdiri dari 100 lembar saham biasa
dengan nilai nominal Rp1.000 serta 10 lembar saham preferen dengan tingkat deviden
tetap 10% dan nilai nominal Rp1.000 tiap lembar saham. Rapat umum pemegang saham
memutuskan untuk membagikan dividen sebagai berikut:
Tahun Jumlah Dividen
200A 16.000
200B tidak ada
200C tidak ada
200D 25.000
Jumlah deviden yang diterima oleh masing-masing saham, apabila saham preferen
adalah saham preferen kumulatif dan nonkumulatif adalah sebagai berikut:
Total
Dividen Saham Preferen Saham Biasa Saham Preferen Saham Biasa
200A 16,000 Rp 1,000 Rp 15,000 Rp 1,000 Rp 15,000 Rp
200B - - - - -
200C - - - - -
200D 25,000 Rp 3,000 Rp 22,000 Rp 1,000 Rp 24,000 Rp
Saham Preferen Kumulatif Saham Preferen Nonkumulatif
Tahun

Terlihat dalam perhitungan diatas bahwa pada tahun 200D dividen yang diterima
pleh saham preferen Rp3.000. Jumlah ini merupakan jumlah kumulatif dividen 200B, 200C
dan 200D. Sebaliknya, untuk saham preferen nonkomulatif, dividen-dividen yang tidak di
bagian dalam tahun 200B dan 200C hilang begitu saja. Tidak dapat diagbungkan pada
pembaian dividen tahun-tahun sebelumnya.

ORGANISASI PERSEROAN
Perseroan terbatas dalam melakukan kegiatan usahanya diatur oleh lembaga-
lembaga yang terdiri dari:
Rapat umum pemegang saham, adalah rapat dari seluruh pemegang saham
perseroan terbatas. Rapat umum pemegang saham biasnay dilakukan setahun sekali dan
selambat-lambatnya enam bulan setelah lampaunya tahun buku, kecuali dalam akte
pendirian ditentukan jangka waktu yang lebih pendek.
Dewan komisaris, apabila komisaris terdiri dari dua orang atau lebih, disebut
dewan komisaris. Tugas komisaris sendiri sebaga wakil pemegang saham adalah
mengawasi dan mengamati tindakan direksi dan menjaga agar direksi tidak merugikan
perusahaan dan agar segala keputusan rapat pemegang saham dijalankan direksi dengan
sebaik-baiknya.
Direksi, direksi diangkat dan diberhentikan oleh rapat umum pemegang saham.
Pegawai-pegawai yang bekerja di perseroan tidak dapat dianggap sebagai pengurus dama
artian UU.

SETORAN MODAL
Pencatatan penyetoran modal dalam berbagai keadaan, berikut:
Nilai nominal. Suatu perseroan telah mengeluarkan 100 lembar saham biasa
dengan nilai Rp1.000 tiap lembarnya. Ayat jurnal yang dicatat:
Bank 125.000
Saham biasa 125.000
Agio. Anggaplah bahwa sebuah perseroan mengeluarkan 100 saham biasa yang
bernilai nominal Rp1.000 dengan harga Rp1.250 tiap lembarnya. Ayat jurnalnya:
Bank 125.000
Saham biasa 100.000
Agio saham 25.000
Disagio. Dalam akte pendirian biasanya disebutkan bahwa penyetoran modal pada
agar dibawah nilai nominal tidak diperbolehkan. Untuk menggambarkan keadaan tersebut,
anggaplah bahwa sebuah perseroan mengeluarkan 100 lembar saham biasa yang bernilai
nominal Rp1.000 pada harga Rp950 tiap lembarnya. Ayat jurnalnya berbunyi:
Bank 95.000
Disagio saham biasa 5.000
Saham biasa 100.000
Tanpa nilai nominal. Pengeluaran saham tanpa nilai nominal tidak diperbolehkan
di Indonesia. Saham dengan nilai ditetapkan tidak berbeda dengan saham yang mempunyai
nominal. Untuk menggambarkannya, perusahaan mengeluarkan 100 lembar saham tanpa
nilai nominal dengan haraga Rp52.000. ayat jurnalnya:
Bank 52.000
Saham biasa 52.000
Nilai ditetapkan. Untuk menggambarkannya, sebuah perseroan mengeluarkan 100
lembar saham dengan harga Rp800 per saham. Nilai yang ditetapkan untuk saham ini
adalah Rp750 per lembar. ayat jurnalnya berbunyi:
Bank Rp80.000
Saham biasa Rp75.000
Agio saham biasa Rp5.000
Setoran aktiva bukan kas. Sebagai contoh anggaplah bahwa sebuah perseroan
mengeluarkan 100 lembar saham bernilai nominal Rp1000 untuk aktiva-aktiva sebagai
berikut yang diterimanya
Tanah Rp 30.000
Gedung Rp75.000
Mesin-mesin Rp17.000
Rp122.000





Ayat jurnalnya berbunyi:
Tanah 30.000
Gedung 75.000
Mesin-mesin 17.000
Saham biasa 100.000
Agio saham biasa 22.000

LATIHAN SOAL
1. Anggaplah bahwa modal disetor dalam sebuah perusahaan terdiri dari 10.000
lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp1.000 dan 1000 lembar saham preferen
dengan nilai nominal Rp5.000. Dividen tetap yang diberikan kepada saham preferen
15%. Deviden yang dibayarkan oleh perusahaan tersebut ialah:
Tahun Dividen
200A --
200B --
200C Rp80.000
Hitunglah dividen yang diterima oleh masing-masing jenis saham apabial saha
preferen yang dikeluarkan a) saham nonkomulatif; b) saham kumulatif; c) saham
partisipasi penuh; d) saham tidak berpartisipasi.
2. Transaksi-transaksi berikut disebuah perseroan terbatas
a. Mendirikan perseroan terbatas dengan modal dasar terdiri dari 100 lembar
saham biasa bernilai nominal Rp1.000 dan 50lembar saham preferen dengan
nilai nominal Rp500 per lembar.
b. Menempatkan 40 lembar saham biasa dan 20 lembar saham preferen dengan
harga masing-masing Rp1.250 dan Rp450 per lembar.
c. Mengeluarkan 40 lembar saham biasa untuk setoran dalam bentuk aktiva
dengan nilai yang disetujui sebagai berikut:
Tanah Rp15.000
Gedung Rp25.000
Peralatan Rp10.000
Rp50.000
d. Menerima pembayaran untuk saham yang ditempatkan masing masing sebesar
25% dari nilai saham
e. Menerima sisa pembayaran utuk saham-saham yang ditempatkan dan
mengeluarkan sertifikat saham
Diminta: buat ayat jurnal!

3. PT. Menara didirikan dengan modal dasar terdiri dari 1.000 lembar saham preferen,
dividen tetap 15% dengan nilai nominal Rp100 per lembar dan 10.000 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp100 lembar saham.
Transaksi berikut ini terjadi di tahun pertama kegiatannya.
a. Mengeluarkan 200 lembar saham preferen dan 2.000 lembar saham biasa pada
nilai nominalnya, dengan tunai.
b. Mengeluarkan 100 lembar saham preferen dan 1.000 lembar saham biasa
dengan harga masing-masing Rp110 untuk saham preferen dan Rp115 untuk
saham biasa dibayar tunai
c. Mengeluarkan 150 lembar saham preferen dan 1.500 lembar saham biasa
dengan masing-masing Rp95 untuk saham preferen dan 90 untuk saham biasa.
Dibayar tunai.
d. Menerima pesanan 120 lembar saham preferen dan 1.200 lembar saham biasa
dengan harga masing masing Rp120 untuk saham preferen dan Rp125 untuk
saham biasa
e. Menerima penyetoran tunai dari saham-saham yang ditempatkan tersebut
sejumlah 40% dari nilai saham yang ditempatkan
f. Mengeluarkan 1.600 lembar saham biasa untuk penyetoran modal dengan aktiva
bukan kas sebagai berikut:
Aktiva Nilai
Tanah Rp50.000
Gedung Rp100.000
Mesin Rp75.000
Rp225.000
Diminta: 1) catatlah transaksi-transaksi tersebut diatas dalam bentuk jurnal
umum; 2) buatlah penyajian modal di neeraca setelah transaksi-transaksi
tersebut