Anda di halaman 1dari 8

DEHIDRASI

DEFINISI
Suatu keadaan keseimbangan cairan yang
negatif atau terganggu yang bisa disebabkan
oleh berbagai jenis penyakit (diare, vomit,
DHF, dll)
Dehidrasi terjadi karena kehilangan air
(output) lebih banyak daripada pemasukan
air (input)
Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan
sedang
Dehidrasi berat
kehilangan
cairan
< 5% BB 5-10% BB > 10% BB
K U baik, sadar gelisah atau cengeng lemah, letargik,
kesadaran menurun
Rasa haus normal, tidak haus tampak kehausan tidak mau minum/
menolak
Turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat buruk/ kembali sangat
lambat
UUB tidak cekung
, mata tidak cekung, air mata
ada, mukosa mulut dan bibir
basah.
sedikit cekung, mata
sedikit cekung, air mata
kurang, mukosa mulut
dan bibir sedikit kering
UUB sangat cekung,
mata sangat cekung,
air mata tidak ada,
mukosa mulut dan
bibir sangat kering
Akral hangat. hangat dingin
perawatan dirawat dirumah, kec uali
apabila terdapat komplikasi
lain
harus rawat inap. harus rawat inap.
PENILAIAN DERAJAT DEHIDRASI
PENATALAKSANAAN
Tanpa
dehidrasi
Cairan rumah tangga,
ASI
oralit diberikan tiap
BAB atau muntah
dengan dosis :
*< 1 tahun : 50-100 cc
*1-5 tahun : 100-200
cc
*> 5 tahun : semaunya


Dehidrasi tidak
berat (ringan-
sedang)

*Oralit 75 cc/kg/4 jam
dilanjutkan
pemberian cairan tiap
bab
*Bisa peroral, NGT,
parenteral.





Dehidrasi berat
Rehidrasi parenteral
dengan cairan RL atau
ringer asetat 100
cc/kgBB :
*< 1 tahun : 30 cc/kgBB
dalam 1 jam I, 70
cc/kgBB dalam 5 jam
*> 1 tahun : 30 cc/kgBB
dalam jam I, 70
cc/kgBB dalam 2 jam

KEBUTUHAN ORALIT PER KELOMPOK UMUR
umur Jumlah oralit yang
diberikan tiap BAB
Jumlah oralit yang disediakan
dirumah
< 1 tahun 50-100 ml 400 ml/hari(2 bungkus)
1-5 tahun 100-200 ml 600-800 ml/hari 34 bungkus
> 5 tahun 200-300 ml 800-1.000 ml/hari 45 bungkus
dewasa 300-400 ml 1.200-1.800 ml/hari
1 tablet = 20 mg, diberikan selama 10 hari.
Usia 2-6 bulan : tablet
Usia > 6 bulan : 1 tablet.
Cara : larutkan dengan sedikit air atau ASI
PEMBERIAN TABLET ZINC U/K SEMUA
PENDERITA DIARE
Nutrisi :
Anak tidak boleh dipuasakan, makanan diberikan sedikit-sedikit
tapi sering, ( lebih kurang 6 kali sehari ), rendah serat, buah beri
pisang.
Hipernatremia : ( Na > 155 mEq/L )
Koreksi penurunan Na dilakukan secara bertahap dengan
pemberian cairan dekstrosa 5%+ salin. Penurunan kadar Na
tidak boleh lebih dari 10 meq perhari karena bisa menyebabkan
edem otak.
Hiponatremia : ( Na< 130 mEq/L )
Koreksi kadar Na dilakukan bersamaan dengan koreksi cairan
rehidrasi yaitu memakai ringer laktat atau normal salin, atau
dengan memakai rumus :
Kadar Na koreksi (mEq/L) = 125- kadar Na serum x 0,6 x berat
badan; diberikan dalam 24 jam.
Hiperkalemia : ( K> 5 mEq/L )
Koreksi dilakukan dengan pemberian kalsium glukonas 10% 0,5-
1 ml/kgBB iv perlahan-lahan dalam 5-10 menit, sambil
memantau detak jantung.
Hipokalemia : ( K< 3,5 mEq/L )
Koreksi dilakukan menurut kadar K :
Jika kadar K 2,5-3,5 mEq/L, berikan 75 mEq/kgBB peroral
perhari dibagi tiga dosis.
Jika kadar K< 2,5 mEq/L, berikan secara drip intravena dengan
dosis :
3,5- kadar K terukur x BB (kg) x 0,4 + 2 mEq/kgBB/24 jam
dalam 4 jam pertama
3,5- kadar K terukur x BB(kg) X 0,4+1/6x 2 mEq x BB dalam
20 jam berikutnya