Anda di halaman 1dari 2

PERLINDUNGAN SPESIFIK TUBUH BAYI DAN BALITA DENGAN IMUNISASI

1. Apa itu imunisasi?


Imunisasi merupakan suatu tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di dalam
tubuh dengan memasukan bahan yang dapat memicu terbentuknya system kekebalan tubuh
terhadap suatu penyakit. Imunisasi merupakan perlindungan paling ampuh untuk mencegah
beberapa penyakit.
Imunisasi dilakukan dengan cara memasukan suatu bahan yang dapat memacu kekebalan
anak. Bahan tersebut dapat berupa zat kebal itu sendiri atau bakteri yang sudah dilemahkan
yang tentunya aman bagi bayi dan anak jika diberikan dengan cara yang tepat.

(masukan tabel jadwal imunisasi psyandu)
2. Mengapa harus imunisasi?
Alasan utama mengapa anak harus diberikan imunisasi adalah agar anak terlindungi dari
penyakit. Umumnya, penyakit yang dicegah dengan imunisasi merupakan penyakit yang
dapat menyebabkan kematian atau kecacatan. Namun, pelaksanaan imunisasi ini tidak bisa
hanya dilakukan dalam sekali kunjungan, tetapi harus berkala sesuai jadwal.

(dibuat dalam baln)
Seorang anak yang tidak mendapatkan imunisasi, cenderung akan mudah terpapar penyakit yang
dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Imunisasi aman untuk anak yang sakit ringan, cacat
atau kurang gizi. Depkes RI

Setiap tahun lebih 1,4 juta anak meninggal karena berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat
dicegah dengan imunisasi. Depkes RI

3. Siapa yang wajib di imunisasi?
Setiap anak, baik perempuan maupun laki-laki wajib diberikan imunisasi secara lengkap.
Baiknya, diberikan sejak dini yaitu sejak anak baru lahir. Namun, tak perlu khawatir, jika
terlambat. Segera datang ke pusat tenaga kesehatan terdekat, baik itu Psyandu atau
Puskesmas untuk dapat melengkapi imunisasi anak.

4. Dimana imunisasi bisa dilakukan?
Imunisasi dapat dilakukan di Psyandu, Puskesmas ataupun Rumah Sakit. Selalu sertakan
buku KIA untuk mencatat kegiatan imunisasi setiap bulannya. Imunisasi pada anak harus
dilakukan berulang secara berkala (bster). Tujuannya adalah agar tercapai kekebalan yang
maksimal pada tubuh anak.

5. Apa yang terjadi jika anak tidak mendapatkan imunisasi?
Seperti yang sudah diungkit sebelumnya, bahwa imunisasi adalah upaya pencegahan
sehingga anak itu walaupun mendapatkan infeksi tidak akan meninggal atau menderita
kecacatan. Umumnya anak yang telah imunisasi bias tidak sakit sama sekali atau jika sakit
namun ringan sekali, sehingga tidak menimbulkan/ mengakibatkan cacat dan tidak
meninggal.
Cacat inilah yang mengakibatkan kekhawatiran, kesedihan dan kesulitan dikemudian hari
tidak hanya pada para orang tua, namun yang paling berat pengaruhnya tentunya pada anak
tersebut. Anak yang cacat tidak saja kesulitan dalam bergaul, namun juga tidak mampu
mandiri sehingga dia akan selalu merepotkan orang tuanya dan masyrakat disekelilingnya.
Upaya pencegahan agar tidak timbul kecacatan pada anak merupakan upaya yang bersifat
luas yang tidak akan berhasil bila orang-orang dan alam sekitar anak itu tidak diikut
sertakan.

6. Fakta dan Mits tentang imunisasi
Fakta
- Pada tahun 2008 terdapat hampir 24 juta anak hampir 20% dari bayi lahir setiap
tahunnya di seluruh dunia yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap
-