Anda di halaman 1dari 5

ARTIKEL ILMIAH PPDH

ROTASI INTERNA HEWAN KECIL


DI KLINIK HEWAN PENDIDIKAN PKH UB



First Report of Feline Intestinal Trichomoniasis Caused by
Tritrichomonas foetus in Korea




















Oleh:
YOSIA ARAUNA, S.KH
130130100111031










PENDIDIKAN PROFESI DOKTER HEWAN
PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014


PENDAHULUAN
Latar Belakang

Tritrichomonas foetus memiliki bentuk badan seperti buah pir, panjangnya sekitar
10-25 m dan lebar 3-15 m dan memiliki inti tunggal dan 4 flagela. Tiga dari flagella
anterior dan 1 flagella posterior. Organisme dianggap sebagai organism pathogen pada
alat kelamin ternak menyebabkan infertilitas, vaginitis, placentitis, aborsi, anoestrus, dan
endometritis. Spesies yang banyak ditemukan dan dianggap sama pada alat kelamin
sapi T. foetus dan dan pada pencernaan babi T. suis berdasarkan morfologi dan urutan
identitas rRNA. Baru-baru ini, T. foetus juga telah diidentifikasi sebagai penyebab diare
berkepanjangan dan mengerasnya usus besar pada kucing. Menurut laporan
sebelumnya, prevalensi infeksi usus kucing T. foetus. adalah 31% (36 dari 117) di
Amerika Serikat, 14,4% (16 dari 111) di Inggris, 32% (24 dari 74) di Italia, dan 24,4 % (11
dari 45) di Swiss [5-7,9]. Namun, ada kasus klinis infeksi T.foetus pada kucing telah
dilaporkan di negara-negara Timur. Dalam penelitian ini, penulis menjelaskan awal
terjadinya kasus klinis trikomoniasis pada usus kucing yang disebabkan oleh T. foetus di
Korea, yang berhasil dibuktikan dengan isolasi dan proliferasi T.foetus dalam fase
trofozoit yang diambil dengan metode swab, dan identifikasi organism dengan meihat
spesifik DNA ribosom T.foetus menggunakan PCR dan sequencing.


Tinjauan Pustaka

Tritrichomonas foetus adalah organisme bersel tunggal protozoa parasit
berflagella yang secara umum telah diidentifikasi sebagai penyebab penyakit reproduksi
pada sapi (infertilitas, aborsi dan endometritis).
Klasifikasi Tritrichomonas foetus
Kingdom : Protista
Phylum : sarcomastigophora
Subphylum : mastighopora
Ordo : trichomonodidae
Famili : trichomonadidae
Genus : tritrichomonas
Spesies : trtrichomonas foetus

Morfologi
Tropozoit berbentuk buah pir, dengan panjang 10 25 mikron dan lebar 3 15
mikron, Memiliki 3 flagela anterior dan tidak mempunyai pelta. Hanya ditemukan satu inti
yang berbentuk oval terletak di anterior. Sebuah flagella yang paling tebal ke arah
belakang, di bagian tubuh posterior. Aksotil nampak di pertengahan tubuh dan berakhir di
ujung posterior yang mirip ekor.
Cara penularan pada sapi: pada kondisis alam penularan terjadi melalui
perkawinan, tetapi juga bisa terjadi melalui Inseminasi Buatan. Reproduksi, secara
aseksual dengan pembelahansederhana binary fission longitudinal dan tidak terjadi
perkembangan secara seksual

Gambar 1. Mofologi T. foetus (kiri); Scanning electron micrograph T. foetus
trophozoite(kanan)
Tritrichomonas foetus terlihat seperti berudu kecil dengan ekor yang kecil bila
dilihat secara mikroskopis. Biasanya parasit ini berinteraksi dengan bakteri lain yang
berada dalam saluran usus dengan berpegang pada epitel usus dari inangnya.
Tritrichomonas foetus menyebabkan diare usus kronis pada kucing muda biasanya
tampak adanya darah atau lendir, perut kembung, tenesmus, muntah, penurunan berat
badan, dan iritasi anus.
Meskipun kucing dari segala usia dapat terinfeksi T. foetus, namun T. foetus
paling sering terlihat pada kucing muda dan anak kucing, mayoritas berada di bawah usia
12 bulan. Penularan dengan cara kontak dekat dan langsung. Tritrichomonas foetus
paling umum terjadi pada kucing ras, keturunan seperti Bengals, Persia, dll. Karena pada
ras kucing-kucing ini sering di perdagangkkan untuk membuat keragaman genetic yang
lebih banyak, sehingga parasit ini akan menyebar dari satu kucing ke kucing yang lain.

Kasus
Signalment

Nama : -
Jenis Hewan : Kucing jantan dan betina
Umur : 6 Bulan
Breed : -
Berat badan : -
Anamnesa : kedua kucing mengalami diare, kucing dipelihara dalam rumah
tanpa kontak dengan hewan lain
Gejala : feses lembek dan berlendir
Pemeriksaan : dilakukan identifikasi T. foetus dengan metode InPouch TF -
kantong budaya yang tersedia dari BioMed Disgnostics. Selain
itu dilakukkan pemeriksaan genetic dari T. foetus dengan
menggunakan metode Polymerase chain reaction (PCR)
Diagnosa : Tritrichomonas foetus pada kucing ditandai dengan diare yang
mengandung darah dan lendir.
Diagnosa banding : Infeksi saluran usus
Proses Terapi : - ronidazole pada 30 mg / kg setiap 12 jam selama 14 hari.
Seteleh pemberian obat tersebut dan berhenti diare tetep muncul
kembai, kemudian dilakukkan pengambilan sample swab setelah
1 bulan dan ditemukan T. foetus.
Prognosa : fausta

Pembahasan
Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa Tritrichomonas foetus dapat
menjadi penyebab diare pada kucing selain itu terjadi peningkatan frekuensi defikasi dan
terkadang terdapat adanya darah segar maupun lendir dalam feses. Segala umur kucing
dapat terinfeksi diare akibat tritrichomoniasis, namun yang paling sering terlihat pada
kucing muda dan anak kucing, mayoritas berada di bawah usia 12 bulan.
Kasus ini terjadi di Negara Korea. Kasus trichomoniasis pada kucing ini terjadi
untuk pertamakalinya di Korea. Dua ekor kucing ini terinfeksi oleh T. foetus yang dilihat
dengan pewarnaan Giemsa, scanning electron microscopy, in vitro culture, PCR assay,
and DNA sequence analysis.
Terapi yang diberikan dengan metronidazole dan fendendazole tidak memiliki
efek terhadap berhentinya diare. Kemudian diberikan obat ronidazole pada 30 mg / kg
setiap 12 jam selama 14 hari. Namun setelah 1 bulan dihentikan pemberian obatnya,
diare tersebut kambuh lagi.
Tritrichomonas adalah organisme bersel tunggal yang menyukai kondisi hangat,
lembab, anaerobic dan berada dalam lingkungan gastrointestinal atau saluran urogenital
dari berbagai inang spesies. Protozoa ini sering dianggap nonpathogenic, namun pada
beberapa spesies, Tritrichomonas foetus ditemukan sebagai pathogen pada alat kelamin
ternak. Tritrichomonas foetus saat ini juga menjadi pathogen pada kucing, di mana
parasit berada dalam ileum distal dan kolon, sehingga menyebabkan diare kronis pada
usus besar. Prevalensi infeksi bisa sangat tinggi jika kucing muda bertempat di tempat
yang populasinya tinggi (misalnya, tempat penampungan dan peternakan), kucing umur
tua dan dicampur dengan kucing juga telah diidentifikasi terinfeksi trichomonas tidak
dapat pertahan pada lingkungan, karena trichomonas tidak dapat membentuk kista.
Trichomonas dapat bertahan dalam feses selama 3 hari. Trichomonas ditularakan dari
kucing melalui feses dalam litterbox yang tedapat parasit tersebut dan kemudian parasit
tersebut tertelan.
Mekanisme yang Tritrichomonas menginduksi diare belum diketahui. Parasit
berada di lendir pada permukaan usus besar, dan faktor perlekatan mungkin penting.
Organisme ini dapat menghasilkan racun dan merangsang respon inflamasi di usus
besar. Parasit ini menuju target usus besar, dan penampakan yang ditunjukkan biasanya
diare diduga disebabkan oleh karena colitis, dengan terbentuknya feses lunak dan
terdapat cairan bercampur darah dan lendir. Belum adanya penelitian tentang kekebalan
terhadap Tritrichomonas tetapi infeksi biasanya diatasi,dengan menunjukkan respon
imun yang efektif. Di penelitian yang lain, beberapa kucing yang terinfeksi secara alami,
trichomonas ditemukan dalam epitel usus dan lendir dari cecal ini dan mukosa kolon.
setelah eksperimental inokulasi pada kucing, Tritrichomonas foetus terdapat pada ileum,
sekum, dan kolon, melekat pada dengan epitel, dan berkaitan dengan diare yang muncul
Terapi dengan Metronidazole (komponen sintetis 5-nitroimidazole) mudah
diabsorbsi dengan baik di GIT setelah pemberian PO. Sedikit sekali berikatan dgn protein
plasma, Ekskresi melalui urine. Selain dengan terapi tersebut Ronidazole lebih efektif
untuk mengehntikan diare dengan membunuh protozoa. Ronidazole adalah
Nitroimidazole antibiotik / antiprotozoal dari turunan yang sama seperti metronidazole. Ini
adalah racun bagi protozoa berdasarkan merusak DNA protozoa. Ronidazole jauh lebih
efektif daripada metronidazol dalam mengobati infeksi trichomonas.
Efek samping dari Ronidazole yang paling umum adalah anoreksia, mual, dan
muntah. Namun lebih serius efek samping neurologis dan mungkin termasuk lemah lesu,
kejang. Biasanya tanda-tanda neurologis akan menyelesaikan dengan hanya
menghentikan obat, tapi dalam beberapa kasus mereka dapat memperburuk awalnya
sebelum membaik.


Kesimpulan

Trichomoniasis merupakan penyakit yang umum pada reproduksi sapi. Namun
dapat menimbukan diare pada kucing terutama kucing muda. Mekanisme yang
Tritrichomonas foetus menginduksi diare belum diketahui. Parasit berada di lendir pada
permukaan usus besar, dan faktor perlekatan mungkin penting. Organisme ini dapat
menghasilkan racun dan merangsang respon inflamasi di usus besar. Terapi yang efektif
untuk diare ini dengan menggunakan Ronidazole. Namun penggunaan Ronidazole
memiliki efek samping yang cukup berbahaya.

Referensi

Gookin. J.L., M.G. L, J. M. Law, M. G. Papich, M. F. Poore, E. B. Breitschwerdt. 2001.
Experimental Infection Of Cats With Tritrichomonas Foetus. AJVR
Gookin, J.L., D. Dacvim. 2009. an Owners Guide To Diagnosis And Treatment Of Cats
Infected With Tritrichomonas Foetus. North Carolina State University College of
Veterinary Medicine
Helps C. and S. Tasker. 2010. Tritrichomonas foetus in cat. Langford Veterinary Services
Langford House