Anda di halaman 1dari 5

Rusaknya Otak Karena Menonton Film Porno

Yesterday 17:09
di baca sampe habis ya semoga bermanfaat

Kecanduan pornografi belakangan menjadi isu besar di Indonesia. Kecanduan ini sering
terabaikan, padahal dampak yang ditimbulkan kecanduan pornografi lebih besar ketimbang
kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi merupakan tren baru masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang
berdampak luas dan dalam waktu singkat dapat merusak tatanan psikososial masyarakat.

Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu
seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu pornografi tidak
sanggup menghentikannya.

"Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, padahal efek negatifnya lebih besar
daripada narkoba dalam hal merusak otak. Tak hanya itu, pecandu pornografi juga lebih sulit
dideteksi ketimbang pacandu narkoba," ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi
dari USA, dalam acara 'Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi' di Hotel Grand
Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Menurut Dr Mark, pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama
pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Sedangkan
kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak.

Kerusakan bagian otak ini akan membuat prestasi akademik menurun, orang tidak bisa membuat
perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan dan berbagai peran
eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia
dengan binatang.

Pada pecandu pornografi, Dr Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan
endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.

Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan
menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper
stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak akan bekerja dengan sangat ekstrem
kemudian mengecil dan rusak.

"Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu
narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu pornografi bisa
memenuhi 'kebutuhan' barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun dimanapun, bahkan melalui
handphone. Akhirnya, ini akan lebih sulit dideteksi dan diobati ketimbang adiksi narkoba," jelas
Dr Mark yang juga Kepala Edukasi & Training Officer for Candeo, perusahaan riset, teknologi
dan pelatihan untuk penyembuhan adiksi secara online yang berpusat di Amerika Serikat.

Dr Mark mengatakan pornografi merupakan adiksi baru yang tidak tampak pada mata, tidak
terdengar oleh telinga, namun menimbulkan kerusakan otak yang permanen bahkan melebihi
kecanduan narkoba.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pembinaan dan pengawasan dari semua kalangan, khususnya
untuk anak-anak, remaja dan dewasa muda, agar bisa terhindar dari bahaya kecanduan baru,
yaitu pornografi.

Quote: Jangan dikira nonton film porno tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan anda. Ternyata
keseringan nonton film porno bisa merusak bagian otak. Bahayanya, bahkan lebih ganas dari
pada kita mengkonsumsi narkoba yang hanya merusak tiga bagian otak anda saja, sementara jika
menonton film porno akan ada lima bagian otak yang terserang.

Hal tersebut dikemukakan pakar psikologi dari yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risma. Dalam
konfrensi pers di Sekretariat Komnas Perlindungan Anak, Jakarta Timur, Sabtu (12/6/2010). Elly
menjelaskan secara ditail mengenai efek film porno bagi anak-anak atau siapa pun yang senang
menontonnya.

"Fornograpi dapat merusak lima bagian otak kita, sedangkan narkoba yang rusaknya hanya
tiga,"tutupnya.

Menurut Elly, bahaya akibat seringnya nonton filmporno akan mengkeredilkan otak kita.
"Fornografi adalah perusak otak, lebih dari methapetamin. Bagian otak prefrontal conteks kita
akan hancur. Bagian tersebut merupakan bagian otak yang mengontrol moral dan nilai,
pengontrolan diri, dan pengambilan keputusan," jelasnya.

Rusaknya otak prefrontal conteks, akan membuat perasaan kita selalu kacau, makanya kita akan
selalu ketergantungan untuk melihat film porno. "Saat melihat film porno, sistim limbik kita akan
bekerja, sehingga keluarlah dufamin atau hormon kenikmatan,"ungkapnya.

Ia mencontohkan, ketika seorang anak menyukai satu gelas ice cream maka hormon kenikmatan
tersebut hanya akan keluar untuk satu gelas ice cream. Bila ditambah lagi satu gelas ice cream
maka hormon tersebut tidak akan keluar. "Sama seperti orang nge-seks atau nonton film porno,
hormon terserbut akan keluar sampai batas kenikmatan puncak," terangnya.

Lima Otak yang Diserang
1. Obesity merusak bagian otak Orbitofrontral Mid frontal dan nucieus accumbens
2. Methapetamin merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, dan
Patumencingalute.
3. Cocain merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, dan
nucieus accumbens
4. Film Porno merusak lima bagian otak yaitu Orbitofrontral Midfrontal, Insula 5. Hippocampus
Tempral, nucieus accumbens, Patumencingalute, dan Cerebelum

Porno tak hanya berdampak bagi seseorang. Porno juga berdampak luas bagi masyarakat.
Dampaknya bisa psikis, ke perilaku, hingga membekukan otak seseorang.

Berikut ini adalah sebagian dari efek negatif hal yang bersifat porno :

1. Porno memberikan kontribusi untuk permasalahan sosial dan psikologi manusia

Aktivis Anti-Pornografi, Gail Dines, mencatat bahwa para pemuda yang kecanduan menonton
aksi porno akan mengabaikan sekolah mereka, menghabiskan uang dalam jumlah yang besar,
menjadi terisolasi dari orang lain, dan sering mengalami depresi.

Dr. William Struthers, yang mendapatkan gelar PhD Biopsychology dari University of Illinois
Chicago, menegaskan bahwa pria yang sering berbuat pornografi biasanya sangat intovert,
memiliki kecemasan yang tinggi, narsis, penasaran, depresi, disasosiatif.

2. Porno Membekukan Otak Pria

Dr. William Struthers menjelaskan sebagian laki-laki yang terjebak pada kebiasaan melihat
gambar porno, jalur saraf mereka menciptakan gambaran sesuai dengan gambar erotis yang
mereka pandang.

Terkadang ketika mereka berinteraksi dengan wanita, maka secara tidak sadar, mereka
menciptakan gambar-gambar erotis tersebut pada wanita yang ditemuinya.

3. Porno selalu mengarahkan orang untuk Egois

Seks yang dilakukan menjadi kesenangan sendiri, tidak saling memberikan kesenangan atau
keintiman, melainkan membuat pelakunya lebih asyik sendiri

4. Porno Hanya Menjadikan Seseorang Melihat Perepuan sebagai Objek

Secara halus, pornografi telah meletakkan posisi perempuan sebagai objek. Pamela Paulus,
dalam bukunya Pornfield menuliskan : pornografi sangat berdampak negative terhadap laki-laki.
Karena seara tidak langsung mengajarkan mereka untuk melihat perempuan sebagai objek.
Pornografi juga memberikan kesan palsu terhadap kesenangn seks.

5. Pornografi Membeika Image Bahwa Perempuan yang Cantik adalah Perempuan yang
Telanjang

Untuk sebagian besar dari sejarah manusia, gambar erotis adalah refleksi, atau perayaan, atau
pengganti, wanita telanjang yang nyata.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kekuatan citra dan daya tarik telah menggantikan bahwa
wanita telanjang yang nyata. Saat ini, wanita telanjang nyata hanya bagian dari pornoaksi yang
buruk

6. Porno Memberikan Efek Mati Rasa Terhadap Kenyataan

Kecanduan Porno bisa mengakibatkan efek pandangan bahwa seks di dunia nyata itu
membosankan, dan itu bepengaruh terhadap emosional mereka.

7. Porno Membuat Nilai Laki-Laki dan Perempuan itu Menjadi Kabur

Dines mencatat bagaimana porno bercerita palsu mengenai pria dan wanita. Dalam cerita porno,
wanita adalah satu-dimensi-mereka tidak pernah mengatakan tidak, tidak pernah hamil, dan
tidak sabar untuk berhubungan seks dengan pria mana pun dan menyenangkan mereka dengan
cara apa pun dibayangkan (atau bahkan tak terbayangkan).

Di sisi lain, porno bercerita tentang laki-laki bahwa mereka berjiwa, berperasaan, pendukung
amoral sistem kehidupan bagi organ intim mereka untuk menggunakan perempuan dengan cara
apapun yang mereka inginkan.