Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang diakui dan diminati oleh
masyarakat Indonesia, hal ini terbukti dengan masuknya cabang olahraga renang dalam
berbagai kejuaraan, antara lain pada (1) Tingkat Daerah, yang sering disebut dengan
PORDA (Pekan Olahraga Daerah) (2) Tingkat Nasional atau disebut PON (Pekan
Olahraga Nasional) (3) dan Tingkat Internasional seperti SEA GAMES, dll.
Olahraga renang merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat pada
kurikulum penjaskes di SD, SMP dan SMA dipelajari sebagai olahraga pilihan dapat
dilakukan pada sore hari sebagai kegiatan ektra kurikuler. Pada masa dahulu bagi anak-
anak yang tingal di dekat danau, sungai dan laut secara otomatis dapat melakukan
olahraga renang dengan baik, walau pun mereka tidak mempunyai pelatih yang khusus
dalam pembinaannya dengan gerakan-gerakan yang di lakukan secara otodidak atau
gaya yang terjadi karena dirinya sendiri dan tidak mempunyai pelatih.
Pada umumnya perenang lebih aman dari pada orang yang tidak dapat berenang
pada saat menghadapi situasi berada di dalam air akan merasa ketakutan yang
berlebihan akan tenggelam, kerena tidak dapat menguasai arus saat banjir. Meskipun
begitu bukan berarti seorang perenang tidak tenggelam di air apabila aturan-aturan
keselamatan yang penting kurang di perhatikan oleh perenang pada saat menolong
orang yang sedang tenggelam dan cara menggunakan alat bagi penolong.
2

Di SMA mata pelajaran renang sebagai mata pelajaran pilihan karena sarana dan
prasarana yang belum tersedia dan mata pelajaran renang di ajarkan tidak sesuai dengan
kurikulum dan apabila siswa ingin mengadakan praktek harus izin dengan kepala
sekolah.
Model-model pembelajaran renang di awali dengan perkenalan, baik itu
perkenalan melalui media, perkenalan terhadap air, dan memperbaiki gaya otodidak (
gaya yang terjadi karena dirinya dan tidak mempunyai pelatih). Dan khususnya bagi
pemula di ajarkan sesuai dengan kurikulum kemudian guru sebagai media demontrasi.
Model- model gaya renang ada 4 model: Gaya bebas, dada, punggung dan
kupu-kupu, sedangkan gaya yang banyak di ajarkan di sekolah hanya 2 (dua) saja (Gaya
bebas, Gaya dada).di karenakan sekolah merupakan tempat belajar dan bukan tempat
mempersiapkan atlit, dan tidak semua guru penjas sebagai ahli renang atau dapat
melakukan renang dengan baik. Dan sebelum siswa dan siswi dibawa ke dalam kolam
hendaknya siswa di ajarkan teori seperti: Aba-aba, Media pelengkap, dan di upayakan
siswa mengajukan pertanyaan seluas-luasnya. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) ada
juga sisa menjadi atlit renang tapi itu bukan dasarnya dari Sekolah Menengah Atas
(SMA) kerana mungkin mereka ada les ataupun dia melatih diri yang ketika masih
Sekolah Dasar (SD) di karenakan olah raga renang bukan di latih langsung bisa, renang
harus di latih ketika seseorang masih dalam usia dini dan mungkin ketika dia berada di
bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) gurunya hanya membimbingnya saja, karena
guru olah raga hanya mengajarkan kesegaran jasmani bukan untuk mencetak atlit. .
Menurut Kirwanto (2002:1) yang mengutip TAP MPR : menciptakan budaya olahraga
guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga tingkat kesehatan dan
kebugaran dapat tercapai, hal ini dapat dimulai sejak usia dini melalui pendidikan
3

olahraga yang dilaksanakaan di sekolah-sekolah dan diluar sekolah, untuk pembibitan
dan pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan secara sistimatis dan
berkesinambungan yang dilakukan melalui lembaga pendidikan sebagai pusat
pengembangan dan pembinaan dibawah koordinasi dan pengawasan organisasi olahraga
tersebut.
Ketika guru sudah mengajarkan model-model pembelajaran renang seorang
guru hendaknya mengajarkan juga teknik pertolonngan di air. Di kota Banda Aceh
hanya terdapat satu kolam renang TIRTA RAYA yang di kelola PEMDA (pemerintah
daerah) propinsi di bawah koordinasi KONI, yang terletak di pusat kota, itu pun masih
dalam perbaikan karena di hantam bencana gempa dan gelombang sunami yang terjadi
pada tangal 24 desember 2004 lalu, oleh karena itu cabang renang menjadi kendala bagi
guru-guru penjaskes pada saat sekarang ini.
Kolam alternatip yaitu kolam renang yang di gunakan untuk belajar renang
karena masih terdapat banyak kendala seperti jarak tempuh untuk menuju tempat
praktek renang sulit di jangkau kelokasi dan rendahnya motifasi para siswa-siswi dan
guru, selain itu renang juga bermanfaat untuk kesehatan peserta didik. Untuk sekarang
ini siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di ajarkan di kolam swadaya masyarakat
seperti dihotel GRAND NANGGROE.
Untuk memaksimalkan proses pembelajaran model-model renang. Alangkah
baiknya jikalau guru penjas yang laki-laki mengajarkan siswa yang laki-laki saja
sedangkan guru yang perempuan mengajarkan murid yang perempuan saja ini bertujuan
supaya murid yang perempuan tidak merasa canggung jikalau yang mengajarkan
praktek guru perempuan dan kegiatan pembelajaran lebih sempurna.

4

1.2 Permasalahan
Permasalahan yang ingin di cari pemecahannya adalah
1. Model- model pembelajaran yang di ajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA).
2. Gaya-gaya yang di ajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA).

1.3 Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui sejauh mana model-model pembelajaran yang terapkan oleh
guru penjaskes di Sekolah Menengah Atas (SMA).
2. Untuk mengetahui gaya apa saja yang di ajarkan dan di kuasai oleh siswa Sekolah
Menengah Atas (SMA).

1.4 Manfaat penulisan
Olahraga renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air yang
melibatkan hampir seluruh otot dan anggota badan, yang dapat dilakukan oleh siapa
saja baik putra ataupun putri dan membuat tubuh menjadi sehat dan kuat.
Penulisan ini di harapkan akan bermanfaat untuk mengungkapkan peningkatan
pertumbuhan terhadap anak didik khususnya dalam bidang olahraga, agar menjadi
pedoman bagi guru di tingkat sekolah khususnya dan menjadi bahan pertimbangan bagi
PEMDA(pemerintah daerah) dalam pengadaan prasarana olahraga khususnya dalam
cabang renang. Selain itu ini juga sangat di harapkan akan berguna juga bagi
masyarakat pada umumnya, tidak terbatas hanya di kalangan pecinta olahraga saja
tetapi juga berguna bagi seluruh masyarakat.