Anda di halaman 1dari 16

DATA DIGITAL BENDA LANGIT

Chatief Kunjaya
KK Astronomi, ITB
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
KOMPETENSI DASAR
XII.3.8 Memahami efek fotolistrik dan sinar X
dalam kehidupan sehari-hari
XII.3.9 Memahami transmisi dan penyimpanan
data dalam bentuk digital dan penerapannya
dalam teknologi informasi dan komunikasi
XII.4.8 Menyajikan hasil analisis data tentang
penerapan efek fotolistrik dan sinar X dalam
kehidupan sehari-hari
XII.4.9 Menyajikan hasil penelusuran informasi
tentang transmisi dan penyimpanan data dalam
bentuk digital dan penerapannya dalam
teknologi informasi dan komunikasi
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
EFEK FOTOLISTRIK
Efek Fotolstrik adalah peristiwa timbulnya
akumulasi muatan atau arus listrik pada suatu
bahan yang disinari cahaya
Fenomena ini menunjukkan bahwa cahaya juga
mempunyai sifat partikel
Semakin banyak cahaya yang jatuh pada bahan,
semakin banyak elektron dilepaskan dan
diakumulasikan
Hal ini membuka kemungkinan bagi pengukuran
kuat sumber cahaya secara elektronik.
Dari sana dibuatlah fotometer, pengukur kuat
cahaya bintang
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
KAMERA CCD
Sebelum ada kamera elektronik astronom merekam
citra bintang dan menaksir kuat cahayanya
menggunakan pelat fotografi, yaitu plastik atau kaca
yang dilapisi emulsi yang sensitif terhadap cahaya.
Setelah penemuan fotometer, dibuat fotometer
berukuran kecil, lalu banyak fotometer kecil disusun
dalam suatu bidang.
Inilah awal lahirnya kamera CCD (Charge Coupled
Device)
Bagian sensitif cahaya dari sebuah kamera CCD
disebut chip.
Sebuah chip merupakan susunan pixel
2
kecil yang
masing
2
dapat mengakumulasi elektron jika disinari.
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
CHIP KAMERA CCD
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
KAMERA CCD
Elektron yang terakumulasi di pixel
2
chip CCD
kemudian dibaca oleh kamera dan direkam oleh
komputer pengontrol dalam bentuk file citra,
dikonversikan menjadi angka cacah foton (count).
Isi file citra sebenarnya adalah matriks daftar
angka count tiap pixel, oleh karena itu kita dapat
melakukan operasi aritmatika (tambah, kurang)
antara dua citra atau perkalian atau pembagian
dengan suatu angka.
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
MENGUKUR KUAT CAHAYA BINTANG
Mengukur kuat cahaya bintang, pada prinsipnya
sangat mudah, yaitu jumlahkan semua angka
cacah foton pada pixel
2
yang memuat citra
bintang
Pada prakteknya tidak semudah itu, perlu ada
koreksi
2
yang harus dilakukan karena berbagai
faktor, misalnya pengaruh temperatur,
perbedaan sensitivitas antar pixel, pengaruh
polusi cahaya dan lain-lain.
Kemungkinan melakukan koreksi ini membuat
citra kamera CCD lebih unggul dari pelat
fotografi.
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
MENGUKUR KUAT CAHAYA BINTANG
Citra hasil koreksi bisa nampak lebih bersih dan
lebih kontras dibanding semula.
Kuat cahaya bintang di dalam bidang astronomi
dinyatakan dalam magnitudo.
Untuk menentukan magnitudo semu suatu
bintang diperlukan pengukuran cacah foton
bintang lain yang sudah diketahui magnitudonya
(bintang standard).
Setelah melalui proses koreksi, magnitudo
bintang yang akan diukur dihitung dengan :
2
1
2
1
2 1
log 5 , 2 log 5 , 2
C
C
f
f
m m
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
CONTOH SOAL
Sebuah bintang diamati dengan teropong
dan kamera CCD, setelah dilakukan
koreksi dan semua pixel yang dianggap
menampung cahaya bintang itu
dijumlahkan diperoleh cacah foton total
28971 count. Sedangkan bintang lain yang
udah diketahui magnitudonya 3,6 cacah
fotonnya 97853 count. Berapakah
magnitudo bintang itu?
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
JAWAB
Dengan mengingat bahwa cacah foton sebanding
dengan fluks, maka kita dapat menggunakan
persamaan magnitudo dengan mengganti fluks
dengan cacah foton
2
1
2
1
2 1
log 5 , 2 log 5 , 2
C
C
f
f
m m
97853
28971
log 5 , 2 6 , 3
1
m
Diperoleh m
1
= 4,9
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
PEREKAMAN SPEKTRUM BINTANG
Cahaya bintang yang terdiri dari berbagai warna dapat
diuraikan menggunakan prisma atau spektrograf,
menghasilkan spektrum bintang.
Cahaya bintang yang terurai itu jika jatuh di
permukaan chip CCD lalu direkam dapat
menghasilkan citra spektrum bintang.
Pixel
2
citra spektrum pada kolom yang sama berasal
dari cahaya bintang dengan panjang gelombang yang
sama, sehingga angka
2
nya boleh dijumlahkan,
besarnya menggambarkan intensitas cahaya.
Jika kita merunut citra spektrum dari kiri ke kanan,
artinya kita merunut berdasarkan panjang gelombang
Sebagai pengganti citra spektrum, dapat diplot
intensitas terhadap panjang gelombang.
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
()

Spektrum Bintang Kelas G
0
20
40
60
80
100
120
140
3500 4000 4500 5000 5500 6000 6500
Panjang Gelombang
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s
H H H H
H
G band
K+H Lines
Mg I Mg I
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
PENYIMPANAN DATA DIGITAL BENDA
LANGIT
Hasil pemotretan dengan kamera CCD setelah
dikoreksi, bisa disimpan di berbagai media dalam
bentuk data digital, bahkan bisa disimpan di internet
sehingga bisa diambil oleh pihak lain.
Data yang disimpan di internet bukan hanya berupa
file citra, tapi bisa juga spektrum dalam bentuk
grafik, data numerik, dokumentasi paper, peta dan
lain-lain.
Pusat data benda langit di internet itu sering disebut
observatorium maya (virtual observatory)
Para astronom dapat mengunduh data yang
diperlukan untuk keperluan penelitian, pendidikan
dan lain-lain.
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
PENYIMPANAN DATA DIGITAL BENDA
LANGIT
Contoh observatorium virtual :
Sloan Digital Sky Survey (SDSS) http://www.sdss.org
Simbad http://simbad.u-strasbg.fr/simbad
Software interaktif juga sudah tersedia untuk
mengakses berbagai data observatorium maya,
contohnya adalah World Wide Telescope (WWT)
http://www.wwt.com
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a

2
0
1
4
CONTOH SOAL
(IOAA 2009) Diberikan citra hasil pengamatan
bintang yang sudah diolah sehingga bersih,
berukuran 50 50 pixel, disana nampak citra 5
buah bintang. Tabel angka cacah foton tiap pixel
diberikan dalam bentuk matriks. Tiga buah
bintang diketahui magnitudonya. Siswa diminta
menghitung magnitudo dua bintang lainnya
dengan menggunakan aperture berbentuk bujur
sangkar.
T
P
O
A
,

K
u
n
j
a
y
a
2
0
1
4