Anda di halaman 1dari 8

HIMPUNAN MAHASISWA PERIKANAN (HIMAPIKA)

UNIVERSITAS MATARAM


PROFIL HIMAPIKA

Pendahuluan
Program Studi Perikanan
Wilayah pesisir dan laut mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan.
Pertama, secara sosial ekonomi wilayah pesisir dan laut memiliki arti penting. Kedua,
secara biofisik wilayah pesisir dan laut Indonesia. Ketiga, adanya perubahan politik di
Indonesia (demokratisasi). Disamping prospek yang cerah tersebut, Permasalahan
Lingkungan dan SosialEkonomi menjadi salah satunya. Yaitu meliputi Pencemaran
Laut, Peristiwa Tangkap Lebih (Overfishing), Degradasi Fisik Ekosistem Pesisir Utama,
Kemiskinan Nelayan, Potensi dan Permasalahan dalam Pengelolaan Sumberdaya tersebut
serata Tenaga Ahli Di Bidang Perikanan.
Program studi Perikanan (PSPi) dibentuk berdasarkan SK DITJEN DIKTI NO.
1192/D/T/2006 tanggal 12 April 2006. PSPi memfokuskan pendidikan, penelitian dan
pengembangan IPTEK perikanan dan kelautan berbasis komoditas unggulan lokal.
Dalam konteks tersebut, PSPi memiliki 2 Sub Program Studi : BUDIDAYA PERAIRAN
(BP) dan MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN (MSP). Budidaya Perairan :
Menguasai IPTEK Budidaya perairan (aquaculture) berbasis komoditas unggulan lokal
dan berwawasan lingkungan sedangkan Manajemen Sumberdaya Perairan : Menguasai
prinsip-prinsip menajemen (eksplorasi, eksploitasi, konservasi, rehabilitas dan
diversifikasi) sumberdaya perairan.
Dalam pengembangannya, program studi perikanan memiliki visi dan misi yaitu
VISI PSPi adalah menjadikan program studi ini mampu menghasilkan sarjana yang
berkualitas, kompetitif di bidang perikanan dan bermanfaat bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan
(Imtaq). Berdasarkan visi tersebut diatas, maka Misi PSPi adalah :
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi modern dalam rangka menghasilkan
sumberdaya manusia yang berkualitas, mandiri dan mampu berkarya untuk
menerapkan dan mengembangkan bidang perikanan
2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan perikanan budidaya
dan manajemen sumberdaya perairan untuk menghasilkan data, informasi dan
karya-karya inovatif-produktif.
3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memberikan
informasi, penyuluhan dan kerjasama di bidang perikanan.
Kurikulum pendidikan Program Studi Perikanan adalah dengan Sistem Kredit Semester
(SKS) yang tersusun dalam bentuk perkuliahan, praktikum, praktek kerja lapang (PKL)
dan skripsi. Total SKS untuk program ini adalah 144 147 SKS yang terdiri dari
kurikulum wajib 135 SKS dan pilihan 9 - 12 SKS serta dapat ditempuh selama 8
(delapan) semester atau kurang.

Himpunan Mahasiswa Prikanan (HIMAPIKA)
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, mengharuskan kepada
setiap manusia untuk meningkatkan potensi diri. Akibat dari hal tersebut maka dalam
wilayah Fakultas pertanian perlu menambah program studi demi meningkatkan potensi
yang masih kurang. Melihat bahwa di wilayah NTB ini khususnya, bahwa program studi
perikanan masih sangat langka, karenanya Universitas Mataram membuat Program studi
baru yaitu Program Studi Perikanan yang ditempatkan di Fakultas Pertanian Universitas
Mataram. Mengingat bahwa hasil laut merupakan salah satu aset negara yang terbesar
maka sangat perlu di kembangkan.
Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang lautannya lebih besar dari pada
daratannya. Sumber daya lautnya juga sangat besar dan perlu dikembangkan. Untuk
mengembangkannya perlu orang yang mempunyai keahlian dalam bidang ini. Dengan
hadirnya Program Studi Perikanan ini diharapkan dapat meningkatkan potensi bagi
masyarakat NTB khususnya maupun rakyat Indonesia umumnya dalam bidang kelautan
atau Perikanan.
Program studi perikanan pertama kali dibuka pada tahun 2006, dengan jumlah
peminatnya yang cukup banyak yaitu sekitar 80 orang di tampung dalam satu
ruangan/kelas. Jika yang berminat masuk maka harus mengikuti tes yaitu melalui tes
mandiri. Pada saat itu untuk penerimaan mahasiswa baru, Program studi perikanan belum
termasuk dalam SPMB karena masih baru sehingga penerimaannya melalui tes mandiri.

Sejarah Pembentukan HIMAPIKAN
Mengingat bahwa program studi perikanan merupakan program studi yang baru
atau pertama, maka perlu di bentuk yang namanya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Dengan dibentuknya HMJ ini bertujuan untuk membuat mahasiswa menjadi luas dalam
berpikir, berbuat, maupun bertindak. Dalam HMJ ini mengajarkan bagaimana mengatur
dan mengelola sebuah wadah/organisasi untuk mendapatkan tujuan yang akan dicapai.
HMJ merupakan suatu organisasi kampus yang mewakili suatu Jurusan/program studi
dan sangat bermanfaat baik bagi Jurusan/program studi maupun bagi mahasiswa itu
sendiri, sehingga melalui HMJ ini Program studi perikanan dapat dikenal oleh fakultas-
fakultas lain atau orang lain, karena kegiatannya. Bukan saja program studi perikanan
yang dibentuk HMJ tetapi program studi lain juga wajib membentuk HMJ ini. Apalah
artinya jika suatu jurusan/program studi tidak memiliki Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ).
Dengan berbagai kesepakatan bersama akhirnya program studi perikanan
membentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan yang bernama HIMAPIKA. Himapika tidak
terbentuk begitu saja, tetapi prosesnya sangat membutuhkan waktu yang cukup lama.
Dalam proses pembentukan ini, banyak sekali kendala-kendala yang dihadapi. Kendala-
kendalanya antara lain yaitu Mengingat bahwa mahasiswa perikanan belum pengalaman
dalam berorganisasi, kurang kompaknya antar sesama anggota, kurangnya pengetahuan
tentang HMJ, karena masih baru sehingga belum begitu tahu apa itu HMJ. Sehingga
dalam pembentukannya sangat memerlukan waktu yang tidak sedikit. Karena belum
begitu tahu apa sebenarnya HMJ itu, para mahasiswa perikanan juga tidak ada yang
berpartisipasi dalam pembentukan ini. Alasannya adalah takut nilainya jeleklah, kurang
tidurlah, tidak bisa bagi waktu dan masih banyak lagi alasan yang diungkapkan oleh
mahasiswa perikanan angkatan 2006. Masih banyak sekali kendala-kendala dalam
pembentukan Himapika ini. Dengan berbagai kendala, mengakibatkan Himapika ini
belum bisa dibentuk secepatnya. Banyak waktu yang terbuang untuk memikirkannya saja
tanpa ada yang dilakukan. Dengan melihat kondisi yang seperti ini dosen-dosen dari
perikanan sendiri ikut serta dalam membangun Himapika ini. Mereka memberikan
semangat dan supor kepada mahasiswa perikanan dan menjelaskan kedudukan dari
himpunan mahasiswa ini. Bukan hanya itu saja yang mereka lakukan tetapi mereka rela
meluangkan waktunya untuk terus memberi pengertian kepada mahasiswa perikanan,
betapa pentingnya himpunan mahasiswa ini. Dengan adanya usaha-usaha ini ternyata
belum mampu membuat mahasiswa sadar betapa pentingnya HMJ ini. Mungkin juga
karena jiwanya yang masih kekanak-kanakan sehingga belum berani memegang
organisasi yang bisa dikatakan besar ini. Begitu susahnya dalam memberikan pengertian
kepada mahasiswa perikanan.
Berbulan-bulan waktu untuk mengurus organisasi ini terabaikan tanpa ada yang
merespons. Akhirnya setelah Beberapa bulan kemudian, Alhamdulillah para mahasiswa
dapat mengerti apa tujuan yang dimaksud dengan dibentuknya Himpunan Mahasiswa
Jurusan ini. Ada beberapa orang yang semangat dalam pembentukan Himpunan
Mahasiswa Jurusan dan sangat memperhatikan nasib perikanan untuk kedepannya.
Dengan semangat juang yang tinggi dan kepercayaan diri yang kuat, ya...walaupun belum
begitu tahu mengenai organisasi, akhirnya semangat untuk membentuk Himpunan
Mahasiswa Jurusan pun terus berkobar pada beberapa orang yang peduli ini.
Dengan berbagai keadaan dan situasi yang sangat mendesak, yaitu pada
pertengahan semester di mana para mahasiswa mempersiapkan diri untuk menghadapi
ujian tengah semester, dan berbagai kesepakatan-kesepakatan yang dikeluarkan demi
lancarnya pembentukan HMJ ini. Akhirnya Himpunan Mahasiswa Perikanan terbentuk
pada hari yang bersejarah yaitu pada hari Kamis Tanggal 26 Oktober 2006.
Diiringi dengan pembentukan Himpunan Mahasiswa Perikanan maka yang
menjalankan sebuah organisasi perlu dibentuk pengurus, di mana pengurus inilah yang
akan membawa organisasi sesuai dengan tujuan organisasi. Dalam pembentukan
pengurus Himapika, perlu orang yang benar-benar tahu dan bertanggung jawab terhadap
organisasi yang dipimpinnya. Untuk itu yang bersedia dan memenuhi syaratlah yang akan
menjadi pemimpin. Bisa dikatakan bahwa HMJ ini tidak akan terbentuk jika tidak ada
pengurusnya, maka pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2006 dilakukan pemilihan ketua
HMJ dan untuk selanjutnya Ketua yang akan memilih anggotanya. Pada saat itu ada dua
kandidat yang lolos dalam calon ketua Himapika yaitu Yuriansyah Karisma dengan
Wildan.
Dalam pemilihan ini dilakukan dengan cara mufakat bersama antara mahasiswa
perikanan dengan dosen-dosen perikanan. Dari hasil mufakat tersebut, bahwa Himapiika
akan dipegang oleh dua ketua. Dengan kesepakatan dan kordinasi antara mahasiswa dan
para dosen maka dalam pengurusnya terbentuklah Ketua dan wakil ketua, akan tetapi ke
dua orang tersebut memiliki tanggung jawab yang setara, artinya mereka bisa dikatakan
setara jabatannnya. Yang menjadi ketua Umum adalah Yuriansayah Karisma dan wakil
ketua yaitu wildan. Beranjak dari itu Himapika memulai menunjukkan aktifitasnya
sebagai organisasi baru dalam wilayah Fakultas Pertanian Unram.



Kegiatan lain :
Seminar sehari untuk memenuhi salah satu sarat peresmian Himapika
Yang berjudul Prospek Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara
dilaksanakan tanggal 27 Maret 2007, yang bertempat di Aula Faperta Unram.
Dihariri oleh dosen, HMJ, BEM dan mahasiswa periakanan.
Sumber dana :
1. Mahasiswa perikanan 2006
2. Dana praktikum/mahasiswa
jumlah peserta seminar :
- kurang lebih 80 peserta dari perikanan
- dari HMJ, UKF dan BEM : 15 orang
- Dosen : kurang lebih 7 orang

Pada hari kamis tanggal 7 juni 2007
Pada hari ini diadakan rapat BEM yang membahas tentang pembagian dana untuk
para HMJ dan UKF. Dalam rapat ini terjadi penolakan terhadap terbentuknya Himapika,
menurut mereka Himapika belum layak untuk diresmikan. Karena masih dalam program
studi belum menjadi jurusan dan belum memenuhi syarat untuk menjadi HMJ. Karena
masalah ini suasana rapat menjadi panas. Protes kiri protes kanan pun dilemparkan. Yang
mewakili dari perikanan yaitu ketua, wakil, dan pengurus lain. Protes yang begitu banyak
ini membuat perikanan seakan-akan terbuang. Bukti apalagi yang harus di tunjukan oleh
Himapika untuk menjadi resmi. Beberapa saratpun sudah dilaksanakan bahkan surat
keputusan dari Dekan pun sudah di keluarkan, apa lagi yang harus di rumitkan. Dari salah
satu anggota rapat mengatakan bahwa masalahnya yaitu Mungkin pra HMJ lain ingin
balas dendam karena dulunya perlu 2 tahun dulu baru bisa di resmikan. Mungkin hal
inilah yang masih tertanam dalam jiwa HMJ dan UKF lain, sehingga Himapika harus
menempuh 2 tahun dulu baru bisa terbentuk. Karena begitu rumitnya permasalahan ini,
rapat belum bisa selesai dalam jangka waktu sehari. Dari pengurus perikanan memangil
Salah satu dosen yang menjadi Pembina sekaligus pembimbing dalam menjalankan
Himapika yaitu Ibu Nana. Rapat semakin panas ketika Ibu Nana mulai menunjukkan
surat-surat keputusan terbentuknya program studi perikanan dan akan menjadi jurusan
stelah 2 tahun kemudian. Sebelum tahun 2007 yaitu 2006, Pengurus Bem telah
memberikan syarat-syarat kepada Himpika agar diresmikan yaitu slah satunya mampu
mengadakan seminar. Seminar telah diadakan oleh Himapika dan penerbitan SK dari
Dekan juga telah diberikan. Akan tetapi dari hasil pengamatan bahwa syarat-syarat ini
tidak konsisten. Dari pihak DPM berbeda dengan Pihak BEM. Dari pihak DPM
mengatakan bahwa HMJ merupakan Himpunan Mahasiswa Jurusam jadi yang masih
program studi belum bisa dikatakan/dibentuk HMJ. Dari syarat inilah yang membuat
Himapika tidak bisa berbuat banyak. Karena jika DPM belum mengakui maka Himapika
untuk saat ini belum bisa mengikuti Raker BEM.
Berbagai kesepakatan yang telah disetujui akhirnya dari anggota rapat bersepakat
bahwa Himpunan Mahasiswa Perikanan untuk saat ini yaitu periode 2007-2008 belum
bisa mengikuti RAKER BEM dan dana yang diperoleh Himpunan Mahasiswa Perikanan
Setengah dari HMJ lain . Melihat syarat yang dikeluarkan DPM, dari pengurus dan
dosen merasa kecewa karena dana untuk kegiatan harus setengah dari HMJ lain. Ya mau
bagaimana lagi itu merupakan kesepakatan bersama.
Dari hasil rapat juga DPM dan BEM akan melihat kerja dari Himapika, jika dalam
1 tahun ini kerja dari Himapika tidak sesuai yang diharapkan maka akan diusulkan untuk
tahun kedepannya Himapika tidak akan mendapatkan dana dari BEM.
Dari persyaratan di atas maka Himapika harus benar-benar kerja keras uantuk
menunjukkan bahwa Himapika mampu melaksanakan kegiatan yang diprogramkan. Hal
ini juga menjadi suport/pemberi semangat kepada pengurus agar tidak lalai dalam
menjalankan organisasi.

Pada hari sabtu Minggu 8-9 september 2007
Telah merealisasikan program kerja Himapika yaitu Malam Keakraban dan bakti sosial
mahasiswa baru perikanan
Dengan sumber dana berasal dari :
1. BEM faperta : Rp. 162.500,00
2. PD 3 : Rp. 150.000,00
3. Mahasiswa baru : yang ikut 32 orang X 25.000 perOrang
Tamu yang diundang :
1. BEM
2. KAPA SSC
3. DPM
4. ...

Tamu yang datang :
1. KAPA SSC
Jumlah peserta 32 orang
Perempuan : 13 orang
Laki-laki : 20 orang


Program kerja yang belum terealisasikan :
1. Penanaman seribu pohon bakau
2. lomba lukis TK cinta bahari
3. Pelatihan manajemen organisasi.


Jumat 5 OKTOBER 2007
Buka bersama antara angkatan pertama (2006) dengan angkatan ke-2 (2007) di aula
faperta. Jumlah yang datang kurang lebih 35 orang. Semua Dosen dari perikanan
diundang, dan yang sangat mengharapkan acara ini dan banyak membantu adalah ibu
Nana.
Sumber dana dari buka bersama ini adalah dari peserta yang mau ikut dan ada
sumbangan dari dosen perikanan. Buka bersama (Buber) ini bukan merupakan program
kerja dari Himapika, sehingga acara yang diadakan cukup sederhana dan tidak
mengundang dari HMJ dan UKF lain.
Acaranya cukup meriah dan terlaksana dengan baik. Selain acara buka bersama, juga
acara maaf-maafan antara mahasiswa perikanan, serta membahas keadaan Himapika pada
saat itu.