Anda di halaman 1dari 7

Keterlibatan karyawan secara efektif dan

pemberdayaan secara realistik menuntut


peningkatan pengetahuan, ketretampilan dan
hubungan interpersonal yang serasi antara
seorang karyawan dengan karyawan yang lain.
Bentuk intervensi yang dapat mewujudkan hal
diatas :

1. Pelatihan Laboratorium
Pelatihan laboratorium yang juga dikenal
dengan istilah pelatihan T groups.

KETERLIBATAN DAN
EMBERDAYAAN KARYAWAN

Pelatihan laboratorium sangat bermanfaat untuk menggugah
rasa keterbukaan dan memupuk semangat kerja sama karena
dalam pelatihan laboratorium yang berlangsung bebas tanpa
agenda, tanpa pimpinan diskusi dan tanpa topik pembicaraan
yang ditentukan oleh manajemen-para pesertanya didorong
untuk mengakui kesalahan yang diperbuat, dilatih
mengendalikan perasaan, didorong untuk bertanya
kemampuan mengembangkan sikap toleransi ditingkatkan.
Program pelatihan laboratorium biasanya menggunakan
skenario :
1. Pelatihan melibatkan antara 10 sampai 12 peserta,
2. Para peserta biasanya tidak saling mengenal,
3. Ada pelatih atau fasilitator yang berpengalaman yang
berperan sebagai pemandu.

d. Pertemuan kelompok makan waktu 1 atau 2 minggu,
meskipun kurun waktu tersebut tidak mutlak, dalam
arti mungkin pula lebih pendek,
e. Fokus perhatian terletak pada apa yang terjadi dalam
kelompok dan dinamika interpersonal yang timbul
antara para anggota kelompok.
f. Pelatihan bersifat tidak terstruktur dalam arti tidak
ada seseorang yang ditunjuk sebagai pimpinan
kelompok.
g. Tidak ada topik pembicaraan yang ditetapkan
sebelumnya.
h. Sasaran diskusi yang terjadi ialah agar para peserta
mampu menilai diri sendiri, meningkatkan kepekaan
tentang pengaruh seseorang terhadap orang lain dan
mengangkat ke permukaan data tentang kelemahan
seseorang.

2. Model Jendela Johari










Wilayah Umum adalah perilaku, pikiran dan perasaan
yang sudah dikenal baik oleh individu yang bersangkutan
maupun oleh orang lain.
Wilayah Buta ialah segi kehidupan seseorang, seperti
perilaku, pikiran dan perasaan, sikap dan kebiasaan yang
tidak dikenali oleh yang bersangkutan sendiri, akan tetapi
segera tampak dengan jelas kepada orang lain.
Wilayah Tetutup. Wilayah ini merupakan kebalikan
wilayah buta karena dasar berperilaku, pikiran dan
perasaan terutama yang dipandangnya tidak baik untuk
reputasinya dikenal oleh orang yang bersangkutan
dengan mendalam, tetapi orang lain tidak mengenalinya.
Wilayah Asing. Perilaku dan perasaan yang belum
terjangkau baik oleh orang yang bersangkutan sendiri
maupun oleh orang lain.

3. Analisis Transaksional
Analisis transaksional dikenal dengan istilah asing
Transactional Analysis dengan singkatan TA, suatu model
hubungan interpersonal yang sangat berguna dan lumrah
digunakan oleh para praktisi PO dalam program perubahan
organisasi. Manfaat teknik ini pada dasarnya terletak pada
cara yang dapat digunakan oleh manusia untuk mengenal diri
sendiri.


Anggota organisasi yang menggunakan ide-ide yang terdapat
di dalamnya dalam rangka upaya mereka meningkatkan
keterampilan berkomunikasi dan berhubungan dengan orang
lain pada tingkat individual.
Analisis Struktural digunakan untuk mempelajari efektif
tidaknya komunikasi interpersonal berlangsung. Setiap orang
memiliki 3 sumber perilaku (ego states):
1. Orang tua
2. Tahap dewasa
3. Tahap anak-anak